Deep Heart

Deep Heart
266. Penantian


__ADS_3

" Apaaaa...??" semua terkejut mendengar pertanyaan Erden yang baru saja sadar, wajah cerah Sarah langsung saja mendung seketika


" Kakak...?? kakak tidak mengenaliku ?" tanya Sarah , Erden memandangi Sarah dari atas sampai bawah


" Kakak katamu ? apa kau adikku ??" tanya Erden balik ...


jederrr serasa petir menyambar tubuh Sarah, Sarah langsung lemas... air matanya mengalir deras mendapati kenyataan suaminya tak mengenalinya


Amara langsung memeluk Sarah agar putrinya itu tidak terjatuh


" Erden yang benar saja masa kau tak mengenali istrimu sendiri ??" cecar Amara kesal


" Istri ...?? arghhhhh !!" tiba-tiba saja Erden berteriak kesakitan sambil meremas kepalanya , Isla segera mendekat dan memberinya minum


" Sebaiknya semua keluar dulu dari kamar ini... raja Erden baru saja sadar setelah 3 purnama, wajar saja jika memorinya belum pulih benar " ucap Isla... akhirnya semua keluar dari kamar Erden... sebelum keluar Sarah menoleh sekali lagi untuk melihat keadaan kakak tampannya itu dan Erden terlihat masih memencet kepalanya karena sakit


" Sabar ya Sarah....Erden pasti mengenalimu nanti " hibur Amara


Namun ternyata kenyataan nya tidak begitu....seminggu setelah sadar , tubuh Erden sudah sepenuhnya pulih namun memorinya tak juga kembali... ia lupa semua yang terjadi bahkan ia lupa siapa dirinya.


Hari-hari Erden di lalui dengan mendengarkan cerita mengenai siapa dia, siapa saja keluarganya dan siapa Sarah namun Erden hanya diam saja... sekedar mendekati Sarah saja ia tak mau karena ia sama sekali tak bisa mengingat dan merasakan apapun terhadap Sarah ... wanita cantik yang tengah hamil itu.


" Apakah anak itu ... anakku ??" tanya Erden pada Sarah membuat Sarah terdiam.


Sarah bingung jika ia bilang itu anak Erden, nanti Erden pasti mencarinya jika ia melahirkan anak tersebut... sedangkan ia akan pergi ke dunia naga tak lama lagi....


Sarah diam tak menjawab pertanyaan Erden, ia berjalan keluar dari kamar


" Sarah... mengapa kau tak menjawab pertanyaan suamimu ??" kejar Isla dan Amara


" Tidak bibi... ibu, lebih baik begini saja biarkan kakak tak mengingat kami karena lusa kakek juga akan datang menjemput. Mungkin dengan tidak mengingatku itu adalah perpisahan terbaik untuk kami " ucap Sarah


" Sarah... kau tak boleh menyerah seperti itu !!" tegur Amara


" Sarah tidak menyerah ibu, Sarah sudah bersyukur kakak baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup. Biarkan kami seperti ini ibu..." pinta Sarah lalu berjalan pergi meninggalkan kamar Erden..Selama Erden sadar ia tak mau selamat dengan Sarah dan Sarah pun mengalah , ia tidur di kamar sebelah.


Amara menangis di pelukan Isla...

__ADS_1


" Isla ...mengapa garisan hidup Sarah terlalu sedih begini, apa salah Sarah hingga hidupnya tak pernah bahagia ?? hik hik hik " tanya Amara sedih


" Bersabarlah Amara berhentilah menangis ... kau lihat putrimu bahkan lebih kuat darimu , kuatkan dirimu jika Sarah melihat kau menangis ia pasti jadi tambah sedih " hibur Isla , keduanya lalu masuk ke kamar Sarah dan menemaninya seperti biasa.


Lusa adalah hari yang di janjikan raja naga untuk menjemput Sarah, selama sisa waktu yang ada... ayah ibu dan adik-adiknya selalu menemaninya, mereka ingin menggunakan waktu yang sedikit ini untuk saling berkumpul sebelum berpisah entah sampai kapan.


Akhirnya hari itu pun datang, Amara terus memeluk putrinya sambil menangis, sungguh pedih rasanya hatinya melepas kepergian Sarah kali ini.


Amara sudah mengajukan diri untuk menemani Sarah sampai melahirkan di dunia naga namun ia tak diizinkan oleh suaminya dan juga Sarah. Sarah tak mau memisahkan ayahnya dengan ibunya... cukup ia yang merasakan bagaimana pahitnya sebuah perpisahan.


Sarah mendatangi kamar suaminya untuk yang terakhir kalinya, ia membawa baki berisi makan siang suaminya yang di masaknya sendiri. Sarah membuat ikan bakar sebagai menu makanan perpisahan mereka.


Erden terlihat sedang duduk di temani Isla.. ia sedang membaca silsilah kerajaan Mongun dan juga sejarahnya


" Siang kakak !!" sapa Sarah


" Siang... !!" sahut Erden lalu menutup buku yang di bacanya


" Mengapa kau yang membawakan makan siangku, biasanya para dayang ? kau sedang hamil besar nanti kau lelah " tanya Erden


" Tidak apa-apa Kakak .... Sarah sekalian mau pamit, Sarah akan pulang hari ini " sahutnya dengan bibir bergetar


" Terimakasih doa nya kak... aku akan menemani kakak makan hati ini, boleh ya ?" pinta Sarah sambil menyajikan makanan yang di bawanya . Erden ingin menolak namun melihat perut besar Sarah, ia jadi tak tega


" Boleh !!" sahutnya pendek, Sarah tersenyum senang


" Makanlah kakak, ikan bakar ini enak sekali !!" ucap Sarah... tanpa suara Erden pun memakannya


" Bagaimana kak ? enak ??" tanya Sarah ... Erden mengangguk, karena ikan bakar yang di makannya memang sangat enak di rasanya. Sepanjang Erden makan... mata Sarah tak berkedip memandangi Erden


" Selamat tinggal kakak, ini kali terakhir kita bertemu... semoga kakak cepat mengingat ku. Aku dan anak mu akan menunggu kakak di dunia naga hik hik hik " ucap Sarah dalam hati


" Terimakasih Sarah... ikan bakarnya enak sekali " ucap Erden setelah selesai menghabiskan satu ekor ikan besar yang di bawa Sarah


Sarahpun berdiri....


" Baiklah kakak... jaga kesehatanmu, selamat tinggal !!" pamit Sarah dengan suara bergetar... tak terkira pedih nya hati Sarah harus berpisah dengan kakak tampannya itu dan itu mungkin untuk selamanya

__ADS_1


😭😭😭


" Sarah akan selalu menanti kedatanganmu kakak tampanku " ucapnya setelah keluar dari kamar Erden


Lain lubuk lain belalang


Lain tempat lain kisahnya


SOBARIA....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Putriku.. ini sudah beberapa bulan, seharusnya kita sudah melaksanakan upacara pemakaman untuk suamimu " ucap bangsawan Edwin pada Milea


" Tidak ayah....selama jasad Juan belum di temukan aku menganggap Juan masih hidup !" tolak Milea sambil mengelus perutnya yang sudah membesar


" Tapi Milea... kasihan Juan , arwahnya tidak akan tenang selama kita belum melakukan upacara pemakaman " rayu ayahnya lagi


" Pokoknya tidak... Juan masih hidup, tidak ada acara apapun sampai Juan di temukan !!" kekeh Milea lalu pergi meninggalkan ayah dan ibunya


" Milea !!"


" Suamiku sudah jangan kau berkeras, biarkan saja Milea ... kasihan dia belum bisa menerima kepergian suaminya " ucap ibu Milea


" Iya aku faham istriku, tapi kasihan Juan..."


" Ikuti saja dulu mau putrimu, ia sedang hamil cucu kita suamiku... jangan membuatnya kesal " rayu istrinya lagi membuat bangsawan Edwin hanya bisa menggaruk kepalanya


" Apakah kita harus menunggu sampai cucu kita lahir ?? " tanyanya kemudian


" Setidaknya begitu suamiku... semoga dengan lahirnya cucu kita Milea sedikit terhibur dan ia bisa merelakan kepergian suaminya " ucap ibu Milea


Milea memang tetap berkeras tidak akan mengakui kematian suaminya jika jasadnya belum di temukan. Entah mengapa hati kecilnya percaya bahwa suaminya itu masihlah hidup dan ia percaya Juan pasti kembali.... ia akan setia menanti walau sampai kapanpun.


Sampai sini dulu ya, kok enep banget hati onel hari ini


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2