Deep Heart

Deep Heart
148. Kembali


__ADS_3

" Tidak...tidak...!!" teriak keduanya tak percaya.


Di kejauhan Sora tersenyum puas karena masalahnya akan selesai dengan mudahnya...


" Kali ini kau pasti mati ...ha ha ha " gelak Sora saat melihat tangan Amara tengah menghujamkan pisau kecil darinya ke arah dadanya....


Namun perkiraan Sora salah besar, Isla yang senantiasa selalu di dekat Amara langsung menahan tangan Amara dan melempar jauh pisau di tangan Amara....


" Jangan bodoh Amara, apa kau tau betapa jendral Saga mati-matian mencarimu selama ini hah 😑😑!!" ucap Isla kesal....Amara terduduk sambil menangis


" Aku malu kak... aku tak sanggup lagi menatap mata suamiku, aku sudah kotor hik hik hik " ucapnya di sela tangisannya, Saga bergegas mendekati Amara...dan memeluknya erat


" Sayangku... jangan begitu, apapun yang telah terjadi antara kau dan Erden itu di luar kesadaran mu... sungguh aku memaklumi semua itu " bisik Saga tambah membuat Amara menangis...


Saga menyediakan dada bidangnya untuk tempat Amara menangis dan menumpahkan semua rasa yang kini di tanggungnya.


Erden melempar pedangnya dan mendekati Malika.. ia tak rela jika Malika harus menjadi Amara. Aflan dan para tangan kanan Saga maju menghalangi Erden


" Minggir !!" bentak Erden


" Maaf pangeran...tapi wanita itu adalah benar istri jendral Saga, kami semua mengenalnya karena nyonya Amara lama tinggal di medan perang, harap pangeran bisa mengerti !!" ucap Aflan


" Tidak.... dia tetap Malika ...milikku, prajurit... tangkap mereka !!" titah Erden pada prajurit istana , kebingungan melanda para prajurit.. mengikuti perintah pangeran ataukah memihak jendral mereka


" Mengapa kalian diam ?? aku adalah pangeran kerajaan ini apakah kalian ingin mengadakan kudeta hah 😑😑!!" bentak Erden lagi dengan mata melotot... akhirnya para prajurit bergerak menuruti perintah Erden...dan para punggawa Saga pun bersiap... hidup mati mereka akan tetap setia pada jendral Saga walau itu artinya akan di anggap melakukan kudeta


" Hentikan semua !!!!" terdengar suara pengawal Xoga membahana... membuat semua aktifitas berhenti . Xoga turun ke tangah lapangan dan mendatangi Saga yang tengah memeluk Amara


" Saga ....kenalkan lah istrimu padaku, wajar jika kami semua salah paham karena kami semua belum pernah bertemu dengan selirmu ini sebelumnya " ucap Xoga... Saga menunduk hormat pada kakaknya

__ADS_1


" Maafkan aku kak... aku salah karena belum pernah memperkenalkan istriku secara sah pada kakak dan keluarga" aku Saga ... ia lalu menarik tangan Amara


" Perkenalkan ini istriku....Amara !! Amara beri hormat " ucap Saga


" Tidak....!! paman kau tak boleh melakukan itu, dia adalah calon istriku !!" potong Erden tetap kekeh dengan keinginannya


" Erden... walau bagaimana pun, Amara lebih dulu menjadi istri pamanmu... hubunganmu dan Malika terjadi karena Amara masih di bawah pengaruh sihir tabib Maya. Jika Amara ingat siapa dirinya tak mungkin ia akan menerimamu sebagai kekasihnya KB Erden !!" nasihat Xoga... Erden menatap Malika yang menunduk...


" Malika... katakan pada mereka bahwa kita saling mencintai ... tolonglah Malika !!" pinta Erden memohon


" Malika tatap aku...!!" pinta Erden lagi, Amara berlahan mengangkat wajahnya yang sudah penuh dengan air mata... ia sungguh tak bisa berkata apapun... kini ia terjepit di antara 2 pria yang sama-sama sangat mencintainya... apa yang harus ia lakukan ????


" Amara... pulanglah bersamaku !!" bisik Saga , membuat Amara tambah bingung..... tiba-tiba Amara merasa semua gelap


Bruk..... Amara kembali pingsan dan Saga segera menahan tubuh Amara dengan penuh kasih sayang....


" Baik kak... terimakasih !!" sahut Saga, Saga lalu mengendong Amara dan menaikkannya ke kereta , di dalam kereta Isla sudah menunggu


Erden mengamuk saat para pengawal menahannya ...


" Tahan Erden di kamarnya, jangan biarkan ia keluar!!" titah Xoga


" Ayah... ayah sungguh kejam, jangan ambil Malika dariku... ayahhhhh !!" sungguh Erden sangatlah marah, kekasih hatinya kini sudah pergi


Sora bersorak dalam hati....yah walaupun gadis itu masih hidup tapi setidaknya tidak akan menjadi menantunya, urusan Sofia dia sudah tak mau ambil pusing... putra nya jauh lebih penting dari siapapun. Bergegas Sora mendatangi kamar Erden untuk menghiburnya.


🌿🌿🌿🌿


Setelah Amara sadar , Isla segera memeriksa kesehatan Amara.... syukurlah keadaan Amara baik-baik saja. Setelah Isla memastikan keadaan Amara baik-baik saja, ia pun bertukar tempat dengan Saga. Saga masuk ke dalam kereta dan duduk di sebelah Amara

__ADS_1


" Amara... lihatlah aku... " pinta Saga saat Amara terus saja menunduk, Saga menaikkan dagu Amara dengan telunjuknya.... senyum Saga merekah melihat wajah cantik istrinya yang begitu di rindukannya


" Jendral Saga ... aku ...!!"


" Shuttt ....jangan panggil aku jendral Saga, panggil aku seperti biasanya. Jangan kau ingat apapun yang telah terjadi...maafkan aku karena tak bisa melindungi mu hingga kau mengalami semua ini .. maukah kau memaafkan aku Amara ??" tanya Saga , Amara yang semula merasa begitu malu jadi lebih tenang kini


" Sungguh kau bisa menerimaku kembali seperti sediakala , walau aku sudah tidak suci lagi sebagai istri ??" tanya Amara memastikan....Saga menarik Amara ke pelukannya


" Dengan sepenuh hati Amara, kau adalah satu-satunya tempatku berpulang Amara... jangan menjauh dariku, aku hampir gila karena kau menghilang dariku....aku begitu merindukanmu... sungguh !!" ucap Saga dengan suara bergetar


Amara tersenyum manis... ia pun begitu rindu pada suaminya itu... Saga mencium bibir Amara dengan lembut, Amara membalas ciuman suaminya dengan tak kalah mesra. Rasa yang begitu membuncah keduanya dari pertemuan bibir mereka.


" Oh Amara... aku begitu merindukanmu !!" ucap Saga ... tangannya sudah lah melanglang buana ke mana-mana, posisi Amara sudah lah berada di bawah Saga kini... rupanya inilah alasannya mengapa ia selama ini selalu tak mau melakukannya dengan Erden karena ia memanglah milik Saga selama ini.


Keduanya sudah on fire kini... Saga sudah tak bisa membendung hasratnya, ia bahkan tak melihat tempat lagi... tak menyadari mereka sedang berada di atas kereta yang sedang berjalan


" Bolehkan aku Amara...??" tanyanya sambil mencumbu Amara.. Amara hanya mendesah tanpa setuju...Saga begitu bahagia, ia sudah bersiap memasuki Amara


Tok..tok..tok...


" Maaf jendral... saya menyela, kita di hadang pasukan tidak di kenal !!" terdengar suara Aflan mengagetkan kegiatan panas yang baru saja akan terjadi


" Apa....???"


He he he sabar ya Saga , mau langsung gas aja 🀣🀣🀣


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2