Deep Heart

Deep Heart
74. Melamar


__ADS_3

Selama 3 hari Saga di dalam kemah saja, ia tak ada keluar sama sekali. Selain untuk menyembuhkan luka di tubuhnya tentu saja sekalian menyembuhkan rasa rindunya pada Amara.


Sedangkan selama 3 hari itu Aflan pontang panting di luar mengurus semuanya.


Saga tersenyum memandangi Amara yang tergolek lemas di ranjang, baru saja Amara selesai mandi tadi ....Saga langsung menariknya dan memborbardirnya kembali padahal semalam sudah juga.


Selesai mandi dan berpakaian Saga lalu mendatangi Amara...


" Aku akan keluar, kau jangan kemanapun ya... nanti sore aku akan kembali " pesannya lalu mengecup kening dan bibir Amara


" Apakah jendral akan bertempur ??" tanya nya khawatir


" Iya... kasihan Aflan 3 hari ini pasti ia sangat lelah, jangan khawatir... aku akan baik-baik saja, tidurlah !!" Saga lalu keluar dari kemahnya. Di luar sudah menunggu Aflan yang berdiri sambil terus menguap.


" Pagi Aflan !!" sapa Saga sambil tersenyum lebar


" Cih.... yang sedang bahagia, puas lahir batin... senyum aja sampai ke kuping..😤😤, ngak tau apa anak buahnya jatuh bangun " omel Aflan pura-pura marah, sejatinya ia turut bahagia melihat wajah bahagia jendral nya itu.


" Ha ha ha bisa saja kau botak..., baiklah katakan apa yang kau inginkan !!" tembak Saga, giliran wajah Aflan jadi sumringah


" Aku mau libur satu bulan jendral...!!"


" What...?? mengapa lama sekali, memangnya apa yang mau kau lakukan ?? "


" Emm itu jendral... tapi ini rahasia, aku mau melamar Isla dan langsung menikahinya lalu bulan madu he he he " bisik Aflan


" Memangnya Isla mau denganmu ??"


" Mau tidak mau ... dia harus mau jendral, serahkan saja masalah ini padaku yang penting izin jendral ada untukku " pinta Aflan


" Baiklah Aflan kau mendapat izinku, tapi kau baru bisa cuti setelah menyelesaikan beberapa tugas dariku "

__ADS_1


" Baik jendral... terimakasih, apa saja jendral ??" tantang Aflan


" Pertama... Carikan aku seorang xxxxxx, dan siapkan acaranya secepatnya, kau sanggup ??" sahut Saga


" Apa...?? jendral yakin ?? apakah hal itu tak menimbulkan masalah ??"


" Aku tak perduli Aflan, sudah cepat pergi dan lakukan perintahku... panggil semua tangan kananku , kita rapat sekarang mengenai keadaan di lapangan... kau tak usah ikut " titah Saga


Saga pun rapat di kemah Aflan dan mereka pun segera turun ke daerah musuh mereka yang sudah lebih dari 60 % mereka kuasai. Saga menginginkan paling lambat dalam 2 Minggu semua wilayah baru sudah bisa di kuasai.


Dengan semangat baru Saga turun ke wilayah musuh... ia kini penuh semangat dan sangat berhati-hati jangan sampai terluka. Saga tak ingin Amara sedih jika ia terluka.


Setelah seminggu akhirnya wilayah invasi baru sepenuhnya bisa di kuasai. Saga memanggil pihak kerajaan dan meminta mereka untuk menandatangani perjanjian bahwa kerajaan mereka kini berada di bawah kerajaan Mongun.


Setelah diskusi dan perdebatan yang lumayan sengit akhirnya kerajaan baru bersedia tunduk dan mengakui kerajaan Mongun sebagai atasan mereka.


Saga segera mengirim surat perjanjian tersebut pada Raja Mongun yaitu Xoga, beberapa tangan kanannya yang di utus untuk menyerahkannya namun sebelum mereka berangkat Saga mewajibkan mereka untuk menghadiri acara pernikahannya dengan Amara yang akan di gelar di perbatasan, di sebuah lapangan luas dan dihadiri seluruh pasukan prajuritnya.


Persiapan di lakukan di luar tenda .. semua prajurit bergotong royong membersihkan tempat acara dan memasak dalam jumlah besar... Saga membeli banyak Sapi untuk di buat hidangan di pesta nya.


Hanya Amara seorang yang tidak mengetahui bahwa jendral Saga sedang mempersiapkan pernikahan mereka.


Setelah selesai dengan pihak kerajaan... Saga segera kembali ke kemahnya. Nampak Amara menanti nya dengan cemas karena Saga pulang terlambat.


Begitu Saga masuk....Amara segera berlari menyambutnya, seperti biasa ia langsung memeriksa tubuh Saga sambil melepaskan baju zirahnya, apakah ada luka di tubuh Saga.... nafas lega langsung terdengar di sertai senyum bahagia di wajah Amara


" Apakah jendral lelah ?? Amara sudah menyiapkan air mandi untuk Jendral " tanyanya sambil melepaskan pakaian Saga dengan cekatan... Saga memandangi bidadari di depannya itu dengan penuh rasa cinta... yah cukup seperti ini saja rasanya sudah bahagia , namun ia harus memberikan rasa aman juga untuk Amara


Setelah mandi dan berganti pakaian, Saga menarik Amara ke ranjang dan memangkunya....


" Amara... apakah kau tak keberatan menemaniku dan tinggal di tempat seperti ini saja ?? bukan di villa atau pun istana yang mewah ??" tanya Saga sambil memandangi manik mata Amara... ia harus melihat isi hati Amara

__ADS_1


" Tentu Amara tidak keberatan, Amara bahagia di manapun berada selama itu bersama jendral !!" ucapnya mantap tanpa keraguan


" Sungguh...??"


" Sungguh jendral...." sahut Amara lagi


Amara mengecup kedua mata Saga bergantian... lalu hidungnya dan terakhir tentu bibir keduanya bertautan begitu mesra.....


" Amara apa kau tau betapa hampa diriku tanpamu, dan betapa bahagia dan berwarnanya kini dengan keberadaanmu di sini... aku sungguh bahagia dan aku ingin kita selalu bersama sampai maut memisahkan kita... Amara menikahlah denganku !!" ucap Saga begitu ciuman mereka berakhir.... mata Amara membulat


" Menikah...?? jendral melamar Amara..?? tapi... Amara tidak layak untuk menikah dengan jendral... Ama...."


" Sshuttt... hentikan semua kata-kata tak berguna itu, katakan saja iya sayang ...please !!" pinta Saga dengan pandangan memohon, tubuh Amara bergetar mendengar lamaran Saga... rasanya begitu membahagiakan, jika bisa ia ingin berteriak sekuat tenaga kini


Ia tak pernah menyangka akhirnya kalimat itu keluar dari mulut seorang jendral Saga untuknya...


Apa yang harus di katakan ya ?? Amara bingung ia bahkan speccles kini, hanya matanya yang memandangi Saga dengan berkaca-kaca


" Amara.... jawablah !!"


" Ehem...ehemm....eee... apa jendral yakin ??" tanya Amara dengan segala kekuatan yang ada ia memberanikan diri bertanya


" Sangat Amara.... jadi bagaimana ?? maukah kau menikah denganku ??" tanya Saga untuk yang kedua kalinya....


Air mata Amara langsung tumpah.... bibirnya tersenyum begitu indah, Amara mengangguk berkali-kali sambil memeluk leher Saga, ia sangat bahagia kini... Saga tersenyum lebar, kedua tangannya pun memeluk punggung Amara


" Terimakasih sudah memilih Amara .... jendral !!" ucap Amara sesegukan bahagia


" Terimakasih karena sudah begitu mencintaiku Amara " balas Saga....betapa rasa bahagia ini sangat membuncah keduanya, Saga segera menyatukan bibir mereka dan tentu di sambut hangat oleh Amara


Saga segera mengukung Amara di bawahnya... ia sudah tak sabar untuk mencicipi malam ini bersama Amara ..Ia ingin mengajak Amara terbang bersama dan memetik bintang-bintang

__ADS_1


" Permisi Jendral.......Maaf menganggu, Aflan menghadap !!" suara Aflan terdengar membuat keduanya jatuh kembali ke bumi 🤭🤣🤣


__ADS_2