
" Apa...? bha ha ha hi hi hi Juan Juan....ternyata kau diam-diam menghanyutkan ya ha ha ha " Aflan tergelak mendengar keinginan Juan
" Kau tau paduka sedang bergegas untuk mempersiapkan pernikahannya sendiri Juan, jika ia harus menunda kepulangannya untuk menyaksikan pernikahanmu.... bisa-bisa pernikahan paduka sendiri nanti yang berantakan " jelas Aflan
" Apakah raja Mongun tidak bisa menunggu walau hanya beberapa jam ??" tanya bangsawan Edwin
" Beberapa jam ?? apakah persiapan pernikahannya bisa dilakukan dalam beberapa jam saja ??" tanya Erden
" Ya ... bisa paduka, hamba berjanji... kita akan melakukan pernikahan saja dulu yang hanya di hadiri keluarga inti dan nanti pestanya bisa menyusul....apakah paduka bersedia menunggu ?? kami akan bergegas " pinta Edwin
Erden terdiam sesaat... walau hanya beberapa jam sangat berharga baginya kini, ia sudah sangat merindukan pujaan hatinya. Namun Juan sudah mengikuti nya selama 20 tahun... ia bukan pengawal biasa bagi Erden dan siapa lagi yang bisa mengantikan keberadaan ayah ibunya jika bukan mereka ??
" Baiklah dengan satu syarat !!" jawab Erden
" Raja Erden....!!" cicit Aflan, Erden mengangkat sebelah tangannya yang artinya keputusan nya sudah bulat
" Apa syarat anda paduka raja ??" tanya Edwin
" Kami akan tetap menyerahkan mas kawin berupa satu kotak emas murni untuk Milea... jadi tidak ada istilah bahwa Juan datang dengan tangan kosong ke keluargamu. Aku tak ingin mendengar kedepannya perkataan bahwa Juan adalah beban untuk kalian, perlakukan Juan dengan baik anggaplah dia sebagai adikku mengerti !!" pinta Erden...Juan sangat kaget dengan keputusan raja Erden, raja Erden memanglah sangat baik padanya....semenjak ia berumur 5 tahun ia sudah mengikuti pasukan Mongun yang menolongnya di Medan perang... namun ia tak pernah mau makan gratis, walau tubuhnya kecil ia tau balas Budi... semampu mungkin tubuh kecil Juan membantu walau hanya mengumpulkan kayu bakar dan membantu menyiapkan makanan. Karenanya ia disukai oleh para prajurit....saat ia berusia 15 tahun pertama kali ia bertemu dengan raja Erden, semenjak itu ia selalu di beri tugas untuk melayani raja Erden dan mengikutinya berperang hingga 10 tahun lamanya dan 2 tahun yang lalu raja Erden juga mencarikannya jodoh... istrinya hamil dan meninggal bersama bayi yang baru dilahirkannya karena terjangkit penyakit. Juan sangatlah sedih namun raja Erden selalu menghiburnya dan akhirnya terjadilah semalam apa yang harus terjadi.
Mungkin ini jalannya untuk kembali bahagia... siapa yang tau arah hidup ini ??
" Baik raja Erden hamba berjanji, dan hamba juga ada satu permintaan...." jawab bangsawan Edwin
" Katakan !!"
" Seperti yang paduka ketahui...kami hanya memiliki satu putri , kami tak sanggup jika harus berpisah dengan Milea ... jadi setelah menikah kami memohon Juan bisa tinggal bersama kami di sini di Sobaria... mohon bantuannya paduka!!" pinta Edwin, Erden segera melihat ke arah Juan.... Juan menggeleng
" Tidak paduka... hamba tidak ingin meninggalkan paduka , hamba ingin selalu bisa mengabdi pada paduka !!" sahut Juan membuat Edwin dan istrinya jadi langsung sedih
Erden tersenyum ... ia tau Juan tak akan mau meninggalkan pasukannya dan begitupun Edwin tak mungkin mau melepas putrinya tercinta ke Medan perang.
" Juan...kau kan selama ini tak pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua, dengan menikahi Milea maka kau di beri kesempatan untuk memiliki orang tua kembali. Pahami keinginan mereka yang sangat mencintai putri semata wayang mereka, tinggallah di Sobaria dengan keluarga barumu. Namun artinya kami membuangmu Juan... kau akan selalu menjadi bagian dari kami. Jika kau rindu dengan kami kamu bisa berkunjung ke Mongun dengan istrimu... aku yakin mertuamu tak akan keberatan... bukankah begitu tuang Edwin ??" tanya Erden ... bangsawan Edwin dan istri mengangguk berulang kali sambil menangis menandakan mereka setuju. Akhirnya Juan pun menurut...
" baiklah karena kita sudah sepakat, bangsawan Edwin segeralah bertindak... semakin cepat semakin baik !!" potong Aflan yang ingin cepat kembali ke Mongun
Bangsawan Edwin menyiapkan tempat istirahat khusus untuk raja Erden dan pasukan, Milea dan Juan langsung di bawa untuk mencari pakaian pengantin yang cocok....senyum tak lekang dari wajah Milea , ia begitu bahagia setelah berbulan tersiksa karena wajib mengikuti perintah dari permaisuri Sora. Bukan hanya dia..beberapa temannya juga merasakan hal yang sama.
Kini ia sudah bebas bahkan kini ia akan menikah dengan pria yang begitu tampan, kekar dan sangat perkasa... ahhh bahagianya
" Nona kau sepertinya sangat bahagia !!" celetuk pelayannya
" Apakah terlihat sekali ??" tanya Milea
__ADS_1
" ya nona sangat, wajah nona tak berhenti tersenyum "
" bagaimana nona tidak bahagia... apa kalian sudah melihat bagaimana tampan dan kekarnya calon nona.... uuuu kalian kalau melihatnya pasti akan tergila-gila, nona kau harus extra menjaga suamimu nanti " ucap bibi kesayangan Milea
" Tentu bi... nanti tugas bibi ya mengawasi mata para pelayan wanita di sini !!" sahut Milea
Sesuai janji dalam waktu 2 jam, makanan sudah siap... taman kediaman Milea di jadikan tempat untuk pernikahan sudah siap dengan hiasan bunga segar memenuhi area taman juga banyak kain-kain indah di jadikan dekorasi dadakan.
Pemimpin upacara pernikahan langsung di jemput dan di bawa kekediaman bangsawan Edwin tanpa bisa menolak karena langsung di sodorkan segunung uang.
Juan sudah siap dengan pakaian yang begitu mewah
.. ia terlihat begitu berbeda kini. Juan mendatangi raja Erden dan rekan-rekan nya di tempat peristirahatan
" Juan menghadap paduka !!" sapanya.... rekan-rekan nya langsung mengangkat dan membawanya ke hadapan Erden sambil mengolok-olok Juan ....Erden dan Aflan tertawa senang melihatnya.
" Kau terlihat begitu tampan Juan !!" puji Aflan membuat Juan tertunduk malu
" paduka raja... tuan Aflan, teman-teman terimakasih sudah memberikan Juan rumah dan keluarga selama ini, Juan selamanya akan berterimakasih !!" ucap Juan penuh air mata... semua rekannya memeluknya bergantian lalu Aflan dan terakhir Erden
" Nikmatilah kebahagiaanmu Juan, kau sudah lama menderita... ingat pesanku jika mereka tak memperlakukan dirimu dengan baik, pintu kerajaan Mongun selalu terbuka untukmu... kembalilah jika kau tak bahagia di sini mengerti !!" pesan Erden yang di angguki Juan
" Permisi.....persiapan acara sudah rampung, silahkan calon pengantin dan keluarga untuk ke taman ... acara segera di mulai " panggil bibi
" Selamat datang raja Erden... tuan Aflan... menantu dan kalian semua, perkenalkan ini semua adalah kerabat ku dan ini adalah pemimpin upacara pernikahan!!, ini raja Erden raja kerajaan Mongun mereka semua adalah kerabat menantuku " sambut Edwin dengan begitu bahagia
Erden mengangguk tanda menghormati kerabat dari Edwin
Setelah semua duduk di tempat masing-masing, acarapun di mulai dengan menampilkan tarian adat kerajaan Sobaria . Erden pernah melihat tarian ini saat ia dulu belajar di Sobaria...sesungguhnya Sobaria memang memiliki budaya yang sangat indah.
Selesai dengan tarian adat... pemimpin upacara memanggil tuan rumah untuk menyerahkan mas kawin pada pihak lelaki.
" Mohon maaf sebelumnya raja Erden, jika di Mongun mungkin pihak lelaki yang memberikan mas kawin namun di Sobaria malah sebaliknya...kamu sebagai pihak perempuan yang wajib memberikan mas kawin pada pihak pria. Untuk itu kami mengembalikan emas dari raja Erden tadi pagi sekalian memberikan mas kawin kami berupa 100 ekor sapi, 100 ekor kuda dan sebuah rumah untuk menantu kami Juan dan untuk kerabat Juan kami memberikan masing-masing sebuah permadani terbaik dan juga kain terbaik yang kami miliki, kami harap pihak pria bisa menerima mas kawin kami ini agar pernikahan bisa segera di laksanakan " ucap Edwin begitu selesai berbicara berpuluh pelayan membawakan permadani dan tumpukan kain ke hadapan mereka
Erden memberi kode pada Aflan untuk menjawab mewakili dirinya.
" Terimakasih atas kebaikan pihak bangsawan Edwin, untuk menghormati tradisi dari kerajaan Sobaria maka mewakili raja Erden saya menerima mas kawin yang sudah di berikan..Jadi silahkan untuk melanjutkan acara selanjutnya !!" jawab Aflan padat dan singkat
Pernikahan lalu di laksanakan dengan penuh rasa haru dan khidmat. Juan masih merasa tak percaya jika hari ini ia telah menikah padahal kemarin ia masihlah sendiri tak ada bayang-bayang baginya untuk menikah kembali setelah kematian istri dan anaknya.
Selesai acara pernikahan lalu di lanjutkan dengan makan bersama, Juan dan Milea di sandingkan bersebelahan karena sekarang mereka sudah sah sebagai suami dan istri. Namun tutup wajah Milea tak juga di buka karena baru boleh di buka jika keduanya sudah berada di kamar.
Selesai dengan acara ramah tamah, rombongan Erden pun segera pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka... mumpung matahari masih bersinar terang .
__ADS_1
Juan melepas raja Erden, Aflan dan rekannya dengan mata berkaca-kaca. Sebenarnya kini ia sangat takut, ia takut kebaikan keluarga Milea hanya di depan raja Erden saja dan begitu mereka tak ada ia akan di perlakukan dengan buruk.... namun pesan raja Erden menguatkan dirinya. Ya ia tak akan pernah sendirian... keluarga Mongun akan selalu menerimanya kembali.
" Juan... apa kau begitu sedih berpisah dengan mereka hingga kau membiarkan pengantinmu sendirian begitu lama ??" terdengar suara Milea di belakangnya , Juan berbalik sambil tersenyum
" maafkan aku Milea, baru kali ini dalam 20 tahun terakhir aku berpisah dengan mereka... kuharap kau mengerti " jawab Juan , Juan lalu meraih jemari Milea dan menggenggamnya erat
" Oo tunggu.... kalian tak boleh masuk ke kamar seperti itu menantu !!" protes ibu Milea menghentikan langkah keduanya
" maksud ibu ??" tanya Juan
" Kau harus mengendongnya sampai ke kamar Juan , itu adat di Sobaria... ayo angkat istrimu dengan lengan berototmu itu ha ha ha " jawab ibu Milea
" apa memang harus begitu ??" bisik Juan pada Milea
" Ya... Juan , kau tak usah malu itu sudah tradisi " jawab Milea , akhirnya Juan pun mengendong Milea ala bridal style... ia lalu berjalan pelan menuju kamar pengantin mereka. Di sepanjang jalan ia membawa Milea begitu banyak bunga segar di lemparkan pada keduanya beserta ucapan selamat dan doa terbaik, baik oleh pelayan maupun kerabat dan terutama kedua orang tua Milea.
Sampai di depan pintu , ibu Milea membukakan pintu kamar dan mempersilahkan Juan masuk....
" Selamat bersenang-senang, buatkan cucu yang banyak untuk ibu ya he he he " pesannya tanpa malu
" ibuuuu.....!!" cicit Milea malu, ibu Milea lalu menutupkan pintu dan memerintahkan pelayan untuk berjaga di depan kamar jika keduanya memerlukan sesuatu.
Suasana romantis langsung terasa begitu memasuki kamar, kamar yang serba putih itu dihiasi aneka bunga berwarna pink dan putih ... belum lagi ranjang mereka yang di lapisi beludru yang begitu lembut berwarna pink semakin membuat kamar terasa menghangat.
Juan mendudukan Milea di sisi ranjang... ia lalu duduk di sebelah Milea
" Silahkan Juan... kau yang berhak membuka penutup wajahku!!" pinta Milea, dengan tangan sedikit bergetar, Juan mengangkat penutup wajah Milea.... ia terhenyak melihat pemandangan di depannya, betapa Milea terlihat begitu cantik.... ia secantik bidadari yang baru turun dari khayangan
" Kau cantik sekali !!" ucap Juan tanpa sadar... Milea tersenyum... kini gilirannya membuka satu persatu kancing baju Juan setelah ia melepaskan jubah yang di kenakan oleh Juan... dada bidang Juan segera terlihat membuat Milea menelan salifanya berulang kali... tubuh Juan memang sangat berotot dan mengiurkan kaum wanita
Milea meraba dada bidang nan kekar itu dengan kedua telapak tangannya... ngak pake lama darah Juan sudah memanas... ia mempertemukan kembali bibir mereka , kali ini bukan sesapan lembut yang di lakukan Juan namun sebuah ciuman menuntut nan panas ... tangan Juan pun bergerak cepat meloloskan sisa pakaian yang masih menempel di tubuh Milea
Tubuh keduanya kini sudah berada di atas ranjang... Milea memejamkan kedua matanya menikmati cumbuan yang tengah di lakukan Juan pada tubuhnya
" Oh Juan....." desahnya begitu menikmati sentuhan Juan, Juan pun sudah mabuk kepayang... tubuh mulus putih dan berisi milik Milea begitu mengodanya.
Tak lama terdengarlah ******* demi ******* Milea yang semakin sering terdengar dengan semakin cepatnya pergerakan Juan... keduanya sungguh menikmati rasa ini... padahal hari belum lagi gelap namun keduanya telah berulang kali memadu kasih.
hadehhhh ni episode hareudang bikin onel jadi pengen bobo juga...🤤🤤
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1