Deep Heart

Deep Heart
31. Bahagia


__ADS_3

Saga sangat kesal... mengapa moment romantisnya selalu di gagalkan oleh bibi, akhirnya ia hanya bisa berebah sambil menenangkan pusaka ya yang sudah berdiri dengan tegaknya 😅😅


Amara segera memperbaiki gaun tidurnya dan bangun menuju ke arah pintu


" Tok..tok..A..."


" Ya bi.. kami sudah bangun, kami akan segera siap !!" jawab Amara dan bibi pun segera pergi banyak yang harus di kerjakannya walau masih sangat pagi buta begini tanpa dosa 😅😅


" Jendral... mengapa kita perginya begitu pagi ??" tanya Amara sambil menyiapkan baju untuk Saga


" Aku tak ingin siapapun tau kalau aku pulang ke mari, bersiaplah nanti kuceritakan di jalan !!" titah Saga lalu memakai sendiri pakaiannya agar Amara bisa segera berganti pakaian juga


Keduanya lalu ke ruang makan , dan memakan hidangan yang sudah di siapkan bibi. Sambil makan Saga tersenyum melihat leher Amara yang kemerahan akibat bekas kissmark darinya. Sedangkan Amara jadi bingung mengapa sang Jendral memandanginya sambil senyum-senyum sendiri


" Apakah ada yang salah dengan wajah saya Jendral ?? mengapa anda tersenyum seperti itu ??" tanya Amara namun Saga tak menjawab... ia hanya terus saja memandangi Amara sambil menghabiskan sarapannya


" Permisi... maaf menganggu, Amara ini ada titipan obat dari tabib Isla, kau harus meminumnya setiap hari kecuali saat datang bulan... mengerti !!" ucap bibi sambil menyerahkan sebotol obat pada Amara


" Obat apa ini bi ?? Amara kan tidak sakit apapun ??" tanya Amara


" Ini vitamin khusus wanita... pokoknya kau minum saja !! oh Jendral.... rupanya kau sudah tak sabar ya ha ha ha " ucap bibi tertawa melihat beberapa kissmark di leher Amara, membuat Amara semakin bingung karena keduanya kini melihat ke arahnya sambil tersenyum.


" Ada apa sih dengan wajahku ??" tanyanya dalam hati sambil berdiri menuju cermin... betapa kagetnya Amara melihat lehernya yang bernoda


" Bibi.... Amara sakit apa ?? mengapa lebar Amara berwarna seperti ini 😭😭" tanyanya ketakutan , tangannya berusaha menghilangkan nya namun sia sia


" Tidak apa-apa Amara, nanti itu akan hilang setelah beberapa hari... ingat pesan bibi, layani Jendral Saga dengan baik selama di sana !!" pesan bibi , Amara mengangguk paham... ia sudah merasa sangat beruntung terpilih menemani dan melayani seorang Jendral Saga yang begitu di idolakan kaum hawa .

__ADS_1


" Bibi nanti jika keadaan tenang, pindahkan uang emas yang kutitipkan pada Isla ke vila....berikan bagian Isla juga , jaga diri bibi baik-baik... ingat bi... jangan sampai siapapun tau aku di sini... raja sekalipun, dan jangan mengirimi aku surat apapun yang terjadi di luar sana kecuali ada berita kematian...paham !!" pesan Saga sebelum menaiki kudanya...


" Bibi mengerti , jangan khawatir... nikmatilah cuti anda bersama Amara ... berbahagialah Jendral, kini saatnya anda memikirkan kebahagian anda sendiri setelah sekian lama selalu memikirkan kerajaan " sahut bibi sambil memeluk Amara


" Amara... berikan kebahagiaan untuk Jendral Saga, ia sudah banyak menderita !!" bisik bibi yang di angguki oleh Amara... Saga mengulurkan tangannya untuk membantu Amara naik ke kuda... mereka pergi dengan satu kuda saja.


" Pegangan yang erat !!" ucap Saga ... Amara memeluk pinggang Saga dengan Malu-malu, namun begitu kuda bergerak dengan cepat mau tak mau Amara memeluk erat pinggang Saga.


Saga sengaja memacu dengan cepat kudanya, tentunya agar Amara memeluknya dengan erat, hatinya terasa begitu hangat saat kedua tangan Amara memeluk tubuhnya dari belakang... ia merasa..... di sayangi 🥰🥰🥰.


Saat matahari mulai menampakkan wajahnya... Saga berhenti dan mengajak Amara beristirahat. Dengan memeluk pinggang Amara ia mengajak Amara menaiki sebuah pohon yang begitu tinggi hingga ke bagian tertinggi, ia mengajak Amara duduk di sebuah dahan yang kuat menahan beban mereka sambil menghadap ke arah matahari terbit


" Bukalah matamu !!" titahnya pada Amara yang semenjak tadi menutup kedua matanya karena ia tak pernah naik ke pohon yang begitu tinggi.


Amara berlahan membuka kedua matanya.... ia terkejut melihat pemandangan yang begitu indah...matahari pagi terlihat begitu indah dari atas sini, baru kali ini ia melihat pemandangan seindah ini...


" Ya indah bukan...?? namun ada yang lebih indah dari itu " sambut Saga membuat Amara menoleh seketika


" Apa itu Jendral ??" tanyanya reflek


" Kau....." ucap Saga... mata keduanya kembali bertaut, Saga mendekati wajah Amara dan mengecup bibir Amara dengan penuh rasa... begitu nikmat walau hanya sekedar kecupan.


namun sekali kecupan tidaklah cukup, Saga mengulangi lagi namun bukanlah kecupan... ia mencium Amara di ketinggian itu... Amara menutup kedua matanya, ia membalas ciuman hangat tersebut tentu dengan penuh perasaan. Keduanya sudah tak sadar berada di ketinggian, saat rasa suka bertemu maka rasanya begitu melambungkan keduanya kini... keduanya bercumbu sampai suara monyet yang melompati ranting membuat kaget keduanya


Saga dan Amara saling pandang sambil tersenyum malu, Amara kembali memandang ke arah matahari terbit...


" Terimakasih Jendral...!!" ucapnya kemudian

__ADS_1


" Untuk apa ??" tanya Saga


" Karena sudah menyelamatkan saya dulu, jika tidak Amara hanya akan tinggal nama..dan tidak akan bisa melihat pemandangan seindah ini , dan terimakasih juga karena sudah memilih Amara untuk menemani dan melayani tuan " ucapnya sambil menunduk .. wajah putihnya jadi kemerahan entah karena malu atau karena terkena sinar matahari pagi


Saga memegang ujung dagu Amara hingga mereka bisa bertatapan...


" Kau bisa berterimakasih nanti malam....!!" ucap Saga dengan senyum misteriusnya,. keduanya kembali menikmati mentari pagi dari puncak pohon hingga beberapa saat


Saga merasa bahagia... ia sudah menemukan gadis yang bisa mengetarkan hatinya setelah sekian tahun menanti, begitupun Amara...


Keduanya lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah baru Saga di tebing air terjun.


Setelah lewat tengah hari mereka akhirnya memasuki kawasan rumah baru milik Saga.... Amara ternganga melihat bagaimana mereka di sambut oleh banyak Bungan di sepanjang jalan menuju ke sebuah rumah yang begitu indah walau tak sebesar villa di kaki gunung. apalagi terlihat air terjun yang begitu indah di ujung tanah itu.


" Jendral... apakah ini di surga ??" tanya Amara membuat Saga terkekeh


" Ya Amara ini surga.... Sura yang kuciptakan untuk kita berdua " ucap Saga, tangan kekar Saga memeluk tubuh mungil Amara dari belakang... keduanya menatap ke arah air terjun yang begitu indah...


" Apakah kau keberatan ku ajak tinggal di tempat terpencil ini ??" tanya Saga sambil mengeratkan pelukannya di perut Amara


" Tidak Jendral... Amara bersedia tinggal di sini walau seumur hidup " jawabnya membuat Saga begitu senang sekaligus bahagia


" Ayo kita masuk dan melihat kamar utama di mana kita akan menghabiskan malam pertama kita !!" ajak Saga lalu menarik tangan Amara sambil tersenyum misterius


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2