Deep Heart

Deep Heart
37. Sentuhan


__ADS_3

Hai hai semua... maaf baru beredar lagi... Thor masih ngebolang ke ujung Kaltim, di sana susah sinyal jadi ngak bisa nulis selama beberapa hari. Ini oleh2 dari sana ya, cantik sangat kan view nya 🥰🥰



Pagi ini Saga bangun dengan bahagia, permainan panas mereka di alam liar pertama kali ini masih sangat membekas di kepalanya. wajah cantik yang terlihat begitu damai di pelukannya saat ini lah penyebab kebahagiaannya.


Saga terkejut ...ternyata Amara memang telah di bekali beragam ilmu , buktinya Amara semalam bisa begitu memuaskan dirinya.


" Mengapa aku begitu bahagia saat bersamanya, aku selalu ingin bersamanya dan menghabiskan waktu dengannya... apakah ini yang di sebut dengan cinta ? apakah aku mencintai Amara ? " tanya Saga dalam hati sambil memandangi wajah cantik itu.


Amara sebenarnya sudahlah bangun namun ia masih ingin berada di pelukan jendral Saga, tubuhnya begitu lemas apalagi pinggangnya setelah menaiki sang kuda semalam 🤭🤭


Walau lelah ia merasa sangat bahagia, ternyata ilmu yang selama ini dipelajarinya dari beragam guru dengan rasa malu ternyata setelah di praktekkan hasilnya luar biasa nikmatnya. Amara bahkan mendengar betapa Saga sangat menyukai gaya tersebut.


" Bangun cantik....!!" bisik Saga membuat Amara pun membuka kedua matanya dan menatap wajah tampan di depannya sambil tersenyum manis


" Amara masih lelah !!" jawab Amara membuat Saga terkekeh


" Ayo kita berendam di sumber air panas di situ, tubuhmu akan segera merasa nyaman kembali " ajak Saga lalu mengangkat Amara ke danau di depan mereka , keduanya lalu mandi bersama dan menghabiskan pagi sambil bercengkrama .


Hari demi hari di lalui keduanya dengan keromantisan dalam kebersamaan. Saga sama sekali tak mau memikirkan masalah kerajaan, ia bahkan tak mau menghitung hari demi hari yang di lalui ya. Ia hanya berpesan pada paman dan bibi agar bisa merahasiakan keberadaannya dari siapapun selama mungkin.


Hari demi hari... Minggu demi Minggu... berlalu tanpa terasa di rumah tebing, berbanding terbalik dengan keadaan di kerajaan.


Pihak musuh yang mengetahui jendral Saga menghilang, kembali melancarkan serangan-serangan di perbatasan membuat raja Xoga kewalahan. Akhirnya mau tak mau Xoga menugaskan Erden memimpin perang melawan para pemberontak.


Dengan senang hati Erden melaksanakan tugas tersebut, ia ingin mengasah kemampuannya dalam berperang, ambisinya untuk bisa sekuat bahkan kalau bisa melebihi Saga ...pamannya membuatnya bertempur dengan sekuat tenaga. Pertempuran demi pertempuran di jalaninya tanpa mengeluh. Erden akhirnya terbentuk menjadi pribadi yang semakin kuat.


Kekuatan pangeran Erden yang di anggap sebanding dengan pamannya membuat Erden kini menjadi idola baru kerajaan.

__ADS_1


Sementara itu setelah 3 bulan berusaha mencari Jendralnya dan tak juga bertemu akhirnya Aflan dengan lesu dan rindu yang mendalam memacu kudanya ke kediaman pujaan hatinya Isla...


Tok...tok...tok....


" Siapa...??" terdengar suara Isla dari dalam


" Aku.....!!" jawab Aflan membuat Isla urung membukakan pintu


" Apa maumu ?? katakan !!" tanyanya dari balik pintu


" Aku sakit Isla... tolong bukakan pintu, jika tak segera kau tangani aku bisa mati " jawab Aflan


" Bohong...pergilah !!" usir Isla


" Aku tak akan pergi Isla, aku akan duduk di depan sini sampai kau membukakan pintu atau sampai aku mati...yang mana duluan saja " kekeh Aflan lalu duduk di teras Isla


" Pergilah Aflan... kehadiranmu tak diinginkan di sini, sana aku mau ke pasar !!" bentak Isla namun ia terkaget saat melihat Aflan yang jatuh terkulai di depannya


" Aflan... Aflan bangun, apa yang terjadi padamu ??" tanyanya panik


" Aku sangat kelelahan Isla, 3 bulan aku kesana kemari mencari Jendral Saga namun tak ketemu juga " sahutnya lemah... dengan di papah oleh Isla akhirnya Aflan pun berhasil masuk dan di rebahkan di ruang tengah.


Isla segera memeriksa kesehatan Aflan dan mendapati Aflan memang kelelahan dan kekurangan nutrisi. Isla segera meracikkan obat agar kekuatan Aflan bisa segera kembali, ia juga membersihkan tubuh Aflan dari debu dan kotoran yang melekat padanya


" Berapa lama kau tidak mandi Aflan,tubuhmu sampai sebegini kotor 😤😤" omel Isla


" Jika kau tak iklas merawatku, berikan racun terbaikmu aku akan meminumnya dengan senang hati dari pada hidup seperti ini. " omel Aflan balik, ia tak jadi meminum racikan obat Isla dan berebah lalu membalikkan tubuhnya hingga terlihat bagian belakang tubuhnya yang terluka sejak peperangan dan tak di obati


Isla yang melihatnya begitu kaget

__ADS_1


" Mengapa lukamu tak kau obati Aflan... bagaimana kau tak sakit jika luka ini sampai sebegini terinfeksi....ya dewaaaaa!!!" kembali Isla mengomel, namun ia tetap membersihkan luka di belakang Aflan lalu menaburkan obat dan memberi perban agar tidak terkena kotoran, sementara Isla mengobatinya Aflan malah tertidur dengan begitu nyenyak. Sudah begitu lama ia tak bisa tidur nyenyak seperti ini.


Aflan tertidur begitu lama... keesokan harinya baru ia terbangun setelah mencium wangi masakan yang sudah begitu lama tak di temuinya..Berlahan ia bangun dan melihat Isla yang sedang sibuk memasak di dapur dari ruangan di mana ia berada.


Rambut panjang Isla terlihat begitu indah di pandang.. walau Isla tak berhias namun ia terlihat begitu cantik di mata Aflan..Saat Isla ke luar dari dapur Aflan kembali pura-pura tidur. Isla mendekat dan memeriksa kening Aflan, ia masih demam karena tak meminum obat racikan Isla semalam karena mengambek.


Isla meracik ulang obat untuk Aflan lalu membangunkan Aflan berlahan


" Aflan... bangunlah, kau harus makan dan meminum obatmu !!" panggil Isla , Aflan bangun namun ia hanya membuka matanya...ia tak bergerak sama sekali


" Bangunlah...ini makan dulu sarapanmu lalu minum obatmu, setelah itu kau bisa tidur kembali " ucap Isla


" Tubuhku sangat lemas, aku tak bisa bangun sendiri... sudah kau tinggalkan saja aku sendiri tak usah mengurusi duda menyedihkan seperti aku ini " ucap Aflan lalu kembali menutup kedua matanya kembali... Isla menghela nafas panjang, ia pun mendekat


" Sudah jangan ngambek... maafkan aku, ayo aku bantu kau untuk duduk... !!" rayu Isla membuat Aflan bersorak dalam hati, setelah duduk Isla pun menyuapi Aflan sampai sarapannya habis dan menyuapi obat Aflan juga dengan telaten.


Betapa senang hati Aflan saat ini, begitu lama ia merasa kesepian bahkan hatinya begitu dingin dan kini kembali menghangat


" Terimakasih Isla.. walau kau melayaniku karena rasa kemanusiaan aku tetap sangat bahagia, mengapa kau tak mau membuka pintu hatimu untukku ..?? apa karena aku tak setampan dan sekaya Jendral ??" tanya Aflan sambil memegang lengan Isla... Isla memandangi Aflan lama.....


" Aflan... di dada dan pikiranku sudah tak ada lagi Jendral Saga, namun tak ada pria lain juga yang bisa masuk karena perasaanku pada pria sudah mati ...setelah aku mematahkan kutukan mutiara naga , aku tak akan bisa mencintai siapapun sampai ajal menjemputku...karenanya berhentilah berharap " jawab Isla


" Kau tak perlu mencintaiku Isla... cukup sayangi aku sebagai manusia aku sudah sangat bahagia, aku rela menerima kenyataan itu asal aku boleh berada di dekatmu ...itu sudah cukup " pinta Aflan... Isla hanya bisa diam ia bingung harus mengatakan apa, Aflan menarik lengan Isla hingga Isla terduduk di pangkuannya... Aflan memberanikan diri mencium bibir Isla.... Isla terhenyak kaget, ia sampai bingung apa yang harus di lakukannya saat bibir Aflan menyentuh bibirnya....ini merupakan sentuhan pertamanya pada lawan jenis


Apakah yang akan terjadi selanjutnya ??


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2