Deep Heart

Deep Heart
109. Putri ku


__ADS_3

Amara memeluk Astina tanpa prasangka apapun, Astina begitu bahagia bisa memeluk putrinya....dengan sekuat tenaga Astina berusaha menahan air mata yang sudah berada di ujung matanya


" Baiklah Aku akan meninggalkan kalian berdua, Amara layani tamu kita dengan baik ... aku pergi dulu " pamit Saga lalu mengecup kening Amara sebelum pergi....Astina tersenyum senang melihat bagaimana Saga memperlakukan putrinya


" Astina... jangan lupa pesanku !!" ucapnya sebelum benar-benar menghilang


" Ya Saga... pergilah dengan tenang ! " sahut Astina


Setelah Saga pergi keduanya pun berbincang


" Apakah kau bahagia dengan pernikahanmu Amara ?? walau kau hanya menjadi seorang selir ??" tanya Astina


" Amara sangat bahagia nyonya, sebenarnya walau jendral tidak menikahi Amara dan hanya menjadikan Amara pelayan jendral seumur hidup ....Amara juga tak keberatan " jawab Amara sambil menuangkan teh ke gelas


" Mengapa begitu ??"


" Karena jika jendral tidak menolong Amara waktu itu....Amara kini hanya tinggal nama nyonya !!" sahut Amara tetap dengan senyum bahagia di wajah cantiknya


" Ee...Amara , bisakah kau tidak memanggilku nyonya... aku hanyalah seorang kepala dayang " pinta Astina


" Lalu....Amara harus panggil apa ?? kalau di vila Amara memanggil nyonya besar dengan sebutan bibi, tapi nyonya tidak setua itu untuk di panggil bibi " sahut Amara


" Emm apakah kau masih memiliki seorang ibu ??"


" Tidak nyonya.. ibuku sudah meninggal saat Amara berumur 12 tahun karena sakit, sejak saat itu Amara di pelihara oleh paman dan bibi yang sangat jahat πŸ˜₯πŸ˜₯, ahh maafkan saya nyonya saya melantur kemana-mana " jawab Amara terkekeh.... wajah Astina terlihat mendung seketika mendengarnya


" Maafkan ibu ..putriku, kau hidup menderita karena ku !!" cicitnya dalam hati


" Maukah kau memanggilku ibu ... Amara ??" tanya Astina tiba-tiba mengagetkan Amara


" Apa ?? ibu ..ee Amara tidak berani nyonya , Amara bukan siapa-siapa... Amara tidak pantas " sahutnya sambil menunduk


" Siapa bilang kau bukan siapa-siapa, kau istri seorang jendral Saga....apa kau tidak tau betapa terkenal dan tingginya martabat suamimu, malah aku yang tak pantas kau panggil nyonya..."

__ADS_1


" Maaf apakah nyonya marah ??"


" Tidak Amara...aku hanya ingin mengakrabkan diri denganmu " ucap Astina


" Mengapa ?? mengapa nyonya ingin akrab dengan Amara ??" tanya Amara bingung


" Karena aku berteman baik dengan Saga....aku sudah mengenalnya semenjak dulu Amara, tentu saja aku senang saat mendengar Saga akhirnya menikahi kekasih hatinya " sahut Astina


" Baiklah... Amara akan mencoba memanggil ibu jika nyonya berkeras " sahut Amara membuat wajah Astina cerah seketika, setelah seharian bersama Amara...Astina pun kembali ke kemah yang di sediakan untuknya saat Saga pulang


" Suamiku... mengapa nyonya Astina ingin akrab denganku ?? aku jadi bingung ??" tanya Amara


" Sebenarnya ini rahasia Amara... kuharap kau bisa menjaganya, sebenarnya Astina adalah selir kakakku !!"


" Apa ...?? 😱😱"


" Maka jika Astina ingin berkenalan dan menyukaimu berarti kakakku menyetujui pernikahan kita... ia tak mungkin meminta Sora yang berkenalan denganmu karena Sora sedari dulu sangat menentang adanya selir " jelas Saga


" Jika begitu hubungan kalian... mengapa begitu nyonya Astina memintaku memanggilnya ibu... bukan kakak ??" tanya Amara lagi


" Nanti aku akan menanyakannya besok pada Astina, sekarang .... kemarilah aku sangat merindukanmu !!" ucap Saga dengan mata memandangi Amara tak berkedip sedari tadi


" Apa sih... baru juga beberapa jam tak bertemu !!" cicit Amara yang merasa pinggangnya masihlah sakit akibat seringnya mereka bercinta


" Kemari...!! sudah berani membantahku ya.. aku akan menghukum mu !!" ucap Saga dan segera berdiri mendekati Amara, dengan sekali angkat Amara sudah berada di pelukannya


" Ampun sayang... pinggangku masih sakit, semalam kan aku sudah lembur !!"


" Ya aku tau... makanya gantian, malam ini aku yang bekerja ahhh !!!" ucap Saga tak mau di tolak...πŸ€”πŸ˜ŒπŸ˜Œβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈ


Keesokan harinya....


Amara masihlah terbantai di pembaringan....Saga sudah siap dengan pakaian perangnya, ia sengaja tak membangunkan istrinya karena ia tau Amara pastinya masih kelelahan. Saga berjalan ke kemah Astinah dan sarapan bersama.

__ADS_1


" Mengapa kau sarapan di sini ?? mana Amara ?" tanya Astina melihat Saga datang sendirian


" Amara masih tidur...bagaimana kabar kakakku ??" sahut Saga berbasa basi


" Xoga baik-baik saja, Sora sedang menemani Sofia ke Sobaria sekaligus menengok Erden " jelas Astina


" Astina... katakan sejujurnya padaku, apa maksud dan tujuanmu ingin bertemu dengan istriku !!" tembak Saga membuat wajah Astina sedikit memucat


" Apa maksud perkataan mu Saga ?? kau tak percaya padaku... kita sudah berteman begitu lama " sahut Astina sambil meminum air di depannya


" Aku tau kau tak berniat jahat... namun kau memiliki niat tersembunyi Astina, mengaku saja... itu lebih baik dari pada aku mengetahuinya dari orang lain !!"


" Sungguh Saga ... aku hanya mewakili kakakmu untuk mengenal adik ipar barunya ... itu saja!!" kekeh Astina


" Lalu mengapa kau berkeras meminta istriku untuk memanggilmu ibu bukan kakak !!"


" Uhuk...uhuk...uhuk...!!" Astina langsung terbatuk mendengar nya, makanan di mulutnya mental entah kemana sudah... wajahnya memerah seketika


" Me...memangnya mengapa ? kan tak masalah ia memanggilku ibu atau kakak, aku hanya kasihan padanya karena sudah tak memiliki ibu "


" Ia juga tak punya kakak...!!" sindir Saga sambil membaca mimik wajah Astina


Tak lama kemudian Astina terkekeh sambil memandangi Saga


" Baiklah Saga... kuakui instingmu sangat bagus, aku bahkan tak bisa membohongimu " ucap Astina mengangkat bendera putih dengan memuji Saga


" Begini Saga... kau kan tau dulu Xoga menjemputku paksa dan membuatku meninggalkan putriku yang baru kulahirkan juga suamiku ??" tanya Astina


" Ya ... aku ingat perbuatan bejat Xoga yang sangat ku tentang itu, aku bahkan beberapa tahun tak menegurnya karena nya , lalu apa hubungannya dengan Amara ??" tanya Saga


" Amara adalah anak yang kutinggalkan dulu, dengan kata lain aku adalah ibu dari Amara .. itulah sebabnya aku ingin dia memanggilku ibu... menantuku !!" jawab Astina membuat mata Saga seolah akan keluar


" A... apa...??? " kini giliran Saga yang terhenyak tak percaya

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote


__ADS_2