
Maaf sista sekalian, onel baru bisa beredar kembali... beberapa hari ngak enak body 😘😘
🎂🎂🎂🎂
" Maaf jendral.... saya menyela, kita di hadang pasukan tidak di kenal " terdengar suara Aflan mengagetkan kegiatan panas yang baru saja akan terjadi
" Apa....?? brengsek siapa yang berani menganggu momen indahku ?? cari mati mereka rupanya !!" umpat Saga kesal, mau tak mau Saga pun keluar dari kereta setelah mengecup sekali lagi bibir Amara
" Kali ini kau lepas sayang... namun tidak nanti malam, bersiaplah cup !!" bisiknya lalu melompat keluar dari kereta membuat Amara terkekeh
Saga langsung naik ke kudanya
" Siapa mereka Aflan ?? apakah banyak ??" tanya Saga
" Yang jelas mereka bukan dari Mongun ataupun Sobaria, jumlah mereka lumayan banyak jendral " sahut Aflan
" Baik... lawan saja !!" titah Saga, semua pengawal Saga pun melakukan perlawanan tanpa banyak babibu lagi, karena pihak lawan di tanya maunya apa dan dari mana juga diam seribu bahasa....artinya mereka tak akan bisa di ajak bernegosiasi , mereka hanya menerima perintah satu arah dan itu entah siapa
Pertempuran berlawan seimbang... namun hari sudah mulailah senja ...
" Jendral... pergilah lebih dulu dengan Amara dan Isla ke istana nyonya Astina, jaraknya tidak begitu jauh... biar mereka kami yang menyelesaikan...!!" usul Aflan
" Tapi Aflan.... tinggal sedikit lagi "
" Jendral... pergilah, kita tidak tau mereka akan menambah pasukan atau tidak... kalian baru saja bertemu kembali, jangan sia-siakan hal itu ... kami akan baik-baik saja !!" pinta Aflan...Saga berpikir sejenak, benar juga apa yang di katakan Aflan, akhirnya Saga memanggil Amara untuk keluar dan menariknya ke atas kudanya....Isla juga di minta mengikutinya dengan seekor kuda
" Suamiku...mengapa aku di depan, di belakang saja !!" protes Amara saat Saga menariknya dan duduk di depannya
" Aku tak ingin kau terkena panah ataupun sabetan pedang musuh sayang, sekarang pegangan yang kuat kita akan berkuda dengan cepat.... Isla ikuti kami !!" titah Saga
Semula Isla hendak menolak... ia tak mau meninggalkan Aflan , namun Aflan memberi kode agar Isla mengikuti Saga dan ia akan baik-baik saja. Mau tak mau Isla pun pergi walau dengan perasaan tak menentu
Saga memacu kudanya dengan cepat , Isla mengikuti di sampingnya....selama menjadi istri Aflan , Isla dilatih berkuda dan mengunakan pedang untuk pertahanan diri....hasilnya kini Isla sudah pandai berkuda dan bertempur
" Panglima....bagaimana ??" terdengar suara di kejauhan
" Panah !!" pastikan sang jendral terluka, raja Kenan tak akan menerima jika usaha kita sia-sia " sahut sang panglima....
Pemanan menyipitkan sebelah matanya dan dalam hitungan detik....
__ADS_1
Blasssss......sebuah panah meluncur dan
" Ahhhh.....!!" jerit kecil Saga terdengar saat panah tersebut mengenai area punggungnya, namun hanya sesaat ia kembali menarik kekang kudanya dengan keras....
" Hati-hati Isla !!" teriaknya, mata Isla melotot melihat panah menancap di punggung Saga
" Ada apa suamiku ??" tanya Amara yang tidak mengetahui nya
" Tidak apa-apa sayang, bertahanlah sebentar lagi kita sampai
Sang pemanah tersenyum puas karena panah yang di lepaskan nya mengenai punggung seorang jendral Saga
" Hebat....!! tak percuma kau menjadi pemanah nomor satu di kerajaan kita " puji sang panglima
" He he terimakasih panglima " sahutnya senang
Saga terus memacu kudanya sampai beberapa saat dan terlihatlah pintu gerbang istana mini yang di buat oleh Xoga untuk Astina. Istana itu terlihat biasa saja dari luar , namun begitu memasuki pintu gerbang ke dua... baru terlihat kemegahan istana tersebut.
Beberapa pengawal menyambut kedatang Saga , tanpa di beritahu semua pengawal kerajaan Mongun pasti mengetahui kedatangan seorang Saga hanya melalui ringkikan kudanya saja.
Astina bergegas menyambut kedatangan Saga, betapa kagetnya ia begitu melihat Amara juga ada di atas kuda... Astina sungguh tak menyangka akan hal itu, putri nya masihlah hidup dan terlihat baik-baik saja.
" Jendral....!!!" teriakan Isla mengagetkan keduanya, nampak Saga terduduk dengan darah mengalir dari area punggungnya.
" Saga...!!"
" Suamiku ..!!" teriak Astina dan Amara bersamaan, keduanya mendekati Saga dengan berlari
" Suamiku kau terluka ??" tanya Amara begitu cemas, Saga tersenyum santai
" Berhentilah menangis Amara, panah itu masih jauh dari jantungku... aku akan baik-baik saja, bukan begitu Isla ??" tanya Saga sambil mengedipkan sebelah matanya memberi kode
" Iya Amara... jendral hanya terluka tak akan membuatnya tumbang, sebaiknya kita cepat masuk dan mengobati suamimu !!" sahut Isla
Semua lalu masuk, Astina memberikan kamar terbesar di istananya pada Saga dan Amara, kini Saga sedang duduk dan Isla pun mulai melakukan pengobatan pada Saga, Isla hanya berharap panah tersebut tidak beracun... jika beracun, habislah sudah..
" Untung panah ini tidak beracun jendral huff !!" lapor Isla sambil memberikan anak panah yang berhasil di cabutnya pada Saga
Saga mengamati bentuk anak panah tersebut, sepertinya ia pernah melihatnya tapi di mana ???
__ADS_1
" Bukankah ini ciri khas dari kerajaan milik Kenan..?? Kaka iparnya ?? jadi rupanya ia serius ingin memiliki Amara ... brengsek 🤬🤬, kalian semua anggota keluarga Sobaria sungguh tak bisa di tolerir lagi !!" omel Saga dalam hati
" Jendral sudah tau siapa pemilik anak panah ini ??" tanya Isla
" Hemmm... ya "
" Anda mengenalnya ??"
" Ya... Isla usahakan Amara keluar dari kamar ini beberapa waktu, aku ada tugas untukmu !!" titah Saga
" Baik jendral.....!!" Isla lalu keluar dan menemui Astina
" Nyonya bisakah anda mengajak Amara berkeliling istana sejenak, jendral Saga ada perlu sebentar !!" pinta Isla
" Baik Isla... serahkan padaku, memangnya apa yang ingin di rahasiakan oleh Saga pada Amara ??" tanya Astina kepo
" Entahlah nyonya, saya akan memberitahunya nanti "
Setelah Astina berhasil mengeluarkan Amara dari kamar Saga ....
" Isla tuliskan sebuah surat dariku !!" titahnya... Isla pun menurut tanpa bertanya, setelah semua perlengkapan selesai... Isla pun duduk dan menuliskan semua apa yang di katakan Saga tanpa kurang satu titik pun
" Suruh pengirim surat terbaik untuk mengirimkannya segera !! rahasiakan ini dari Amara , paham !!" titah Saga lagi
" Baik jendral !!" sahut Isla sambil tersenyum senang atas keputusan jendral Saga.
" Ingat Jendral.. sampai lukamu sembuh jangan melakukan gerakan yang berlebihan karena bisa membuat lukamu berdarah lagi ... mengerti !!" pesan Isla sebelum keluar kamar
" Apa... jadi aku ti ... "
" Ya.... dan jangan membandel, aku akan memberitahukan Amara tentang larangan itu juga !!" sahut Isla sambil terkekeh geli
" Isla..... jangan !!" larang Saga
" Maaf jendral... bersabarlah untuk malam pertamamu ha ha ha " terdengar tawa Isla semakin kencang melihat wajah prustasi Saga
" Bagaimana ini... aku sudah sangat ingin , tapi.... oh dasar Kenan sialan, aku pasti akan membalasnya brengsek !!" omel Saga kesal
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya