
Saga turun dari kudanya dan berjalan mendekati Malika, Erden langsung menarik Malika ke belakang tubuhnya
" Apa yang ingin paman lakukan ??" tanya Erden sambil melindungi Malika
" Erden dia adalah istriku yang menghilang ... Amara " jelas Saga kemudian mengagetkan semua yang ada di aula, apalagi Sora ... ia ternganga tak percaya
" Kok bisa... gadis itu begitu beruntung, jadi selama ini masih hidup ... tak juga mati-mati ??" cicitnya horor, tangannya sampai menyentuh jantungnya takut jantungnya terlepas dari tempatnya
" Apa maksudmu Saga ?? gadis ini adalah Malika dan dia kekasih keponakanmu !!" tanya Xoga
" Kak... sungguh dia adalah Amara, istriku...." kekeh Saga
" Jika dia istrimu paman... mengapa ia tak mengenalimu ?? sudah paman jangan main-main, candaan paman ini tidak lucu !!" protes Erden
" Amara tidak mengenaliku karena ia terkena mantra sihir oleh Maya, dan ingatannya akan pulih setelah 100 hari semenjak kematian Maya dan seharusnya itu adalah hari ini " jelas Saga lagi
" Tidak paman....jika ia melupakanmu maka itu sudah takdirnya, dia sekarang adalah Malika kekasihku dan kami akan segera menikah !!" Erden tetap tak mau mengalah
" Lagi pula apa buktinya jika Malika adalah Amara.... ??" tanya Xoga juga
" Periksa saja....ada tato dengan inisial namaku di pinggulnya yang berpasangan dengan milikku ...krekkk !!" ucap Saga sambil merobek bajunya dan terlihatlah tato di dada Saga di mana terukir inisial A , Malika segera memeriksa area pinggulnya namun tak menemukan tato apapun....
" Bukan di situ Amara... di sebelah kiri...." ucap Saga membuat Malika menatap ke arah Saga.... keduanya bertatapan, betapa Saga sangat rindu pada istrinya itu, tak sabar sudah ia ingin menarik Amara ke pelukannya ....
Deg...deg..deg...
Dada Malika bergetar begitu bertatapan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya itu, namun setelah itu ia segera tersadar lalu memeriksa area di pinggul kirinya....
Semua melotot tak percaya ...memang terlihat tato berinisial S di pinggul kiri Malika..
" Ahhhhhhhh....." tiba-tiba saja kepala Malika begitu sakit dan berputar-putar membuatnya pingsan seketika, Saga dan Erden dengan sigap menangkap tubuh lunglai Malika . Keduanya tak ada yang mau melepaskan Amara atau Malika.. mereka malah saling melotot satu sama lain
Aflan yang baru saja datang dengan Isla segera mengambil alih...
__ADS_1
" Permisi...lepaskan dia !!aku akan memeriksanya " perintah Isla... Aflan segera mengangkat Amara dan meletakkannya di lantai yang sudah di lapisi selimut
Setelah memeriksa tubuh Amara dan mendapati Amara hanya pingsan biasa, Isla segera meminta semua yang hadir untuk duduk sembari menunggu Amara sadar.
" Erden...kakak... Isla adalah saksi hidup tentang apa yang terjadi dengan Amara hingga ia sampai tak bisa mengenaliku...ceritakan lah Isla !!" titah Saga yang duduk di samping kepala Amara namun Erden juga tak mau mengalah, ia juga duduk di sebelah Amara .
" Sebelum kau bercerita Isla....apa kau bisa memastikan apakah benar dia adalah Amara ...istri Saga ??" tanya Sora sambil tersenyum licik
" Ya permaisuri....saya mengenal Amara semenjak bertahun tahun lalu sejak ia pertamakali di bawa oleh jendral Saga ke vila, sampai ia menikah dan hamil... jadi saya yakin sekali dia adalah Amara.... " ucap Isla tanpa ragu sedikitpun membuat Sora bersorak di dalam hati karena dengan begitu putranya tak akan bisa lagi memaksa untuk menikahi gadis yang tak disukainya itu
" Ahhh betapa takdir begitu baik padaku 🥰🥰🥰" kicaunya girang dalam hati
" Jadi Erden..... dia adalah istriku sekaligus bibimu, mengerti !!" tegas Saga sekali lagi
" Tidak paman... aku tidak akan mengalah untuk kali ini, paman lupakan saja istri paman karena Aku dan Malika akan segera menikah !!" tolak Erden
" Erden.....!!" ucap Saga..Sora dan Xoga bersamaan
" Tidak....!! Malika adalah milikku, jika paman ingin mengambilnya paman harus mengambilnya dengan kesatria !!" ucap Erden lalu berdiri dan mengeluarkan pedang andalannya menantang Saga berkelahi...
Saga berdiri dan mengeluarkan pedang andalannya juga...keduanya berjalan dari aula ke lapangan yang terletak tak jauh dari aula...
" Erden hentikan apa kau sudah gila ??" jerit Sora namun Erden acuh saja... sudah sejak lama ia ingin mengalahkan pamannya itu dan ini adalah saatnya
" Saga... dia adalah keponakanmu !!" sambung Xoga... sebagaimana Erden begitu pun Saga yang menuli , keduanya tiba di tengah aula dan mulai saling menyerang.
Kerajaan begitu heboh jadinya. Seorang jendral dan pangeran yang juga merupakan paman dan keponakan terlibat pertempuran yang begitu sengit karena memperebutkan seorang wanita. Keduanya sama-sama kuat dan perkasa, Saga menang dengan pengalaman sedangkan Erden menang karena kekuatan nya...
Tak ada yang berani memisahkan keduanya, karena keduanya memiliki ilmu yang luar biasa hebat..bahkan raja Xoga tak berani menghentikan mereka.
Amara yang berada di aula sudah mulai sadar... kepalanya masih sedikit sakit , ingatan nya mengenai Saga sedikit demi sedikit mulai kembali berbaur dengan ingatannya bersama Erden... air matanya jatuh satu-satu
" Kakak.... apa yang sudah kulakukan ??sungguh aku wanita hina " cicit Amara sambil memeluk Isla
__ADS_1
" Amara ...itu bukan salahmu, kau tak mengingat masa lalumu dan itu karena kejahatan penyihir Maya dan putri Sofia " hibur Isla, bunyi pedang beradu terdengar oleh kuping Amara
" Dimana mereka kak..??" tanya Amara
" Mereka sedang berduel untuk mendapatkannya Amara...." ucap Isla, Amara segera bangun dan berjalan menuju lapangan
Mata Amara melebar menyaksikan bagaimana keduanya sudah terluka... darah mengalir di tubuh keduanya kini....
Seorang gadis cantik....Amara berdiri di ujung lapangan sambil menggelengkan kepalanya melihat kedua pria yang sama-sama di cintainya, sama-sama pernah mengisi hari-harinya, bahkan ia pernah menghangatkan ranjang keduanya walau dengan cara yang berbeda.
Amara menghangatkan ranjang Saga dengan percintaan mereka sedangkan Malika menghangatkan ranjang Erden dengan pelukan hangat dan kecupan cinta.
" Untung saja selama ini aku belum pernah melakukannya dengan Erden... entah bagaimana aku akan hidup menghadapi suamiku jika itu sudah terjadi " cicit Amara, Sora mendekati Amara dan berbisik di kuping Amara
" Hentikan mereka berdua Malika, jika sesuatu terjadi pada Erden ... seumur hidup aku tak akan memaafkanmu !!" bisiknya sambil memberikan sebuah pisau kecil ke tangan Amara
Kehebatan Saga dan Erden seimbang kini....keduanya pun telah terluka
" Menyerahkan ....aku tak mau membunuhmu !!
" Tidak paman...tidak akan pernah " tolak Erden, keduanya kembali bertarung
Amara berjalan memasuki lapangan...
" Cukuppp...!! tolong hentikan, aku tak mau menjadi penyebab keretakan di antara kalian, biarlah aku yang menghilang dari dunia ini !!" ucap Amara lalu menusukkan sebuah pisau kecil ke dadanya.....
" Tidak...tidak....!!!" teriak keduanya tak percaya....
Di kejauhan Sora tersenyum puas karena masalahnya akan selesai dengan mudahnya ....
Apakah yang akan terjadi selanjutnya ???
Penasaran apa pinisirin....
__ADS_1
Feed back nya Doong di tambahin biar onel tambah cemunguttt nulisnya
Love you all...🥰🥰