Deep Heart

Deep Heart
221. Mati kutu


__ADS_3

" Apa berperang... kau ingin menantang paman dengan kekerasan ??" ucap Saga


" Jika itu satu satunya jalan untuk ku bisa membawa Sarah di sampingku... aku bisa berkata apa ?? .... aku menghormati paman sebagai ayah Sarah dan aku meminta dengan sangat agar paman bisa merestui pernikahan kami ini dan jangan memisahkan kami !!" pinta Erden


" aku tidak akan membiarkan Sarah menjadi sasaran balas dendam mu Erden !!" banyak Saga sengit


" Paman !! aku sudah bilang aku tidak tau siapa Sarah jadi jauhkan pikiran kotor paman mengenai aku ingin balas dendam... jika aku ingin balas dendam bukan begitu caranya, semenjak dulu sudah kuhabisi Hodun ini paman " balas Erden tak kalah sengit


" 10 tahun paman.... setelah aku berusaha menyembuhkan lukaku, apa paman tau sudah berapa ratus gadis yang disorongkan padaku ?? aku tidak kekurangan wanita jika aku ingin ... namun tak satupun dari mereka bisa mengetarkan dadaku ini, hanya Sarah... hanya dia yang membuat dadaku berdetak begitu kencang , membuat hatiku hidup kembali dan aku tak akan menyerah untuk selalu bersamanya... karena aku sangat mencintai Sarah !!" lanjut Erden


" Aku tak percaya Erden !!"


" Katakan ... apa yang harus kulakukan untuk membuktikan bahwa aku sangat mencintai Sarah... katakan paman agar kau percaya ,!!" kejar Erden


" Jika kau ingin aku percaya kau harus memutuskan hubungan dengan ibumu....Sora !!" ucap Saga


" apa...??? mengapa paman... apa hubungan nya dengan ibuku ??" tanya Erden bingung


" karena ibumu adalah wanita yang begitu kejam, semua yang terjadi pada Sarah dan Amara adalah karena perintah ibumu....dia memerintahkan Roxana untuk melenyapkan Amara di saat Amara tengah mengandung Sarah hanya agar Mongun bisa dekat dengan Sobaria... apa kau tau dosa besar ibumu itu ??? 🤬🤬" cecar Saga membuat Erden kaget luar biasa... sungguh ia tak menyangka jika ibunyalah dalang dibalik percobaan pembunuhan terhadap Amara dulu


" a... apa ???" untuk yang kedua kalinya Erden ternganga


" Sekarang kau fikirlah baik-baik, masih pantaskah kau untuk Sarah ???" desis Saga membuat Erden terduduk lemas....


Hal yang benar-benar tak di sangka nya jika ibunya sungguh bisa berbuat sekeji itu pada Amara


" satu lagi Erden... jika Sora tau Sarah adalah anak Amara, kau fikir ibumu akan menerimanya dengan senang hati... ??? mustahil bukan, karenanya lupakan Sarah... pulanglah kau ke Mongun, lebih cepat lebih baik !!" ucap Saga sambil mencabut pedangnya yang tertancap di tanah lalu berjalan kembali menuju rumah utama

__ADS_1


Tanpa di sadari keduanya... perseteruan keduanya di saksikan oleh Amara. Amara yang biasa bangun cepat merasa terganggu dengan bunyi bising yang berasal dari rumah tamu. Dalam kegelapan ia berjalan menuju rumah tamu dan betapa kagetnya ia melihat suaminya tengah bertarung dengan seseorang entah siapa karena hari masih lah gelap. Ia ingin melerai namun ia tau suaminya tak suka jika ia ikut campur, saat matahari mulai terlihat maka terlihatlah juga wajah lawan dari suaminya dan pria tersebut ternyata adalah Erden ... keponakan suaminya.


" Mengapa Erden ada di sini...?? apakah ia datang bersama Saga kemarin ?? namun mengapa suaminya tak memberitahunya ??" cicit Amara dalam hati, dan dari perseteruan keduanya akhirnya Amara baru menyadari ternyata Erden sudah menikahi putrinya Sarah... dengan kata lain , Erden kini adalah menantu mereka ....namun suaminya menolak keras hal itu.


Melihat suaminya akan kembali ke rumah utama....bergegas Amara pun kembali ia tak mau suaminya tau ia mencuri dengar perbincangan keduanya.


" kau sudah bangun sayang ??" sapa Saga yang baru masuk dan mendapati Amara sudah tak berada di mana ia meninggalkannya tadi... ia pun berkeliling rumah dan mencari keberadaan istrinya itu dan ia mendapati Amara tengah berada di dapur bersama beberapa tukang masak mereka


" Ya suamiku... kau dari mana ?? mengapa tubuhmu penuh luka begini ??" tanya Amara pura-pura kaget


" aku hanya berlatih tadi ....hanya luka ringan sayang !!" ucap Saga tersenyum melihat wajah cemas Amara, Amara segera mengobati luka di tubuh Saga dengan cekatan sambil menangis... ia selalu menangis jika melihat tubuh suaminya itu terluka entah mengapa ...Saga menghapus air mata di pipi Amara dengan kedua jempolnya


" sudah berhentilah menangis , sampai kapan kau selalu menangis jika melihatku terluka..." olok Saga


" sampai aku buta !! sudah kubilang anak-anak kita masih kecil... apa yang terjadi dengan mereka jika kau kenapa-napa 🤬🥹" omelnya sambil menangis


" berjanjilah kau tak akan terluka lagi !!" pinta Amara dengan mata melotot membuat Saga terkekeh


" bahagianya di sayang oleh istriku yang cantik ini... ayo kita ke kamar sayang, aku rindu padamu !!" bisik Saga sudah mulai menarik pinggang Amara


" masuk saja ke kamar sendiri... itu hukuman untukmu jendral tua !!" tolak Amara sambil merengut


" sayang....!!!"


" Tidak... aku masih marah denganmu, masuk kamar dan introspeksi dirimu ... aku mau memasak untuk menyambut kedatangan putri kita !!" usir Amara


Amara terus berfikir sambil memasak... bagaimanakah tindakannya atas pernikahan putrinya dengan Erden, apakah ia menolaknya juga seperti suaminya ataukah menerimanya.... ia masih bingung.

__ADS_1


Sebenarnya alasan suaminya menolak Erden tidaklah salah, memang Sora sangat jahat dan ada kemungkinan putrinya kelak akan dalam bahaya.... namun dari perbincangan keduanya Amara tau betapa Erden sangat mencintai putrinya.... apakah tidak kejam memisahkan mereka berdua ?? namun jika itu yang terbaik untuk putrinya mengapa tidak ??


" Aku harus tau dulu bagaimana perasaan Sarah pada Erden terlebih dahulu sebelum bertindak apapun !!" ucapnya dalam hati


Hari ini berjalan kembali dengan kebahagiaan... berkumpulnya Sarah di tengah mereka sungguh memberi warna baru, walau sudah berumur 20 tahun namun sifat kekanak-kanakan Sarah masih terlihat jelas membuat ke tiga adiknya begitu senang bermain dengannya .


Malampun tiba.... Saga sudah memberi kode pada Amara agar segera memasuki kamar....ia sangat rindu bercengkrama dengan istrinya itu karena beberapa hari mereka terpisah dan sampai saat ini mereka belum ada kesempatan untuk berduaan.


Saga masuk ke kamar mereka lebih dulu... ia sudah bersiap di ranjang dengan senyum lebarnya...


" Kita akan bergadang malam ini sayangku he he he " ucapnya dalam hati, tak lama Amara masuk dan berganti pakaian. Ia memakai gaun tidur yang begitu indah... senyum Saga semakin mengembang lebar melihat siluet tubuh istrinya yang semakin lama semakin sexy saja.


" kemarilah sayang.... aku sudah tak sabar melahapmu !!" desis Saga .. Amara bukannya mendekat ia malah berjalan membuka pintu dan membukanya...


" masuklah kalian !!" ucapnya dan masuklah ke tiga anak Saga dengan pakaian tidur mereka


" kalian boleh tidur dengan ayah malam ini... karena ibu akan tidur dengan kakak kalian Sarah, suamiku jaga mereka ya... kami ada acara me time dadah !!" pamit Amara tanpa dosa dan berjalan menuju kamar Sarah


" a.... apa...?? Amara no.... Amara !!! " Saga tertegun mendapati Amara tidak akan tidur dengannya malam ini... apalagi ketiga anaknya langsung berlarian dan menerjangnya membuatnya mati kutu 😭😭😭😭


" Nah jendral tua... kau rasakan bagaimana rasanya tidur terpisah dengan istrimu, itulah yang di rasakan keponakanmu saat ini !!" ucap Amara dalam hati, dengan senyum lebar ia memasuki kamar Sarah dan keduanya tidur dengan berpelukan malam ini dengan bahagia .


Wkwkwkw nah lho gimana rasanya jendral tua... tidur misah sama istri 🤣🤣🤣


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2