
Erden merapatkan tubuh mereka, lengan kekarnya memeluk erat pinggang Malika ....bibirnya sudah berpindah ke ceruk leher Malika
" Apa yang harus kulakukan ?? pangeran menginginkannya tapi aku sungguh tak mau ...." cicit Malika dalam hati
" Maaf pangeran... memang tidak selayaknya hamba menolak namun bolehkan hamba memohon pada pangeran ??" akhirnya suara Malika terdengar....Erden pun membalik tubuh Amara agar menghadapnya...
" Katakan apa yang kau inginkan !!" ucap Erden sambil memandangi mata indah di depannya, sungguh Malika sudah membuatnya jatuh sejatuh-jatuhnya, kini tangan Erden sudah melingkar di leher Amara... ia sangat ingin menciumnya, saat wajah mereka sudah begitu dekat bahkan nafas keduanya saling terasa...
" Pangeran... bolehkah kita lebih saling mengenal terlebih dahulu, hamba tidak tau siapa hamba... hamba takut melakukan hal yang terlalu intim saat ini, bisakah pangeran bersabar ??" pinta Malika .... Erden terdiam saat mendengar permintaan itu, dengan berat hati Erden meredam hasratnya yang sudah begitu menggebu
" Baiklah... maafkan aku, aku berjanji tak akan memaksamu melakukannya saat kau belum siap... aku akan menunggu sampai kau mau membuka hatimu untukku !!" ucap Erden akhirnya sambil memeluk Malika
" Terimakasih pangeran, anda memang sangat baik... maafkan hamba !!"
Erden tersenyum... di raihnya tangan Malika dan di genggamnya erat
" Sudah... ayo kita tidur hari sudah malam... temani aku tidur ya, aku janji tak akan macam-macam!!" pinta Erden lalu menarik Malika ke kamarnya , keduanya tidur bersebelahan ....dada Malika sungguh berdebar, bukan berdebar jatuh cinta namun berdebar takut....
Malika memiringkan tubuhnya membelakangi Erden, Erden dengan senang hati memeluk Malika dari belakang sambil menciumi rambut Malika
" Tidurlah Malika.. jangan takut padaku!!aku janji tak akan melakukan apapun tanpa izinmu okay..." bisiknya membuat rasa takut Malika sedikit berkurang
Paginya setelah sarapan....
" Malika... kau beristirahatlah di sini.. para bibi akan mengantarmu berkeliling vila, bermainlah dengan mereka ya... aku harus menghadap ayahku dulu !!" pamit Erden lalu mencium kening Malika... Malika mengangguk patuh, ia pun mengantar Erden sampai ke depan vila
Langkah kaki kuda mengantar Erden memasuki kerajaan mereka, semua pasukan memberi hormat saat Erden melintasi mereka. Kedatangan Erden sudah di umumkan.....Xoga dengan gembira menyambut anak lelakinya yang sudah lama belajar di Sobaria itu.
" Apa kabar anakku... lihatlah tubuhmu semakin kekar saja ha ha ha !!" sambut Xoga senang, di peluknya Erden dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
" Seperti yang ayah lihat... aku semakin kekar , bagaimana dengan ayah.. apa ayah sehat selalu, dimana ibu ??" tanya Erden pura-pura tidak tau
" Ibumu menemani Sofia kembali ke Sobaria, apa kau tak bertemu dengan mereka di perjalanan ??" tanya Xoga
" Eem tidak ayah, bagaimana dengan keadaan paman ?? dimana paman sekarang, aku sudah tidak sabar ingin menantangnya kembali !!" tanya Erden membuat Xoga terdiam
" Ada apa ayah... apa ada yang tidak kuketahui selama aku di Sobaria ??" tanya Erden, Xoga menarik Erden ke ruang istirahat... ia lalu memerintahkan dayang menghidangkan makanan untuk mereka. Sambil makan Xoga menceritakan apa yang terjadi dengan Amara, Roxana, Maya dan Sofia
" Apa....?? jadi bibi sudah tiada ?? bagaimana mungkin Roxana begitu kejam membunuh neneknya sendiri, kejadian ini sudah lama ayah mengapa aku tidak di kabari ??" protes Erden
" Ibumu melarangnya Erden, ia tak mau menganggu belajarmu "
" Jadi di mana paman sekarang ??"
" Kemarin ia masih berada di rumah peristirahatan, entah sekarang apakah ia sudah pergi untuk mencari Amara atau belum " sahut Xoga
" Kalau begitu aku pamit untuk menemui paman dulu ayah...!!" pamit Erden langsung berdiri
Sesampainya di rumah peristirahatan terlihat Saga sedang berlatih seorang diri... senyum Erden mengembang sempurna. Erden langsung turun dari kudanya dan mengeluarkan pedang andalannya...tanpa suara Erden memasuki halaman dan menantang Saga
Saga yang semula kaget juga tersenyum simpul
" Kau sudah berani menantang ku bocah ??" ucapnya
" Aku sudah bukan bocah lagi paman.....dan aku sudah jauh lebih kuat !!" sahut Erden, keduanya lalu terlibat pertempuran satu lawan satu... bunyi pedang beradu dan bunyi tendangan pukulan bergantian terdengar
Astina langsung menuju tempat latihan begitu mendapat laporan jika Erden dan Raja datang berkunjung.
Sebuah bangku panjang di sediakan oleh pengawal agar Xoga bisa duduk sambil menonton keduanya bertanding
__ADS_1
" Selamat dayang yang mulia !!" sambut Astina ....wajahnya nampak sedikit memucat
" Apa kau sakit Astina ??" tanya Xoga
" Iya... tubuhku sering tak enak akhir-akhir ini entah mengapa !!" jawab Astina, Xoga lalu memanggil seorang pengawal kepercayaannya
" Panggil tabib istana ke mari...sekarang !!" titahnya dan pengawal pun segera di berangkat
" Tidak usah Xoga, aku akan baik tak lama lagi... aku hanya kepikiran Amara saja !!" tolak Astina
" Tidak Astina....aku tak mau terjadi apapun denganmu , kau tak boleh mati sebelum aku mati.. ingat itu adalah janjiku !!" ucap Xoga ... Astina tersenyum mendengarnya, ya Xoga memang seperti itu... puluhan tahun mendampinginya, Xoga tak pernah berubah terhadapnya
Sudah lebih satu jam dan keduanya masih begitu asik beradu pedang...bahkan sampai tabib istana datang.
Xoga akhirnya meninggalkan keduanya dan mengikuti tabib istana yang datang untuk memeriksa Astina.
Tabib istana memeriksa Astina dengan seksama....ia bahkan memeriksa lebih lama dari biasanya, beberapa tes di lakukannya. Tabib Islata tau siapa Astina, ia tak berani main-main memeriksa Astina karena nyawa taruhannya, ia tau betapa rajanya itu sangat memperhatikan kesehatan Astina.
" Ada apa tabib, mengapa kau berkali-kali menghela nafasmu ??" tanya Xoga
" Maaf tuanku raja... bisakah seluruh dayang di persilahkan keluar dari sini dulu !!" pinta tabibm. dengan sekali gerakan tangan Xoga seluruh dayang dan pengawal meninggal kan tempat tersebut
" Sepertinya identitas nyonya Astina mulai diketahui, tuanku raja!!" ucap Tabib
" Mengapa kau berkata demikian tabib ?? ada apa sebenarnya ini ??" tanya Xoga penasaran
" Nyonya .... nyonya Astina telahbdi beri racun, mereka memberikannya dengan dosis yang begitu kecil namun sudah cukup lama... dan jika keadaan ini terus berlanjut....nyonya Astina tak lama lagi akan sakit keras dan meninggal !! mereka begitu pintar ingin membuat seolah-olah nyonya Astina tidak di racun " papar tabib membuat keduanya begitu kaget....
hemmmm curiga ngak ya si Xoga sama istrinya ???
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya