
Sarah menghapus bersih air matanya sebelum keluar dari kamar suaminya, ia tak mau keluarganya melihat sedikitpun kesedihan di hatinya itu
Dengan senyum mengembang Sarah memasuki kamarnya di mana semua keluarganya telah menantinya begitupun kakek naganya .
Siapkan tangis Amara terdengar begitu ia memasuki kamar, sampai saat ini Amara masih tak mau menerima kemalangan putrinya itu.
" Ibu berhentilah menangis, Sarah bukan akan ke tempat yang menyedihkan... Sarah selama ini hidup dengan penuh kebahagiaan di dunia naga , kakek dan nenek naga sangat menyayangi Sarah begitupun semua penghuni dunia naga... jadi ibu jangan bersedih ya muah muah muah " ucap Sarah sambil menciumi pipi dan kening Amara
" Sungguh kau akan bahagia di sana putriku... maafkan ibu hik hik hik ?" tanya Amara tersedu
" Iya ibu... jangan khawatir, ayah Sarah pamit... jaga ibu dan adik dengan baik " pamit Sarah sambil memeluk ayahnya , Saga memeluk erat Sarah dengan tubuh bergetar... jika ia tak menghawatirkan Amara, ia juga pasti akan menangis dengan keras saat ini. Namun jika ia menangis ia yakin Amara akan semakin sedih
" Maafkan ayah sayang, ayah tak bisa menemanimu melahirkan anak-anak mu. Bahkan suamimu juga tak di sana menemanimu... jadilah wanita yang kuat ya putriku " bisik Saga sambil menahan air matanya sekuat tenaga , hatinya pun sangat miris melihat putrinya akan melahirkan tanpa di temani suami ataupun orang tuanya
" Ya ayah... Sarah akan kuat, karena Sarah tau banyak orang yang menyayangi Sarah, Sarah sayang dengan kalian semua..." ucap Sarah sambil tersenyum
" Bibi Isla, Sarah titip kakak tampan....tolong jaga kesehatan kakak " ucapnya berbisik sambil memeluk Isla
" Kau jangan khawatir... bibi akan merawat suamimu sampai ia sembuh dan mengingatmu kembali " janji Isla
Sarah lalu berjalan mendekati kakek naga dan duduk di punggungnya dengan tenang ...matanya nanar memandangi satu persatu keluarganya dan terakhir Sarah memandang ke arah kamar Erden seolah matanya bisa menembus dan melihat kakak tampannya itu dari dalam kamarnya
" Selamat tinggal kakak tampanku, Sarah sangat mencintai kakak... jika kakak ingat dengan ku kunjungi kami di gua naga ya kak... Sarah akan selalu menunggu kakak !!" ucapnya dalam hati
__ADS_1
Dalam sekejap Sarah pun menghilang dari pandangan, Amara langsung pingsan di pelukan suaminya ... ia sungguh sangat sedih dengan keadaan ini.
Saga hanya bisa membaringkan Amara di ranjang dan Isla pun langsung merawat Amara
Saga berjalan keluar dari kamar.. ia berlari ke luar dari istana dan menaiki kudanya, dengan cepat Saga meninggalkan Istana menuju hutan yang berada di belakang istana kerajaan. Setelah di rasa jauh Saga lalu turun dari kudanya
" Aaaaaaarghhhhhh aaaaaaa !!!" Saga berteriak sekuat tenaga di dalam hutan melampiaskan rasa sesak di dadanya , Saga menghunus pedangnya dan menebas semua tanaman yang berada di depannya sampai ia tak kuat lagi mengangkat pedangnya baru ia berhenti, Saga menangis sesegukan sambil terduduk di tanah
Seumur hidupnya baru kali ini ia merasa begitu sedih dan tak berdaya... ia merasa gagal sebagai seorang suami dan seorang ayah, ia tak bisa membuat istrinya tersenyum dan membuat putrinya terpisah dengan mereka
" Mengapa tidak tubuhku yang terkena panah sialan itu mengapa harus Erden ?? Erden sudah cukup menderita selama ini dan saat ia baru saja bahagia mengapa ia harus berpisah dengan istrinya bahkan sampai bisa melupakan istrinya , mengapa mengapa ???" teriak Saga di dalam hutan
" Sabarlah sahabatku... ujian ini akan berakhir pada waktunya " terdengar suara Aflan di belakangnya, rupanya sedari tadi Aflan mengikutinya karena takut jika Saga nekat. Tadinya Aflan mengira Saga akan ke Sobaria seperti Xoga makanya ia langsung membuntutinya begitu Saga berlari, untungnya tidak Saga hanya menumpahkan rasa sedihnya di dalam hutan. Ya begitulah seorang jendral Saga... ia tak pernah mau memperlihatkan rasa sedih ataupun marahnya di depan Amara, ia tak mau Amara tambah sedih jika melihat ia bersedih... satu sifat Saga yang di kagumi oleh Aflan
" Sebaiknya kita ke sungai itu untuk membersihkan lukamu ini jendral, Amara akan marah jika melihatnya " lanjut Aflan lagi ... tanpa suara Saga pun menurut, ia berjalan ke sungai dan membersihkan luka-lukanya juga membasuh wajah kucelnya sampai segar kembali
" Ayo kita kembali !!" ucap Saga akhirnya melihat hari mulai gelap, sepanjang jalan hanya bunyi tapak kuda yang terdengar, baik Saga maupun Aflan tak ada yang berbicara sama sekali sampai mereka kembali di istana.
Hari berlalu... beberapa hari ini ada yang terasa berbeda bagi Erden, tak ada lagi Sarah yang biasanya selalu menemaninya setiap hari walau ia tak meladeninya.
Tak ada lagi celotehan riang wanita yang tengah hamil itu menghiasi kamarnya, kamarnya begitu sepi dan dingin semenjak Sarah tidak ada, entah mengapa walau ia tak mengingat Sarah namun ia merasa ada yang hilang di hatinya kini. Hanya tabib Isla yang setiap hari mengecek kesehatannya
" Tabib Isla boleh aku bertanya ?" tanya Erden akhirnya
__ADS_1
" Silahkan paduka, apa yang ingin anda tanyakan ?"
" Wanita itu... si Sarah, ia pulang kemana ? apakah lama baru kembali ?" tanya Erden
" Sarah pulang untuk melahirkan dan membesarkan anaknya di kampung halamannya, ia tak akan pernah kembali yang mulia " sahut Isla
" Apa ? tak akan pernah kembali ? mengapa ?" tanya Erden kaget
" Untuk apa juga Sarah kembali ke mari ? sedangkan kau tak mengingatnya dan juga tak menghiraukan keberadaannya sama sekali " tanya Isla balik membuat Erden salah tingkah
" Aku bukannya tidak menghiraukannya bi, tapi aku memang tidak mengingat siapa dia " sahut Erden lagi
" Jika kau memang tak mengingat Sarah, tak usah mencarinya !!" sahut Isla kesal , daya ingat Erden mulai kembali... ia mengingat ayah dan ibunya juga Saga dan Amara namun bagaimana mungkin ia tak bisa mengingat Sarah sama sekali... sungguh Isla juga merasa kesal
Isla meninggal kamar Erden dengan kesal , ia masuk ke kamarnya dan berbaring sambil menghela nafas panjang berkali-kali
Sementara itu Erden berdiri mendekati jendela ... matanya menerawang memandangi pemandangan kota Mongun nan megar hari kamarnya itu
" Di manakah kau saat ini Sarah, mengapa aku selalu memikirkan mu... aku ingin bertemu denganmu namun tak ada seorangpun yang mau memberitahu di mana kau saat ini... entah ada apa dengan hatiku ini, aku tak mengenalmu namun aku merasa kehilanganmu dan juga merindukanmu saat ini " ucap Erden dalam hati
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote
__ADS_1