
" Jangan salahkan aku Sarah... sudah kubilang kau akan menyesal !!" ucap Erden sambil mengangkat Sarah ke ranjang miliknya.
Erden merebahkan Sarah di ranjang lalu mengukungnya... tubuh kekar besarnya menutupi tubuh mungil Sarah dengan begitu sempurna.... gadis itu bahkan tak bisa menggerakkan jemarinya kini
Erden memandangi wajah cantik Sarah yang nampak memerah, bibir Sarah ternyata begitu manis rasanya hingga membuat Erden ingin mencecapnya lagi
Erden kembali mencecap bibir merah Sarah, namun kali ini dengan lebih lembut... ia ingin menikmati rasa Sarah dengan lebih sempurna.
Sedangkan Sarah jangan di tanya lagi.... tubuhnya saat ini serasa melayang, dadanya pun serasa hendak pecah merasakan cumbuan dari Erden....sungguh perasaan ini baru kali ini ia rasakan
Perasaan yang tak bisa di jabarkan dengan kata-kata, yang ia tau rasanya begitu membuat dadanya mau pecah namun ia ingin lagi dan lagi
Sarah menutup kedua matanya saat bibir nakal Erden berselancar di lekukan lehernya membuatnya otomatis menggeliat karena merasa geli... panas, enak dan tak nyaman bercampur sekaligus
Sarah ingin meminta Erden untuk berhenti saat bibir Erden mulai menyapa area si kembar, namun betapa kagetnya Sarah karena begitu ia membuka bibirnya yang keluar malah suara ******* bukan larangan...
" Kakak.....ahhh " cicitnya... kedua jemari lentiknya meremas rambut Erden yang mulai gondrong, namun bukannya mendorong kepala Erden ia malah menariknya agar lebih menempel pada tubuhnya....
" apakah aku sudah gila ??😱😱😱" cicit Sarah pada dirinya sendiri
Sudah beberapa lama... si kembar itu selalu membuat Erden menelah liurnya... kini saat ia bisa menyentuhnya dengan bibirnya...menciumnya...merasakan kelembutan dan kehalusannya.. menyesapnya... mengisapnya.....ternyata rasanya sungguh membuat ketagihan
Apalagi saat ia mendengar Sarah memanggilnya dengan *******....dan jemari Sarah meremas rambutnya membuat libidonya sudah mencapai puncak saat ini...
Erden terus bermain dengan si kembar bahkan sebelah tangannya kini turut meremas apa yang di sentuhnya
" achhhhh..... " membuat Sarah kembali mengerang antara kesakitan dan kenikmatan yang berpacu bersamaan
Erden mengangkat wajahnya dari dada Sarah... ia menatap wajah cantik itu yang kini sedang mengigit bibirnya... jelas sekali keduanya kini sedang sama-sama berusaha menahan hasrat terlarangnya...
" Bagaimana Sarah... kau ingin lanjut ?? hah hah...." tanya Erden sambil mengatur nafas nya yang menderu, Sarah hanya terdiam.... ia terpana melihat wajah tampan yang telah membuatnya merasakan rasa yang begitu ingin di rasa nya lagi
Tangan Erden mengangkat kedua tangan Sarah ke atas kepalanya... ia menahan tangan Sarat itu dengan sebelah tangannya....
" Baik Sarah.....kita lanjutkan !!" ucap Erden sambil tersenyum... Erden kembali mencecap bibir manis Sarah
Demi apapun rasanya sangat lah nikmat, Sarah memejamkan mata demi menikmati rasa Erden... namun tiba-tiba Sarah teringat dengan ultimatum kakeknya... membuatnya segera membuka kedua matanya bertepatan dengan tangan Erden yang sedang menjalar menyentuh miliknya
__ADS_1
" stoppp....!!!!" teriak Sarah mengagetkan Erden
" what.... Sarah ?? jangan bilang kau ingin berhenti di saat seperti ini ??" protes Erden sambil melihat ke arah tornadonya yang sudah siap beraksi, setelah mengumpulkan kekuatannya Sarah segera berguling dan bangun dari ranjang lalu memperbaiki penampilannya yang berantakan
" aku akan pergi....!!" ucapnya kemudian, Erden duduk sambil menghela nafas
" Jadi kau takut kini ?? kau lihat apa yang bisa kulakukan jika kau terus ingin menumpang tidur padaku bukan ??"
" aku bukan takut padamu kakak tampan.... hanya saja kau terlalu tampan untuk menjadi arang !!" sahut Sarah
" Apa...?? arang ?? apa maksudmu Sarah ??" tanya Erden bingung
" Sudah kubilang kakekku adalah raja naga, kakek bilang jika ada yang berani melakukan itu padaku sebelum menikah kakek akan menyemburnya dengan ilmu naga api terdasyat... hingga jangankan manusia, batu saja akan gosong !!" jelas Sarah dengan keringat yang membasahi keningnya... ia tak bisa membayangkan kakak tampannya ini dalam sekejap akan menjadi onggokan debu... tidak...tidakkkk!!!!
Erden tertawa terbahak-bahak mendengar alasan Sarah
" bha ha ha hi hi Sarah... Sarah...dasar bocah, jika kakekmu seorang naga bagaimana mungkin kau tidak memiliki ekor hah ... ha ha ha " olok Erden membuat Sarah memonyongkan bibirnya karena Erden tak percaya padanya
" baiklah bocah.... apapun alasanmu, aku akan melepaskanmu kali ini, makan dan tidurlah di kemah sebelah malam ini, besok aku tak mau melihatmu lagi... ini peringatan terakhir, jika kau melanggarnya aku tak akan melepaskanmu lagi...paham !!" ucap Erden yang di angguki Sarah
Sarah segera duduk dan makan dengan lahap, selama makan ia hanya menunduk saja... ia tak berani menatap Erden yang memperhatikannya selama makan
Erden segera memerintahkan Marco untuk membawa Sarah ke kemah lain juga sejuta pesan agar Marco kali ini mengurus kepergian Sarah dengan benar.
❤️❤️❤️❤️
Keesokan paginya ... pagi-pagi sekali Sarah sudah siap di atas kudanya, begitupun Marco
" Jadi ke mana aku harus mengantarmu nona ??" tanya Marco
" Aku akan ke kerajaan Mongun ...Tak usah mengantarku paman , aku bisa sendiri !!" tolak Sarah
" Mongun... kau akan ke kerajaan kami nona ?? "
" Apa...kerajaan kalian ?? maksudnya kakak tampan adalah raja Mongun ??" tanya Sarah kaget
" Apakah nona tidak tau ?? paduka Erden adalah raja Mongun ??" tanya Marco balik...
__ADS_1
" Tidak paman....paman tak usah mengantarku, kali ini aku benar-benar akan pergi dan selagi aku pergi tolong jagakan kakak tampan untukku... jangan biarkan gadis manapun mendekatinya ya... karena dia milikku seorang... by by... !!" ucap Sarah
" Nona apa yang kau cari di Mongun ?? siapa tau aku bisa membantu ??" tanya Marco lagi
" Ra ha sia.... da dah , jangan lupa pesanku paman !! aku mengandalkan mu !!" teriak Sarah sambil memacu kudanya
" apakah bocah itu sudah pergi ??" tanya Erden begitu ia keluar kemahnya
" Sudah paduka... dan apakah paduka tau kemana gadis itu pergi ??" tanya Marco balik
" Aku tidak tertarik Marco selama ia tak mengangguku lagi, itu sudah cukup !!"
" Gadis itu pergi ke Mongun !!" sahut Marco membuat Erden berpaling
" apa yang di lakukannya di sana ??" tanya Erden heran...
" Hamba sudah menanyakannya tuanku... namun jawabnya adalah... Ra ha sia....." jawab Marco
" Kirim mata-mata untuk mengawasinya, aku curiga... bocah itu adalah mata-mata yang dikirim untuk menyusup di kerajaan kita !!" titah Erden
" Baik paduka !!"
" Paduka....nona cantik itu berpesan padaku, apakah anda ingin mendengar pesannya ??" tanya Marco sambil tersenyum usil
" Katakan !!"
" dia bilang....jagakan kakak tampan itu untukku, jangan biarkan gadis manapun mendekatinya karena kakak tampan itu adalah milikku seorang he he he !!" bisik Marco
Erden segera berbalik dan meninggalkan Marco.... setitik senyum nampak di ujung bibirnya dan tak seorangpun melihat nya
" Aku milikmu ?? hah bocah bocah berhayal lah terus " ucap Erden terkekeh
" Marco... siapkan pasukan , kita segera menyerang !!" titahnya penuh semangat
" Siap padukaaa.....!!"
Apakah mereka akan berjodoh sista...
__ADS_1
See you next eps Jangan lupa untuk like komen dan vote ya