Deep Heart

Deep Heart
68. Misi Berhasil


__ADS_3

Dengan restu Saga....Aflan segera berangkat ke Sobaria. Bukan tanpa alasan Aflan menawarkan diri... ia kasihan melihat jendralnya yang begitu merana... ia tau jendral Saga bertempur tak henti-hentinya untuk mengurangi rasa rindu di hati pada kekasih hatinya.


Jika ia lambat bertindak... jendral Saga tak lama akan tinggal nama entah karena mati bertempur atau mati karena begitu banyak luka di tubuhnya 😭😭..Sebagai bawahan yang paling dekat dengan Saga tentu Aflan tak mau hal itu terjadi.


Aflan berkuda berhari-hari hingga akhirnya ia memasuki kawasan kerajaan Sobaria.Sesampainya di kerajaan Aflan menyamar menjadi budak yang membantu di dapur.


Tugasnya adalah memberi makan kuda-kuda istana dan mengangkatkan bahan makanan ke dapur setiap hari. Dengan sabar Aflan melakukan kegiatannya sambil sesekali mencari celah untuk mencari info seputar kehamilan putri Sofia, hingga suatu pagi


saat di dapur Aflan menguping pembicaraan para budak wanita


" Bagaimana sih putri Sofia itu ?? suaminya kan tidak berada di sini tapi berkeras untuk hamil....bagaimana caranya ??" bisik salah seorang budak di dapur... Aflan langsung memasang kuping baik-baik


" Apa kau tak tau... setiap malam pria yang berbeda masuk ke kamar putri dan menidurinya agar ia hamil... huh sungguh perbuatan hina !!" sahut seorangnya lagi


" Shuuttt.... tutup mulut kalian, jika terdengar prajurit kita bisa di hukum !!" tegur salah seorangnya


" Tapi itu betul ...dan putri sudah begitu selama bertahun-tahun.. iya kan ??" ucap salah seorang ngotot


Aflan hampir saja berteriak mendengar info tersebut


" Gila.... setiap malam tidur dengan pria yang berbeda?? bahkan sudah melakukannya selama bertahun-tahun?? 😱😱 ternyata putri Sofia begitu licik, ia ingin menjerat jendral Saga dengan kehamilannya ... huh untung saja aku cepat bertindak " umpat Aflan dalam hati serasa petir menyambarnya di pagi buta ini


Dengan berhati-hati Aflan keluar dari dapur, ia lalu bersembunyi di sekitaran kediaman putri Sofia, malam ini ia akan mengintai kamar putri Sofia untuk mencari kebenarannya


Setelah berusaha berkali-kali akhirnya Aflan bisa menguping pembicaraan di kamar putri Sofia melalui saluran cerobong asap kamar Sofis


" Bagaimana ini Maya... sudah berapa bulan dan aku tak juga hamil... bagaimana sih kerjamu 🤬🤬😤" omel Sofia yang kesal karena usahanya tak kunjung berhasil padahal sudah begitu banyak pria yang bercocok tanam padanya namun tak membuahkan hasil apapun


" Tuan putri... sudah saya katakan, efek obat penahan hamil yang putri minum selama bertahun-tahun itu belumlah hilang, sebaiknya jangan mengharapkan hal itu dulu putri..Saran saya teruskan dulu minum obat penyubur " sahut Maya


" Sampai kapan Maya ?? kau kan tau jika aku hamil maka Saga akan bertekuk lutut padaku... selama aku tidak hamil dia tak akan membuka hatinya untukku 😡😡"


" Mau bagaimana lagi putri Sofia, segala macam cara sudah kita lakukan ....apa lagi yang bisa kita lakukan selain bersabar ?"

__ADS_1


" Kau memang penyihir tak berguna... sudah pergi sana !!!" teriak Sofia berang, ia melemparkan semua barang di kamarnya sambil berteriak kesal


Aflan melotot mendengar perbincangan keduanya... bukan main ternyata putri Sofia bukanlah gadis baik-baik, walaupun ia mendengar peraturan di kerajaan Sobaria yang memberi kebebasan apapun untuk putri dan pangeran kerajaan namun bukan berarti ia bisa bersikap seenaknya seperti itu.


Berlahan-lahan Aflan meninggalkan kediaman putri Sofia.. apa yang di dengarnya sudah lebih dari cukup untuk di bawa pulang ke perbatasan.


Sebelum kembali ke perbatasan Aflan mencari keberadaan pangeran Erden Ia penasaran mengapa selama 3 bulan Erden tak ada mengirimkan berita apapun .. sedangkan ia dua minggu saja di sana sudah bisa mencari berita yang diinginkan .


Tak makan waktu lama... Aflan sudah bertengger di atas pohon di sebuah sekolah . Terlihat banyak murid-murid yang rata-rata adalah anak pejabat yang tentunya akan menjadi bakal calon pejabat nantinya.


Sambil menunggu gelap Aflan hanya bisa bersantai di atas pohon tersebut.


Saat malam tiba berlahan Aflan memasuki asrama dan mencari keberadaan pangeran Erden.


Malam pertama nihil....ia tak bisa menemuka keberadaan pangeran Erden... tak ada jalan lain besok ia harus menyamar menjadi salah seorang budak lagi untuk bisa masuk ke asrama dan mencari keberadaan pangeran Erden.


Aflan menyamar menjadi tukang sapu. Sambil menyapu asrama Aflan berkeliling asrama dan sedikit bertanya di sana sini . Berapa kagetnya Aflan ketika mengetahui ternyata Erden sedang di hukum dan di kurung di penjara asrama.


" Salam pangeran !!" bisik Aflan membuat Erden menghentikan kegiatannya


" Aflan....kau kah itu ?? " tanya Erden balik


" Ya pangeran... mengapa pangeran malah berada di sel bukannya belajar ??" tanya Aflan penasaran


" Apa yang kau lakukan di Sobaria...?? apa paman mengutusmu untuk membebaskan aku ??" tanya Erden balik tanpa menjawab pertanyaan Aflan


" Bukan... kami mana tau jika pangeran di sini, aku sedang menjalankan misi untuk mengetahui kondisi putri Sofia karena pangeran tak kunjung memberi kabar pada Jendral " jawab Aflan


" Lalu mengapa pangeran malah di sini ?? sudah berapa lama pangeran di kurung seperti ini " lanjut Aflan begitu penasaran


" Hufff.... Aflan, aku merasa begitu tersiksa di sekolah ini, sungguh aku tak berbakat di kurung di asrama dan hanya memegang kertas kemana-mana, menghapal peraturan... hukuman... dan undang-undang, aku mau gila rasanya " keluh Erden sambil bersandar di dinding


" Jadi...??"

__ADS_1


" Yah... jadi aku suka membuat keributan, aku suka menantang sesama pelajar berkelahi, main panco...dan terakhir aku memukul seorang guru ....jadi maaf jika aku tak bisa mengirim kabar apapun pada paman, aku sibuk keluar masuk sel ha ha ha " tawa Erden


" ya ampun.... pangeran sungguh-sungguh seperti jendral Saga saat masih muda , kau yakin kau anak raja Xoga bukan anak dari jendral Saga ha ha ha " keduanya tertawa geli


" Lalu bagaimana misimu apakah sudah selesai ??" tanya Erden


" Sudah pengeran dan ternyata putri Sofia itu....."


" Putri Sofia itu..... apa Aflan, jangan membuatku penasaran ??" tanya Erden


" Putri Sofia itu.... parah !!"


" Parah ?? apanya yang parah?? apakah ia sedang sakit parah ??" tanya Erden tak nyambung


" Bukan parah karena sakit pangeran... putri Sofia itu parah kelakuannya, sangat menjijikan dan licik, namun aku tak bisa bercerita sekarang pangeran....aku harus secepatnya kembali ke perbatasan untuk memberikan kabar ini pada jendral " ucap Aflan


" Aflan... bebaskan aku , aku ingin ikut ke perbatasan !!" titah Erden membuat Aflan kaget


" Apa...?? pangeran ingin lari ke perbatasan ??"


" Ya Aflan... lebih baik aku mati di Medan perang dari pada mati di tumpukan kertas !!"


" Tapi pangeran...."


Krekkkkk.... terdengar bunyi pintu yang terbuka


" Salam Raja yang agung !!!" terdengar para prajurit yang memberi salam pada raja Sobaria yang rupanya datang ke dalam sel..... membuat kaget keduanya


" Aflan cepat bebaskan aku !!" titah Erden namun Aflan bagai hilang di telan bumi, ia tak terlihat di manapun.....


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya sista

__ADS_1


__ADS_2