
Sofia bergegas mendatangi Sora dan menariknya ke kamarnya
" Bagaimana ini kak....??bagaimana jika wanita penganggu itu benar-benar masih hidup " tanyanya takut
" Entahlah.. apakah kau sudah pernah menyuruh tabib Maya untuk melihat nya ??" tanya Sora balik
" Oh iya ya kak... aku kok tak pernah terpikir kan hal itu?? sebentar aku panggilkan tabib Maya dulu !!" Sofia segera memanggil tabib Maya, tabib Maya lalu melakukan ritual untuk melihat keberadaan Amara saat ini
" Ambil baju Amara kemarin putri !!" titahnya
" Jangan di rusak Maya, aku masih membutuhkannya sekali lagi !!" ucap Sofia sambil menyerahkan baju Amara pada Maya
" Maaf tuan putri... kita harus membakar pakaian ini untuk mengetahui jejaknya " sahut Maya lalu melempar baju Amara ke api di depannya
Sofia dan Sora menunggu harap-harap cemas, sedangkan Maya terus merapalkan mantra sambil memejamkan matanya, tiba-tiba matanya melotot dan Maya pun terhempas ke dinding seolah kekuatan besar telah melemparnya
" Tabib Maya....apa yang terjadi ??" tanya Sora setelah menolong tabib Maya
" Entahlah....aku mengikuti jejak Amara, namun kekuatan besar menghalangi penglihatan ku bahkan menghantam ku dengan begitu mudah... namun seperti nya Amara.... masih hidup !!" jawab Maya pelan....sungguh tubuhnya serasa remuk redam saat ini, bahkan darah menetes dari bibir dan hidungnya
" Bagaimana ini kak...??" Sofia kembali bertanya pada Sora
" Mau bagaimana lagi Sofia, nasi sudah jadi bubur....berharap saja Saga akan menghadapi jalan buntu sama seperti tabib Maya " ucap Sora ....Sora lalu kembali ke kamarnya sambil tersenyum dingin
" Bukan urusanku lagi jika Saga mengetahui kenyataannya Sofia... saksi mata keterlibatan ku Roxana sudah mati, kini hanya tinggal kau dan Maya yang akan terlibat salahmu sendiri karena tidak hati-hati... aku tidak perlu cemas !!" ucap Sora dalam hati
Sora lalu berjalan ke kamar salah seorang dayang kepercayaannya....
" Bagaimana dengan tugasmu ? apa sudah selesai ??" tanyanya pada dayang yang di datanginya
" Hamba sudah mencampur racun itu si tempat air minum nyonya Astina sekali... besok hamba akan melakukannya lagi tuanku permaisuri, namun kadar racun sangat samar hingga akan butuh waktu membuat nyonya Astina merasakan dampaknya harap permaisuri bersabar....hamba takut di curigai jika nyonya Astina tiba-tiba saja sakit " sahut sang dayang sambil menunduk
" Baiklah... aku percaya padamu, ini komisi untukmu.. teruskan tugasmu sampai selesai dan ingat jangan sampai siapapun tau akan hal ini, jika tidak....keluargamu yang akan menanggung akibatnya, mengerti !!" tegas Sora yang di angguki oleh sang dayang
Sora tersenyum senang segalanya berjalan begitu lancar untuknya sampai saat ini, hanya si botak Max saja yang tidak pernah menemuinya lagi namun ia malah bersyukur penganggunya sudah tidak ada
" Sora.... aku akan pergi berburu sebentar !!" pamit Xoga begitu ia sampai di kamar
__ADS_1
" Baiklah suamiku... jangan terlalu lama, aku menunggumu !!" jawab Sora sambil tertawa sinis
" Kau fikir aku tak tau Xoga... kau pasti buru-buru ingin memberitahu Astina mengenai berita Amara....cih tunggu saja beberapa bulan lagi kau tak akan bisa bersama wanita sialan itu 😡🤬" omel Sora dalam hati
VILA SAGA....
Setelah menaiki kudanya tanpa henti pada tengah malam Saga sudah sampai, nampak Aflan tengah menantinya
" Selamat datang jendral... bagaimana keadaanmu ??" sambut Aflan sambil memeluk Saga
" Yah seperti yang kau lihat, bagaimana ...?? apa kau sudah bisa mengorek tentang kejadian hari itu pada Isla ??" tanya Saga sudah tak sabar
" Semenjak tadi siang ia sadar dan kepalanya sakit....sampai sekarang ia masih tidur , jadi aku belum bisa menanyakan apapun jendral kita tunggu saja besok pagi semoga ada kemajuan... yang parah Isla bahkan lupa jika kami sudah menikah....semoga saja itu hanya sementara !!" papar Aflan , keduanya lalu makan makanan yang sudah di siapkan
" Sebaiknya jendral beristirahat saja dulu... jendral pasti lelah "
" Baiklah Aflan... kita bertemu besok pagi, kuharap Isla bisa mengingat semua nya !!" ucap Saga lesu....Saga lalu masuk ke kamarnya, ia membuka lemari pakaian Amara dan mengambil pakaian tidur Amara dan menciumnya ..... sangat lama, wangi tubuh Amara bahkan masih tertinggal di pakaian tidurnya itu
Saga pun tidur sambil di temani wangi dari pakaian Amara sampai pagi.....
" Aku bantu ya...!!" ucapnya pelan....Isla hanya mengangguk, Aflan lalu membantu Isla duduk lalu memberikan sebuah sisir untuk Isla
" Rapikan rambutmu lalu minumlah teh hangat ini, ada yang ingin bertemu denganmu !!" ucap Aflan, Aflan lalu memanggil Saga dan membawanya ke kamarnya
" Selamat pagi Isla !!" mendengar suara Saga, Isla langsung mengangkat wajahnya
" Jendral...?? " cicitnya ...kepalanya masihlah sedikit pusing saat ini
" Bagaimana Isla....apakah kau sudah ingat apa yang terjadi padamu dan Amara ??" tanya Saga sambil duduk di depan Isla... Isla terdiam sambil mengamati Saga
" Jendral... di mana gelang penolak sihir milikmu ??" tanya Isla tiba-tiba
" Gelang...?? entahlah Isla sepertinya hilang saat aku berperang , kau ingat dengan gelang itu ??" tanya Saga
" Tentu saja karena mencari batu penolak sihir itu aku sampai kehilangan kegadisanku 😡😡!!" sahutnya sambil melirik jengkel pada Aflan
" Isla ... tolonglah kembali pada topik kita, apa yang terjadi padamu dan Amara hari itu di tebing air terjun ??" tanya Saga lagi
__ADS_1
" Tebing air terjun...?? Amara ??" beo Isla berusaha mengingat-ingat, samar namun berlahan Isla mengingat pernikahan Amara namun
" Apa benar aku sudah menikah dengan Aflan jendral ??" tanyanya lagi tak nyambung membuat Saga hanya bisa mengangguk sambil menghela nafas panjang karena sepertinya Isla tak akan mengingat apa yang terjadi hari itu
" Mommy....." terdengar suara anak kecil yang mengintip di depan pintu sambil tersenyum pada Isla
" Mom...mommy...???" tanya Isla sambil memandangi Aflan....Aflan mengangguk sambil tersenyum
" Namanya Miriam !!" sahut Aflan tambah membuat Isla bingung... apakah itu anaknya dengan Aflan ?? memangnya sudah berapa lama mereka menikah hingga sudah memiliki anak sebesar ini ??? cicit Isla dalam hati
" Boleh miriam memeluk mommy ??" tanya Miriam sambil memandangi wajah Isla... Isla hanya bisa mengangguk...Miriam pun berlari dan memeluk leher Isla sambil menyebut kata mommy
" Mommy mengapa mommy lama sekali bobonya ??" celotehnya sambil membelai pipi Isla
" Oh ya....berapa lama Aflan ??" tanya Isla
" Hampir 4 bulan Isla, kau koma setelah terjatuh dari air terjun bersama Amara... katakan Apa yang terjadi pada Amara ??" jawab Aflan.... Isla berusaha mengingat semua yang di katakan Aflan namun ia tak bisa ....
Miriam pun melepas pelukannya
" Mommy jangan bobo lagi ya, Miriam sepi tidak ada yang menemani main ... Miriam mau mandi dulu ya , muah muah " pamitnya lalu mencium kedua pipi Miriam lalu berlari namun tiba-tiba saja Miriam terjatuh mengangetkan Isla
" Amara... pegang tanganku Amara.... amaraaaaa !!!" teriak Isla histeris dengan tangan seolah-olah sedang memegang seseorang
" Isla.... Isla...." ucap Aflan berusaha menenangkan Isla dengan memeluknya erat... Isla menangis histeris
" Kalian jahat.... kalian begitu jahat... jangan sakiti Amara dia sedang mengandung anak jendral Saga... jangan...jangannnn !!!" teriak Isla lagi sebelum kembali pingsan di pelukan Aflan
Aflan dan Saga saling pandang
" Kalian....??? berarti Roxana tidak seorang diri di sana ?? siapa sekutunya ??" tanya Aflan yang membuat Saga sangat berang...
jeng..jeng..jeng...
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1