Deep Heart

Deep Heart
25. Putri Sophia


__ADS_3

" Siapa lelaki yang begitu tampan dan gagah ini ?? apakah ia perampok ?? tapi mengapa ia begitu berwibawa " tanya Sophia dalam hati. Baru kali ini di dalam hidupnya ia bertemu dengan pria yang selevel dengan kakaknya, selama ini ia selalu menolak menikah karena pria yang di sodorkan padanya tak sesuai dengan standar nya... ya ia mematok kakaknya , pangeran kerajaan Sobaria .


Setidaknya pria yang ingin menjadi suaminya adalah pria yang selevel dengan kakaknya dan kini ia menemukannya... hatinya seketika begitu menghangat


" Siapa gadis ini ?? apakah dia adalah putri Sophia sang putri kerajaan Sobaria yang kucari ?? matanya begitu cantik... secantik wajahnya " ucap Saga dalam hati ....keduanya bertatapan cukup lama


Saga menyelami mata gadis di depannya itu.....


Matanya biru dan begitu indah namun mata itu jauh berbeda dari mata Amara. Mata Amara berwarna biru menyejukkan bagai air terjun yang disukainya sedangkan mata gadis di depannya ini biru namun begitu dingin... ambisius bagaikan jejeran gunung es yang dingin... mengerikan.....wanita yang terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya, biasa hidup dalam kemewahan .....bukan wanita seperti itu yang di sukai oleh Saga


" Apakah kau putri kerajaan Sobaria ??" tanya saga dingin


" Ya .... aku adalah putri kerajaan Sobaria, perkenalkan namaku adalah Sophia ... siapa anda ?? " sahut Sophia sambil tersenyum sensual pada Saga. Semua dayang2 nya kaget mengapa sang putri mengaku padahal sudah di wanti-wanti agar putri Sophia menutupi identitasnya pada siapapun demi keselamatannya


" Bukan... aku putri Sophia !!" sahut salah seorang dayang yang di angguki oleh yang lain. Saga tersenyum miring, tanpa menjawab pertanyaan Sophia ia mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke leher Sophia


" Jika ia bukan putri dari kerajaan Sobaria, kalian tidak akan keberatan aku membunuhnya bukan ??" ucap Saga dan segera mengayunkan pedangnya


" Tidak....!! hentikan, katakan apa yang kau inginkan Jendral ??" cegah jendral Sobaria segera walau dengan nafas yang terhengal karena lukanya


" Roxana ... bawa dia !!" titah Saga sambil menyarungkan pedangnya kembali ke tempat nya... ia lalu duduk dengan gagahnya di sebuah batu membuat Sophia tambah terpana


Roxana segera menarik Sophia ke atas kudannya... dan ia serta beberapa prajurit pergi meninggalkan tempat entah kemana. Saga menepuk tangannya dan seorang prajuritnya menyerahkan gulungan kertas yang berisi perintah dari Saga


" Sampaikan ini pada Raja kalian, turuti perintahku jika kalian masih ingin melihat putri kalian bernafas !!" titahnya sambil melemparkan surat tersebut ke hadapan sang Jendral Sobaria . Jendral Sobaria membaca perintah tersebut lalu memerintahkan sisa prajuritnya untuk melanjutkan perjalanan kembali ke kerajaan mereka.


" Jangan coba-coba menyakiti putri kami , ingat jika kalian menyakitinya walau hanya seujung kuku ...ku jamin perang besar akan terjadi antara Sobaria dan kerajaan mu !!" ucap sang Jendral


" Kau tak perlu mengajariku... sampai jumpa lagi !!" ucap Saga dan pergi kembali menuju ke perbatasan dengan puas karena misinya berhasil.


Sedangkan rombongan kerajaan Sobaria bergegas kembali ke kerajaan mereka. Jendral lalu menyerahkan surat dari Saga pada sang Raja.

__ADS_1


Raja sangat marah mengetahui putri kesayangannya berhasil di culik dan kini di tahan entah di mana oleh pihak musuh


" Kurang ajar... berani sekali Jendral Saga menculik putri kerajaan Sobaria, dan kalian membiarkannya ??? bagaimana mungkin lebih seribu prajurit kita kalah dengan hanya dengan mereka yang begitu sedikit hahhhh ??" bentak Raja begitu marah. Sayang sekali anak lelakinya sedang berada di kerajaan istrinya karena mereka baru menikah. Akan egois jika ia menganggu bulan madu anak lelakinya itu.


Raja membaca lagi permintaan Jendral Saga agar menarik pasukan kerajaan Sobaria dari perbatasan jika ingin putri nya kembali dengan selamat.


Raja pun memanggil semua aparat kerajaannya dan melakukan rapat untuk langkah selanjutnya. Memang Sobaria memberikan dukungan penuh pada daerah kecil di perbatasan yang sudah di taklukkan Jendral Saga tujuannya apalagi jika bukan menginginkan daerah kecil itu mau bergabung dengan kerajaannya.


Namun apakah keselamatan putrinya itu sepadan dengan daerah kecil itu.. walaupun daerah kecil itu memiliki kelebihan sebagai daerah jalur lalu lintas dan pusat perdagangan beberapa kerajaan .


Setelah melalui rapat yang lumayan lama akhirnya raja Sobaria memerintahkan penarikan pasukan dan menghentikan bantuan pasokan senjata dan yang lainnya. Raja tak ada pilihan, Sophia adalah anak perempuan satu satunya dan ia begitu menyanyanginya.


Sementara itu Roxana membawa putri Sophia ke persembunyian yang telah di seperintahkan oleh Jendral Saga..Sesampainya di persembunyian, Roxana mengurung putri Sophia di sebuah rumah kecil namun bersih di mana di dalamnya tersedia fasilitas yang lengkap.


Setelah mandi putri Sophia dengan santai dan tanpa rasa takut memakan hidangan di atas meja yang sudah di sediakan oleh seorang dayang. Nampak Roxana duduk sambil membersihkan pedangnya yang kotor karena bekas lumuran darah.


" Siapa namamu ??" tanya Sophia


" Siapa pria tampan tadi ??" tanyanya sambil mengunyah dengan anggun


" Dia adalah Jendral kami namanya Jendral Saga !!" sahut Roxana tanpa melihat ke arah Sophia


" Apakah ia sudah menikah ??" tanya nya lagi membuat Roxana langsung mendelik


" Bukan urusan mu !!" sahutnya sinis


".Tentu itu urusanku, dia sudah berani menculikku... aku harus tau siapa dia !!" sahut Sophia tak mau kalah


" Jendral Saga belum menikah.. puas ?!.sekarang makan dan tutup mulutmu itu jangan membuatku marah dan lupa kalau itu tak boleh di sentuh !!" bentak Roxana seraya meninggalkan Sophia seorang diri.


Sophia tersenyum senang mendengar nya,

__ADS_1


" Ahh senangnya ... pria tampan itu ternyata belum ada yang memiliki " ucapnya dalam hati


" Maaf tuan Putri... hamba sarankan jangan bertanya hak hal yang bisa membuat nona Roxana kesal, saya takut jika nanti tuan putri di sakiti oleh nona Roxana !!" ucap pelayan yang mendengar percakapan mereka


" Aku tidak takut dengan nya... ia tak akan berani menyentuhku, juga prajurit yang lain... menyakitiku sama saja mengajak perang !!" jawab Sophia dengan percaya diri


" Tapi mengapa dia harus kesal jika aku bertanya mengenai Jenderalnya hah ??" tanya Sophia penasaran


" Karena.... ah tidak....saya tidak berani tuan putri, saya permisi " sahut pelayan takut


" Tunggu... aku tak akan memberitahu siapapun jika kau bicara... lihat gelang ini, jika kau mau memberitahu semua informasi yang kuinginkan ... kau bisa memilikinya " bisik Sophia membuat pelayan terdiam sambil memandangi gelang emas di tangan Sophia.


Sophia melepas gelangnya tersebut dan memberikannya ke tangan sang pelayan


" Ini simpan dulu nanti ada yang melihat , sekarang jawab pertanyaanku tadi..." bisik Sophia lagi


" Nona Roxana marah.. karena nona Roxana sangat menyukai Jendral Saga, namun Jendral Saga tak menggubrisnya..." bisik dayang pelan membuat wajah Sophia tambah sumringah


" Jadi Jendral kalian belum ada yang punya kan ??" selidik Sophia bersemangat


" Tapi ada kabar katanya Jendral sudah punya kekasih , makanya nona Roxana tambah kesal . Tapi bukan hanya nona Roxana ... hampir semua gadis di kerajaan kami patah hati berjamaah mendengar berita tersebut " jawab dayang


" Hanya kekasih bukan penghalang bagiku , baiklah... aku akan beristirahat kini....oh ya apakah Jendral akan ke mari ??" tanya Sophia lagi


" Saya tidak tau tuan putri... tapi nanti jika ada kabar akan saya sampaikan " jawab pelayan yang tersenyum senang sudah mendapatkan hadiah dari Sophia


Sophia beristirahat dengan hati yang berbunga-bunga


" Ayah.... anak gadismu sudah menemukan jodoh nya !!" ucapnya sambil membayangkan wajah tampan Saga di benaknya


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like komen dan vote kalian untuk karya terbaruku ini


__ADS_2