Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Hakikat


__ADS_3

Kadang orang tak sabar, maunya segala sesuatu itu sembuh seperti sulap.


Malamnya seseorang datang dengan membawa saudaranya yang sakit katanya dikuasai jin, selalu saja mendapat bisikan, sehingga sering tingkah lakunya tak karuan.


Mungkin lagi musim orang dikuasai jin, jadi beberapa hari ke depan yang datang adalah orang yang dikuasai jin.


“Awalnya bagaimana kok dikuasai jin itu?” tanyaku pada yang biasa dirasuki, dia masuk rumahku yang terpagar, maka jinnya tak berani masuk, banyaknya jin yang mencoba menjadikan pemuda bernama Khadiq itu jadi budaknya, sehingga di depanku kesadarnya kembali.


“Awalnya saya kerja di Semarang, pas musim ninja itu saya diisi oleh seorang guru silat di daerah Mangkang, ya awalnya saya tak mau, tapi mau juga karena ya siapa tau ada baiknya, maka setelah diisi, disuruh menelan kapas dan gotri yang katanya sudah dijampei, aku jadi berani, aku juga diberi ilmu yang kalau naik bus tak bayar, maka aku kemana-mana naik bus tak pernah bayar.”


“Wah itu tak bener, ya kasihan sopir busnya dan kondekturnya dong, la kalau semua penumpang kayak sampean naik busnya tak bayar, apa gak sopirnya dan kondekturnya nangis, kan mereka juga punya anak bini,


Lagian misal sampean jadi sopir busnya, apa sampean mau semua penumpang yang naik bus gratis semua?.” kataku.


“Ya tidak.” jawab Khadiq.


“Kalau diri tak mau dirugikan orang lain, maka orang lain pun punya perasaan sama tak mau kita rugikan.” jelasku.


“Apa ilmu yang ku amalkan salah? Sehingga aku dikuasai jin?” tanyanya.


“Sebenarnya dikuasaimu itu bagaimana?” tanyaku balik.


“Aku ini sering mendengar bisikan, kalau aku harus ke suatu tempat, misal kemaren aku disuruh di simpang lima Semarang katanya akan ada yang memberi hadiah padaku, lalu aku dari pagi sampai sore di simpang lima Semarang, tapi sampai sore aku tak menemukan apa-apa, maka aku melangkah pulang, tapi baru saja aku melangkah, ada bisikan katanya aku gagal, karena tak sabar, padahal hadiahnya baru datang lima menit lagi.” jelas Khadiq.


“Hehehe… itu tipu daya jin, mana ada orang mau memberi hadiah kamu, la yang nabung di bank, dapat undian saja belum tentu dapat hadiah, itu hanya mau menaklukkanmu, agar kamu mau diperintah sekehendaknya jin, agar kamu jadi pijakan dia di neraka, soal lima menit dia bilang gagal, juga hanya akal-akalan dia, misal baru nunggu satu jam kamu kemudian balik juga akan dikatakan bisa lima menit, tiga menit, agar ada penyesalan di hatimu, dan besoknya kalau disuruh kayak gitu mau.”


Dia manggut-manggut.


“Tapi aku malah pernah disuruh menunggu di pasar Kedungwuni, dan katanya akan ada bos yang memberi uang diriku, tapi ya seperti itu aku katanya gagal karena tak sabar, aku malah pernah disuruh berdiri di tepi laut Pekalongan sampai malam, katanya aku akan diberi uang yang banyak….”

__ADS_1


“Sebenarnya masalahmu itu cuma bisikan,


seandainya aku menolongmu juga, percuma, jika kau selalu mengikuti bisikan-bisikan itu, bisikan itu ada tiga, satu khotir rokhmani, artinya bisikan dari Alloh, dua khotir malaki atau bisikan dari malaikat, tiga khotir syaitoni yaitu bisikan dari syaitan, juga jin itu, sekalipun kau dibisiki untuk membaca alqur’an, atau disuruh sholat sekalipun, maka itu tak ada pahalanya, menjalankan amal ibadah itu harus lillahi ta’ala, karena Alloh ta’ala, setiap niat puasa romadhon, bukankah ujung-ujungnya lillahi ta’ala, artinya karena Alloh ta’ala, ikhlas, bukan karena bisikan jin, ya kalau sholat karena, nuruti bisikan jin, artinya kalau jin tak nyuruh sholat, maka tak sholat, kalau jinnya nyuruh sholat, lantas sholat, ya nanti kamu di akherat ndak punya amal sama sekali, kamu akan diperintah oleh Alloh meminta pahala pada jin, apa jin bisa memberi surga? ya


tidak sama sekali.”


Khadiq diam saja, entah diam karena menyelami kata-kataku, atau karena pikirannya kosong. Sebenarnya seseorang itu cenderung apa yang membisikinya itu dianggap kebenaran, atau anak kecil yang bisa melihat hal gaib lantas dianggap kelebihan, padahal itu malah akan mengganggu aqidah, karena kemudian ada kebiasaan ketergantungan pada selain Alloh, padahal wama kholaqtul jinna wal insa illla liya’budun, manusia dan jin itu diciptakan untuk menghamba, jadi menghamba pada Alloh, apapun itu kok menjadikan kita tak menghamba lagi pada Alloh, maka tandanya kita itu menyalahi dasar penciptaan atau rencana kita diciptakan.


Skip...


Seorang perempuan tua membawa anaknya yang dikatakannya dikuasai jin ke rumahku, nama anaknya Jalal, menurut Ibunya, awalnya jalal tidak apa-apa, lalu dipondokkan di Tegal Rejo Magelang, dan setelah menjalankan amalan hizib G******, maka prilaku Jalal mulai berubah, suka marah-marah, kalau sudah meminta barang harus segera dipenuhi, misal pengen motor baru pas jam dua belas malam, maka seketika itu harus dipenuhi, ya sekalipun orang tuanya punya uang, kan juga dealer motornya sudah tutup, Jalal tak mau tau, dan terus marah-marah, apa-apa dibanting dan kemudian ketahuan kalau Jalal telah kerasukan atau hilang akal karena telah dikuasai jin.


Ketika orangya masuk rumahku, sama Jinnya pun melepaskan diri, dan tak berani masuk, karena rumahku terpagar gaib.


“Bagaimana kau bisa dikuasai jin..?” tanyaku.


“Tak tau ustad.” jawab Jalal.


“Ya aku sendiri rasanya badanku lemah sekali,


apa hizib yang ku pelajari tak benar?” tanya


Jalal.


“Ya benar saja, siapa yang mengatakan tak


benar? Cara mempelajari yang diharuskan di


pondok yang tak benar, dan mengamalkan ilmu

__ADS_1


itu kan tak asal mengamalkan, tapi mengamalkan ilmu itu harus urut,” kataku.


“Urut bagaimana ustadz?” tanya Jalal.


“Ya urut dari pertama, dari dasar, kayak orang bangun rumah itu harus urut, digali pondasi disesuaikan rumah yang akan dibangun, lalu dibuat pondasi dari corcoran yang kokoh kuat, pondasinya ditunggu kering, artinya pondasi diistiqomahkan, jadi menetap, kering kukuh kuat setelah diyakini pondasi kering dan telah diyakini telah benar-benar kering, baru ke atas, penguat dinding di-cor, tiang-tiang dibentuk di- cor, agar teguh dan kuat, lalu dibangun dindingnya disesuaikan dengan rancangannya, sampai terus selesai semua dan sampai gentengnya, kalau tiba-tiba, dibangun temboknya, lalu genteng, baru pondasi digali tanahnya, ku yakinkan akan banyak orang terkubur oleh rumah itu, sama dengan amaliah


ilmu, akhirnya jika pembangunannya terbalik


balik, maka ku pastikan akan banyak orang


setres dan dikuasai jin, apapun di dunia ini,


harus urut, itu aturan Alloh, atau dinamakan sunnatulloh,


Masak nasi saja kalau direbus dulu, nyuci berasnya belakangan tak akan jadi, ada sarat, ada sareat, sarat itu alat yang akan dipakai, kayak mau masak nasi, harus ada ompreng, ada air, ada kompor, ada gas, ada selang, ada beras, jadi kelengkapan itu harus ada semua, masak nasi tak ada berasnya, maka tidak dikatakan masak nasi, masak nasi ada


kompornya, nasi sudah dicuci sudah di dalam


ompreng, sudah lengkap airnya, kompor sudah


nyala apinya, tapi ompreng tak ditaruh di atas


kompor, maka seribu tahun ditunggui juga beras tak akan mateng jadi nasi, jadi ada sarat,


sare’atnya harus benar, sare’at itu cara, la sampai jadinya sarat dan sare’at itu menjadi nasi yang matang dan enak dimakan, sampai


terciptanya api bisa nyala dari gas, dan bisa


membuat nasi menjadi matang dan enak, lalu

__ADS_1


dimakan masuk ke tubuh, itu namanya hakikatnya nasi rencananya dimasak, jika Alloh tidak...


Bersambung....


__ADS_2