Deep Heart

Deep Heart
91. Jatuh Cinta


__ADS_3

" Mommy...??" Isla terhenyak mendapat pelukan hangat dari Miriam, Isla lalu mendudukkan Miriam ke pangkuannya


" Mommy ??" tanya Isla sambil tersenyum


" Iya.... mommy, mengapa mommy lama sekali ke sulga ?? jangan pelgi lagi ya mommy " tanya Miriam sambil membelai kedua pipi Isla


Hati Isla begitu trenyuh mendengar pertanyaan lugu dari Miriam


" Ee... " Isla bingung harus menjawab apa


" Iya sayang... mommy tak akan pergi lagi " sahut Aflan, Miriam memeluk Isla lagi ... Isla pun memeluk Miriam juga, betapa Isla tersentuh dengan pelukan mahluk kecil itu


" Kasihan sekali kamu Miriam... tak pernah mendapat kasih sayang dari seorang ibu " cicit Isla sambil mengelus punggung Miriam


" Ayo .. mommy bantu ganti baju sayang " ajak Isla... keduanya pun berjalan ke kamar sambil bergandengan tangan, Aflan mengikuti keduanya sambil tersenyum senang


Isla mengeringkan badan Miriam... memakaikan baju lalu menyisiri rambut Miriam dengan telaten....Miriam tersenyum , ia merasa sangat senang sekarang memiliki seorang ibu..Walau selama ini ia sangat di perhatikan oleh nenek dan bibinya namun ia tetap sangat merindukan sosok seorang ibu yang selama ini katanya sedang pergi ke surga.


Dari pagi hingga sore hari keduanya menempel bak prangko dan amplop. Isla juga sangat menyukai Miriam, malaikat kecil yang begitu mengemaskan.


Malamnya Miriam bahkan tidur dengan Isla. Isla tentu saja tak menolak... ia malah sangat senang saat Miriam ingin tidur dengannya.


" Mommy peyuk !!" pinta Miriam ....Isla pun segera memeluknya dan menciuminya dengan gemas sampai Miriam tertidur.


Melihat Miriam tertidur , Aflan hendak mengangkatnya


" Apa yang kau lakukan Aflan ??" protes Isla


" Aku akan memindahkannya ke kamarnya " sahut Aflan


" Tidak...!! biarkan Miriam tidur di sini, toh kau tak bisa melakukan apapun padaku " ucap Isla membuat Aflan menggaruk kepalanya


" Huff... iya...bagaimana aku bisa lupa , apakah masih lama ??" tanyanya membuat Isla terkekeh


" Iya .. masih satu Minggu lagi " sahut Isla sambil tersenyum geli


Pletak, Aflan hanya bisa melepak kepalanya sendiri


" Mati aja sudah 😭😭" umpatnya kesal


" Ya sudah ... mati saja sana , sudah jangan bergerak terus nanti Miriam terganggu... kalau perlu kau saja yang pindah kamar !!" titah Isla lalu memeluk Miriam dan segera bergabung ke alam mimpi

__ADS_1


" Cantik... besok acara pernikahan kita, kau bersedia kan menikah denganku ?? " tanya Aflan... Isla diam saja


" Masalah Miriam kau tak usah khawatir, aku tak akan memintamu untuk mengurusnya... Miriam akan di urus oleh mertuaku " lanjut Aflan namun Isla tetap tak berkomentar, ia malah mempererat pelukannya pada Miriam


" Selamat malam malaikat kecilku " bisik Isla dalam hati


🎉🎉🎉🎉


Keesokan paginya Isla segera di tarik oleh banyak ibu-ibu, dia harus melaksanakan beberapa upacara kecil dan pernak pernik menjelang pernikahan. Miriam tentu senantiasa menempel padanya dan Isla tak keberatan sama sekali... kedekatan keduanya membuat semua orang yang melihatnya merasa kagum


" Miriam sangat beruntung ya... memiliki ibu sambung yang sangat menyayanginya " celetuk salah satunya


" Iya... kepala suku kita sangat pandai mencari calon istri.. pantasan saja selama ini selalu menolak untuk di jodohkan, rupanya sudah punya pilihan sendiri " sambut yang lain


" Katanya .... calonnya itu juga seorang tabib, bukankah sempurna....sudah cantik pintar lagi !! kau sangat beruntung Asmi !!" celoteh terus bersambut....Asmi tersenyum senang mendengarnya berbeda dengan Urla yang tambah merengut dan akhirnya ia pun keluar dari rumah Aflan dengan kesal. Urla mendatangi Aflan yang sedang berada di tempat acara akan di lakukan


" Kakak...!!" panggilnya


" Ada apa Urla ??"


" Kak..... jangan menikah dengan wanita itu please !!" pintanya


" Urla.... kita sudah membahas ini, aku dan Isla sudah lama bersama... aku harus bertanggung jawab padanya " ucap Aflan yang akhirnya membuat Urla tak bisa lagi bersuara


" Sabarlah ketua...!! susah memang kalau jadi orang ganteng itu " ucap penduduk yang pendengarnya


" Yah... Urla memang belumlah dewasa, biasa cinta monyet ha ha " sahut yang lain... Aflan hanya bisa tersenyum kecut sambil menggaruk kepala botaknya yang tidak gatal


Akhirnya saat yang di nanti pun tiba... Isla sudah di dandani sedemikian cantik, ia memakai baju adat kampung Aflan, Miriam pun tak kalah cantik... gaunnya serupa dengan Isla juga dengan rangkaian mahkota bunga di kepalanya.


Miriam mengandengan tangan Isla dan mereka berjalan ke tempat acara pernikahan di iringi para wanita desa . Aflan sudah menunggu di lapangan dengan wajah yang begitu gugup....walau ini adalah pernikahannya yang ke dua, namun rasa gugup masih meliputinya.


Seny Aflan baru terlihat ketika melihat Isla dan Miriam yang datang sambil bergandengan tangan menuju ke arahnya. Kedua bidadari belahan jiwanya itu terlihat begitu cantik malam ini. Miriam menyerahkan tangan Isla pada tangan Aflan... ia lalu minta di gendong oleh neneknya agar bisa melihat upacara dengan lebih leluasa.


Acara pernikahan yang begitu sakral berlangsung dengan lancar... Aflan sangatlah bahagia akhirnya ia bisa menjadikan Isla sebagai istri sahnya . Setelah acara inti... acara di lanjutkan dengan pesta rakyat yang akan berlangsung sampai pagi.


Setelah melakukan tos dengan perangkat desa dan rekan-rekannya, Aflan pun mengajak Isla berdansa. Keduanya berdansa diiringi musik yang begitu romantis.


" Terimakasih sudah mau menikah denganku cantik !! aku sangat bahagia " bisik Aflan sambil memeluk pinggang Isla


" Yah... sebenarnya awalnya aku terpaksa namun ..."

__ADS_1


" Namun apa...??" tanya Aflan penasaran


" Namun begitu aku bangun pagi ini ... aku dengan iklas mau menikah denganmu karena..."


" Karena .....????" potong Aflan tak sabar


" Karena...aku sudah bisa jatuh cinta ..."


" Sungguh... kau sudah bisa mencintaiku ??" tanya Aflan begitu bahagia


" Bukan denganmu botak!!" sahut Isla membuat Aflan melotot


" Lalu kau jatuh cinta dengan siapa ??"


" Aku sudah jatuh cinta dengan Miriam... bidadari cantik nan mengemaskan , aku sangat menyukainya jauh di banding kau botak !!" sahut Isla membuat Aflan hanya bisa gigit jari


" O m g Isla kau sangat jahat 😭😭" cicit Aflan


3 malam sudah setelah pernikahannya... mereka tidur bertiga, Miriam selalu mengambil tempat di tengah keduanya ... membuat Aflan mati gaya, yah.. ia hanya bisa memandangi keduanya tanpa bisa beraksi.


Malam ke 4 setelah Miriam dan Isla tertidur nyenyak... berlahan Aflan mengangkat Miriam dan memindahkan nya ke kamar Miriam. Di kamar Miriam sudah menunggu mertuanya


" Ibu... jaga Miriam ya !!" bisiknya


" Iya... ini minumlah dulu ramuan yang ibu buatkan... agar kau tambah kuat he he " sahut Asmi dan memberikan segelas ramuan kuat yang di buatkan ya khusus untuk Aflan


" Terimakasih ibu... kau yang terbaik!!" ucap Aflan lalu bergegas masuk ke kamar nya kembali


Aflan menarik selimut yang menutupi tubuh Isla... tubuh Aflan sudah lah polos terlebih dahulu...tangan nakalnya dengan cekatan meloloskan satu persatu kain yang menutupi tubuh Isla membuat Isla segera terbangun


" Apa yang kau lakukan Aflan ??" tanya Isla


" Apalagi cantik... tentu saja memulai bulan madu " ucap Aflan dan mulai mencumbu tubuh polos Isla


" Tapi Miriam ??"


" Aku sudah mengungsikannya ... kau sudah selesai datang bulan bukan ??" lanjut Aflan dan malam ini Isla benar-benar tak bisa tidur....si botak memborbardir ladang mininya tanpa henti...


Selamat berbulan madu Aflan....semoga ngak encok besok paginya 🤭🤣🤣


See you again

__ADS_1


Jangan lupa Thor selalu menunggu like komen Hadiah dan vote dari kalian semua


__ADS_2