
" Ayo kita pulang putriku, ayah berjanji ayah akan mengerahkan banyak pengawal untuk mencari di mana mayat Juan berada. Ayah akan memakamkan suamimu dengan acara yang termewah se Sobaria " ajak Edwin setelah berhasil menenangkan Milea
Milea diam seribu bahasa, ia sungguh sangat sedih saat ini ... jika saja ia tak sedang mengandung pastilah ia lebih memilih menyusul suaminya ke alam baka
" Milea ... ingat kau sedang mengandung anak Juan, ayah yakin Juan tak akan senang jika kau tak menjaga kesehatanmu atau bahkan nanti sampai kehilangan anak Juan ini..." rayu ayahnya lagi membuat air mata Milea kembali mengalir deras, Edwin memeluk putri semata wayangnya itu dengan penuh rasa iba
" Ayah sungguh menyesal sayang... sungguh , jika waktu bisa di ulang ayah lebih memilih diam mendengar berita itu " ucap Edwin sungguh-sungguh, keduanya kembali menangis sesegukan membuat tabib yang kembali datang terdiam sambil memandangi Juan
" Yakin kau tak berubah pikiran Juan... tak kah hatimu bisa sedikit saja tergerak mendengar tangisan mereka yang begitu menyayat hati itu ??" tanya tabib sedikit marah
" Tidak... lebih baik seperti ini, untuk apa pria yang tak berguna seperti aku ini ? hanya akan menyusahkan mereka saja " kekeh Juan walau air matanya terus saja menetes membasahi pipinya
❤️❤️❤️❤️
Kamar raja Erden...
" Kakek tolonglah suami Sarah... !!" pinta Sarah lagi
" Lalu bagaimana dengan anakmu kelak apa kau rela jika anakmu selamanya berada di dunia para naga ??" tanya raja naga membuat Sarah terdiam, pertanyaan itu membuatnya galau .Sarah memandangi perutnya lalu memandangi suaminya
" Oh kakak apa yang harus Sarah lakukan ?? " tanyanya dalam hati
" Uhuk uhuk uhuk huekkk !!" tiba-tiba saja Erden terbatuk dan muntah darah begitu banyak
" Kakakkkkk....!!!!" Sarah berteriak histeris dan pingsan begitu melihat darah yang begitu banyak di hadapannya
" Erden... Erden.....!!" Xoga berteriak memanggil putra tertuanya itu , sungguh ia sangat marah saat ini... kemarahan yang begitu membara terhadap Sora, mantan istrinya .
Xoga berdiri mengambil anak panah yang menembus tubuh putranya tersebut dan membawanya bersamanya
" Kakak... kau mau kemana ??" tanya Saga
" Aku akan mendatangi Sora , aku harus memberinya pelajaran kali ini !!" sahut Xoga
" Kak berbahaya jika kau kesana, bagaimana jika nanti pasukan Sobaria malah menahan mu atau mencelakai mu ... tunggu sebentar jika Erden sudah selamat aku akan menemanimu !! jangan pergi dengan keadaan marah !" larang Saga
" Tidak Saga... kali ini urusan pribadiku dengan Sora, jika memang aku tak kembali jangan mencari aku... jaga saja Astinah untukku !!" titah Xoga tak mau di tahan lagi... Xoga sangat sangat marah pada Sora kali ini
Tanpa menghiraukan sekitarnya Xoga segera menaiki kuda dan pergi ke arah Sobaria.
" Aflan bawa anak buahmu dan ikuti Xoga, jaga Xoga jangan sampai ia celaka !!" titah Saga , Aflan segera berlari dan menyusul Xoga
__ADS_1
" Saga kemana suamiku ??" tanya Astina cemas
" Dia ke Sobaria mendatangi Sora , maaf Xoga tak bisa ku tahan lagi " jawab Saga
" Apaa...?? untuk apa dia kesana ?"
" Mendatangi Sora dan membuat perhitungan dengannya !!" sahut Saga , Astina terduduk lemas... pada akhirnya apakah ia akan kehilangan suaminya itu ?? tanyanya dalam diam
💔💔💔💔
Tanpa henti Xoga memacu kudanya memasuki kawasan kerajaan Sobaria, sebuah kawasan yang sebenarnya tak ingin di masuki ya seumur hidupnya.
Aflan dan beberapa ratus prajurit mengikuti Xoga tak jauh di belakangnya, kedatangan mereka membuat was was tentara Sobaria. Salah seorang prajurit segera berlari ke dalam istana dan melapor pada raja Max akan kedatangan raja Xoga
" Lapor paduka raja dan permaisuri Sora !!" lapornya sambil tersengal
" Ada apa ? mengapa kau begitu terburu-buru?" tanya Max yang asik bermain dengan putrinya
" Raja Xoga sedang dalam perjalanan ke mari, ia membawa banyak pasukan !!" lapornya setelah mengambil nafas panjang
" Apa ?? Xoga ke mari ? ada urusan apa memangnya ?" tanya Sora kaget
" Apa yang harus kami lakukan? apa kami mencegahnya masuk ke istana ??" tanya prajurit lagi
" Suamiku... mengapa kau membiarkan Xoga masuk ke mari ??" protes Sora
" Xoga tidak membawa berita perang, untuk apa kita tolak... biar kita dengarkan apa maunya ? apa kau takut bertemu dengannya karena masih ada rasa ??" sahut Max sambil mengerutkan keningnya rada cemburu
" Masih ada rasa apa Max.. ? yang benar saja. Baik aku tidak takut dengannya .... silahkan saja , suruh masuk dia !!" tantang Sora lalu memerintahkan dayang membawa putrinya pergi
Sebenarnya hari Sora was-was, mengapa Xoga yang datang kemari bukannya Saga... jika para prajuritnya berhasil melenyapkan putri Saga seharusnya yang datang adalah Saga bukan Xoga, apa Saga terlalu berduka ha ha ha , gelak Sora dalam hati.
Dengan penuh percaya diri Sora duduk dengan sombongnya di kursi permaisuri nya, Xoga masuk tanpa senyum ataupun basa basi lagi... tangannya menggenggam erat anak panah dengan noda darah kering
Max tersenyum miring melihat anak panah tersebut, sedangkan Sora hanya mengangkat sebelah alisnya menandakan ia masih bertanya-tanya apa maksud dan tujuan kedatangan Xoga ke Sobaria.
" Selamat datang raja Xoga, selamat datang di Sobaria....apa yang bisa kubantu ??" sambut Max sambil tersenyum penuh kemenangan
" Kau tau mengapa aku ke mari Max... katakan racun apa yang kau pakai ??" sahut Xoga sambil melempar anak panah itu ke depan Max
" Apa maksudmu Xoga ??" tanya Sora
__ADS_1
" Tak usah berpura-pura lagi Sora... kalian mengirim pasukan pembunuh untuk membunuh Sarah, bukankah begitu hah ??" tuding Saga
" Apa buktinya Xoga, jangan sembarangan menuduh !!" sahut Sora lagi
" Bukti...? kau ingin bukti ?? Aflan !!!!" teriak Xoga begitu marah dengan kepura-puraan keduanya , Aflan masuk sambil menyeret beberapa prajurit yang sudah babak belur dengan tangan terikat tali
" Mereka adalah para pemanah yang berhasil kami tangkap, sekarang kau masih mengelak Sora ??!" cecar Xoga sambil menendang ke tiganya ke lantai dengan kesal
" Baiklah... memang aku yang menginginkan mereka menghabisi Sarah, aku tak Sudi putraku menikah dengan keturunan Astina wanita kotor itu... ha ha ha , lebih baik aku mati dari pada darahku harus bercampur dengan darah hina itu !!" jawab Sora akhirnya
" Jika memang kau tak terima dan lebih baik kau mati mengapa kau tidak membunuh dirimu sendiri hah... mengapa kau harus membunuh Erden, apa salah Erden ??" bentak Xoga mengagetkan Sora
" Apa maksudmu Xoga ?? aku tidak akan pernah menyakiti putraku sendiri "
" Buktinya panah ini menembus dada Erden dan mengenai jantungnya... kini bahkan aku tak tau apakah Erden masih hidup atau tidak... itu kah yang kau inginkan Sora ? kematian Erden ? " cecar Xoga membuat Sora sangat kaget
" apa kau bilang ....tidak itu tidak benar, putraku baik-baik saja ... bukankah begitu Max, kau memerintahkan untuk melenyapkan Sarah bukan ?? bukan putraku ??" tanya Sora terbata
" Jangan tanya suamimu... tanyalah pada mereka bertiga, panah mereka mengenai siapa ?? tanya mereka ... jika memang kau baru merasa puas dengan membunuh , mengapa tidak kau bunuh saja aku ? mengapa harus Erden mengapa Sora ?? mengapa 😡🤬!!"
Tubuh Sora bergetar seketika....ia masih ingat Max berkata bahwa Sarah tidak mungkin selamat walau hanya tergores anak panah itu karena racun yang di oleskan di ujung panah itu adalah racun paling ganas dan tak ada penawarnya namun mengapa panah itu malah menembus dada putranya sendiri ??
" Tidak... itu tidak benar, Erden baik-baik saja... panah itu tidak mengenai putraku bukan ? katakan tidak !!" tanya Sora pada ketiganya
" Maaf kami, kami memanah putri Sarah namun raja Erden melindunginya dengan tubuhnya !!" sahut salah seorang sambil menunduk, Sora langsung melotot mendengar jawaban itu ....matanya serasa hendak keluar dari tempatnya saat ini saat mendengar nya
" Tidak... tidak tidakkkkk !!! putraku baik-baik saja ... Max ... katakan kau punya penawar racun ya kan !!" tanya Sora sambil berjalan sempoyongan ke arah suaminya
" Kau sudah tau jawabannya Sora, racun itu tak ada penawarnya !!" sahut Max
" Tidak Max tidak... hik hik hik, kalian sungguh bodoh bagaimana mungkin kalian malah memanah putraku hah... !!"
" Maafkan kami permaisuri !!" sahut ketiganya serentak
" Hukum mereka ... gantung mereka di alun alun , biar semua melihat akibat dari kesalahan merekaaa !!!" perintah Sora sudah seperti orang gila , Max diam saja... tanpa di ketahui Sora, ia sengaja memberi racun terhebat karena ia memang memerintahkan beberapa prajurit nya untuk memanah Erden.... walau ia bisa menyembunyikan dari Sora namun rasa sakit hatinya atas kematian putrinya yang di tolak Erden terus membekas di dalam hati nya..Saat Sora memintanya untuk melenyapkan Sarah....ia melihat bahwa ini adalah momen yang tepat untuk membalaskan dendamnya pada Erden.
Xoga mengambil sebilah pisau dari pinggangnya dan melemparkannya ke depan Sora
" Sekarang bunuh aku Sora, agar dendammu sempurna... mungkin jika aku mati baru kau akan berhenti menjadi jahat, cepat bunuh aku !!" teriak Xoga menggelegar
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya