Deep Heart

Deep Heart
145. Mengapa ??


__ADS_3

Sementara itu di vila Erden...


Hubungan Malika dan Erden semakin dekat, kesabaran Erden akhirnya meluluhkan hati Malika sedikit demi sedikit. Malika sudah bisa menerima Erden sebagai kekasihnya, walau belum mau melayaninya di atas ranjang. Namun itu saja sudah cukup membuat Erden bahagia.


Hari ini Sora akan mengunjungi kediaman Erden, bukan tanpa alasan kosong... ia penasaran siapakah gadis yang begitu membuat anaknya begitu tergila-gila.


Berkali-kali Sora meminta Erden memutuskan gadis itu namun Erden menolak dengan tegas... ia bahkan berkata lebih baik tak menjadi raja dari pada memutuskan Malika dan yang membuat Sora gerah... suaminya malah mendukung keinginan Erden


Dengan penuh rasa penasaran Sora di kawal menuju vila putranya, tanpa suara ia masuk ke dalam vila.


" Mana gadis itu mengapa ia tak menyambutku ?? " tanya Sora kesal


" Nona Malika sedang menyanyi untuk pangeran...pangeran bilang permaisuri langsung saja ke taman " sahut kepala dayang


" Cih... belum juga jadi menantu sudah tak menghormatiku 😤😤" omel Sora


" Maaf permaisuri... nona Malika tidak mengetahui kedatangan anda, pangeran melarang kami untuk memberitahunya " ralat dayang , semua dayang menyukai Malika... karena Malika sangat ramah dan baik pada mereka


" Cih.... kalian juga bahkan membelanya !!" Sora terus berjalan sambil mengomel, sayup-sayup terdengar suara nyanyian yang begitu merdu... bahkan sangat merdu


" Apakah itu suara gadis itu ??" tanya Sora...


" Ya permaisuri... nona Malika suaranya sangat merdu, itulah makanya pangeran betah mendengarkan nyanyian nona Malika berlama-lama " sahut dayang


Sora melihat seorang gadis cantik tengah berdiri di tengah taman dan putranya nampak memperhatikannya tak berkedip sampai-sampai Erden tak menyadari kedatangannya.


Mata Sora menelisik gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki....


" Sial.... gadis itu memanglah begitu cantik, pantas saja erden terpikat " omelnya dalam hati


" Ehem...ehem...!!" tegur Sora begitu sampai di belakang Erden, Erden segera menoleh...


" Ibu... kau sudah datang !!" ucapnya senang lalu memanggil Malika untuk mendekat


" Malika ini ibuku....beri hormat untuknya !!" ucap Erden, Malika tersenyum begitu indah lalu membungkuk bersama Erden memberi hormat


" Selamat datang permaisuri !!" salamnya dengan suara merdu nya


" Siapa namamu ??" tanya Sora dengan nada seperti gadis yang sedang cemburu... yah diakuinya ia cemburu dengan kecantikan Malika yang membuat perhatian putranya teralihkan kini.


" Nama hamba Malika !!" sahutnya sopan


" Siapa orangtuamu, dari mana kau berasal.. dari bangsawan mana Ket..."

__ADS_1


" Ibu.... Malika tidak ingat apapun tentang masa lalunya, sesuatu peristiwa membuatnya tak bisa mengingat apapun !!" potong Erden mengagetkan Sora


" Jadi maksudmu kau mau memberikan ibu menantu yang lupa ingatan ?? dan tidak jelas asal usulnya begini ??" protes Sora sambil berkacak pinggang membuat Malika menunduk takut


" Ibuuuu.... kau baru bertemu dengannya jangan kasar begitu, kenalilah dulu Malika baru berkomentar !!" ucap Erden dengan suara agak naik


" Kau membentak ibu ??"


" Tidak ibu.... Erden hanya meminta ibu untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan !!" ucap Erden lagi


" Makanan sudah siap !!" lapor dayang


" Masuklah ibu kita makan siang bersama !!" ajak Erden sambil mengandeng Sora... sambil melirik jutek pada Malika , Sora pun masuk


Sambil makan Sora terus menelisik gestur tubuh Malika, bagaimana ia duduk... mengambil makanan, makan bahkan cara mengunyah nya saja tak luput dari pandangan Sora


" Mengapa gadis itu begitu sempurna...😡😡, tak ada yang bisa ku kritik dari nya !!" omel Sora sambil mengunyah.


Malika sebenarnya sangatlah gugup dipelototi oleh Sora, namun ia sudah di beritahu Erden agar bersikap biasa saja... biasa saja jika seorang ibu agak cerewet perihal calon menantunya...jadi jika ibunya cerewet..jutek ....judes...jangan di ambil hati


Pesan Erden itulah yang diingat terus oleh Malika.


" Kau yakin dengan pilihanmu ini Erden


" Selir....?? ibu sendiri yang menentang adanya selir sepanjang hidup ibu dan kini ibu memintaku menjadikan Malika sebagai selir ??" protes Erden


" Terserah pokoknya gadis yang tak jelas asal usulnya itu tak pantas untuk menjadi seorang permaisuri kelak....titik !! " kekeh Sora


" Pokoknya aku akan tetap meminta restu dari ayah, jika ayah merestui aku akan segera menikahi Malika !!"


" Erden... apa kau gila ??" bentak Sora bertambah kesal


" Terserah.... sekarang ibu pulanglah, besok aku akan membawa Malika bertemu ayah.... titik !!" balas Erden lalu keluar dari ruangan dan meninggalkan Sora seorang diri


Sora segera kembali ke istana dan mencari suaminya


" Suamiku... aku sudah bertemu dengan gadis itu !!" lapornya


" Lalu ??"


" Aku tidak mau gadis itu menjadi mantuku, bagaimana mungkin seorang gadis yang tak ingat masa lalunya dan tak jelas asal usulnya itu kelak akan menjadi seorang permaisuri mengantikan aku!! pokoknya besok jika Erden datang kau harus menolak gadis itu !!" pinta Sora, Xoga hanya menarik nafas panjang


" Kau tak pernah berubah Sora, selalu melihat seseorang dari luarnya saja. Apa kau tak melihat bagaimana rumah tangga Saga karena di paksa menikah dengan gadis yang tak dicintainya ?? belajarlah dari Saga !!" tentang Xoga

__ADS_1


" Pokoknya tidak...!!" otot Sora lalu pergi meninggalkan Xoga , Sora mencari dayang kepercayaannya...


" Bagaimana dengan tugasmu untuk melenyapkan Astina ??" tanya Sora ... ia hampir saja lupa dengan misi yang satu itu


" Maaf permaisuri....beberapa Minggu lalu ...."


" Apa ?? dia sudah mati ??" tanya Sora dengan senyum mengembang


" Bukan permaisuri... nyonya Astina tiba-tiba saja menghilang dengan alasan ingin pulang kampung menjaga keluarganya yang sakit " sahut dayang takut-takut


" Apa....????" hampir keluar rasanya biji mata Sora mendengarnya


" Kurang ajar.... dimana Xoga menyembunyikan selir brengsek itu 🤬🤬 ?? cari tau di mana keberadaannya !!" titahnya sambil melangkah pergi dari ruangan rahasianya itu


" Ya Dewa mengapa hari ini begitu mengesalkan 🤬🤬😡😡, mengapa ayah dan anak sama saja seleranya .... wanita rendahan 😤😤😤" dengan dongkol Sora masuk ke kamarnya dan mengurung diri seharian


🏵️🏵️🏵️🏵️


Keesokan harinya...


Erden benar-benar membawa Malika ke istana, sebenarnya Malika berulang kali menolak namun karena Erden terus merayunya dan berjanji ayahnya jauh berbeda dari ibunya akhirnya Malika pun mau tak mau menuruti keinginan Erden.


Erden sengaja menyuruh Malika memakai gaun dengan warna kesukaan ayah nya tentu dengan maksud mengambil simpati ayahnya.


Erden mengenggam tangan Malika dan menariknya menuju ruangan dimana ayahnya kini sedang bekerja.


" Pangeran Erden datangggg!!!" lapor penjaga pintu, Xoga dan semua bawahannya pun berhenti bekerja dan memandang ke arah pintu


Masuklah Erden sambil mengandeng seorang gadis nan begitu cantik namun masih memakai cadar... hingga semua tak dapat melihat wajah sang gadis


" Erden dan Malika menghadap Ayah !!" sapa Erden dan keduanya lalu memberi hormat


" Apakah dia kekasihmu Erden ??" tanya Xoga


" Ya ayah... namanya Malika, Malika bukalah cadarmu agar ayah bisa melihatmu !!" titah Erden, Malika berlahan melepas kain penutup wajahnya ia lalu melihat ke arah Xoga dan tersenyum manis


" Salam yang mulia !!" sapanya , Xoga bergitu terkejut melihat wajah cantik Malika.... sepintas ia begitu mirip dengan Astina saat muda dulu namun tentu Malika berlipat kali lebih cantik......


" Mengapa ia begitu mirip Astina ?????" tanya Xoga ternganga..., Xoga berdiri dan berjalan mendekati Malika... semakin dekat kemiripan keduanya semakin nyata di mata Xoga...


" Bagaimana mungkin ini bisa terjadi ???" cicit Xoga sambil menyentuh pipi Malika yang begitu mulus....membuat Erden melotot protes.....


Si cantik Malika

__ADS_1



__ADS_2