
Erden mengangkat tubuh Malika dan merebahkannya di ranjang, saat Erden hendak bergabung di sebelah Malika dari luar terdengar keributan seperti banyak yang datang, Erden pun mengintip dari lantai atas tempatnya menginap.
Terlihat rombongan datang dengan kereta besar diiringi banyak pengawal
" Hemmm.. dari kerajaan ku siapa mereka ??" tanya Erden dalam hati dan betapa kagetnya ia melihat ibunya dan Sofia yang turun dari kereta
" Ibu... Sofia ?? rupanya mereka akan ke Sobaria, apa ibu mau menjemputku ??" tanya Erden senang, ia bermaksud ke luar menemui keduanya namun langkahnya pun terhenti saat melihat Malika...
" Jika ibu tau ia di sini pasti ia akan di minta ikut kembali ke Sobaria, lalu bagaimana dengan Malika...?? " cicit Erden, Erden tau selera ibunya... ibunya tak akan mengizinkan ia berhubungan dengan seorang budak... sedangkan ia sangat menyukai Malika. Erden mengurungkan niatnya untuk menemui keduanya, ia pun duduk di kursi dan berjaga.. ia tau prosedur saat seorang sepenting ibunya dan Sofia menginap secara resmi di sebuah penginapan
Tok..tok..tok...
Tak lama pintu kamarnya pun di ketuk, Erden pun membuka sedikit pintunya
" Maaf tuan....ada tamu kerajaan yang tiba-tiba hendak bermalam di sini malam ini, kami mohon tuan bisa pindah ke penginapan lain ... kami akan mengembalikan uang yang sudah tuan bayar dua kali lipat 🙏🙏" mohon pemilik penginapan
" Apa kau punya pintu belakang ? aku tak mau bertemu pihak kerajaan dan wanitaku juga sedang tertidur " sahut Erden
" Ada tuan... tuan bisa mengikuti saya, bagaimana jika tuan menginap ke rumah saya saja... rumah saya pasti kosong malam ini karena semua penghuni rumah akan membantu di penginapan untuk melayani permaisuri dan tuan putri Sofia " lanjut pemilik penginapan
" Baik... tunggu sebentar, saya akan mengangkat Malika dulu !!" Erden lalu memakai jubahnya dan memasang penutup kepalanya, berlahan di angkatnya Malika dan mengikuti pemilik kamar berjalan berlahan dan keluar dari pintu belakang menuju ke rumah pemilik rumah yang berada tak jauh dari penginapan.
Setelah mempersilahkan Erden dan Malika menempati salah satu kamar , pemilik penginapan segera meninggalkan mereka .
Erden menarik nafas lega, dipandanginya wajah cantik Malika sampai ia mengantuk dan akhirnya Erden pun tertidur di kursi.
Pagi-pagi sekali Erden sudah membangunkan Malika dan mengajak nya pergi meninggalkan rumah tersebut, Erden bahkan mengambil jalan memutar agar tak bertemu dengan salah satu pengawal ibunya.
" Mengapa kita pergi saat matahari belum lagi bersinar tuan ??" tanya Malika bingung
" Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengajakmu ke sebuah sungai yang memiliki pemandangan begitu indah saat matahari terbit, kau pasti suka " sahut Erden lalu menarik kencang kudanya agar segera menjauh dari situ
Setelah 2 hari Erden pun sampai ke kerajaannya, namun Erden tidak langsung ke kerajaan melainkan menuju vila miliknya yang di bangunkan oleh ayahnya tak jauh dari bangunan kerajaan utama.
" Apakah ini rumah tuan ??" tanya Malika
" Ya... dan kau akan tinggal di sini, ingat jangan seorangpun tau kalau kau seorang budak... aku akan memperkenalkan kau pada para dayang sebagai kekasihku ... mengerti !!" pesan Erden
__ADS_1
" Tapi mengapa tuan....?? saya memanglah budak tuan, bukan kekasih tuan ??" tanya Malika bingung
" Sudah ...kau turuti saja perintahku, bersikaplah seperti seorang bangsawan Malika... mereka akan mempercayainya , karena kau memang terlihat seperti seorang putri " ucap Erden lagi... Malika hanya bisa mengangguk patuh
Keduanya memasuki vila dan disambut oleh seluruh dayang dan pengawal vila
" Selamat datang pangeran Erden !!" sambut semua mengagetkan Malika ... ia menatap Erden yang mengenggam tangannya
" Pa...pangeran ??" tanyanya tak percaya, Erden tersenyum lalu memandang ke arah bawahannya
" Perkenalkan dia adalah putri Malika, dia kekasihku ....jadi perlakukan dia sebaik mungkin, jangan sampai membuatku marah !!" titahnya
" Baik yang mulai pangeran...selamat datang putri Malika !!" jawab semuanya dengan patuh
" Siapkan gaun gaun terbaik untuk Malika... dan layani Malika mandi, kami akan makan setelah membersihkan diri !!" titah Erden lagi, para dayang langsung sibuk melaksanakan perintah Erden sedangkan Malika masih saja bengong sambil memandangi Erden
" Why Malika... apa kau baru menyadari kalau aku begitu tampan ??" tanya Erden merasa malu Malika menatapnya begitu lama
" Tuan... anda pangeran ??" bisiknya setelah susah payah berjinjit agar bisa mendekati kuping Erden
Erden begitu senang dengan kedekatan tubuh mereka, tangan kekarnya menarik pinggang Malika hingga menempel padanya
" Ha.....??" hanya itu reaksi yang bisa di ucapkan Malika, ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi padanya kini...Erden begitu gemas melihat reaksi Malika dan....
Cupp... di kecupnya singkat bibir sexy di depannya yang begitu sexy
Malika langsung memundurkan kepalanya
" Tuan.....!!!" cicitnya protes
" Jangan memanggilku tuan lagi mulai sekarang !!"
" Lalu ... Malika harus memanggil apa ??" tanyanya
" Terserah.... kau bisa memanggilku sayang, habby, kakak atau love ... anything " sahut Erden membuat Malika lagi-lagi hanya bisa ternganga, namun ia buru-buru menutup bibirnya dengan telapak tangannya, ia takut akan di cium lagi
Erden tertawa geli melihatnya, di raihnya tangan Malika lalu membawanya masuk ke dalam vila.
__ADS_1
" Mandikan dia dan berikan gaun malam terbaik, panggil aku jika makan malam siapa !!" titah Erden lalu melepaskan tangan Malika
" Pangeran Erden... makan malam sudah siap !!" panggil kepala dayang, Erden segera keluar
" Malika sudah selesai ??" tanyanya
" Ya pangeran...putri Malika sudah menunggu pangeran di ruang makan " sahut dayang, Erden melangkah ke ruang makan dengan semangat.. di tangannya ia sudah menyiapkan hadiah berupa perhiasan untuk Malika
Dayang segera membukakan pintu ruang makan ... Erden melihat Malika sudah menunggunya, betapa Malika terlihat tambah bersinar setelah mandi dan memakai pakaian yang begitu indah... aura kecantikannya tambah memancar membuat Erden ternganga
" Tinggalkan kami !!" titahnya segera... ia hanya ingin berduaan dengan Malika , Erden duduk di depan Malika sambil terus memandangnya tanpa berkedip
" Apa kau yakin kau bukan bidadari yang turun dari khayangan ??" ucapnya membuat Malika tersipu...
" Pangeran sangat pandai merayu wanita " cicit Malika sambil tertunduk malu
" Jangan menunduk cantik... aku ingin terus melihat wajah cantikmu !!" titahnya, Malika lalu melayani Erden makan....keduanya maka. sambil berbincang ringan, setelah makan Erden mengajak Malika ke kamarnya
Erden lalu memakaikan perhiasan yang di bawanya tadi.. saat memakaikan kalung pada Malika, posisi wajah Erden dekat dengan leher Malika membuatnya sangat ingin menciumnya. Tangan Erden melingkar di pinggang Malika... bibirnya mencium baju Malika
" Aku sangat menyukai wangimu Malika ..." bisik Erden membuat bulu kuduk Malika berdiri....
" Malika ..."
" Ya pangeran....!?"
" Aku menginginkanmu .... bolehkan...??" pinta Erden membuat mata Malika melotot dan tubuhnya pun bergetar.....
" Hamba .....!!"
Bahaya...bahaya ...bahaya..😱😱🤦🤦🤦
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote
Malika nan mempesona ...
__ADS_1