Deep Heart

Deep Heart
252. Rindu itu berat


__ADS_3

" Bagaimana ibu apakah cantik ? " tanya Sarah sambil berputar di depan Amara mengenakan gaun pemberian suaminya. Wajah Sarah terus tersenyum membuat Amara turut bahagia


" Tentu saja sayang, apapun yang kau pakai akan selalu terlihat cantik !!" puji Amara


" Siapa dulu dong....anak ibu hehe" sambung Sarah begitu bahagia


"'Oh ibu ....Sarah sungguh tak menyangka jika Sarah benar-benar akan ke Mongun tidak lama lagi, Sarah sangat bahagia Bu bisa bertemu lagi dengan kakak tampanku " cicitnya masih berputar mengagumi gaun yang di beri Erden


" Ya Sarah.. ibu juga tidak menyangka jika anak ibu akan menjadi permaisuri di kerajaan besar seperti Mongun, kau sangat beruntung putriku " ucap Amara


" Permaisuri...?? apakah menjadi permaisuri itu sulit ibu ?" tanya Sarah lagi


" Entahlah sayang... ibu belum pernah menjadi permaisuri namun jika ibu melihat, seorang permaisuri tugasnya hanya mendampingi raja jika ada acara penting... itu saja. Selebihnya hanya mengawasi urusan istana. Kau akan punya banyak dayang yang akan melayani dan melakukan apapun yang kau perintahkan " jelas Amara


" Jadi aku tidak perlu melakukan pekerjaan rumah tangga ibu ?"


" Ya begitulah... tugasmu hanya menemani dan melayani suamimu mengerti . Namun ingatlah sayang walaupun kau sudah menjadi permaisuri janganlah bersikap sombong dan juga semena-mena pada siapapun, tetaplah menjadi pribadi yang ceria dan bagus seperti sekarang ini " lanjut Amara


" Baik ibu... makanya ibu harus tinggal di istana bersama Sarah, jadi ibu bisa menegur Sarah jika Sarah salah dan Sarah juga bisa langsung bertanya pada ibu jika ada kesulitan. Jadi ibu jangan dulu tinggal di vila sana ... temani Sarah sampai Sarah mampu berdiri sendiri menjadi seorang permaisuri " pinta Sarah


" Baik sayangku, ibu berjanji ibu akan menemanimu di istana . Oh ya sayang nanti juga ada nenekmu datang ke istana, nenekmu sekarang adalah seorang permaisuri walaupun hanya di kerajaan kecil. Jadi nanti jika bertemu dengan nenekmu kau bisa belajar banyak pada nenekmu ya !!" ucap Amara lagi


" Oh ya...?? nenek Sarah juga seorang permaisuri ibu ? jadi nenek dan Sarah seorang permaisuri seharusnya ibu juga menjadi permaisuri jadi lengkap " celetuk Sarah membuat Amara terkekeh


" Ibu sudah sangat bahagia sekarang sayang, tidak menjadi permaisuri tidaklah masalah....selama ibu masih bisa mendampingi ayahmu sampai umur memisahkan kami itu sudah cukup untuk ibu " jawab Amara


" Ibu tenang saja... Sarah kan nanti jadi permaisuri, ibu bisa meminta apaaaaa saja pada Sarah. Katakan ibu apa keinginan ibu yang sampai sekarang belum kesampaian ? Sarah akan berusaha memenuhinya bu " tanya Sarah sambil mengenggam kedua tangan ibunya


" Keinginan yang tidak tercapai ? apa ya ? entahlah sayang rasanya ibu tidak pernah punya keinginan yang macam-macam " jawab Amara


" Ayolah ibu... setiap orang pasti punya cita-cita atau apapun yang diinginkannya, coba ibu pikir baik-baik " kejar Sarah


" Emmm sebenarnya ada satu keinginan ibu yang tidak berani ibu ucapkan pada ayahmu " akhirnya Amara buka suara


" apa itu ibu ? katakan pada Sarah !!"


" Tapi janji ya ... jangan kau sampaikan pada ayahmu !! nanti ayahmu kepikiran " pinta Amara


" Ok Sarah janji bu , ini akan menjadi rahasia kita berdua " janji Sarah


" Dulu saat ibu muda, setelah ayahmu menyelamatkan ibu dan membawa ibu ke villanya untuk di jadikan dayang ... ibu sempat belajar ke kota beberapa kali. Di tempat ibu belajar ibu bertemu dengan murid dari berbagai daerah. Ibu sangat kagum dengan seorang murid yang datang dari kerajaan China, ia sering bercerita tentang bagaimana megah nya bangunan di sana dan juga bagaimana indahnya pemandangan di China itu. Sempat terbersit di hati ibu... seandainya ibu di beri kesempatan untuk bisa melihat yang namanya negri China pasti ibu akan sangat bahagia, namun apa daya ibu hanyalah seorang dayang hehe... itu saja sayang " cerita Amara yang di dengarkan begitu antusias oleh Sarah


" Wah hebat sekali keinginan ibu , apa lagi ibu ?" tanya Sarah lagi

__ADS_1


" Tidak ada sayang hanya itu, sungguh. Sudahlah sekarang ayo kita tidur besok kita banyak pekerjaan untuk mempersiapkan keberangkatan kita ke Mongun " ajak Amara


" Baik ibu... Sarah sayang ibu muah muah muah " ucap Sarah sambil menciumi pipi ibunya


" Ibu juga sangat menyayangimu sayangku.... cucuku tidurlah yang nyenyak ya jangan nakal !!" bisik Amara ke perut Sarah membuat Sarah tertawa geli


Tanpa di sadari keduanya sebenarnya seluruh perbincangan keduanya di dengar oleh Saga. Saga menghela nafas panjang mendengar keinginan terpendam istrinya


" Sabarlah Amara....suatu saat nanti aku pasti akan mengabulkan segala inginanmu itu. China memanglah kerajaan yang sangat indah dan luas....tak kusangka kau sangat ingin melihat negri itu " ucap Saga sambil merebahkan tubuhnya ke pembaringan.


Pikiran Saga melanglang buana kembali ke beberapa tahun yang lalu, mulai saat ia menyelamatkan Amara pertama kali ....sampai ia mencium bibir sexy itu , saat Amara sempat menghilang bahkan sampai saat ia melahirkan anak-anak buah cinta mereka. Amara tak pernah tidak tersenyum padanya, Amara juga tidak pernah meminta apapun padanya... ia menerima semua yang di berikan tanpa protes atau sekedar berkata apakah ia sudah atau tidak.


Amara juga begitu sabar merawat dirinya juga anak-anaknya, mau mendampinginya di tempat terpencil ini selama satu dekade lamanya tanpa pernah mengeluh.


" Aku sungguh beruntung bisa bertemu denganmu Amara, kau adalah hal terbaik yang terjadi padaku " ucap Saga


🍓🍓🍓🍓


Beberapa hari kemudian rombongan penjemput dari kerajaan Mongun sampai ke pulau milik Saga. Saga terkejut melihat kereta baru yang begitu besar yang di bawa untuk menjemput Sarah dan keluarganya . Kereta tersebut begitu mewah di dalamnya di lapisi permadani tebal dan banyak bantal hingga Sarah dan beberapa wanita yang ikut di dalamnya pasti akan merasa nyaman.


Saga dan Aflan menyambut kepala prajurit yang memimpin penjemputan. Bibi dan pembantu yang lain langsung menghidangkan makanan untuk rombongan prajurit yang baru saja sampai dari perjalanan jauh.


" Silahkan kalian menginap di rumah tamu selama berada di sini , bibi akan melayani kebutuhan kalian....katakan saja pada bibi jika ada yang kalian perlukan " ucap Saga


Saga berjalan ke ruang tamu dan membaca surat dari Erden


" Paman seperti yang paman tau aku sudah melaksanakan syarat dari paman . Pesta persiapan pernikahan sudah rampung tinggal menunggu kedatangan kalian. Aku juga akan memanggil ayah dan istrinya... ibu Astinah untuk datang ke Mongun . Jadi tolong sampaikan pada Amara bahwa kalian tidak perlu singgah ke kerajaan ayah untuk bertemu ibu Astinah, mereka bisa bertemu langsung di Mongun.


Berhati-hati lah di jalan paman, sampaikan salam rinduku untuk istriku tercinta Sarah


Tertanda Erden


Saga tersenyum membaca surat tersebut. Momen ini akan menjadi reuni keluarga , baik keluarganya maupun keluarga dari pihak Amara. Saga segera mencari Sarah dan Amara yang tadinya sedang berbincang dengan Isla di kamar Sarah.


" Sarah..." panggilnya di depan pintu


" Ya Ayah... apa ayah sudah melihat kereta nya sangat besar dan indah ? " tanya putrinya dengan wajah berseri-seri sungguh sangat menyejukkan hati


" Tentu saja sayang... suamimu mempersiapkan yang terbaik untukmu dan anaknya agar di perjalanan kalian merasa nyaman. Isla kau dan putrimu bergabung saja di kereta bersama Amara dan Sarah nanti !!" ucap Saga


" Asik... menyenangkan sekali " ucap Sarah senang


" oh ya Sarah, ada salam rindu dari suamimu. sepertinya ia sangat merindukanmu " lanjut Saga membuat wajah Sarah langsung memerah

__ADS_1


" Benarkah ayah ?? aku juga sangat rindu " cicitnya membuat Amara dan Isla tertawa sambil saling pandang. Lucu rasanya melihat Sarah yang kini begitu jatuh cinta mereka jadi teringat masa muda mereka masing-masing..Yah memang masa pertama berumah tangga sangatlah manis, setiap saat merindu, setiap saat menanti, setiap saat terasa begitu lama saat berpisah 🥰🥰


" Mengapa ibu dan bibi tertawa ?? Sarah terlalu lebai ya " tanya Sarah malu


" Tidak sayang... kami tertawa karena dulu kami juga seperti mu sekarang ini. Kami tau betapa rasanya menahan rindu itu, kata paman Aflan mu ... rindu itu berat lebih berat dari pada menggeser gunung ha ha ha " sahut Isla tergelak


" ha ha ha iya bi... Sarah memang sangatlah rindu pada kakak, kira-kira kakak serindu ini juga atau tidak ya ?"


" Pastinya lelaki itu biasanya jauh lebih rindu sayang... ibu berani bertaruh begitu ia bertemu denganmu pasti kau akan dikurungnya di kamar berhari-hari " sahut Amara


" Berhari-hari....mengapa bu ?" tanya Sarah bingung


" Ya untuk melepas rindu lah... masa kau tak mengerti Sarah ha ha ha, apa kau tau suami itu kalau lama tak bertemu hmmmmmm minta jatah terus sampai tuh tongkat sakti ngak bisa bangun baru berhenti ha ha ha " sambung Isla


" Berarti begitu dong kemaren paman Aflan ??" tembak Sarah


" Pastilah... apa kau tidak memperhatikan keluhan bibi Isla mu yang bilang pinggangnya sakit , ya itu karena kelakuan paman bitakmu itu bha ha ha " ketiganya tertawa ngakak so hard


Saga yang masih betah mendengarkan rumpian para wanita pun ikut terkekeh dari balik pintu


" Karena itu Sarah... ayo kita harus merawat tubuhmu sebelum ke Mongun, jadi nanti jika kalian bertemu kulitmu sudah mulus dan harum... itu pintu surga juga wangi dan rapat. Pasti suamimu tambah klepek-klepek " ajak Amara


" Iya Sarah... ayo kita lulur dulu seluruh tubuhmu nanti baru kau meminum ramuan dariku ya !!"


" Apakah tidak berbahaya ramuannya untuk bayiku bibi ??" tanya Sarah


" Tidak sayang... ini adalah ramuan penguat kandungan agar saat kau dan suamimu nanti sering melakukannya tidak berpengaruh pada kandunganmu " jelas Isla


" Baiklah bibi... terimakasih sudah memperhatikan Sarah dan bayi Sarah , Sarah doakan bibi juga segera mendapat momongan seperti Sarah " ucap Sarah tulus


" Huss....bibi sudah tua, mana bisa hamil lagi nanti ngak kuat nge-jan bayi " jawab Isla


" Kak Isla jangan bicara seperti itu, benar kata Sarah mana tau kau beruntung bisa merasakan juga bagaimana kehamilan dan melahirkan itu nanti. Jangan berkecil hati " jawab Amara


Ketiganya lalu melakukan perawatan namun untuk Sarah lebih khusus.


Saga berjalan menjauh dari kamar putrinya dengan senyum lebar, ia bahagian putrinya menemukan belahan jiwanya. Ia tau bagaimana perasaan putrinya dan juga Erden saat itu. Rasa rindu yang menggunung akibat lama terpisah itu sangatlah berat. Saga setuju dengan Aflan bahwa Rindu itu berat.


Betul betul betul


Rindu itu berat serindu onel mendapatkan like komen dan vote dari kalian


Baca dan hargai karya-karya anak bangsa ya sista

__ADS_1


Love you all 💕💕


__ADS_2