
Selesai dengan urusannya... keempatnya lalu kembali melanjutkan perjalanan, mereka akan kembali ke vila Saga. Sedang asik berkuda tiba-tiba saja mereka di serang dengan begitu banyak anak panah yang entah datang dari mana.
" Amara... Isla ....berlindung !!" ucap Saga, Saga dan Aflan segera menangkis panah yang menyerbu mereka. Isla menarik Amara ke belakang pohon yang rimbun dan menunduk di bawahnya karena ada parit besar di situ.
" Aflan....!!" teriak Saga meminta Aflan melindunginya, Saga segera menyerbu asal anak panah itu berasa... dan benar saja sekelompok pria tak di kenal nampak membidikkan panah ke arah mereka. Tanpa ragu Saga membabat mereka satu persatu dengan pedang andalannya. Jumlah mereka tidaklah sedikit, Aflan segera membantu dari belakang Saga. Pertempuran berlangsung sengit... namun mereka tak sebanding dengan kekuatan seorang Saga apalagi di bantu oleh Aflan.
" Hah..hah..hah... siapa mereka jendral ?? mengapa mereka menyerang kita ??" tanya Aflan yang tak bisa mengenali satupun pria yang menyerang mereka karena mereka hanya memakai pakaian biasa.
Anak panah pun tak memberikan ciri dari kerajaan mana karena bentuknya seperti anak panah biasa.
" Apakah mereka perampok ??" celetuk Aflan lagi
" Entahlah Aflan, ayo kita jemput Amara dan Isla !!" ucap Saga tak mau banyak memikirkan hal tersebut, ia hanya ingin segera pulang
Keduanya berjalan kembali ke arah pohon besar di mana Amara dan Isla bersembunyi.
" Amara... Isla ... keluarlah !!" panggil Aflan namun tak ada jawaban atau pergerakan apapun
" Amara ....!!!" teriak Saga sambil berlari...tidak... jangan bilang mereka menculik Amara dan berusaha menyakitinya lagi ... cicit Saga dalam hati. Sesampainya di pohon besar itu terlihat ada seseorang yang tertidur seperti pingsan, segera Saga meraih tubuh itu....
" Dimana Isla... jendral aku akan mencarinya dulu !!" ucap Aflan dan segera berlari mencari keberadaan istrinya yang menghilang
" Amara... syukurlah kau baik-baik saja sayang... Amara bangun sayang, apa yang terjadi ??" Saga berusaha membangunkan Amara dan akhirnya Amara terbangun setelah Saga memercikkan air ke wajah Amara
" Suamiku.... Isla...Isla..dia diculik!!" ucap Amara begitu sadar
" Isla.. Isla...!!" teriakan Aflan terdengar di kejauhan
" Aflan.. kemari dulu !!" panggil Saga, tak lama Aflan sudah muncul dengan nafas terengah-engah
__ADS_1
" Aflan... kata Amara, Isla di culik !!" ucap Saga
" Apa...?? siapa yang menculiknya... dan untuk apa menculik Isla ??" tanya Aflan panik
" Amara ceritakan apa yang terjadi ??" pinta Saga setelah Aflan lebih tenang
" Tadi kami masuk ke parit itu dan bersembunyi, tiba-tiba ada beberapa orang datang, Isla segera memintaku berebah di parit dan Isla menutupi tubuhku dengan banyak daun, Isla juga bersembunyi namun ia tertangkap....hik hik hik !!" papar Amara sambil menangis
" Lalu...??" desak Aflan
" Aku mencium bau seperti lilin yang terbakar dan itu membuatku pusing serta mengantuk, namun sebelum tertidur aku mendengar mereka berkata... bawa wanita pesanan raja , lalu terdengar teriakan Isla... itu saja dan setelah itu aku tak ingat lagi , aku sangat mengantuk " lanjut Amara membuat Aflan dan Saga saling pandang
" Kurasa yang ingin mereka culik adalah Amara namun mereka salah sasaran, karena penculik tersebut tidak pernah melihat wajah Amara " ucap Saga
" Tapi siapa mereka ?? , raja.. raja mana yang di maksud mereka ??" Aflan panik sekali....wajahnya sampai memucat
" Aflan... kau pandai melajak jejak, lacak jejak kuda itu !! kita akan mendapatkan Isla kembali !!" ucap Saga... Aflan seperti baru kembali ke alam sadar begitu mendengar perintah Saga
Aflan segera beraksi... kepawaiannya dalam melajak jejak selama ini ternyata berguna di saat seperti ini...
" Jendral... ambil kuda, aku tau kemana mereka melangkah !!" ucap Aflan lalu mencari kuda mereka.... ketiganya berkuda hingga hari gelap namun mereka belum juga menemukan Isla
" Bagaimana Jendral... jika kita teruskan pasti Amara kelelahan, namun jika kita berhenti maka kita akan semakin jauh tertinggal "
" Amara akan satu kuda denganku, jadi walau lelah ia bisa memelukku... kita harus terus , Isla harus ditemukan. segera !!" sahut Saga
" Bagaimana Amara... apa kau masih kuat ??" tanya Aflan
" Ya... kita harus mencari kak Isla....!!" akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan, berjam-jam mereka di atas kuda dan akhirnya....
__ADS_1
" Jendral... turun dari kuda, kita lanjutkan dengan berjalan kaki... mereka ada di depan !!" bisik Aflan, ketiganya berjalan berlahan di malam yang gelap. Cahaya dari api unggun di depan mereka menandakan ada orang yang sedang bermalam di tengah hutan itu.
Saga dan Amara menunggu di tempat yang agak jauh, sementara Aflan bergerak mendekati api unggun tanpa suara.Selangkah demi selangkah namun pasti, Aflan sudah berada begitu dekat dengan para penculik. Mata elang Aflan mencari-cari di mana keberadaan jantung hatinya dan ternyata mereka mengikat Isla di sebuah pohon .
Malam sudah sangat larut... semua pria itu tengah tertidur hanya satu orang yang masih betah berjaga. Aflan mengambil senjata sumpit kecil dari pinggangnya, dengan sabar ia menunggu pria itu melintas di dekatnya dan begitu pria itu mendekat, dengan sekali tiup.... pria itu terjatuh dan Aflan segera menangkap tubuhnya agar tak menimbulkan bunyi.
Selesai mengikat penjaga itu, Aflan berlahan mendekati Isla dan melepaskan ikatannya dengan pisau tajamnya
" Isla... bangunlah berlahan dan ikuti aku !!" bisik Aflan, Isla mengangguk....seumur hidup Isla rasanya baru malam ini ia begitu gembira bisa bertemu lagi dengan Aflan, air matanya sampai menetas saking bahagianya
" Apa mereka menyakitimu sayangku ??" tanya Aflan, Isla menggeleng, kedua tangannya segera memeluk Aflan dengan tubuh bergetar...
" Terimakasih sudah mencariku Aflan...hik hik hik !!" ucap Isla
" Tentu saja... aku akan mencarimu walau sampai ke ujung dunia !!" ucap Aflan sambil mengecup kening Isla....wanita yang sangat di cintainya itu
Aflan membawa Isla menemui Saga dan Amara, keduanya berpelukan karena bahagia.
" Sebaiknya kita segera pergi dari sini !!" ajak Saga... mereka pergi dengan 2 kuda, setelah lumayan jauh dari para penculik kuda keduanya segera berlari kencang menuju kembali ke vila
Sepanjang perjalanan... pertanyaan tentang siapa yang berniat menculik Amara berseliweran di kepala keduanya. Apakah raja Max yang memerintahkan penculikan itu ?? atau hanya perampok biasa ??
Setelah semalaman berkuda akhirnya mereka pun sampai kembali ke vila
" Tambah pengawal... jangan biarkan siapapun masuk ke vila , tanpa izinku atau Aflan ... mengerti !!" titah Saga ..Saga mengendong Amara yang tertidur akibat kelelahan dan merebahkannya di ranjang mereka. Begitupun Aflan
Saga kembali ke luar di mana Aflan dan beberapa tangan kanan Saga tengah menunggunya.
" Aflan sewalah banyak penjaga untuk mengamankan area Vila....cari juga beberapa puluh pekerja , aku ingin membangun ruang persembunyian di rumah tebing !! musuh kita tak bisa kita remehkan" titah Saga
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote