Deep Heart

Deep Heart
41. Apaa...??


__ADS_3

Kuku Maya pun menyentuh mata Amara namun sebuah cahaya membuat mata Maya begitu silau dan belum sempat ia bertindak sebuah sapuan buntut naga menghempaskan dirinya dari tubuh Amara.... Maya melotot menyadari apa yang terjadi


" Apa... gadis ini memiliki mutiara naga di dalam tubuhnya ?? bagaimana mungkin , ia hanya gadis biasa ??" tanyanya kaget belum hilang lagi kekagetannya Saga menyerangnya dengan segenap tenaga. Keduanya terlibat pertarungan hebat sampai Saga akhirnya terhempas dan pedangnya lepas dari tangannya... keadaan Maya pun sebenarnya tak jauh beda ... banyak darah keluar dari mulutnya terkena pukulan dari Jendral Saga.


Melihat kesempatan Maya segera merapalkan mantra untuk merusak mata Amara... dan ia berhasil merapalkan mantra untuk mengambil mata Amara dari jauh. Senyum lebar Maya menghilang seketika ketika rapalan mantranya tak berjalan sesuai keinginannya karena mutiara naga putri yang berada di tubuh Amara


Maya akhirnya menghilang, ia harus mundur dulu jika ingin selamat....


" Aarghhhh...... " jerit Maya begitu ia tersadar dari semedinya, ia kembali memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Sophia yang menunggunya dari tadi kaget melihat kejadian itu


" Apa yang terjadi bi ?? mengapa kau luka seperti ini , apakah kau berhasil mengambil kedua mata gadis itu ??" cecar nya tak sabaran


" Putri...hah....hah...hah... ternyata gadis itu memiliki mutiara naga putri di tubuhnya, ia dilindungi oleh para naga... namun aku sudah merapalkan mantra untuk mengambil matanya tadi, mudahan setidaknya mantraku bisa membuatnya buta hah ...hah... hah...." sahut Maya sebelum pingsan


Mendengar jawaban Maya... putri Sophia segera keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamarnya, ia cukup senang dengan laporan itu.... setidaknya gadis penghalang itu sudah terluka...


Sementara itu di rumah tebing.....


Saga segera mendatangi Amara yang tergeletak di ranjang, ia berusaha membangunkannya namun Amara tak juga sadar.


Papo dan istrinya yang mendengar keributan segera memasuki kamar Saga


" Amara... bangun Amara....!!" Saga terus berusaha menyadarkan Amara, wajah Saga sampai pucat pasi...ia tak ingin apapun terjadi pada Amara


" Jendral bagaimana jika kita bawa saja pada tabib Isla... kurasa Isla bisa mengobatinya " saran Aflan


" Apa yang terjadi Jendral ??" tanya Papo melihat Saga yang begitu panik dan Amara yang tak sadarkan diri


" Penyihir hendak mencelakai Amara !!" jawab Aflan


" Siapkan kereta kuda... kita berangkat ke vila sekarang juga !! Aflan kau naik kuda jemput Isla bawa ke vila !!" titah Saga sambil mengendong Amara dan membawanya ke luar


Papo bergerak cepat memasang kereta kuda, sedangkan Aflan segera melesat dengan kudanya turun lebih dulu


Saga memeluk tubuh Amara sambil menangis, ia sangat takut Amara kenapa-napa


" Jangan tinggalkan aku Amara.... bangunlah....!!" bisiknya sambil menciumi wajah Amara, namun Amara tak ada pergerakan sama sekali


" Siapa penyihir itu ?? mengapa ia ingin menyakiti Amara... selama ini Amara tak pernah bermasalah dengan siapapun, ia tak pernah kemanapun hanya dikurung di vila....??" Saga bertanya-tanya dalam hati


" Tok...tok..tok...Isla ini aku, buka pintunya !!" teriak Aflan begitu sampai di depan pintu rumah Isla... Isla masihlah tertidur karena hari masih gelap

__ADS_1


" Isla.... Islaaaa...!!" panggil Aflan lagi, Isla yang akhirnya terbangun pun bergegas keluar


" Ada apa kau kemari ?? hari masihlah gelap " tanyanya dari balik pintu, ia enggan membukakan pintu karena kejadian terakhir kali mereka bertemu masih membuatnya jengkel


" Aku diutus jendral Saga untuk menjemputmu, Amara di ganggu oleh sihir jahat !!" jelas Aflan dari luar.. mendengar itu Isla segera membukakan pintunya


" Dimana Amara sekarang ??"


" Jendral masih membawanya dengan kereta dari rumah tebing ke vila... kau ikutlah denganku ke vila agar saat mereka sampai kau sudah siap " pinta Aflan


" Sebentar ... masuklah dulu bantu aku membawa obat-obatan ku !!" pinta Isla, keduanya pun masuk dan Aflan membantu mengemas semua yang di tunjuk oleh Isla


" Apakah sudah semua ??" tanya Aflan


" Iya... ayo kita berangkat " jawab Isla


" Eee... cantik, apa tidak sebaiknya kau berganti pakaian... pakaianmu ini sangat sexy " tahan Aflan sambil memandangi ke arah dada Isla yang terlihat karena Isla hanya memakai gaun tipis untuk tidur saat ini membuat lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas... sebenarnya Aflan berkali-kali menelan salifanya sedari tadi , dilihat nyiksa.... ngak dilihat sayang pikirnya 🤣🤣🤤🤤


Wajah Isla langsung memerah menyadari ia sedari tadi hanya memakai gaun tipis terawangnya di depan Aflan, tanpa suara Isla langsung berlari ke kamarnya


" Ya ampun... malu sekali aku kok bisanya aku berpakaian seperti ini di depan duda mesum itu, pantasan saja matanya seolah mau lepas dari wajahnya melihatku 😱😓😓 " rutuk Isla dalam hati


" Jelaskan sebenarnya apa yang terjadi Aflan, agar aku tau apa yang harus kulakukan pada Amara begitu ia sampai !!" pinta Isla, Aflan pun menjelaskan semua yang terjadi secara terperinci... Isla dan bibi mendengarkan dengan seksama


" .... begitulah kejadiannya !!" akhir kisah Aflan


" Siapa yang ingin menyakiti Amara, dia tak pernah bertemu siapapun selain guru-gurunya selama ini ??" tanya bibi bingung


" Penyihir dengan warna merah itu juga bukan berasal dari kerajaan kita bi, biasanya sinar merah itu terjadi jika seorang penyihir melewati batas kekuasaannya atau dengan kata lain penyihir itu berasal dari kerajaan lain... bukan main, ia bisa melewati batas kekuasaannya dan masih bisa sehebat itu... ini tak bisa di remehkan " ulas Isla


" Sayang aku sudah tak bisa meramal lagi sekarang, hingga aku tak bisa tau dari mana ia berasal " lanjut Isla


" Bibi siapkan rendaman air herbal... setidaknya kita harus menyembuhkan luka luarnya dulu, jika Amara tak juga sadar kemungkinan ia terkena mantra dari penyihir itu... entah apa mantra yang di berikannya pada Amara " lanjut Isla.


Tak lama sebuah kereta memasuki vila, Saga terlihat mengendong Amara yang masih tak sadarkan diri masuk ke dalam.


" Isla... tolong sembuhkan Amara !!" pinta Saga dengan suara bergetar. Isla segera memeriksa tubuh Amara yang terasa panas, Isla merasakan hawa panas keluar dari tubuh Amara terutama di wajah Amara.


" Apakah anda tau... apa yang diinginkan oleh penyihir itu dari Amara ?? " tanya Isla


" Penyihir itu berulangkali mengatakan ingin mengambil mata Amara... entah apa maksudnya " sahut Saga. Isla segera bersemedi ..ia harus memastikan dengan mata batinnya.

__ADS_1


Isla melihat mata Amara di selubungi sinar merah... benar kata Aflan , kekuatan sihir jahat itu berwarna merah dan ia seperti nya ingin membuat mata Amara menjadi buta, betapa jahat penyihir tersebut... siapa yang berada di balik semua ini.


Isla lalu merapalkan mantra-mantra penolak untuk menghapus mantra jahat dari sang penyihir, berlahan tampak darah menetes dari kedua mata Amara....Saga yang melihatnya menjadi tambah panik


" Isla.... mata Amara berdarah, apa yang terjadi....Islaaaa!!" bentak Saga berang, berlahan Isla membuka kedua matanya


" Mantra penyihir itu ingin mengambil mata Amara atau setidaknya ia ingin membuat Amara menjadi buta " ucap Isla


" Apakah kau bisa mengobatinya tabib Isla ??" tanya bibi yang sudah berurai air mata


" Aku akan berusaha semampuku bi... untung saja Amara dilindungi mutiara naga jika tidak penyihir itu dengan mudah dapat melakukan keinginannya..Aku sudah berhasil menghapus mantra dari penyihir jahat itu, kita tinggal menunggu Amara sadar untuk mengetahui apakah Amara baik-baik saja atau tidak " jelas Isla membuat Saga bisa sedikit bernafas lega


" Letakkan Amara di rendaman air herbal sampai ia sadar... aku akan mencampurkan bubuk pendingin di air itu agar efek panas yang melekat di tubuh Amara bisa menghilang berlahan-lahan!!" titah Isla, Saga segera mengangkat tubuh Amara dan memasukkannya ke bak air rendaman


" Bibi buka semua pakaian Amara..." titahnya lagi


" Biar aku saja.... Aflan dan Papo kalian keluarlah !!" titah Saga, dengan penuh kelembutan Saga membuka kain yang menutupi tubuh Amara sampai habis


Bibi dan Isla yang melihat dada dan leher Amara yang penuh dengan kissmark saling pandang dan tersenyum, sepertinya jendral Saga sangat menyukai Amara.


Baru 5 menit Amara berada di air.. tiba-tiba ia mengerakkan tangannya.


" Jendral.... Amara sudah sadar !!" teriak bibi...Isla dan Saga segera mendekat....


Amara terlihat membuka kedua matanya berlahan....


" Apaaaa....???" ucap ketiganya bersamaan...


Apakah yang terjadi dengan Amara..baca episode berikutnya besok ya sista


Jangan lupa untuk memberikan dukungan untuk novel terbaruku ini dengan memberikan


# like


# komen


# vote


# poin dan juga hadiah


Love you all

__ADS_1


__ADS_2