Deep Heart

Deep Heart
251. Si Botak Nakal


__ADS_3

" Ngak kuat katamu ?? apa kau tau putriku setiap hari menunggu kedatanganmu sampai bengkak matanya karena selalu menangis !!" omel Saga


" Maaf jendral, saya akan segera melapor setelah mandi " jawab Aflan sambil menunduk


" Ngak pake lama !!" ucapnya .. Saga lalu keluar dari kamar dan kembali ke rumah utama


Aflan segera memakai baju mandinya dan berlari ke kamar mandi


tok tok tok


" Isla buka pintunya aku harus cepat mandi , jendral Saga menungguku !!" panggilnya membuat Isla mau tak mau membukakan pintu kamar mandi padahal ia sendiri belum selesai mandi


Isla masuk kembali ke dalam bak mandi yang berisi air hangat .. ia asik saja membersihkan tubuhnya sedangkan Aflan mandi memakai air dingin. Namun melihat tubuh molek Isla membuat Aflan dah hilang konsentrasi....ia sudah lupa jika jendral Saga menantinya. Kakinya melangkah dan bergabung ke dalam bak mandi bersama Isla


" Aflan... mau apa ??" tanya Isla


" Aku mau berendam air hangat, sebentar saja ya !!" sahutnya dengan wajah memelas, karena kasihan akhirnya Isla mengizinkan Aflan bergabung dengannya.


Namun begitu sudah masuk bukannya merendam tubuhnya Aflan malah ingin merendam pusakanya lagi pada Isla.


" Aflan.... katanya jendral Saga menunggumu !!" sahut Isla


" Sebentar saja kok... ya ya !!" rayunya dan belum lagi sempat Isla menolak Aflan sudah beraksi membalik tubuh Isla dan memasukinya tanpa suara lagi, yang terdengar malah gemericik air yang tumpah kelantai karena pergerakan Aflan yang cepat


" Pelan-pelan...!" cicit Isla


" Kalau pelan ngak enak sayang, sudah aku tak akan lama kok ah ah ah " sahutnya tanpa mengurangi kecepatannya sampai akhirnya Aflan mengejang tanda ia sudah mencapai puncak.


Aflan segera membilas badannya dan keluar dari kamar mandi sambil tersenyum lebar


" Ya ya ya dapat bonus he he he " ucapnya sambil berpakaian sedangkan Isla kembali berendam di bak mandi karena merasa lemas.


Langkah lebar Aflan terdengar memasuki ruang tamu di mana Saga sekeluarga tengah menantinya. Di tangannya terlihat sebuah surat dan sebuah kotak , rupanya ia membawanya dari Mongun.


" Selamat pagi jendral.. Amara, Sarah !!" sapanya


" Hemm !!" sahut Saga masih kesal


" Pagi paman... kapan paman datang ? apa paman membawa kabar dari kakak Erden ? apa kak Erden baik-baik saja ??" cecar Sarah


" Paman datang semalam... ini paman bawakan hadiah dari raja Erden khusus untukmu Sarah dan juga sepucuk surat !!" jawab Aflan lalu menyerahkan kotak dan surat di tangannya pada Sarah. Dengan suka cita Sarah membuka surat nya terlebih dahulu, ia membaca dengan seksama surat yang begitu di nantinya itu.


Dear kesayanganku...


Apa kabarmu dan anak kita ? kuharap kalian baik selalu. Aku di sini baik-baik saja namun aku begitu merindukanmu, suaramu, pelukanmu dan terutama ciumanmu Sarah. Dengan datangnya surat ini artinya pesta pernikahan kita akan siap di gelar... aku hanya tinggal menunggu kau dan keluargamu datang ke Mongun. Maaf aku tidak bisa menjemput karena harus mempersiapkan pesta pernikahan terbaik dan termegah. Aku titipkan hadiah kecil pada paman Aflan, kuharap kau menyukainya.


Dari ku yang selalu mencintaimu ... Erden


Air mata Sarah menetes saking bahagianya, ia mencium surat tersebut saking senangnya. Saga dan Amara yang terus memperhatikan wajah putrinya yang beberapa Minggu ini selalu sedih merasa turut bahagia sudah bisa melihat senyum lebarnya lagi.


Sarah membuka bungkusan yang di bawa Aflan dengan antusias. Dan ternyata isinya adalah sebuah gaun malam yang begitu cantik dan sebuah kalung yang juga begitu indah


" Indah sekali ...!!" cicitnya senang

__ADS_1


" Raja Erden membelinya di Sobaria... sebenarnya masih banyak yang di borong raja Erden untukmu dan juga Amara, nanti di bawa oleh rombongan penjemput " jelas Aflan


" Rombongan penjemput ??" tanya Amara


" Ya Amara, jadi aku sudah mengikuti Erden sampai ke Sobaria. Erden sudah menunaikan janjinya untuk melarang Sora kembali ke Mongun selama sisa hidupnya, bahkan jika Sora melanggar dan nekat de Mongun makan Erden akan mengurungnya ke penjara bawah tanah " lapor Aflan


" Lalu bagaimana tanggapan Sora ??" tanya Saga


" Tentu saja mengamuk tidak karuan... ia sangat marah dan sedih karena menganggap putra kesayangannya malah membuangnya setelah apa yang di lakukannya untuk Erden " lanjut Aflan


" Apakah ada keraguan pada Erden atau penyesalan ??" tanya Saga


" Suamiku... walau bagaimanapun Sora adalah ibunya, pasti ada keraguan di hati Erden... kau harus bisa memahami itu " potong Amara


" Ya benar apa yang di katakan Amara, namun Erden tetap melaksanakan permintaanmu jendral karena ia sangat mencintai Sarah. Jadi kalian bersiaplah....beberapa hari lagi rombongan kereta penjemput akan datang. Setelah rombongan beristirahat sehari kita semua harus segera berangkat ke Mongun. Awal bulan depan pesta sudah akan di laksanakan " ucap Aflan lagi membuat Saga tersenyum senang


" Dan satu lagi pesan dari Erden !!" tambah Aflan


" Apa itu?"


" Bawalah semua barang yang menurut kalian penting, kecuali pakaian karena pakaian sudah di siapkan oleh Erden untuk kita semua. Erden berharap jendral Saga dan keluarga bersedia untuk kembali dan tinggal di Mongun bahkan ia berharap kalian mau tinggal di istana bersamanya , jadi dengan kata lain ini adalah perjalanan pergi tanpa kembali lagi ke sini "


" A...apa ?? kita bisa tinggal lagi di Mongun ?" tanya Amara senang


" Ya Amara....tidak hanya kau dan keluargamu tapi juga aku. Aku akan memboyong Isla dan putriku karena raja Erden memberiku hadiah !!"


" Hadiah ?? hadiah apa ?" tanya Saga


Siapa yang tidak senang bisa menjadi pejabat tinggi di sekitaran desanya sendiri, bagaimanapun di desa sendiri sangatlah lebih menyenangkan dari pada di negeri orang.


" Kau sungguh mau kembali dan menetap di Mongun Aflan ??" tanya Saga kaget


" Ya Saga....kita sudah tidak muda lagi, sudah saatnya bagi kita untuk kembali ke tempat kita berasal Saga.....begitu pula kau dan Amara. Aku yakin Amara sangat merindukan vila kalian dan juga rumah di tebing air terjun , bukankah begitu Amara ??" tanya Aflan


Amara tersenyum sambil mengangguk kecil


" Walau aku sangat merindukan vila kami tapi di manapun aku tinggal asal bersamamu aku sudah sangat bahagia !!" jawab Amara sambil mengenggam tangan Saga. Saga terdiam....ia tau Amara sangat rindu dengan vila mereka, beberapa kali Amara bertanya tentang keadaan vila mereka di Mongun


Apakah mereka memang susah saatnya kembali ke Mongun ?


Apakah perseteruan ini akhirnya selesai ?


Apakah hidup mereka akan se damai di sini jika sudah kembali ke Mongun ?


Banyak tanya menghiasi kepala Saga... ia ragu untuk kembali, ia takut sesuatu kelak terjadi lagi dengan keluarga kecilnya terutama pada Amara. Ia tak sanggup untuk kehilangan lagi.....


" Ayah....tinggallah bersama kami di Mongun, kita sudah lama terpisah ....masa ayah tega meninggalkan aku sendirian di Mongun ??" tanya Sarah membuat Saga tersadar dari lamunannya. Dipandanginya wajah cantik putrinya yang kini tersenyum begitu bahagia....


" Ya Sarah benar, kami sudah lama terpisah..Setidaknya sebagai seorang ayah hanya itu yang bisa kulakukan untuk membalas waktu kami yang hilang " ucap Saga dalam hati


" Baiklah Sarah....Amara, kita akan kembali tinggal di Mongun !!" ucap Saga akhirnya membuat Amara dan Sarah memeluk Saga karena begitu senang


" Terimakasih ayah....!!"

__ADS_1


" Terimakasih suamiku !!" ucap keduanya bersamaan


" Ah kalian membuatku iri saja, aku pamit jendral... aku juga ingin di peluk oleh kesayanganku hehe selamat tinggal !!" ucap Aflan lalu kabur selagi ada celah


Kakinya berlari cepat kembali ke rumah tamu di mana Isla berada. Matanya melirik ke kamar ke kiri untuk mencari keberadaan kesayangannya itu


" Di mana dia bi ??" tanya Aflan berbisik


" Nyonya sedang di pijit di kamar ??" sahut bibi juga sambil berbisik


" Di pijit ? aha.... nasip ku memang sangatlah mujur hehe" ucapnya lalu berjalan pelan menuju ke kamarnya. Aflan membuka berlahan pintu , nyaris tak terdengar. Apalagi Isla sedang menikmati pijitan di punggungnya , pinggangnya lumayan sakit akibat kegiatan kuda-kudaan semalam dengan si botak.


Saat tukang pijit memijat di sekitar pinggulnya Isla sedikit menjerit


" Ya di situ sakit sekali...kau pintar sekali bi !!" pujinya cukup lama di pinggul, tangan memijit turun ke bokongnya dan memijatnya dengan lembut lalu naik lagi ke pinggul dan ke punggungnya.....Isla sangat menikmati pijitan itu, sungguh membuatnya merasa rileks


Tangan pemijit meminta Isla untuk berbalik, tanpa membuka matanya Isla berbalik . kedua tangannya di angkat ke atas , kedua pahanya di buka dan di tahan dengan lutut


Dengan lutut ? tukang pijit kok ...??


Isla langsung membuka kedua matanya , dan betapa kaget Isla melihat siapa yang berada di atasnya saat ini...


Siapa lagi jika bukan si botak nakal


" Aflan ... kapan kau datang ? mana bibi ??" tanyanya bingung


" Apa kau tak merasakan semenjak tadi aku yang memijat mu... kau begitu suka dengan pijatanku rupanya he he "


" Jadiii... yang memijat punggungku tadi kau ??" tanya Isla tak percaya


" Hem ... mengapa kau begitu tak percaya? kau fikir selama ini siapa tukang pijat nya jendral Saga jika bukan aku ?? "


" Aku tak percaya !!" sahut Isla sangsi


" Baiklah aku akan membuktikan bahwa aku pandai memijat, sekarang diam saja !!" titah Aflan, Aflan mengambil minyak zaitun lalu membalurkannya di kaki Isla.. Aflanpun memijat kaki Isla dari jemari hingga ke lutut bergantian kanan dan kiri.


Isla tersenyum sambil memejamkan kedua matanya menikmati pijatan dari Aflan


" Ternyata kau memang pintar memijat Aflan !!" pujinya senang, Aflan tersenyum miring... kedua tangannya naik ke paha Isla dan memijatnya berlahan sampai ke atas


" Aw sakit ....!!" cicit Isla, Aflan terus memijat sampai Isla nyaris tertidur tiba-tiba saja kedua tangan Aflan berpindah posisi. Ia membuka paha Isla dan langsung memasang posisi


" Sekarang gantian !!" ucap Aflan


" Gantian ??" beo Isla


" Ya sekarang gantian kau yang memijat tongkat saktiku he he he " sahut Aflan dan langsung beraksi, Isla yang sudah terlanjur lemas tak bisa berkomentar apapun selain menahan desahannya karena di luar ada bibi yang berjaga


" Dasar kau botak, paling pintar mencuri kesempatan dalam kesempitan !!" omel Isla


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2