
Erden terdiam melihat Sarah yang berlari kecil ke arahnya dengan pakaian yang begitu terbuka....
" Hei bocah... apa orang tuamu tak pernah melarangmu memakai pakaian seperti ini ??" tanya Erden bingung ....walau bagaimanapun ini di tengah hutan dan dia bepergian seorang diri... lalu memakai pakaian terbuka seperti itu, apa gadis ini cari mati ???
cicit Erden dalam hati
" Melarang ?? tidak... kakek tidak pernah melarang aku memakai ini " sahut Sarah
" Sarah... ini di alam liar bukan di rumahmu, jika di rumahmu kau tidak berpakaian pun tak ada yang melihat... jika disini kau dilihat orang memakai pakaian seperti itu, itu akan mengundang kejahatan !!" nasihat Erden... membuat Sarah jadi nampak bingung "
" mengundang kejahatan ?? apa maksudnya....aku tak mengerti, sudah kakak tak usah membahas hal yang tidak penting... "
" Tidak penting ...???" beo Erden
" Iya... sekarang itu yang penting adalah... Sarah lapar, kakak bisa bakarkan ikan lagi , ikannya sudah Sarah tangkap ... tapi Sarah masak kok rasanya pait tidak seperti semalam ...." kicaunya sambil menarik Erden ke api unggun, mata Erden melotot melihat begitu banyak ikan menggelepar di sekitaran api... dan anehnya ikan itu tidak terluka sama sekali
" Bagaimana kau menangkap ikan ini ?? apa kau memancingnya ??" tanya Erden bingung
" Tidak... aku mengambilnya saja !!" sahut Sarah enteng, Sarah mengambil satu ikan yang besar dan memberikan pada Erden
" Tolong masakan seperti semalam kak !!" pintanya
" Kau tidak bisa memasak ??" tanya Erden melihat ada beberapa ikan gosong di dekat api...bagaimana tidak pahit kalau sang ikan terbakar sampai ke tulang ...😅😅
" Tidak...!!"
" Lalu apa saja kerjaanmu di rumah ??" tanya Erden lagi
" Main.... hehe" sahut Sarah... Erden diam saja...mungkin gadis ini anak orang kaya hingga tak mengerti memasak, namun mengapa ia bepergian sendirian..?? apa ia kabur dari rumah ??
Erden membakar beberapa ikan setelah membersihkannya... dengan setia Sarah duduk di sebelahnya sambil terus memandangi ikan di depannya.... ia sudah sangat lapar
" apa kau tidak risih berpakaian seperti itu di depan seorang pria ??" tanya Erden melihat area dada Sarah yang terbuka dan memperlihatkan sebagian dari si kembar yang begitu menggoda
" aku setiap hari berpakaian seperti ini di depan puluhan pria, kakek tidak pernah protes !!" sahut Sarah lagi
" Puluhan pria..?? siapa mereka ??"
" Bawahan kakekku !! " sahut Sarah....
" Berarti benar dugaanku.. bocah ini adalah orang berada ..." pikir Erden
" lalu apa kau tidur sambil memeluk mereka juga ??" selidik Erden
" Ya tidak lah... namun sedari baru aku selalu tidur di pelukan kakekku , makanya aku tak bisa tidur jika tidak hangat hehe " jawab Sarah lagi lalu langsung mengangkat ikan di depannya dan mulai mengunyahnya
" Kakak... siapa namamu ??" tanya Sarah tiba-tiba mengagetkan Erden yang sedang memandangi keindahan di depannya itu
" Kukira kau tak akan pernah bertanya bocah " kekeh Erden
" Namaku Erden !!"
__ADS_1
" Wah nama Kakak.bagus sekali, apa pekerjaan kakak ??" tanyanya lagi
" Aku ..... jika aku bilang aku seorang raja apakah kau percaya ??" sahut Erden
" Wah.... pekerjaan kakak sama dengan kakekku, tapi kakak pasti bohong... " sahut nya
" Aku berbohong ?? mengapa kau bilang aku bohong ??"
" karena kakak hanya sendirian tak ada pengawalnya, sedangkan kakekku begitu banyak pengawalnya !!"
" masuk akal.... kau lari dari istanamu ??" tanya Erden lagi
" tidak !!"
" Lalu mana pengawalmu ??" selidik Erden lagi
" aku sedang mengemban sebuah misi... mereka banyak hanya saja tak terlihat " ucap Sarah... Erden pun paham....seperti juga dirinya yang tak ingin mencolok, para pengawalnya juga tak terlihat
" apa misimu memangnya ??"
" Rahasia hehe" sahut Sarah
" Siapa nama kakekmu..??" tanya Erden
" Nama kakekku raja ... kata kakek aku tidak boleh mengatakannya pada orang lain " ucap Sarah cepat
" Baiklah Sarah semoga sukses dengan misimu, ini pakailah selendang ini... selamat tinggal !!" ucap Erden setelah memakaikan selendang miliknya ke leher Sarah, Erden harus segera bergegas untuk kembali ke kerajaannya .
" Kakak boleh aku ikut denganmu ??" pintanya kemudian
" Tidak...!!" sahut Erden
" Mengapa ??"
" Aku tak mau terlihat bersama seorang wanita " ucap Erden lagi
" mengapa ??" tanya Sara
" Ra ha sia....!!" ucap Erden mengulang perkataan Sarah sendiri membuat Sarah tertawa geli
" Marah ni ye !!" ucapnya geli
" Terserah .... jaga diri baik-baik ucap Erden, ia lalu naik ke kudanya dan segera menarik tali kekang kudanya ....sekilas Erden menengok menatap Sarah yang berdiri juga menatap ke arahnya....
" Semoga kau baik-baik saja !!" ucap Erden dalam hati
Erden berkuda dengan cepat, sebenarnya hatinya berat meninggalkan Sarah seorang diri di danau itu, namun ia tak mungkin membawanya...
Setelah siang Erden sudah keluar dari hutan, ia pun masuk ke salah satu tempat makan untuk makan siang
Kedatangan Erden membuat semua penghuni warung langsung berdiri dan memberi hormat, siapa yang tak mengenal seorang raja Mongun itu walaupun ia menyamar sebagai rakyat biasa... Erden mengangkat sebelah tangannya
__ADS_1
" Lanjutkan saja kegiatan kalian, beri aku makan siang terbaik !!" titah Erden...pemilik warung makan langsung sibuk... tak mungkin mereka memberikan makan biasa pada raja mereka
" Buatkan untuk 2 orang !!" terdengar suara seseorang tak lama setelah Erden duduk membuat Erden menoleh....
What....???
" Kakak..... !!" sapa Sarah lalu nemplok begitu saja di sebelah Erden
" kau...?? bagaimana kau bisa berada disini ??" tanya Erden kaget....ia berkuda begitu kencang tadi bahkan ia tak berhenti sama sekali....bagaimana bocah ini bisa menyusulnya hanya dalam hitungan detik
" naik kuda....kakak hebat cepat sekali " sahut Sarah
" lalu apa yang kau lakukan di sini ??"
" makan !!"
" makanlah di mejamu sendiri bocah !!" usir Erden, ia tak mau rakyatnya melihatnya dengan Sarah... bisa-bisa heboh nanti di Mogun dan ibunya akan menganggapnya sudah memiliki kekasih lalu menyuruhnya menikah......
no no no
" Kakak... begitu banyak kursi di mejamu ini, mengapa kau begitu pelit padaku !!" protes Sarah
" Aku bukan kakakmu... dan aku tak mau di ganggu saat makan, pindah sana !!" usirnya lagi... Sarah memonyongkan bibirnya
" Kau sungguh pelit pak tua...!!" desisnya lagi membuat Erden melotot
" kau memanggilku pak tua lagi 😡😡!!"
" Di panggil kakak salah... pak tua salah, mengapa sih kau begitu cerewet ....sama seperti kakekku hufff !!" omel Sarah malah marah pada Erden
" Hei.... bocah kau malah marah padaku, pergi sana atau ..."
" Atau apa ?? "
" Atau aku yang pergi !!" ucap Erden sudah hendak berdiri namun pemilik warung dan pembantunya sudah membawa begitu banyak makanan dan menghidangkannya di meja Erden
" Silahkan paduka.... nona !!" ucap mereka sambil senyum-senyum melihat ke arah Sarah yang begitu cantik dan sexy , keduanya terlihat sangat serasi di mata mereka, inikah calon ratu mereka ??? ... pikiran mereka sudah kemana-mana
" Dia bukan siapa-siapa ku... jaga otak dan mulut kalian !!" bentak Erden sambil duduk, perutnya sudah berbunyi sedari tadi dan makanan di depannya begitu sayang untuk di tinggal
Sarah tersenyum melihat begitu banyak makanan enak di depannya, ia duduk di samping Erden dan mulai mengisi piringnya
Karena lapar... Erden membiarkan saja kelakuan Sarah, berkelahi dengannya hanya akan menguras tenaganya ....
" kakak.... daging ini enak sekali, daging apa ya....!!" tanya Sarah sambil mengunyah daging di depannya
" Daging naga ..!! sahut Erden asal, membuat Sarah melotot dan terbatuk seketika
" apa daging naga.... tidak..!! huekkkk !!" cicit Sarah lalu memuntahkan daging di mulutnya dengan wajah yang begitu pucat
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya