
Saat yang di nanti pun akhirnya tiba, semenjak pagi buta seisi rumah sudah sibuk bersiap. Saga membawa semua bibi dan pekerja di pulaunya ke Mongun hanya ada sepasang pembantunya yang tinggal untuk menjaga kediamannya agar tidak rusak. Mereka juga merupakan sepasang suami istri yang baru saja 3 bulan menikah.
Sarah jangan di tanya lagi, rasa tidak sabar menanti pagi membuatnya malah tak bisa tidur semalaman. Betapa ia sudah begitu merindu pada suaminya, ternyata berpisah itu sangatlah tidak enak.
" Kakak Sarah sangat rindu ....Sarah berjanji jika kita sudah bertemu nanti kita tak akan berpisah lagi, selamanya " ucap Sarah sambil memeluk erat gulingnya
" Sarah... bangun nak, ayo mandi dulu baru sarapan !!" panggil Amara dari luar
" Baik bu...." sahut Sarah cepat, secepat ia masuk ke kamar mandi dan mandi dengan di bantu para bibi.
Langkah kaki Sarah terdengar memasuki ruang makan dengan riang, wajahnya sungguh sangat ceria membuat Saga tersenyum
" Kemarilah putriku... kau sepertinya sangat bahagia ?!" tanya Saga , Sarah duduk dengan manja di sebelah ayahnya... ia bersender di bahu Saga sambil memeluk lengan kokoh ayahnya itu
" Tentu saja Sarah bahagia ayah, tak lama lagi Sarah akan bertemu dengan suami Sarah !!" sahutnya sambil tersenyum lebar
" Duh yang bakal ketemu kakak tampannya .... senyumnya sampai ke kuping , awas saja ya nanti kalau sudah bertemu kakak tampanmu itu kau lupa dengan paman botak mu ini !!" olok Aflan yang baru tiba
" Untuk apa juga Sarah harus mengingatmu, tok kau juga tidak ada di kerajaan nantinya " omel Saga
" Lho paman memangnya mau kemana ??" tanya Sarah
" Paman akan jadi gubernur di salah satu wilayah Mongun Sarah he he he " sahut Aflan sambil nyengir ia tau Saga marah karena ia mengambil keputusan tanpa bertanya padanya
" Ya ... paman Aflanmu itu sudah dapat sogokan dari suamimu !!" lanjut Saga
" Hei itu bukan sogokan jendral tapi hadiah... ingat ha..di...ah bedakan dong " protes Aflan
" Sudah ayo semua segera sarapan, selesai sarapan kita segera berangkat !!" ucap Amara menghentikan keduanya
" Apakah ayah marah pada paman ?" tanya Sarah
" Tentu saja ayah marah, berani sekali dia meninggalkan ayah tanpa bertanya terlebih dahulu " sahut Saga
" Jendral... masa seumur hidup aku di ketek jendral terus, nanti aku tak bisa mandiri... biarlah aku belajar menjalani sesuatu dari dasar . Lagipula wilayah itu dekat dengan kampung halamanku... jadi putriku bisa tinggal dekat dengan neneknya "
" Terserah saja....." sahut Saga
Selesai sarapan semua bersiap untuk berangkat dari pulau ke kerajaan Mongun, namun sebelumnya mereka akan mampir ke kerajaan Hodun untuk berpamitan .
Saga juga ingin mengucapkan banyak terimakasih pada raja Hodun karena telah membantunya selama ini sekalian menjemput putri Aflan yang sedang sekolah di kota.
Iring-iringan keluarga Saga pun memulai perjalanan panjang itu di pagi hari, kereta besar berisi keluarga inti Saga dan juga Isla . Sedangkan para lelaki semua naik kuda.
Dari dalam kereta Amara memandangi rumah yang ditinggalinya selama satu dasawarsa ini dengan sedih. Begitu banyak kenangan yang di torehkan di tempat ini, tempat ia memadu kasih dengan suaminya sampai ia 3 kali melahirkan pun juga di rumah itu.
" Ibu....apakah ibu sedih meninggalkan pulau ini ??" tanya Sarah yang melihat mata Amara berkaca
" Tempat ini merupakan tempat yang spesial di hati ibu, tentu saja ibu sedih. Apa kau tau putriku,semenjak pertama kali ibu menginjakkan kaki di pulau ini... ini kali pertama ibu keluar dari sini " jawab Amara
" Apa...?? jadi ibu tidak pernah ke luar dari pulau sama sekali ? mengapa bu apa ayah melarang ibu ?" tanya Sarah kaget
__ADS_1
" Ayahmu tidak pernah melarang ibumu ke luar dari pulau Sarah, namun memang ibumu saja yang tidak mau... sepertinya ibumu trauma jika sesuatu nanti terjadi jika ia keluar dari pulau bukankah begitu Amara ??" sahut Isla
" Ya... itu benar, entah mengapa ibu hanya takut jika berjalan pergi meninggalkan pulau ibu takut sesuatu terjadi pada ibu lagi... ibu tak mau terpisah lagi dengan suami dan anak-anak ibu. Hal yang dulu terjadi pada ibu saat mengandung mu sangat berpengaruh pada ibu " jawab Amara
Sarah langsung memeluk Amara dengan erat
" Sekarang kita tak akan terpisah lagi ibu, Sarah janji....kita akan menghabiskan hari hari kita bersama di kerajaan Mongun " ucap Sarah
" Ya putriku... " sahut Sarah
Isla tersenyum melihat keduanya , seandainya ia punya anak kandung ia juga pasti akan memeluknya dengan erat namun nasip nya memang sudah begini ia tak bisa berkata apapun. Isla sudah bisa menerima anak Aflan sebagai putrinya, hubungan mereka pun sangat baik namun walau bagaimanapun masih ada ruang kosong di salah satu bagian hatinya yaitu keinginan memiliki anak sendiri. Ingin sekali Isla memberikan seorang putra pada Aflan ....suaminya. Walaupun Aflan sudah berkata ia tak akan keberatan Isla tak memberinya anak namun sebagai seorang istri tentu saja ia tetap ingin memberikan keturunan pada Aflan.
Tanpa di ketahui siapapun sudah beberapa tahun ini Isla selalu meminum ramuan penyubur dengan harapan ia akan bisa mengandung tapi sampai saat ini belum ada hasil.
Namun Isla tidak menyerah, ia tetap meminum ramuan yang di buatnya ... yah setidaknya ia sudah berusaha.
Menjelang siang rombongan sampai di kerajaan Hodun, raja Hodun dan istri menyambut mereka dengan suka cita
" Saga walaupun kau akan kembali ke Mongun namun pulau itu tetap milikmu, jadi ingat Hodun selalu terbuka untukmu saudaraku !!" pesan raja Hodun sembari memeluk Saga dengan erat.
" Terimakasih atas segalanya , jangan lupa untuk datang ke pesta pernikahan putriku 20 hari lagi !!" sahut Saga
" Tentu saudaraku, aku akan datang dengan istri, adik ipar dan anak kami " sahutnya senang
" Ayo semua.... mari kita ke ruang makan dan makan siang bersama, kami sudah menyiapkan jamuan untuk kalian !!" ajaknya
Semua makan dengan bahagia, ruang makan kerajaan Hodun jadi begitu ramai oleh obrolan masing-masing. Suara tawa terus bersambut karena kebahagiaan , Amara dan Saga sesekali saling pandang . Keduanya kini merasa kebahagiaan mereka begitu lengkap kini , sebelah tangan Saga menggenggam jemari Amara dan meremasnya gemas
" Jangan bercanda... di sini banyak orang !!" ucap Amara sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Saga namun Saga tak mau melepaskannya
" Raja Hodun ... bisa aku pinjam kamar sebentar, punggungku terasa dingin Amara akan mengobatinya sebentar " izin Saga yang tentu di izinkan oleh raja Hodun
" Saga.... apaan sih !!" cicit Amara malu
" Punggung atau punggung ?? " celetuk si botak membuat beberapa orang tertawa
" Ayah....bagaimana jika Sarah saja yang mengobati ayah ??" tanya Sarah menawarkan diri
" Hanya ibumu yang bisa mengobati penyakit punggung ayahmu Sarah, sudah kau di sini saja dengan paman Aflan !!" sahut Aflan yang paham dengan gelagat jendral Saga yang sudah puluhan tahun diikutinya itu
" Memangnya sakit apa jendral Saga ? " tanya Isla
" Apa lagi jika bukan mencuci tongkat saktinya , apa kita menyusul sayangku ??" bisik Aflan
" Uhuk uhuk uhuk ... dasar kau botak mesum !!" omel Isla yang sampain tersedak mendengar jawaban Aflan
" Bha ha ha hi hi " Aflan tertawa terbahak-bahak sambil melirik ke arah raja Hodun yang juga tertawa terbahak-bahak sambil menggelengkan kepalanya
" Bukan main....masih kuat ternyata jendral kita ha ha ha " bisik raja Hodun
" Bagaimana tidak kuat.. istriku selalu membuatkan ramuan untuknya !!"
__ADS_1
" Benarkah kau pandai membuat ramuan kuat tabib Isla ? mengapa kau tak pernah membuatkannya untukku ??" tanya raja Hodun
" Kau masih muda raja Hodun, jangan bilang kau memerlukan nya ??" tanya Isla
" Pria manapun pasti memerlukannya tabib Isla, apakah kau punya stok aku akan membayarnya ?!" pinta raja Hodun membuat Isla tertawa geli
" Sebentar raja Hodun!!" ucap Isla, Isla lalu pergi ke kereta untuk mencari persediaan obatnya
" Ini raja Hodun, obat kuat kualitas terbaik... ingat makan satu saja jika sampai kau makan 2 ....." ucap Isla
" Kenapa jika aku makan 2 ??" tanyanya
" Kau akan memerlukan lebih dari satu istri dalam semalam "'sahut Isla membuat mata raja Hodun melotot
" Sehebat itu ?? " tanya nya heboh... Aflan mengangguk cepat
" Aku saja hanya boleh minum separuhnya saja... " bisik Aflan
" Wow... terimakasih tabib Isla , berapa aku harus membayar ??" tanyanya dengan wajah berbinar
" Tidak perlu raja Hodun, anggap saja itu hadiah kenang-kenangan dari kami " tolak Isla
" Oh tidak aku tidak mau.... bawakan satu peti emas kemari !!" perintah raja Hodun....dalam sekejap perintah raja Hodun segera di laksanakan
" Terimalah tabib Isla !!" ucap Raja Hodun
" Tapi.... ini terlalu banyak " tolak Isla
" Jangan di tolak tabib Isla, jika menurutmu terlalu banyak anggap saja ini bayaran untuk semua ramuanmu "
" Semua ramuanku...??"
" Ya... inikan nanti habis, jadi kau tinggal mengirimkannya lagi padaku karena aku sudah bayar di muka....bagaimana sepakat ??" ucap Raja Hodun
" Terserah anda saja raja Hodun, baiklah jika obat anda akan habis utus lah bawahan anda untuk mengambilnya ke Mongun... aku akan membuatkannya lagi untuk anda " ucap Isla
Sementara itu di kamar....
" Suamiku... masa kau ingin di saat seperti ini ??" tanya Amara tak percaya
" Jangan salahkan aku... kau selalu tidur di kamar Sarah membuat jatah malamku begitu banyak berkurang " protes Saga
" ya kan bisa nanti , tidak sekarang ... lagi pula ini di istana Hodun bukan rumah kita !!" tolak Amara , sungguh Amara tak habis fikir bagaimana mungkin suaminya meminta jatah di saat seperti ini
" Hanya ini waktu yang tepat, apa kau tau perjalanan kita akan memakan waktu 10 hari....dan selama itu kita tidur di jalan , mana mungkin kita bisa melakukannya di perjalanan!!" kekeh Saga sambil mengangkat Amara ke ranjang . Mau bagaimana lagi sudah... mau tak mau Amara pasrah menghadapi suaminya yang sudah kebelet pengen masuk ðŸ¤ðŸ¤
Hadehhh Saga-Saga sempat-sempatnya minta jatah 😂😂
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1