
" Bagaimana mungkin Saga menikah lagi tanpa memberitahuku ?? " protes Xoga
" Maaf raja... kami juga tidak tau, besok mereka akan sampai... raja bisa bertanya langsung besok pada jendral Saga " sahut hulubalang kerajaan
Xoga pun kembali masuk ke kamar dengan dengan perasaan kesal... bagaimana mungkin Saga sudah menikah lagi sedangkan pernikahannya baru seumur jagung dengan Sofia. Mereka bahkan belum pergi berbulan madu... ?? jika pihak Sobaria mendengar hal ini bisa memicu pertengkaran di antara ke dua kerajaan....
" Oh Saga... Saga... di mana otakmu ??" omel Xoga sambil terduduk lemas
" Ada apa Xoga...??" tanya Astina yang baru saja selesai mandi
" Saga....."
" Ada apa dengannya ?? apakah ia terluka di Medan perang ?" tanya Astina
" Dia tak terluka tapi akan menabur luka di Sobaria "
" Menabur luka...apa maksudnya Xoga, aku tak mengerti ??"
" Saga baru saja menikahi selirnya di Medan perang ... bukankah ia sangat keterlaluan , sedangkan pernikahannya dengan Sofia barulah seumur jagung ... entah apa yang ada di pikiran Saga itu !!" ucap Xoga sambil meremas rambutnya
" Saga itu memang berbeda jauh darimu sayang, ia tak suka berpura-pura... ia memperjuangkan cintanya " ucap Astina menohok Xoga
" Maksudmu... aku tak memperjuangkan cintaku ...begitu ??🤬🤬" tanya Xoga merasa tersindir
" Aku tidak bilang begitu Xoga, dulu kau membuang cintamu untuk memenuhi kewajibanmu sebagai anak dan penerus kerajaan namun apa akhirnya kau tak tahan juga kan .... tak merasakan cinta walau kau hidup begitu mewah dan di dampingi istri yang begitu cantik ??" bahas Astina
" Dan ujung-ujungnya kau kembali padaku walau sampai sekarang kau tak berani memberitahu status ku di depan khalayak ramai ... di situlah perbedaan kalian, Saga berani memperkenalkan kekasihnya walaupun harus menjadi selirnya saja namun ia tak takut .... sedangkan kau ???" todong Astina membuat Xoga tercekat
__ADS_1
" Aku seorang raja Astina... beban yang kutanggung begitu berat, aku tak bisa segila Saga ...!!apakah kau mengerti ?? "
" Tentu saja aku mengerti ... itulah mengapa aku mau berada di sini Xoga, karena aku mengerti kau....jika tidak aku sudah lama pergi... " sahut Astina, Xoga segera memeluk Astina.... kata pergi sangat di bencinya jika itu keluar dari bibir Astina, ia tak sanggup jika Astina meninggalkan dirinya.. sangat tak sanggup
" Maafkan aku Astina, jangan pernah mengucapkan kata itu padaku.... aku bisa mati !!" ucap Xoga sambil memeluk Astina dengan begitu erat... setelah Xoga tenang Astina lalu membimbing Xoga ke tepi ranjang... di genggamnya kedua tangan Xoga dan mengecupnya bergantian
" Kau sudah tau betapa menderitanya berpisah dari wanita yang kau cintai... maka aku mohon... pahamilah Saga, mengertilah dengan segala keputusan yang di ambilnya, belajarlah dari kesalahan kita ini... please Xoga " pinta Astina dengan mata berkaca
" Tapi As....."
" Dukunglah Saga untuk sekali ini saja Xoga, Saga sudah menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk memperluas kerajaanmu... ia tak pernah mengincar pamrih atau kekuasaan apapun... Saga sangat tulus dalam memenuhi janjinya pada ibumu, setidaknya jadilah kakak yang baik untuk Saga sebagai penyambung kasih sayang ibumu " nasihat Astina membuat Xoga tersadar... betapa ia sudah begitu egois selama ini... hanya memikirkan kerajaan dan kekuasaan dan melupakan kemanusiaan hingga Saga menjadi korban.
" Baiklah Astina... aku akan mencobanya, tapi berjanjilah kau tak akan pernah meninggalkan aku dalam keadaan apapun " ucap Saga, keduanya pun berpelukan saling mengumpulkan kekuatan
Astina mencium bibir Xoga dengan penuh kasih sayang, Xoga menyambut bibir Astina dengan senang hati. Astina memang tidak se sexy Sora namun ia sangat mengerti akan dirinya, begitu pengertian dan sabar....itulah yang sejak dulu membuat Xoga jatuh cinta.
Xoga menarik pinggang Astina kembali saat Astina hendak mengakhiri ciumannya, ia terlanjur on kini. Di ciumnya kembali bibir Astina dengan penuh hasrat.... ciuman penuh detakan yang hanya bisa di rasakan ya saat ia melakukannya dengan Astina.
Xoga menghisap salah satu gunung kembarnya seperti bayi yang kehausan... ia bahkan sesekali mengigitnya pelan membuat Astina merintih pelan
" Sakit Xoga.....ahhhh!!" desahnya namun kedua tangannya dengan cekatan membuka pakaian yang menghalangi keduanya
Tak memakan waktu lama keduanya sudah tak memakai apapun kini, pusaka Xoga sudah tegak berdiri dan Astina pun membuka lebar pahanya untuk menyambut pusaka Xoga
Pagi yang dingin kembali memanas , Xoga memasuki Astina dengan segala hasratnya... hasrat yang tak bisa tercipta jika ia memasuki istrinya Sora.
" ah... ah... oh Xoga, aku sudah keluar lagi !!" rintih Astina menahan pinggul Xoga agar berhenti... Xoga berhenti sejenak , memberi jeda pada Astina untuk melakukan pelepasannya dan tak lama iapun kembali memasuki Astina dengan kekuatan penuh
__ADS_1
Ranjang tak berhenti berderit bersamaan dengan ******* Astina dan nafas memburu Xoga.
" Arghhhhhhh hah hah hah ..." setelah hampir satu jam akhirnya terdengar erangan Xoga yang sudah begitu puas atas percintaan mereka.
" Kau sangat kuat Xoga hah hah hah " cicit Astina yang begitu lemas .....semalam mereka sudah memadu kasih dan pagi ini terjadi lagi, namun tenaga Xoga tak juga berkurang... mungkin itulah yang namanya kekuatan cinta 🤭🤭🤭
Keduanya lalu mandi bersama dan berjalan ke taman, mereka sarapan di taman seperti biasa.
Saat asik sarapan....seorang prajurit datang dengan terburu-buru
" Maaf tuanku Raja... hamba melapor !!" ucapnya dengan wajah memucat
" Ya... katakan !!" sahut Xoga sambil meminum teh nya
" Mata-mata istana melaporkan bahwa permaisuri Sora sedang dalam perjalanan kembali ke Mongun, jika sesuai perhitungan permaisuri akan sampai besok siang " lapor sang prajurit membuat Xoga tersedak
" Apa ?? mengapa Sora begitu cepat kembali, seharusnya kan masih seminggu lagi??" tanyanya kaget
" Kami juga tidak mengerti raja !!" Xoga menghela nafas panjang... matanya menatap Astina dengan pandangan sendu
" Baiklah ... kau boleh pergi !!" usir Xoga, Astina tersenyum kecil untuk menyemangati Xoga
" Mengapa kau malah tersenyum Astina, kau kan tau berarti malam ini malam terakhir kita bisa tidur bersama " omel Xoga kesal....Astina terkekeh geli melihat wajah Xoga yang bertekuk
" Ya mau bilang apa lagi Xoga, aku hanya bisa menerima semua ini dengan sabar... jadi .... karena ini malam terakhir kita bagaimana jika hari ini kau tak usah ke kerajaan, kita di sini saja menghabis kan hari ini bersama " usul Astina yang diangguki Xoga
" Yah setidaknya aku harus memanfaatkan waktu yang tersisa ini dengan bahagia sebelum mulai bertempur dengan segala bebanku lagi besok, ayo kita kembali ke kamar !!" ajak Xoga lalu mengenggam tangan Astina, keduanya berjalan berlahan seolah tak ingin hari ini berakhir.....
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote