Deep Heart

Deep Heart
258. Juan


__ADS_3

Juan terus memacu kudanya sampai melihat rombongan di depannya. Karena sudah tengah malam, rombongan tersebut terlihat berhenti dan membuat api unggun... sepertinya mereka akan menginap di hutan malam ini.


Tanpa suara Juan turun dari kudanya, Juan mendekati rombongan pria yang berjumlah lumayan banyak itu tanpa terdengar. Mengintai adalah keahlian nya , setelah beberapa saat Juan bisa berlindung di balik pohon dan bisa mendengarkan perbincangan mereka.


Tak ada hal penting yang mereka perbincangkan sampai ketua mereka duduk dan memulai rapat. Dengan gamlang ketua mereka menegaskan kembali tugas masing-masing, tidak ada istilah gagal dalam misi ini.


Hadiah besar menanti mereka jika mereka berhasil namun hukuman setimpal juga akan mereka tanggung jika mereka gagal. Panah beracun merupakan senjata utama mereka... sepertinya mereka akan mengeksekusi putri Sarah dari jauh dengan panah beracun tersebut .


Juan sangat marah mendengar semua rencana jahat tersebut, ia sungguh tak menyangka jika permaisuri Sora ternyata masih begitu kejam.


Juan terus menunggu hingga semua prajurit lengah, Juan pun berlahan meninggalkan tempatnya... ia secepatnya harus segera sampai ke Mongun untuk memperingatkan rajanya akan bahaya yang akan datang.


Setelah menaiki kudanya ... Juan segera bergerak ke arah Mongun, ia akan sampai jauh lebih cepat jika ia tak beristirahat malam ini namun tiba-tiba saja sebuah ide menyelinap di kepalanya


" Mengapa aku harus bersusah payah mengabarkan berita buruk ini jika aku bisa menghentikan mereka di sini ??" pikirnya


" Mereka hanya 20 orang, aku bisa mengatasi mereka... jika mereka tidak pernah sampai ke Mongun maka acara tuanku raja akan aman-aman saja " pikirnya seraja menghentikan laju kudanya... berlahan Juan kembali ke tempat di mana para prajurit kiriman Sobaria berada.


Satu yang tidak di ketahui Juan... rombongan itu hanyalah salah satu dari 3 rombongan yang di kirim oleh raja Max, raja Max sungguh tak ingin ada kegagalan dalam misi kali ini karenanya ia mengirimkan pasukan berlapis .....


Kemah nampak hening hanya ada 2 prajurit yang tengah berjaga, keduanya mondar mandir sambil memandangi sekitarnya. Berlahan Juan menarik 2 busur panahnya dan mulai mengeker musuhnya dalam dua kali tarikan beruntun keduanya terjatuh tanpa perlawanan, namun salah satunya jatuh mengenai panci kosong hingga menimbulkan bunyi ribut dan akhirnya semua yang tertidur langsung terjaga.


Tak mau membuang waktu, begitu ada yang terlihat olehnya ...Juan segera memanahnya . Sebagian besar prajurit Sobaria tepar terkena panah dari Juan hingga hanya menyisakan beberapa orang namun sialnya anak panahnya telah habis, mau tak mau Juan pun menyerang dengan pedang andalannya.


Jika mencari prajurit berani mati dari Mongun, maka Juan adalah salah satu yang terbaik.. misi paling berbahaya pun telah pernah ia lakukan untuk rajanya tercinta, bunyi pedang yang berpadu di keheningan malam membuat malam menjadi ramai..Juan telah bertekad tidak akan menyisakan satupun lawan untuk polos ke Mongun.

__ADS_1


Tiba-tiba saja beberapa anak panah melesat ke arahnya, untung saja kupingnya begitu awas, dengan lincah Juan menghindari beberapa anak panah yang di lontarkan ke arahnya.


" Apa...?? pasukan baru datang ?? " tanyanya dalam hati


" Kau fikir kami hanya sedikit hai pengawal Mongun ?? jangan coba-coba menghentikan kami.... kamu tak akan terhentikan , serang... bunuh dia tanpa ampun !!" titah kepala prajurit


Banyak prajurit segera maju mendekati Juan, di belakang mereka tak sedikit pasukan berkuda dengan panah di tangan mereka masing-masing. Kaki Juan menyentuh seikat anak panah milik pasukan Sobaria yang tercecer membuat senyum Juan kembali merekah


Secepat kilat kakinya menendang tempat anak panah itu dan tangannya menangkapnya, ia segera melompat naik ke atas pohon nan rindang agar bisa bersembunyi sambil melepaskan anak panah tanpa jeda. Juan sungguh memberikan perlawanan tanpa rasa takut, satu persatu prajurit dari pihak musuh kembali berjatuhan ...namun karena mereka begitu banyak, anak panah tadi sudah habis kembali dan musuh masihlah begitu banyak.


" Habisi dia !!" titah kepala prajurit kembali terdengar


Dengan sekuat tenaga Juan melawan musuhnya yang begitu banyak hingga ia terdesak ke pinggir sebuah jurang


" Menyerah ?? lebih baik aku mati !!" sahut Juan membuat kepala prajurit tertawa terbahak-bahak


" Ha ha ha baru kali ini aku menemui prajurit bodoh sepertimu , sebutkan namamu agar aku bisa memberitahu rajamu bahwa salah satu pengawal Mongun mati di tanganku !!" ucap nya


Juan diam seribu bahasa, Juan tau di bawah sana ada sungai yang cukup deras namun tak sedikit batu cadas juga di situ... jika siang hari mungkin ia bisa melihatnya, namun di malam gelap gulita seperti ini ia hanya bisa pasrah ke mana ia nanti mendarat apakah di air ataukah akan menyentuh batu cadas yang begitu tajam dan keras


" Baiklah jika itu maumu... panah dia tanpa ampun !!" titah kepala prajurit lagi, Juan melemparkan pedangnya ke arah kepala prajurit sebelum menutup kedua matanya dan melompat ke dalam jurang


" Aarghhh brengsek kau !!" teriak kepala prajurit karena pedang Juan mengenai perutnya tanpa ampun


" Milea... aku sangat mencintaimu, Milea ku Milea ku !!" hanya itu yang terucap di hati Juan dengan tubuh yang meluncur bebas ke jurang yang begitu dalam.......senyum manis Milea, tubuh sexynya dan tak lupa wangi tubuh Milea di bawanya sampai ke alam bawah sadarnya

__ADS_1


" Milea I love you, maafkan aku sayangku...." ucapnya sebelum tubuhnya menyentuh dasar jurang


🍓🍓🍓🍓


" Juannnn...!!!" Milea terbangun dari tidurnya, ia merasa Juan terus memanggilnya.


Kedua orang tua Milea yang menungguinya pun segera berdiri..Setelah kepergian Juan... Milea pingsan dan tak juga mau bangun sampai saat ini


" Putriku... kau tidak apa-apa??" tanya Edwin cemas


" Ayah... Juan memanggilku ayah, Juan sepertinya dalam bahaya.... ayah jahat mengapa ayah harus memberitahu hal itu, sekarang Juan pergi hik hik hik !!" tangis Milea pecah , ibunya hanya bisa memeluknya dengan erat


" Berhentilah menangis putriku, ibu yakin suamimu baik-baik saja.... ya sudah sekarang minum dulu agar kau lebih tenang !!" bujuk sang ibu


" Ibu.... Juan ibu hik hik hik " Milea merasakan dadanya berdebar begitu kencang, ia merasa sesuatu yang buruk telah terjadi pada suaminya... entah apa itu


" Ayah....cari Juan ayah, hatiku mengatakan Juan ku dalam bahaya hik hik hik !!" pinta Milea dengan segenap air mata yang memenuhi wajahnya, sungguh betapa menyesalnya Edwin saat ini melihat wajah putrinya yang penuh air mata


" Baik... ayah akan menyewa banyak pengawal untuk mencari Juan, sekarang kau istirahat saja ya... istriku jaga putri kita !!" ucap Edwin dan segera meninggalkan kamar putrinya.


Semua ini salahnya....maka ia harus menyelesaikannya, ia harus bisa menemukan di mana menantunya itu berada sekarang atau ia akan merasa bersalah selama sisa hidupnya.


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2