
" Ibu.... Sofia sudah telat selama satu Minggu, doakan mudahan Sofia hamil ya Bu !!" lapor Sofia setelah Soraya sampai ke kamarnya
" Benarkah ?? oh Sofia semoga kau benar sedang hamil, akhirnya ibu masih sempat mengendong cucu hik hik hik " betapa bahagia Soraya, ia memeluk Sofia sambil menangis
" Ibuuuu.... jangan menangis nanti ayah marah padaku karena membuat ibu menangis, lagi pula ini baru seminggu Bu... masih terlalu cepat untuk menyimpulkan Sofia hamil atau hanya terlambat biasa " pinta Sofia
" Tapi ibu rasa kau memang hamil Sofia "
" Ibu tau dari mana ??" tanya Sofia bingung
" Auramu berbeda sayang, jagalah baik-baik kandunganmu ya.. jangan melakukan kegiatan yang bisa menjatuhkan kandunganmu termasuk melayani suamimu " nasihat Soraya membuat Sofia ternganga....
" Memangnya bercinta bisa membuatku keguguran Bu ??" tanyanya kemudian
" Bisa jadi jika kandunganmu lemah dan saat usia kandunganmu masih muda seperti ini bercinta harus di kurangi sayang... setidaknya sampai kandunganmu lebih besar " jabar Soraya dengan wajah berseri-seri, ia begitu bahagia... anak lelakinya sudah menikah beberapa tahun bahkan dengan 2 istri namun belum juga memberinya cucu, karena kabar bahagia dari Sofia sungguh membuat Soraya sangat bahagia
" Sebaiknya besok kita periksa ... apa benar kau hamil atau tidak, panggil saja tabib Maya " saran Soraya
" Ibu.... tabib Maya sudah tidak ada, suamiku menghukumnya " sahut Sofia berlahan
" Apa ...?? mengapa Saga menghukum Maya ?? " tanya Soraya....Sofia menghela nafas panjang
" Bukan salah suamiku Bu, Maya bekerja sama dengan Roxana untuk mencelakakan selir suamiku hingga selirnya kini menghilang, makanya suamiku sangat marah Bu " sahut Sofia
" Mengapa juga Maya melakukan hal seperti itu Sofia ?? apa kau yang menyuruhnya ??" selidik Soraya
" Bukan Bu... sungguh, Maya berinisiatif sendiri... aku mana tega melakukan hal seperti itu Bu, apalagi saat itu selir suamiku tengah mengandung " elak Sofia
" Jadi di mana suamimu sekarang ?? "
" Saga sedang mencari keberadaan selirnya ibu, itulah sebabnya ia memintaku untuk kembali ke Sobaria dulu untuk menjaga kandunganku Bu " lanjut Sofia terus membohongi ibunya
" Apakah kau bahagia dengan pernikahan mu Sofia ??" tanya Soraya lagi
" Tentu ibu....Sofia sangat mencintai Saga, Sofia akan bersabar menunggu Saga kembali " ucap Sofia sambil tersenyum, Soraya turut bahagia melihat bagaimana wajah putrinya bersinar karena bahagia..Soraya mengelus pipi Sofia lalu memeluknya erat
__ADS_1
" Ibu sudah lega Sofia, kau sudah bahagia....begitupun Ayahmu dan kakakmu suatu hari pasti akan memiliki anak, tak ada sudah yang ibu pikirkan ... jika ibu harus segera berpulang, ibu akan pergi dengan bahagia " ucap Soraya
" Ibu jangan berkata seperti itu, umur ibu akan panjang... ibu akan melihat semua cucu ibu berlarian di sekitar ibu !!" ucap Sofia....keduanya lalu tidur sambil berpelukan
🌿🌿🌿🌿
Vila Max....
Seminggu sudah Max mengurung Sora di vila , Sora sangat kesal dengan keadaan itu. Max memang memberinya banyak hadiah dan banyak dayang untuk melayani dan menemaninya saat Max tidak ada, namun jika Max sudah datang... habislah ia di bombardir oleh Max, penolakannya sia-sia belaka....seperti biasa Max tak bisa di tolak.
Semakin hari Sora semakin membenci Max, otaknya sedang berpacu mencari jalan bagaimana ia bisa keluar dari vila tersebut dan kembali ke Sobaria, dia bukanlah wanita sembarangan yang akan diam saja saat di tindas .Selama beberapa hari Sora sudah mempelajari bagaimana pola pergantian prajurit dan juga para dayang
Dengan sabar otaknya membuat pemetaan dan mencari kesempatan untuk bisa lepas dari genggaman Max.
Hari kembali sore... seperti biasa ini adalah jam kedatangan Max, Sora tak menyambut kedatangan Max... ia hanya berdiri di balkon sambil memandangi laut dengan selimut di tubuhnya
Tangan kekar Max menarik selimut di tubuh Sora lalu memeluknya dari belakang
" Sedang apa kau di sini sayang, ayo masuk... aku membawakan gaun tidur yang kupesan dari luar " ajak Max....Sora menurut saja saat Max menarik tangannya. Nampak di atas ranjang sebuah gaun tidur nan begitu indah, terbuat dari sutra terbaik dengan desain yang unik
" Aku memesannya dari China....sebuah kerajaan yang sangat jauh dari sini, yang terbaik hanya untuk wanitaku !!" sahut Max
" Pakailah !!" titahnya
" Nanti saja Max... aku belum mandi dan belum makan malam juga !!" tolak Sora, mendengar itu Max segera mengendong Sora dan membawanya ke kamar mandi
" Aku mau mandi sendiri Max !!" pintanya saat Max meletakkannya di kolam mandi
" Tidak... aku sungguh sangat merindukanmu Sora "
" Cih... kau dan roman picisan mu Max, baru juga beberapa jam kita berpisah...kau fikir aku masih anak ingusan kemaren sore yang dengan mudahnya percaya dengan rayuan gombal mu " omel Sora membuat Max terkekeh
" Entahlah Sora....bertemu denganmu membuatku seperti kembali muda, aku jatuh cinta lagi untuk yang kedua kalinya dan itu padamu Sora hanya padamu !!" ucap Max lalu bergabung bersama Sora ke dalam kolam mandi
" Jika aku mendengar ini 25 tahun yang lalu , pasti aku akan sangat bahagia Max... namun mendengarnya di saat seperti ini ?? hanya membuatku muak, kapan aku boleh kembali ke Mongun ?? aku tak bisa terlalu lama di sini nanti suamiku akan curiga " tanya Sora
__ADS_1
Max terdiam.. sungguh ia tak ingin berpisah dengan Sora, tubuh Sora sungguh membuatnya tergila-gila.
" Aku belum bisa berpisa
h denganmu, walau sebulan kau disini tak akam ada yang curiga karena kau ke mari bersama Sofia " sahut Max
Selesai mandi Sora pun memakai gaun tidur baru yang di hadiahkan Max padanya... ia berdandan dengan cantik, sebuah misi telah di susunnya dengan rapi dan ia akan meninggalkan vila malam ini. Sora sudah menyogok seorang pengawal yang merupakan keturunan kerajaan Mongun untuk mencarikannya obat tidur terbaik dan menyediakan kuda untuknya melarikan diri. Pengawal tersebut juga bersedia mengawalnya sampai ke Mongun tentu dengan imbalan yang besar.
Max begitu terpana melihat gaun yang di pakai Sora... apalagi Sora berdandan begitu cantik, dadanya berdetak begitu cepat seolah akan pecah ... di tariknya Sora kepelukannya, ia mencium bibir sexy Sora dengan penuh rasa cinta
Sora mengakhiri ciuman panas itu
" Aku lapar Max !!" ucapnya lalu berjalan ke meja makan yang sudah di penuhi makanan.
" Max... bisakah kau mengambilkan cincinku yang tertinggal di kamar mandi ??" pintanya ....Max pun mengambilkan tanpa ada rasa curiga, bergegas Sora menaburkan obat tidur yang di peroleh ya ke dalam gelas Max dan juga ke piring makan Max
" Biar saja kau keracunan sekalian, aku tak perduli !!" ucap Sora dalam hati.
Keduanya lalu makan dengan lahap... selesai makan Sora mengajak Max menikmati malam di balkon kamar....tak makan waktu lama Max menguap berkali-kali.
" Kau mengantuk Max... kalau begitu ayo kita masuk !!" ajak Sora, begitu sampai ke kamar... Max langsung terlelap .. Sora tersenyum miring melihatnya
" Kuda saja akan semaput meminum obat ini , apalagi kau botak !!" ucap Sora ....Sora lalu menulis sesuatu pesan dan meninggalkannya di atas meja.
Selesai dengan Max.. Sora memakai jubah tebal dan keluar dari kamar, pengawal yang membantunya sudah siap ....keduanya dengan mudah keluar dari vila karena saat itu pergantian sif penjagaan
Sora berkuda tanpa menoleh lagi kenarah vila, senyumnya mengembang sempurna karena telah berhasil memperdaya Max
Keesokan paginya Max terbangun dengan kepala yang sangat sakit... ia memanggil Sora berkali-kali namun tak juga Sora menyahut. Saat sudah bisa berdiri ia melihat sebuah surat ... Max lalu membacanya
" Aku kembali ke Mongun , tak usah mencariku botak... percuma saja, saat kau membaca surat ini aku sudah sampai di perbatasan, Sora " tulisnya membuat Max kesal.bukam main
" Brengsek... bagaimana mungkin Sora bisa pergi semudah itu ??" omelnya sambil berjalan ke luar kamar
" Semua prajurit dan dayang berkumpul !!" titahnya sambil menarik pedang nya, tanpa ba-bi-bu lagi Max membantai semua yang ada di depannya tanpa ampun
__ADS_1