Deep Heart

Deep Heart
242. Siapa kau ???


__ADS_3

Sepanjang malam tak hentinya Sora menampilkan berbagai pertunjukan dengan gadis yang berbeda. Erden berulang kali menarik nafas panjang


" sabar Erden... sabar, besok semua akan selesai... biarkan ibumu menyelesaikan keinginannya sampai puas malam ini " ucap Erden dalam hati


Erden tak mau terlalu memperhatikan apa yang di tampilkan para gadis itu... ia lebih banyak berbincang dengan Raja Max... ayah sambungnya . Sora berulang kali mencubit Max agar Max menghentikan perbincangannya dengan Erden


" Jika kau berbincang dengan Erden terus bagaimana ia bisa melihat betapa cantiknya gadis yang sedang tampil !!" bisik Sora pada Max


" Erden yang mengajak ku berbincang ... masa aku tak meladeninya, itu namanya tidak sopan Sora!!" balas Max


" Ya tapikan...."


" Sudah kau hentikan saja usahamu itu Sora, apa kau tak melihat bagaimana tak tertariknya Erden dengan mereka...jelas sekali tergambar di wajahnya bagaimana ia sangat bosan. Ia masih duduk di sini karena menghargaimu saja sebagai ibunya !!" lanjut Max membuat Sora terdiam


Namun bukan Sora namanya jika cepat menyerah, Sora segera berpindah duduk ... yang semula di sebelah Max ke sebelah Erden. Dengan manja ia mengandeng lengan putra kesayangannya itu


" Bagaimana Erden... ada yang kau sukai ??" tanyanya


" sukai ?? maksud ibu ??"


" Jangan berpura-pura tak mengerti , sedari tadi betapa banyak gadis cantik sudah tampil di depanmu... mana yang kau suka, pilihlah untuk menemanimu malam ini. Kau juga pasti lelah mereka bisa memijit..."


" Ibu.... aku tak perlu di pijit atau di temani gadis manapun, sudah ada paman Aflan yang memang bertugas untuk itu " potong Erden


" Erden...!!" sentak Sora kesal, namun Erden tak perduli... ia berdiri dan memberi salam pada Max


" Paman Max aku permisi, sudah waktunya istirahat... terimakasih atas sambutan dan jamuan nya !!" pamit Erden ... Max hanya tersenyum sambil mengangguk


" Erden.... !!" panggil Sora lagi


" Sudah malam ibu... beristirahatlah dengan tenang malam ini, besok pagi setelah sarapan ada yang ingin kubicarakan pada ibu " sahut Erden dan segera berjalan menuju kamar yang sudah di sediakan untuknya .


Aflan segera beraksi ... begitu mengetahui di mana kamar untuk Erden... ia dan pasukannya segera menyusul menyamar menjadi prajurit dan dayang kerajaan Sobaria.


Para dayang pilihan Sora bahkan tidak bisa mendekati kamar Erden karena kamar Erden sudah di jaga tiga lapis prajurit Mongun yang menyamar.


Sementara itu Sora masuk ke kamarnya dengan senyum lebar di wajahnya... ia sudah menugaskan banyak gadis menjadi dayang agar sesering mungkin keluar masuk ke kamar Erden agar bisa merayu putranya itu. Hadiah besar sudah di sediakan ya bagi siapa yang berhasil naik ke ranjang putranya.


Sora menutup matanya sambil tersenyum lebar... ia membayangkan besok putranya akan memiliki setidaknya seorang selir karena sudah mengizinkan salah dari dari gadis itu untuk menemaninya


" Tak ada pria yang tak tergoda dengan yang namanya wanita... ha ha ha " ucapnya dalam hati.


Sementara Sora tidur dengan senyum lebarnya, Erden hanya duduk di kursi ... ia malam ini tidak akan tidur di ranjang karena Aflan melarang nya. Malam ini salah seorang prajurit yang akan tidur di ranjangnya. Mengapa begitu karena Aflan ingin tidur dengan nyaman malam ini... jika Erden tidur di kamar tersebut maka semalaman ia harus berjaga menjaga para kupu-kupu malam yang bertebaran berusaha menjamah Erden.... karena Sora pasti memerintahkan hal itu


" Bagaimana sudah aman ??" tanya Aflan pada bawahannya.....

__ADS_1


" Sudah tuan Aflan, tuan dan paduka sudah bisa keluar melalui jendela menuju perkemahan " jawab prajurit yang berjaga


" Ayo raja Erden ....semakin cepat kita sampai di perkemahan semakin cepat kau bisa beristirahat !!" ajak Aflan ... tanpa suara Erden berjalan mengikuti Aflan


" Tunggu sebentar raja Erden aku ada yang kelupaan !!" ucap Aflan dan kembali menuju prajurit yang sudah bertukar pakaian dengan Erden untuk menyamar


" Ini obat kuat buatan istriku.... nanti jika ada yang datang menaiki ranjangmu , layani saja semua sampai kau puas ... nikmati hidupmu anggap saja ini bonus dari tuan ha ha ha jangan lupa matikan lilinnya " titah Aflan sambil terkekeh senang, ia sudah membayangkan bagaimana nanti pagi merahnya wajah Sora melihat siapa yang berada di ranjang ini 😂😂🤣


" Mengapa kau senyum-senyum sendiri begitu paman ??" tanya Erden melihat sepanjang jalan wajah Aflan begitu sumringah seolah baru mendapat emas yang banyak


" Kau akan mengetahuinya besok pagi ha ha ha... oh senangnya hati ini akhirnya bisa juga mencubit hati si Sora yang dulu sudah membuat istrinya terluka parah.


Akhirnya mereka sampai tanpa di curigai karena Erden memakai pakaian prajurit biasa dan menutupi wajahnya dengan penutup kepala


" Apakah ikan bakarnya sudah siap ??" tanya Erden


" Tentu saja raja Erden... aku tau kau sangat merindukan Sarah bukan ??" sahut Aflan terkekeh


Ia sudah hafal bagaimana setiap malam Erden hanya ingin makan ikan bakar... ia begitu merindukan istri pujaan hatinya , maka hanya dengan makan makanan kesukaan Sarah ia baru merasa lengkap... ia baru bisa tidur di malam hari


Erden makan ikan bakar dengan begitu lahap... namun kedua matanya sedikit berkaca


" Sarah... apa kau tau betapa aku sangat merindukanmu , sabar ya sayang... tak lama lagi kita akan bersama lagi... aku sangat mencintaimu sayangku....sangat sangat mencintaimu 😥😥" cicit hati Erden sambil berusaha memejamkan matanya


" Raja Erden... sudah tidurlah, aku tau kau sangat merindukan istrimu karena aku pun begitu. Jangankan kau yang baru menikmati indahnya bersama... aku yang sudah bangkotan ini saja rasanya dada ini mau pecah jika berpisah lama dengan kesayanganku " ucap Aflan yang berebah tak jauh dari Erden


" Semua ibu pasti menyanyangi anaknya raja Erden... namun jika rasa sayang itu terlalu buta sampai tega menghancurkan apa saja yang ada di depannya maka itu namanya bukan rasa sayang terhadap anaknya ... tapi rasa egois karena ingin menang sendiri. Kami tak memaksa kau untuk durhaka pada ibumu raja Erden, sampai saat ini semua pilihan ada padamu... tapi kau tau bagaimana syarat dari Saga dan hal itu semerta-merta untuk melindungi anaknya dari ibumu .Cukup sudah Amara yang menjadi korban ke egoisan ibumu jangan lagi terjadi pada Sarah. Jadi raja Erden... jika kau tak sanggup melepaskan ibumu maka lepaskanlah Sarah, sesederhana itu " ucap Aflan serius... Aflan tak pernah main-main jika menyangkut jendral Saga dan keturunannya... hidup matinya hanya untuk mengabdi pada jendral Saga.


" Hufff jika bisa sesederhana itu paman... ibu tetaplah ibu, walau sejahat apapun Sora tetaplah ibunya. Namun sampai di mana ibu akan sadar dan bisa berubah jika ia tak memberi ibunya itu sedikit pelajaran , maafkan aku ibu.. kuharap ibu tetap akan bahagia walau tak bisa kembali ke Mongun !!" ucap Erden dalam hati....setitik air mata terjatuh dari ujung matanya ..Air mata yang ditujukan pada ibunya seorang


" Maafkan aku ibu... maafkan aku, sungguh jika tubuhku bisa ku belah 2 pasti kulakukan....semoga dengan ini kau akan berubah ibu, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu " ucapnya lagi


Aflan bukannya tak melihat air mata yang jatuh di pipi Erden, namun mau di apa... ia memang di tugaskan untuk melihat apa yang Erden lakukan untuk Sarah. Jika Erden tidak melakukannya dengan benar, Aflan juga tidak segan untuk melaporkannya pada Saga


" Hari sudah mendekati tengah malam, perintahkan dayang dan prajurit yang menyamar untuk kembali ke sini kecuali prajurit yang berada di dalam kamar raja Erden !!" titah Aflan pada bawahannya


Dengan cepat bawahannya bergerak menyampaikan perintah Aflan... tak lama beberapa dayang dan prajurit yang menyamarpun kembali ke perkemahan mereka.


" Bagaimana....apa ada pergerakan di dalam ??" tanya Aflan


" Sudah ada 2 orang gadis memasuki kamar paduka dan sang dukun terus bergadang semalaman sambil merapatkan mantra-mantra entah apa maksudnya " lapor salah seorang dayang


" Setinggi apapun ilmu dukunnya Sora akan mental jika di tujukan pada raja Erden, selama raja Erden terus memakai gelang yang dibuatkan oleh Isla ia akan aman saja hehehe, kalian beristirahatlah !!" titah Aflan pada para dayang


" Kalian berjaga bergantian... nanti menjelang pagi kalian ber -6 kembali ke depan pintu kamar raja Erden , Jika terjadi apa-apa lindungi kawan kalian yang sedang menyamar di dalam.. mengerti ??!!" titah Aflan lagi

__ADS_1


" Mengerti tuan... tapi tuan beruntung sekali si Juan, bisa ***-*** dengan 2 gadis sekaligus ... kenapa tidak saya saja yang menyamar tuan ??" tanya salah seorang prajurit


" Raja Erden sendiri yang memilih Juan, karena istri Juan meninggal saat melahirkan .... jadi anggap saja ini sebagai hiburan untuk Juan agar ia tak sedih terus , sudah berjaga sana jangan banyak protes. Jika ada apa-apa bangunkan aku !!" titah Aflan lagi


Aflan lalu bergabung tidur di dalam kemah Erden.


Pagi nan indah....🌅🌅


Seindah hati Sora, begitu membuka matanya Sora langsung mandi dan memakai pakaian terbaiknya. Ia segera keluar kamar mendatangi dayang kepercayaannya


" Bagaimana....apa mereka berhasil masuk ??" tanya Sora senang


" Tentu saja permaisuri...sampai sekarang mereka masih berada di kamar raja Erden !!" sahut kepala dayang dengan penuh percaya diri


" Bagus.... ahhh senangnya, berapa orang yang masuk... satu atau dua ??" tanya Sora gembira


" Tidak nyonya... tiga, tiga orang gadis sudah masuk semalam karena tidak ada yang keluar lagi maka saya hentikan jika terlalu banyak kasihan juga nanti raja Erden hi hi hi " lapornya lagi


Wajah Sora begitu sumringah... senyumnya begitu lebar sampai ke kupingnya saat ini.


" Baiklah jika begitu sekarang saatnya kita menangkap basah Erden , sekarang dia tak akan bisa mengelak dan ia harus membawa ketiga gadis itu ke Mongun untuk menjadi istrinya ha ha ha !!" gelak Sora ... dengan langkah yang tak sabaran Sora berjalan menuju ke kamar Erden di ikuti beberapa dayang kepercayaannya


" Buka....!!" titah kepala dayang pada prajurit yang berjaga di depan pintu, sang prajurit pun membukakan pintu dengan taat


krekkk......


Sora berjalan masuk... ia tersenyum begitu luas melihat 3 gadis kirimannya tengah tergeletak di atas ranjang dengan putranya


" Buka tirai itu !!" titah Sora.. dayang segera membuka tirai dan masuklah cahaya matahari menerangi ruangan kamar


" au.... silau !!" cicit salah seorang gadis yang berada di pelukan pria yang di anggap Erden itu..Sang pria pun bergerak yang semula membelakangi Sora jadi menghadap Sora


semua terkejut melihat siapa yang berada dibatas ranjang itu....


jeng...jeng..jeng....


" Kurang ajar.... siapa kau ?? dimana putraku !!" tanya Sora dengan begitu marahnya


" Dia... dia bukan paduka raja Erden ...aaaaaaaa!!!!" teriak para gadis yang tengah memeluk pria tersebut


Ketiganya langsung berteriak histeris dan berhamburan lari keluar dari kamar dengan perasaan campur aduk antara marah dan malu


" Katakan padaku siapa kau ?? jawab !! jika kau berbohong aku akan membunuhmu 🤬🤬!!" teriak Sora begitu marah


wkwkwkwk boleh ngak sih othor ketawa dulu 🤭🤭

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2