Deep Heart

Deep Heart
249. Janji


__ADS_3

Aflan segera pergi lebih dulu ke pulau Saga dengan menaiki kuda hingga ia bisa sampai lebih dulu beberapa hari dari pada rombongan pengawal kerajaan yang membawakan kereta kerajaan.


Sementara Erden menyelesaikan semua permasalahan kerajaan dan persiapan pesta pernikahannya. Ia akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada....semua rakyatnya dan kerajaan yang berada di bawahnya harus melihat dan mengenal permaisuri Mongun kelak. Tak tanggung-tanggung Erden merencanakan pesta seminggu lamanya , ia ingin membagi kebahagiaan nya dengan segenap rakyatnya.


Seminggu kemudian Erden berangkat ke kerajaan ayahnya. Kini ayahnya dan ibu sambungnya yang merupakan nenek dari istrinya memerintah sebuah kerajaan kecil di kampung halaman Astinah.


Ia memberikan kerajaan tersebut pada ayahnya setelah ayahnya berpisah dengan ibunya . Jika ibunya menjadi permaisuri di Sobaria maka ayahnya di berinya salah satu kerajaan jajahan miliknya yang merupakan kampung asal Astina .


Kedua adiknya malah lebih betah berada bersama ibu sambungnya dari pada di Mongun ataupun bersama Sora.


Perjalanan ke kerajaan ayah ya yang bernama kerajaan Beniel itu hanya satu hari satu malam. Karena berangkat siang... besok siangnya Erden dan rombongan pun sampai dan di sambut oleh ayah dan kedua adiknya.


Xoga memeluk putranya ...lama...air matanya menetes tanpa di rasa, entah berapa tahun sudah ia tak bertemu dengan putra tertuanya itu karena Erden selalu pergi berperang 10 tahun terakhir ini.


Erden kini sudah begitu dewasa, lama tak bersua.... putranya itu telah menjelma menjadi seorang pria dewasa nan begitu kekar dan mengagumkan


Ia bukannya tak mendengar adanya kabar burung yang mengatakan putranya itu sudah menikah dan akan segera mengadakan pesta namun ia tak akan percaya jika tidak mendengarnya langsung dari mulut sang putra.


" Apa kabar ayah... kulihat kau gemuk sekarang ?? adik-adik ku apa kalian sehat ??" tanya Erden sambil memeluk ketiganya bergantian


" Ayah baik nak... begitupun kedua adikmu ini . Ayah dengan kau akan mengadakan pesta pernikahan... apakah benar ?? "'tanya Xoga begitu Erden duduk


" Untuk itulah aku ke mari ayah... di mana istri ayah ??" tanya Erden balik


" Astinah ada...tapi ia takut menemui mu, ia takut kau marah padanya " jawab Xoga jujur


" Marah ?? mengapa aku harus marah pada ibu? Astinah ?? " tanya Erden bingung


" Astinah takut kau marah padanya seperti Sora marah pada kami, karena selama 10 tahun lebih kau takmada mengunjungi kami ... di fikir Astinah itu karena kau marah aku menikahi Astinah " jawab Xoga


" Kakak jangan marah pada ibu Astinah... ibu sangat baik pada kami kak !!" bela adik Erden....Erden tersenyum


" Bisakah kalian panggil ibu Astinah ke mari , ada yang ingin kakak sampaikan !!" pinta Erden , kedua adiknya segera masuk untuk memanggil Astinah, tak lama Astinah pun datang


" Salam raja Erden !!" sapanya hormat


" Salam juga ibu Astinah, kemarilah ada yang ingin kusampaikan !" pinta Erden


Astinah lalu duduk di sebelah suaminya.


" Sebelumnya aku minta maaf karena selama 10 tahun lebih semenjak kalian menikah belum pernah berkunjung. Namun itu bukan karena aku marah atas pernikahan kalian tapi karena aku berusaha menyembuhkan rasa luka di hatiku dan kalian tau mengapa hatiku begitu terluka " jabar Erden , Astinah terdiam....ia tau raja Erden terluka karena sangat mencintai putrinya dulu


" Jadi sekarang hatimu sudah sembuh? syukurlah... pasti gadis itu sangat lah cantik dan ia sangat beruntung bisa mendapatkan hatimu raja Erden " ucap Astinah tulus


" Kak ....siapa kekasih kakak itu, mengapa kakak tidak mengenalkannya pada kami , mengapa kakak datang sendirian ke mari ??" tanya adik bungsunya


" Sebenarnya... aku sudah menikahinya dan kini ia sudah mengandung anakku " jawab Erden begitu bahagia


" Wah kakak jahat, tidak mengundang kami ke pernikahan kakak 😤😤 ....apa kakak hanya mengundang ibu ?" protes adiknya

__ADS_1


" Maaf....tidak seorang pun yang kakak undang, tidak juga ibu bahkan kedua orang tua gadis itu . Kakak menikahinya di depan kakek nenek yang memeliharanya dari bayi " jawab Erden lagi


" Mengapa Erden ?? kan kau bisa bersabar sebentar untuk melaksanakan acara dengan resmi , kau seorang raja tak semestinya kau menikah tanpa di saksikan keluarga dan rakyatmu " tanya Xoga


" Maaf ayah... aku buru-buru menikahinya karena aku takut nanti kehilangan dia, aku sangat mencintainya ayah !!" jelas Erden dengan wajah tersipu


" Bha ha ha hi hi Erden Erden rupanya gadis itu sangatlah cantik hingga kau begitu takut kehilangan dia " gelak Xoga dan yang lain


" tentu saja ayah....dia adalah gadis paling cantik yang pernah kutemui!!" jawab Erden semangat


" Siapa dia Erden ?? dan mengapa kau tidak membawanya agar bisa berkenalan dengan keluargamu ??" tanya Astinah memberanikan diri


" Kau mengenalnya ibu Astinah, hanya saja kau belum pernah bertemu dengannya " sahut Erden


" Aku mengenalnya ... benarkah siapa dia ? apakah dia gadis dari kerajaan ini ...kerajaan Benian ?" tanya Astinah bingung


" Bukan... namun jika di tarik ke belakang sebenarnya Sarah.. istriku adalah cucumu " jawab Erden membuat Astinah bertambah bingung


" Cucuku ?? bukannya cucuku masih kecil-kecil??" sahut Astinah sambil memandangi Xoga, Xoga hanya mengangkat bahunya


" Erden... katakan yang benar, mana mungkin kau menikahi cucu Astinah... anak Amara masih kecil-kecil, apa kau mau bilang Astinah punya anak lain selain Amara ??" desak Xoga sambil memandangi Astinah....Astinah segera menggeleng


" Sabar ayah.... rupanya ayah sangat mencintai ibu Astinah jadi bawaannya cemburu saja ha ha ha " gelak Erden seolah melihat kepulan asap keluar dari kepala ayahnya


" Jadi begini... apa kalian ingat saat dulu Amara jatuh dari air terjun di saat ia tengah mengandung ??" semua mengangguk kecuali kedua adik Erden karena mereka tak mengerti


" Amara di selamatkan oleh kaum naga dan sebagai gantinya bayi di kandungan Amara di pelihara oleh mereka di dunia naga " semua mendengarkan dengan seksama


" Ya ayah... jika ia hidup di dunia kita umur Sarah barulah 10 tahun namun karena ia di besarkan di dunia para naga ...Sarah tumbuh 2 kali lebih cepat jadi sekarang ia berumur 20 tahun " jelas Erden


" Ooooo begitu !!" beo semuanya


" Jadi cucuku sekarang sudah dewasa ?? aku bahkan tak pernah melihatnya hik hik hik mengapa kau tau membawanya kemari raja Erden ??" ucap Astinah bahagia bercampur sedih


" Aku saja sudah sebulan berpisah dengan Sarah, Sarah sekarang berada di pulau bersama paman Saga ... aku meninggalkannya kemarin karena harus menyelesaikan masalah dengan ibu . Tapi tenang saja ... paman Aflan sedang menjemput mereka, mereka semua akan kembali dan tinggal di Mongun sebab itu aku ke mari nanti sekitar 2 Minggu lagi mereka akan sampai ke Mongun kuharap ayah... ibu Astinah dan kalian berdua bisa ke Mongun untuk bergabung dan menghadiri acara pesta pernikahanku " ucap Erden lagi


" Tapi... apakah Sora tidak marah jika aku hadir di sana ??" tanya Astinah takut-takut


" Ibu tidak akan hadir ... aku sudah ke Sobaria dan menjelaskan pada ibu bahwa ibu tidak bisa hadir di acara pernikahanku " jawab Erden


" mengapa kau melarang ibumu untuk hadir ??" tanya Xoga


" Bukan hanya tidak hadir ayah, aku sudah membuat dekrit tertulis bahwa selama sisa hidupnya ibu tidak boleh menginjakkan kakinya ke Mongun... dan jika ibu melanggar aku akan menghukum ibu . Jangan kalian tanya mengapa , aku hanya ingin melindungi istriku ... aku tak mau hal yang menimpa Amara kembali menimpa istriku... kalian juga tau bagaimana sifat ibu bukan ??" Jabar Erden lagi... semua mengangguk paham, semua sudah tau sifat seorang Sora... ia mau menang sendiri, keras kepala dan akan melakukan apapun agar keinginannya tercapai... apapun caranya


" Apa itu tidak terlalu kejam raja Erden ??" tanya Astinah


" Tidak... ibu masih bisa menghubungi kami melalui surat... jika ibu rindu kami bertiga akan datang ke Sobaria "


" lalu apa tanggapan ibumu nak ?"

__ADS_1


" Pastinya ibu mengamuk... ibu menyebutku anak durhaka dan lain-lain " sahut Erden tersenyum kecut


" Mengapa kau tidak bilang saja baik-baik pada ibumu Erden ??" lanjut Xoga


" Ayah... aku sudah bilang dan apa kata ibu, ia lebih baik mati dari pada darah keturunannya bercampur dengan darah ibu Astinah....apa lagi yang bisa kulakukan ayah ??"


Semua terdiam ... terlebih Astinah


" Maafkan aku... karena adanya aku kalian sekarang jadi begini, seandainya dulu aku tidak mengenal ayahmu kurasa sekarang keadaan tidak akan seperti ini... maafkan aku hik hik hik " akhirnya terdengar suara Astinah yang merasa sedih


" Tidak ibu... aku yakin semua ini sudahlah jalan yang harus di tempuh, jangan merasa bersalah atas apapun ibu Astinah... yang penting sekarang kalian bahagia ... aku bahagia... paman bahagia dan sebenarnya jika ibu bisa lebih bersyukur ia juga seharusnya bahagia saat ini, raja Max sangat mencintainya.. ibu kembali menjadi seorang permaisuri bahkan juga memiliki seorang putri. Namun ibu terlalu serakah... ia ingin semua sesuai dengan keinginannya saja tanpa mau memperdulikan keinginan ataupun kebahagiaan orang lain " ucap Erden panjang lebar


" Baiklah Erden... kami mengerti, sudah tidak usah dipikirkan masalah ibumu, kami pasti akan datang ke Mongun 2 Minggu lagi untuk menghadiri acara pesta pernikahanmu putraku, sekali lagi selamat ya " Xoga kembali memeluk Erden dengan bahagia


" Ayo kita makan siang, setelah itu kau bisa beristirahat dulu ... ayah tau kau pasti lelah !!" ajak Xoga


💘💘💘💘


SOBARIA.....


Berhari-hari lamanya Sora mengurung diri di kamar, kesedihannya hingga ke tulang sumsum membuatnya sangat sulit untuk sekedar memejamkan matanya. Bahkan Max meminta tabib memberi Sora obat tidur agar Sora bisa tertidur... ia sangat khawatir dengan kesehatan Sora.


Kehadiran Sofia bahkan tidak berpengaruh besar pada mood Sora, ia tetap saja sedih dan sedih


" Sora... tolonglah jangan begini, apa kau tidak kasihan pada Sofia ... ia bertanya mengapa ibunya tak mau bermain dengannya lagi ??" ucap Max sambil memeluk Sora


" Hatiku sakit Max.. sungguh sakit hik hik hik, putraku begitu jahat... ia rela membuangku demi keturunan Astinah, aku kalah Max aku kalah telak pada wanita brengsek sialan menganggu itu !!" ucap Sora


" Baiklah... sekarang katakan apa yang harus kulakukan agar kau bisa ceria seperti sedia kala sayangku !!"


" Aku mau kau melenyapkan gadis itu... Erden tak boleh bersama gadis terkutuk itu !!" pinta Sora


" Kau yakin dengan keinginanmu itu Sora, apa kau tidak takut jika nanti Erden akan sangat membencimu karena keinginanmu itu ??" tanya Max lagi


" Biarkan saja... aku lebih rela jika seumur hidup Erden membenciku dari pada darahku harus bercampur dengan darah wanita itu !!" kekehnya


" Aku beri kau waktu untuk berfi..."


" Aku tidak perlu berfikir lagi Max, jika kau mau aku bahagia singkirkan gadis sialan itu !!" titah Sora dengan mata berkilat penuh kemarahan


" Baiklah Sora jika itu yang kau inginkan, ingat aku selalu menepati janjiku jadi apapun yang terjadi jangan ada penyesalan di kemudian hari ...!!"


" Ya ... aku berjanji !!" ucap Sora sambil masuk kepelukan Max dengan senang hati


" Aku tak akan kalah darimu Astinah... sampai kapanpun !!" ucapnya sambil tersenyum


Waduh bahaya...bahaya...bahaya.....


Erden lindungi istrimu 😱😱😱

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2