
Sora terdiam melihat pisau kecil di hadapannya, ia ingat betul itu adalah pisau yang di berikan oleh ayahnya pada suaminya saat mereka menikah... itu adalah pisau pusaka keluarga nya.
Air mata Sora menetes deras... ia terkulai lemas dengan lutut menyentuh lantai
Mengapa... mengapa semua menjadi begini ? mengapa putra tersayangnya harus mati bukan gadis sialan itu ? mengapa apa yang diinginkannya sulit sekali untuk di kabulkan ? mengapa semua harus di ambil darinya ? suaminya... tahtanya di Mongun... putra putrinya.... mengapa mengapa ???
" Tidak... ini tidak benar, ini hanya mimpi, putraku baik baik saja... ia kan Xoga , putraku masih hidup kan Xoga. Kau hanya mengertakku kan ?? " tanya Sora sambil merangkak mendekati Xoga, yang berdiri di depannya sambil berkacak pinggang
Sora memegangi kedua kaki Xoga dan meraung di bawah sana
" Katakan Xoga anak kita baik baik saja kan ??" tanya nya berkali-kali
" Seribu kali pun kau bertanya jawabannya tetap sama Sora, putramu sudah pergi dan itu karena dendammu yang tidak berkesudahan. Hatimu yang di tutupi dendam membuat putramu harus menanggung akibatnya Sora... semua ini karena kebutaan hatimu !! habiskan lah sisa hidupmu untuk merenungi dan menanggung semua dosa-dosa mu itu !!" ucap Xoga lalu menghempaskan Sora kembali ke lantai dengan geram
Xoga kemudian berjalan ke arah raja Max sambil mengambil anak panah berdarah dari lantai
" Aku tau kau di balik ini semua raja Max, aku beri kau waktu 2 purnama untuk mempersiapkan pasukan mu... kami kerajaan Mongun akan menyerang dalam 2 purnama dan meluluhlantahkan Sobaria dalam sekejap... ingat ini tantangan perang dari kami !!" ucap Xoga dengan lantang mengagetkan semua termasuk Aflan
" Apa tuan Xoga sudah gila mengajak perang di saat raja Erden tengah sekarat seperti ini ??" cicitnya dalam hati
" Kau berani menantang Sobaria ??" tanya bawahan Max
" Ya.... kenapa tidak, raja kalian dan juga permaisuri kalian yang tercinta ini telah merencanakan pembunuhan terhadap raja dan permaisuri kami....sudah selayaknya kami melakukan perlawanan..Cukup sudah rasa tenggang rasa kami selama ini pada kerajaan laknat ini !!" sahut Xoga berapi-api
" Baik Xoga.. aku terima tantanganmu, siapa takut pada kerajaan kecilmu itu !!" sahut Max tak kalah sengit
Sora yang mendengar itu langsung berdiri
" Tidak...!! aku tak mau ada perang !!" teriak Sora
__ADS_1
" Aku tidak mau pengorbananku selama ini sia-sia, Max ingat janjimu padaku !!" ucapnya lagi dengan susah payah
" Bukan aku yang menginginkan perang Sora tapi mantan suamimu itu !!" sahut Max
" Xoga tarik tantangan perang mu itu !! apa kau tidak memikirkan berapa banyak nyawa yang akan melayang dengan adanya perang hah !!" ucap Sora
" Baik... jika begitu aku rubah saja, aku menantang mu berduel Max !!" sahut Xoga membuat Max tertawa terbahak-bahak
" Bha ha ha hi hi hi kau berani menghadapi ku Xoga, seorang raja yang terkenal tidak pernah turun ke Medan perang berani menantang aku si raja singa ini ha ha ha !!" ocehnya sambil terbahak
" Silahkan kau tertawa Max, sebelum habis waktumu !! keluarkan pedangmu sialan !!" bentak Xoga dengan wajah memerah... Xoga lalu mengeluarkan pedang yang selalu menemaninya walaupun ia jarang menggunakannya.
" Raja Xoga... jangan main-main, raja Max bukanlah tandinganmu... biar aku saja yang menghadapinya !!" bisik Aflan
" Tidak Aflan... tekadku sudah bulat, walau aku pulang tinggal nama namun aku puas... lelah selama ini aku harus menahan semua ini " jawab Xoga tak mau mengalah
Sora hanya bisa terduduk lemas melihat mantan suami dan suaminya kini akan berduel... ia tau keduanya tak akan berhenti kecuali ada yang terluka bahkan mati, Sora memandangi belati kecil milik keluarganya yang berada di tangannya sambil menangis
" Apa kau mau ke Mongun ...? tidak aku tidak akan mengizinkanmu Sora !!" ucap Max
" Kau ...? ingin melihat Erden, untuk apa ? untuk memastikan bahwa ia mati dengan begitu mengenaskan agar hatimu puas begitu ?? tidak Sora kuharamkan kakimu bahkan bayangan tubuhmu memasuki Mongun selamanya ... tinggallah dan matilah kau di sini, tempat di mana seharusnya kau berada !!" sahut Xoga menohok Sora
" Tolonglah aku Xoga, aku sungguh ingin melihat putraku walau hanya untuk yang terakhir kalinya .... Xoga please !!" pinta Sora menangis tersedu-sedu
" Cih tangisan palsu itu tak akan merubah apapun Sora... minggir !!" usir Xoga dan bersiap menghadapi Max, Max lalu memerintahkan kepala dayang untuk mengamankan Sora ... ia pun melangkah di depan Xoga
" Bersiaplah untuk menyusul putramu itu ha ha ha " gelak Max
" Kau boleh tertawa Max... kau tidak tau saja selama 5 tahun ini aku berlatih setiap hari tanpa lelah, aku tak mau di remehkan seperti dulu !!" ucap Xoga pelan
__ADS_1
Keduanya pun saling berhadapan dengan Sora di pinggir di pegang oleh beberapa dayang
Aflan nampak menahan nafas... sungguh bagi Aflan ini sama saja dengan bunuh diri, siapa yang tau sepak terjang seorang raja Max ... si singa Medan perang itu dan raja Xoga hanyalah seorang raja yang tidak pernah sekalipun berperang karena selama ini jendral Sagalah yang berperang. Namun anehnya mengapa tak ada rasa gentar sama sekali dari raja Xoga, ia berdiri dengan gagah berani di depan raja Max yang terlihat begitu meremehkan nya
Xoga menyerang lebih dulu, terdengarlah bunyi pedang beradu berulang kali di dalam ruangan, dengan lihai Xoga menangkis serangan pedang Max bahkan ia beberapa kali menyerang balik mengagetkan semua yang melihat
trang ... buk ... keduanya berhenti sebentar berusaha bangun karena keduanya sama-sama terjatuh
" Lumayan juga kau Xoga !!" ucap Max sambil menyeka darah di bibirnya
" Jangan pernah meremehkan orang lain Max hiat.....!!" teriak Xoga kembali menyerang raja Max dengan membabi buta , tak ada jeda bagi raja Max untuk menangkis serangan yang begitu cepat dan berulang dari raja Xoga
" Bagaimana mungkin Xoga begitu lihai kini... bukannya ia tak pernah berperang ?" tanya Max dalam hati, karena melamun Max pun terjatuh karena terinjak dengan belati milik Sora yang tergeletak begitu saja di lantai
bruk.... Max terjatuh, Xoga segera meloncat dan menahan tubuh Max dengan kakinya dan mengangkat tinggi menghunuskan pedang di tangannya ke arah tubuh Max
" Tidak... jangan sakiti Max !!" teriak Sora
" Panah !!" teriak Xoga lalu Aflan melepaskan anak panah berdarah yang mereka bawa, Xoga menangkapnya lalu menancapkan anak panah yang telah menembus dada ke dada putranya itu dan menancapkannya ke dada Max dengan kedua tangannya sendiri
" arhhhhh !!" teriak Max kesakitan karena anak panah berhasil menancap di dadanya
" Maxxxxx !!!" teriak Sora , dengan sekuat tenaga Sora mendorong dayang yang memegangnya ia pun berlari ke arah suaminya yang tertelentang bersimbah darah
" max....max !!" panggilnya sambil menangis histeris, Xoga pun berdiri dan mengambil pedangnya
" Kau kalah Max , rasakan racunmu itu sendiri , kita pulang !!" ajak Xoga sambil tersenyum puas... ia begitu puas bisa membalaskan dendam putranya Erden
" max....max bangun max... tabibbbbbb !!!!" Sora berteriak macam orang gila , sampai Xoga dan Aflan keluar dari bangunan istana tangisan Sora masih terdengar, tak ada satupun prajurit Sobaria berani menghadang Xoga dan pasukannya . Mengetahui raja mereka telah kalah berduel hati mereka menjadi ciut
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya