Deep Heart

Deep Heart
118. Terkutuk


__ADS_3

" Penyihir Maya....janin itu tak bersalah, ampuni dia....dimana hati nuranimu ??" terdengar suara Isla yang masih terbaring kesakitan, Maya terus mendekati Amara


Amara memandangi Maya dengan penuh kesedihan


" Tolong jangan sakiti anakku.... tolong...!!" mohonnya berulang kali


" Kau fikir ini ramuan untuk mengugurkan kandunganmu ?? ha ha ha " terdengar tawa Maya begitu menakutkan siapapun yang mendengarnya kecuali Sofia....Sofia mendekat lagi


" Ramuan ini adalah untuk lupa ingatan , jadi kau harus meminum ramuan ini agar kau lupa siapa dirimu dan kau tak akan mengenali lagi jendral Saga suamiku dan tak menganggu kami !! mengerti !!, aku tak akan menyakiti anak yang tak bersalah itu wanita murahan... aku tidak sekejam itu !!" ucap Sofia mengelegar namun Amara tak percaya akan hal itu...


" Aku akan pergi jika itu yang putri inginkan, tapi tolong jangan lukai anakku....tolong !!" mohon Amara lagi, Roxana menjambak rambut Amara hingga Amara menengadah... Maya pun menuangkan isi botol ke mulut Amara, saat ramuan itu masuk seteguk ke mulut Amara tiba-tiba saja Isla menabrakkan dirinya ke tubuh Maya hingga ramuan Maya pun tumpah ke tanah


" Kurang ajar...!! berani sekali kau wanita sialan !!" bentak Maya kesal... Roxana kembali menarik tangan Isla lalu membanting tubuh Isla ke tanah membuat Isla tak lagi bersuara


" Kakak... kakakkkk.....tidakkk!!" teriakan menyayat hati Amara mengema , siapapun akan sedih mendengarnya...


" Bagaimana Maya....apakah ramuanmu akan manjur, ia hanya meminumnya sedikit ??" tanya Sofia


" Tenang saja tuan putri.. jangankan seteguk, setetes saja sudah ampuh....ia tidak akan mengingat masa lalunya setidaknya dalam waktu yang cukup lama, kita tinggal mengungsikannya ke desa terpencil jauh dari Mongun dan setelah dia melahirkan kita akan mengambil anaknya " sahut Maya membuat Sofia tersenyum


" Mengapa repot-repot memindahkannya ke tempat lain....aku akan membunuhnya !!" ucap Roxana sambil mengeluarkan pedangnya, Amara berdiri menjauh sambil menggeleng , ia terus memegangi perutnya


" Tidak... tidak... jangan, kasihanilah anak ini... jendral sangat menantikan anak ini hik hik hik !!" mohon Amara lagi


" Roxana... kita tidak boleh menyakiti janin itu, janin itu tak bersalah !!" larang Sofia, walau bagaimana ia membenci Amara... di dalam kandungan Amara ada anak dari Saga, pria yang di cintainya


" Maaf kan saya tuan putri, saya mendapat perintah untuk membunuhnya ..." tolak Roxana dan tangannya segera mengarahkan pedangnya ke dada Amara, ia ingin menghujam jantung Amara dengan pedangnya


" Roxana hentikan !!" teriak Sofia namun Roxana tak bergeming


" Roxana... aku ingin membesarkan anak jendral Saga, kau tak boleh membunuhnya !!" larang Sofia lagi... namun terlambat tekad Roxana sudah bulat


Roxana mendekat dengan kekuatan penuh, Amara sudah tak bisa mengelak....ia sudah berada di bibir jurang, tetesan air terjun yang terkena hembusan angin bahkan sudah membasahi tubuhnya

__ADS_1


" Matilah kau wanita penganggu !!!" teriak Roxana dan jrebbb.... ujung pedang Roxana pun menembus dada


" Arghhhhhh..... " terdengar suara seseorang yang kesakitan namun itu bukanlah suara Amara


Betapa terkejutnya Roxana begitu menyadari pedangnya malah menusuk tubuh neneknya ...


" Bagaimana mungkin malah neneknya yang terkena pedangnya ??" cicit Roxana dalam hati


" Nenek ?? apa yang nenek lakukan di sini ??" tanya Roxana tak percaya, bergegas Roxana hendak menarik pedangnya namun bibi menahan pedang tersebut


" Terkutuklah kau Roxana... mengapa keturunanku bisa begitu kejam ?? mengapa kau tak punya hati nurani Roxa...hah...hah..." suara bibi terdengar terputus-putus, ia sangat kecewa melihat kelakuan cucunya sendiri


Rupanya bibi berhasil melepaskan diri dari ikatan Roxana, ia pun menyusul ke tebing air terjun dan melihat bagaimana Amara tengah terpojok . Bergegas bibi berlari menghadang pedang yang akan segera mengenai Amara, ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti Amara walaupun itu seorang Roxana... cucunya yang sangat di sayanginya


" Nenek... bertahanlah, tabib Maya tolonglah nenekku !!" pinta Roxana


" Aku tak bisa menolongnya Roxana, pedangmu tepat mengenai jantungnya dan telah membelah jantungnya jadi 2, ia masih bisa bernafas sudah keajaiban" sahut Mata bahkan tanpa memeriksa tubuh bibi


" Tidak bi... bibi tidak bersalah apapun, bertahanlah bi....bibi akan sembuh !!" ucap Amara sambil bergerak mendekati bibi....Amara memeluk bibi sambil menangis sedih. Bibi sudah bagaikan orang tua bagi Amara


" Pergilah segera Amara... selamatkan dirimu hah hah !!" bisik bibi


" Tidak bi... Amara akan di sini menemani bibi !!"


" Bocah bodoh... tak usah mengurusi nenek tua ini, pergi selamatkan anak jendral Saga Amara.. pergilah !!" pinta bibi lagi


" Nenek bertahanlah !!" terdengar suara Roxana yang mulai sesegukan, ia sangat menyesali keteledorannya hingga pedangnya malah menancap di dada neneknya


" Jangan pernah berani memanggilku nenek lagi, aku tak punya cucu sepertimu Roxana, terkutuklah kau Roxana... aku akan mengutukmu walau pun dari dalam kuburku !!" ucap bibi begitu kesal walau nafasnya tinggal satu satu


Roxana berdiri sambil meremas rambutnya


" Mengapa semua jadi begini ?? tapi kepalang tanggung aku harus tetap menyelesaikan perintah permaisuri Sora !!" ucap Roxana dalam hati

__ADS_1


Roxana menarik belati di pahanya dan kembali berjalan mendekati Amara


" Roxana... sekali lagi aku pergi peringatkan, jangan berani membunuhnya... kau bisa membunuhnya nanti jika sudah melahirkan anak Saga !!" tegur Sofia namun Roxana sudah begitu kalap... ia tak mendengar apapun lagi... ia begitu benci dengan wanita yang di cintai jendral Saga.... ia harus melenyapkan wanita itu, jika ia tak mendapatkan maka tak seorangpun boleh mendapatkan hati seorang jendral Saga


Amara yang menyadari pergerakan Roxana segera berdiri dan berjalan menjauh dari Roxana, namun Roxana tak habis akal... ia mengeker belatindi tangannya agar bisa melayang mengenai urat nadi Amara dan begitu sudah siap....Roxana segera melemparkan belatinya


" Matilah kau !!" desis Roxana, Amara hanya bisa memejamkan kedua matanya


" Roxana...!! dasar prajurit rendahan kurang ajar !!" Sofia begitu kesal karena Roxana tak mengindahkannya


" Maafkan aku suamiku, aku tak bisa menjaga anak kita... aku akan menunggumu di surga!!" doa Amara dengan tangannya tetap melindungi perutnya


Isla yang sudah bisa duduk segera berlari menghadang belati Roxana, belati Roxana menancap di dada Isla membuat Isla terdorong dan mengenai Amara... Amara yang tak menyangka tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya


" Kakak....!!ahhhhh" teriak Amara saat kedua tubuh lemah mereka akhirnya terjatuh ke jurang air terjun yang begitu tinggi


" Apa.... ??.bagaimana mungkin ini terjadi ???" cicit Sofia tak percaya dengan apa yang telah di lihatnya... tubuhnya bergetar melihat Amara dan Isla yang terjatuh ke dalam air terjun yang begitu tinggi


" Maya bagaimana ini ??" tanyanya pada Maya


" Nasi sudah menjadi bubur tuan putri, kita tak bisa melakukan apapun sekarang... sebaiknya kita secepatnya meninggalkan tempat ini !!" ucap Maya


" Tapi bagaimana dengan anak di kandungan Amara... kita harus menyelamatkannya agar ia bisa melahirkan anaknya !!" pinta Sofia


" Putri....pikirkan lah apakah seseorang bisa selamat jatuh dari ketinggian setinggi itu ?? ayo kita pulang, jika terlalu lama di sini nanti ada yang curiga !!" sahut Maya lagi, Akhirnya keduanya meninggal tempat itu dan menyisakan Roxana seorang diri


Roxana memandangi ke bawah... mencari dasar air terjun yang tak terlihat


" Mampus kau ha ha ha ha !!" ucapnya dan tergelak macam orang gila


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2