Deep Heart

Deep Heart
162. Janji


__ADS_3

2 Minggu berlalu....


Keadaan Sofia semakin parah, tabib dari negeri China yang di nanti-nanti belum juga datang karena jarak yang begitu jauh..Max hanya bisa mendampingi putrinya dengan penuh rasa kesedihan.


Serasa baru kemarin ia menimang Sofia... kini anak gadisnya sudah dewasa mengapa harus mendapat kan cobaan seperti ini ??


" Ayah.... bisakah kau panggilkan kakak... aku ingin bicara dengannya !!" pinta Sofia dengan nafas tersengal


" Ada apa sayang.... katakan apa yang kau mau pada ayah, ayah akan mengabulkannya !! apa kau mau pulang ke Sobaria ??" tanya Max


" Tidak ayah.. aku hanya ingin bicara pada kakak... aku rindu padanya !!" tolak Sofia... tak lama Kenan pun datang


" Maaf Sofia... kakak sibuk beberapa hari ini, bagaimana keadaanmu ?? sudah lebih baik ??" tanya Kenan begitu datang... sebuah pertanyaan yang seharusnya tidak perlu ia tanyakan karena Sofia terlihat bertambah payah hari ini


" Aku baik kak... ayah tinggalkan kami berdua !!ayah istirahatlah, Sofia tau ayah tidak tidur semalaman... kan sudah ada kakak yang menjagaku " pinta Sofia... Max pun menurut... ia kembali ke kamarnya lalu beristirahat


" Katakan ada apa Sofia.... seperti nya kau tak mau ayah tau ??" tanya Kenan


" Kakak... aku tau umurku tak panjang lagi..."


" Sofia... jaga perkataan mu !! kau akan sembuh Sofia...kakak janji !!" potong Kenan marah


Sofia terkekeh pelan... matanya memandangi manik mata kakak yang begitu di sayanginya itu


" Kakak... jika aku mati aku ingin kau membalaskan sakit hatiku ini kak hik hik hik...." ucap Sofia sambil menangis


" Shuut jangan bicara masalah kematian Sofia.... kakak pasti akan membalaskan sakit hatimu, Kakak akan membunuh Saga dengan kedua tangan ka..."


" Tidak kak... jangan bunuh dia... itu terlalu mudah untuknya !!"


" Lalu....??"


" Pisahkan Amara dengan Saga selamanya, pastikan mereka tidak akan pernah bersatu lagi... jika kakak harus membunuh, bunuh Amara atau siksa dia dengan sangat pedih kak....dia yang membuat Saga membuangku kak...dia harus lebih menderita dariku , berjanjilah padaku kak !! uhuk uhuk " pinta Sofia sampai terbatuk


Kenan sangat sedih melihat kondisi adiknya kini....sungguh sangat menyayat hati


" Baik Sofia... kakak akan melakukan semua permintaanmu dan kau akan melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana mereka akan terpisah dan bagaimana Amara akan menderita di tanganku 😡🤬" janji Kenan membuat Sofia tersenyum


" Aku percaya padamu kak... maka aku bisa mati dengan tenang ......" ucap Sofia


" Sofia... sudah kakak bilang jangan ucapkan kata seperti itu !!" protes Kenan lagi... Sofia tersenyum saja

__ADS_1


" Kak... aku mengantuk... pergilah !!" ucap Sofia... Kenan pun pergi


Sepeninggal Kenan... Sofia mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi racun....botol itu sudah lama dimilikinya ....ia dulu meminta Maya meraciknya dengan niatan akan meracun Amara setelah Amara melahirkan anaknya dan ia akan mengambil anak itu.


Namun ternyata hal itu tak pernah kesampaian.... hingga kini ternyata ia yang lebih memerlukan racun itu. Ia sudah tak tahan dengan penderitaannya selama sebulan ini....


Dengan sekali teguk... racun tersebut habis di telan Sofia....Sofia tertawa sambil menangis


" Amara.... kita akan bertemu nanti di neraka, aku akan menunggumu ha ha hik hik hik.... arghhhh sakittttttt!!!!" erang Sofia namun tak ada seorangpun di kamar yang mendengarnya... Sofia sengaja menahan suaranya, ia tak mau ada yang menolongnya...


Sofia meregang nyawa seorang diri di kamar nan dingin tanpa seorang yang menemani.


Saat dayang dan tabib tiba membawakan obat dan pakaian ganti .... semua begitu kaget melihat Sofia yang sudah tak bernyawa dengan darah keluar dari mulut , hidung bahkan kupingnya...sungguh kematian yang mengenaskan


" Aaaaaaa......!!" para dayang berteriak dan berlarian dari kamar karena ketakutan


Mendengar suara ribut, Kenan segera mendatangi kamar adiknya betapa terkejutnya ia melihat keadaan Sofia sudah tak bernyawa....


" Sofia... Sofia.....apa yang terjadi?? !!" teriak Kenan marah


" Tuanku raja.... sepertinya putri Sofia.... "


" Katakan !!"


" Oh Sofia... Sofia... mengapa kau melakukan ini adikku... mengapa... mengapa???😭😭😭" Kenan sangat sedih, ia menangis sambil memeluk Sofia...kedua istrinya hanya berani melihat dari pintu, keduanya tak ada yang berani mendekati Kenan jika Kenan sedang marah seperti itu


" Kakak....sebaiknya kita ke kamar ayah mertua saja untuk memberitahukan hal ini !!" bisik istri ke dua


" Baik adik... ayo !!" sahut istri pertama... keduanya lalu mengetuk kamar raja Max


" Siapa??" terdengar suara serak raja Max


" Kami... ayah....!!"


" Masuk !!" titah Max, keduanya masuk sambil menunduk


" Ada apa kalian berdua ke mari ??.apa Sofia memanggilku ??" tanya Max sambil memakai pakaiannya


" Maaf ayah mertua... kami hanya ingin menyampaikan kabar , sekiranya ayah tidak kaget saat mendengarnya " jawab mereka berlahan


" Katakan !!"

__ADS_1


" Ee.... itu.... ee...kakak ... kakak saja aku tidak berani !!"


" Ee ayah.... adik...baru saja meninggal !!" ucap istri pertama Kenan membuat Max melotot tak percaya


" Apa.....????? Sofia meninggal ?? bagaimana mungkin ??" teriak Max....Max segera berlari ke kamar Sofia... sayup terdengar suara tangisan Kenan...


" Apakah benar Sofia.... ?? tidak , itu tidak mungkin ....beberapa saat yang lalu Sofia masih baik-baik saja !!" kekeh Max tetap tak percaya


Akhirnya kaki Max sampai ke kamar Sofia.... matanya melihat pemandangan nan begitu mencengangkan.... Kenan sedang menangis sambil memeluk tubuh Sofia yang nampak begitu lunglai dan penuh darah.... wajah Max langsung memerah...


" Katakan apa yang terjadi Kenan ???" teriaknya membuat Kenan terdiam dan berpaling menatap ayahnya...


" Sofia ayah.....Sofia bunuh diri 😭😭😭!!" tangis Kenan


" Bu.... nuh diri....??" beo Max tak percaya....tubuh Max langsung lemas, ia terduduk di lantai


Habis sudah semua penyemangat hatinya.... belum lama setelah kematian istrinya kini Sofia juga meninggal....Max sungguh tak percaya dengan ini semua.


Malta berkabung begitupun Sobaria....Max mengirim berita pada bawahannya di Sobaria agar mengumumkan berkabung untuk kerajaan Sobaria selama 10 hari kembali atas kematian Sofia.


Kematian Sofia yang mendadak sungguh mengagetkan semua orang , apalagi kematian Sofia penuh misteri karena tak tau apa penyebabnya....Max hanya menulis Sofia sakit.


Hanya Sora yang tak mendengar berita tersebut karena ia sedang berada di vila dan hanya di temani 2 dayang yang tak pernah kemana-mana, hingga mereka tak mendengar berita apapun .


Sudah 2 minggu Sora berada di vila ini, tubuhnya berangsur membaik....ia sudah bisa berbaring , namun bergerak sedikit saja tubuhnya terasa sangat sakit.


Selama 2 Minggu ini tak sekalipun Max menjenguknya... hal itu sungguh membuat sedih Sora.


" Max apakah kau sungguh membenciku kini ?? apa kau tak mau menerima bayi kita ??" tanya Sora dalam hati , menurut dayang Max sudah tau kalau ia tengah mengandung.


Hari-hari Sora di jalani dengan kesedihan... ia seringkali mengelus perutnya yang mulai membuncit itu....


" Anakku... seperti nya ayahmu tak mau menerimamu , jika sampai ibu sembuh dan ayahmu tetap tak datang menengokmu mungkin kita akan berpisah nak...maafkan ibu, jika memungkinkan ibu mau pergi bersamamu... namun ibu belum bisa mati karena kematian ibu akan membuat kakak-kakak mu menderita 😥😥" air mata Sora jatuh satu-satu sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam yang sebenarnya terlihat begitu indah namun tidak di mata Sora.


" Nyonya... sebaiknya nyonya masuk....sudah begitu lama nyonya berdiri di balkon ini nanti nyonya bisa masuk angin " ucap dayang yang merawatnya


" Bagaimana keadaan Darla ??" tanya Sora


" Darla sampai sekarang masih tak sadarkan diri nyonya...sepertinya harapan hidupnya tipis " sahut dayang tambah membuat air mata Sora berjatuhan


" Darla ... aku berjanji jika kau selamat, aku akan membalas semua jasamu padaku dan bayiku !!" janjinya dalam hati

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2