Deep Heart

Deep Heart
28. Gawat


__ADS_3

Tak terasa sebulan lamanya Saga dan Aflan berada di perbatasan, mereka menata kembali wilayah perbatasan yang porak poranda akibat pertempuran yang terjadi berulang-ulang.


Sebuah surat datang dari Erden untuk Saga, begitu pentingnya surat itu sampai sampai sang pembawa surat langsung menyusul Saga ke tempat Saga sedang mengadakan rapat dengan pejabat wilayah setempat.


" Maaf Jendral Saga... surat penting dan super rahasia dari pengeran !!" bisik sang pembawa surat. Saga segera berhenti memimpin rapat yang diteruskan oleh Aflan.


" Ada apa gerangan hingga Erden mengirim surat yang begini penting ??" tanya Saga dalam hati, Saga segera membuka surat tersebut dan membacanya setelah menjauh dari banyak orang


( Paman....ibu sudah gila, ia menerima lamaran pernikahan dari kerajaan Sobaria untuk paman. Jadi Erden sarankan paman jangan pulang ke kerajaan, karena jika paman sampai ke kerajaan ... pernikahan akan segera dilaksanakan. Ibu menerima lamaran tersebut karena putri Sobaria bermata biru, kata mama persis seperti apa yang di ramalkan oleh tabib Isla bahwa jodoh paman adalah seorang wanita bermata biru.


Aku sudah menjelaskan pada mama bahwa paman sudah memiliki kekasih dan tak akan mau menikahi putri Sobaria namun ibu dan ayah mengatakan bahwa mereka sudah memberi paman waktu untuk membawa seorang calon istri agar mereka bisa menikahkan paman, namun paman tak juga membawa seorang wanita ke hadapan mereka.


Pernikahan paman sudah heboh di seantero kerajaan paman, jadi jika paman memang memiliki kekasih pastilah kekasih paman juga sudah mendengar rencana pernikahan ini ... paman sekali lagi hati-hati bertindak !! Erden )


" Apa...?? berani sekali mereka menerima lamaran tanpa bertanya dulu denganku 😡😡😤😤 mereka aku ini anak kecil apa ?? tidak aku tak akan pernah menikahi wanita lain selain Amara, aku sudah berperang dan bekerja sedemikian keras adalah untuk mencapai keinginanku sendiri bukan keinginan orang lain walaupun itu keinginan raja dan permaisuri!!" omel Saga berang. Saga paling tidak suka jika urusan pribadinya di campuri oleh orang lain dan kakaknya sudah tau itu, namun mengapa kakaknya masih saja melakukannya.


" Jika sekarang aku membawa Amara ke kerajaan pasti mereka hanya akan menyarankan agar Amara menjadi selirku dan aku harus tetap menikahi putri Sobaria untuk alasan politik...cih, cukup... cukup sudah aku berkorban untuk kerajaan ataupun orang lain. Kini saatnya aku memikirkan kebahagiaanku sendiri!! Amara kau pasti sedih mendengar berita ini " ucap Saga lagi


Bergegas Saga memanggil Aflan dan mengajak Aflan kembali ke camp mereka.


" Aflan...penuhi karung ini dengan uang emas, aku akan mengambil gajiku di sini saja !!" titahnya pada Aflan sambil melemparkan 2 karung kosong


" Anda mau ke mana Jendral... surat dari siapa tadi, apakah penting ?? apakah ada ke adaan darurat ??" tanya Aflan


" Pergi dulu kerjakan perintahku , letakkan emas itu di kudaku... aku segera berangkat setelah menulis surat pada Raja !!" titah Saga misterius... Aflan sebenarnya curiga ada yang tidak beres namun ia tak bisa memaksa Jendral Saga untuk memberitahunya... jika Saga tutup mulut sampai kiamatpun tak akan ia mau berbicara.


Selesai mengikat emas milik Saga di sisi kanan dan kiri kuda kesayangan Saga, Aflan kembali menghadap Saga... terlihat Saga sedang membakar sebuah surat sampai hangus

__ADS_1


" Apa yang anda bakar itu Jendral ?? ada apa??" tanya Aflan lagi penasaran


" Tidak apa-apa, itu hanyalah surat dari sahabatku di negri tetangga, ia meminta bantuan ku untuk mengatasi masalah nya. Jadi aku akan pergi menemuinya ... kau berikan saja surat ku ini pada Raja, jika permasalahan di sini sudah selesai !!" titah Saga lalu pergi menuju kudanya


" Jendral... kemana Anda pergi?? jika Raja bertanya saya harus menjawab apa ??" tanya Aflan lagi


" Katakan saja ...aku mengambil cuti selama 100 hari, tak usah mencariku... aku akan kembali jika sudah waktu cutiku selesai !!" Saga segera menarik tali kekang kudanya dan menghilang menuju ke daerah kerajaan tetangga. Aflan yang di tinggal begitu saja hanya bisa terdiam sambil mengaruk kepalanya....


Sebenarnya Saga tidak benar-benar pergi ke kerajaan tetangga, ia hanya mengelabui Aflan dan juga semua prajuritnya ... dengan mereka semua melihatnya berkuda ke arah barat maka mereka akan membawa kabar pada raja bahwa ia pergi ke kerajaan tetangga, padahal ia memutar balik untuk kembali ke vila nya di mana Amara berada .


Saga sudah merasa lelah jiwa dan raga, ia tak punya energi untuk berbantahan dengan kakak nya ataupun Sora ...kakak iparnya itu. Ia ingin beristirahat dengan tenang dan menghabiskan waktu bersama gadis yang sudah begitu di rindukannya. Ya di dada dan pikiran Saga hanya ada wajah Amara...Amara ...dan Amara seorang.


Begitu memasuki wilayah kerajaan Mongun ... Saga segera menganti kudanya dan juga menyamar hingga tak ada seorangpun yang akan mengenalinya.


Perjalanannya untuk pulang ke vila bukanlah waktu yang sebentar, butuh waktu lebih dari seminggu baginya untuk sampai ke vila itupun dengan berkuda siang malam.


Sementara itu di vila....


Amara sadar ia bukanlah siapa-siapa yang bisa menandingi seorang putri Sobaria, namun bagaimanapun hatinya terasa begitu pedih dan perih mendengar berita Jendral Saga akan menikahi sang putri setalah urusannya di perbatasan selesai.


Amara hanya bisa menangis di kamar Saga setiap malam, karena ia tak mau menampakkan kesedihannya pada bibi. Bibi sebenarnya tak kalah kaget mendengar berita tersebut, suratnya terakhir kali Jendral Saga mengirim surat memberitakan akan membawa Amara ke tebing, ia sangat menyukai Amara namun mengapa berakhir dengan berita pernikahan nya dengan seorang putri dari negri tetangga ???


Bibi tau betapa setiap malam Amara menangis namun ia pura-pura tak tau di hadapan Amara , tubuh Amara bahkan sudah mulai kurus karena ia tak nafsu makan.


Malam menjelang... dayang mengabarkan bahwa Amara kembali tak makan ia hanya meminum air saja. Bibi kemudian membawakan se-baki makanan ke kamar Saga dimana Amara berada. Dengan berlahan bibi masuk, namu Amara tak ada di dalam kamar... akhirnya kaki tua itu menemukan Amara sedang duduk di taman sambil melamun memandangi bulan.


Bibi meletakkan baki yang berisi makanan itu di meja berlahan membuat Amara kaget, ia langsung menghapus air matanya... rupanya ia sedang menangis dalam diam

__ADS_1


" Anak nakal... mengapa kau tak makan tadi hah... kau suka sekali membuat bibi tua ini kelelahan membawakan mu makanan sampai ke mari !!" bentak bibi pura-pura marah


" Maaf Bi... Amara sedang tak nafsu makan, besok Amara akan makan yang banyak !!" sahut Amara segera


" Bibi tak mau tau... habiskan semua makanan yang sudah begitu susah payah kubawa ini !! jika tidak aku akan menjewermu anak nakal !! 😤😤 " titahnya sambil berkacak pinggang dan melotot , jika sudah begini Amara tak akan berani melawan...ia segera duduk dan menarik baki makanan itu ke hadapannya dan memakannya tanpa suara.


Entah mengapa makanan yang masuk serasa bagaikan gumpalan duri yang begitu susah untuk di telan oleh Amara, namun apa daya melihat mata bibi yang melotot sampai mau keluar dari tempatnya itu membuat Amara takut... berlahan ia akhirnya menghabiskan makanan yang di bawa bibi.


" Sudah bi... makanannya sudah habis, bibi jangan melotot terus nanti keterusan gimana ??" ucap Amara membuat bibi terkekeh


" Berani sekali kau mengolokku ya !!" ucapnya sambil duduk di samping Amara dan mengelus rambut indah Amara dengan penuh kasih sayang


" Bibi tau kau sangat sedih mendengar berita dari ibukota, bibi pun begitu Amara. Namun Jendral Saga bukankah lelaki yang plin-plan, bibi sangat mengenalnya... tenanglah, ia pasti akan datang dan menjelaskan semua. Jadi kau jangan tak makan dan tak mengurus tubuhmu... ingat kau adalah pelayan Jendral Saga sampai kapanpun !! jadi walau hatimu sedih kau harus tetap tampil cantik dan indah untuk tuan Saga kapanpun ia datang ... mengerti !!" ucap bibi ...


" Iya Bi... maafkan Amara, Amara tau Amara bukanlah siapa-siapa yang patut untuk mendampingi seorang Jendral besar seperti Jendral Saga, maaf Bi Amara sempat tak tau diri... baiklah, Amara akan berendam air wangi dan mandi karena seharian ini Amara tidak ada mandi he he " ucapnya membuat bibi menjauh dan menutup hidungnya


" Pantasan dari tadi bibi cium bau ngak sedap ...rupanya bau anak gadis yang malas mandi , sudah cepat mandi sekalian luluran sana !!" omel bibi membuat Amara berlari sambil tertawa geli


Bibi melihat Amara sampai menghilang... berulang kali ia menarik nafas panjang


" Kasihan kau Amara, entah aku sendiri lebih senang jika Jendral bersama mu dari pada menikahi seorang Putri dari kerajaan Sobaria itu !!" ucap bibi sambil berdiri dan melangkah hendak menyusul Amara namun ....terdengar bunyi orang yang berjalan dari arah pepohonan yang gelap menuju ke arahnya membuat bibi kaget dan ketakutan...


" Si...siapa kau..?? mengapa kau bisa berada di sini ??" tanya bibi kaget


Wess sambung besok Yo...


Maaf jika up tidak menentu, bulan Ramadhan jadwal padat 🤭🤭

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2