Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Wadzkurulloha katsiro


__ADS_3

Baru terjadi. Dan selama manusia bersikukuh pada akalnya sendiri, maka dia hanya muter-


muter pada hitung-hitungan yang kenyatannya sering meleset dari perkiraan, mau ke Jakarta,


sudah disediakan uang sekian rupiah, eee di jalan ternyata tak cukup, karena ada kejadian-


kejadian yang di luar perhitungan akal.


Dan apapun yang tak kita ketahui itu dinamakan gaib, juga hari esok yang belum kita ketahui itu dinamakan gaib.


Selama nafsu dan akal menjadi hijab, beriman kepada perkara ghaib dan menyerah diri secara menyeluruh tidak akan dicapai. Qadak dan


Qadar termasuk dalam perkara ghaib. Perkara


ghaib disaksikan dengan mata hati atau basirah.


Mata hati tidak dapat memandang jika hati dibungkus oleh hijab nafsu. Nafsu adalah kegelapan, bukan kegelapan yang zahir tetapi kegelapan dalam keghaiban. Kegelapan nafsu itu menghijab dan menutupi sedangkan mata hati memerlukan cahaya ghaib untuk melihat perkara ghaib.


Cahaya ghaib yang menerangi alam ghaib adalah cahaya roh karena roh adalah urusan Allah s.w.t. Cahaya atau nur hanya bersinar apabila sesuatu itu ada perkaitan dengan Allah


s.w.t.”


“Jadi egomu, rasamu merasa disakiti dan merasa difitnah, itu hanya akan menutupi batinmu dari keterbukaan, bathinmu jadi tak terbuka, dan tidak mau menerima, kalau segala sesuatu itu sebenarnya telah dalam perancangan Alloh, nur Alloh yang melintasi hatimu tak akan meninggalkan jejak pemahaman jika hatimu masih diliputi rasa benci dendam, dan sibuk dengan itung-itungan, coba kau angan-angan, jika kamu dituduh ini-itu, yang tak kamu lakukan, kamu kemudian terseret oleh tuduhan itu, bukankah itu akan merugikan dirimu, seperti orang yang punya tanah, lalu dilempari kotoran orang lain, lalu balas melempar kotoran itu kembali pada orang yang melempar, ada yang bayar sekalipun menurutku itu bukan sesuatu yang pantas dilakukan, karena hanya akan membuang waktumu sia-sia, juga kerugian terbesar, hati akan dipenuhi limbah kebencian,


Yang jelas-jelas akan membuatmu tak tahan dengan keadaan itu, misalkan kamu bertemu


dengan orang yang kamu benci itu, segala gerak gerikmu akan tak bebas, percayalah, kalau kamu masih mempertahankan keadaan seperti itu, sepuluh tahun kemudian kamu tak akan makin dekat dengan Alloh, hanya akan menjadikanmu makin jauh saja, biarlah orang lain itu mengumbar kebenciannya, kalau bisa kita itu menebar kasih sayang, agar kedamaian di dalam diri itu terpupuk, ketenangan dan ridho pada keadaan akan menjadikan diri tenang dalam setiap langkah, sekalipun di sekitar kita banyak orang yang melakukan perbuatan tercela, setiap manusia itu menjalani takdirnya sendiri, jika diburukkan orang difitnah, bisa jadi itu jalan Alloh mengurangi dosa kita yang menggunung.”


“Iya mas…. saya mohon selalu dibimbing.”


“Sudah sana bawa kakakmu pulang….” kataku dan Nanang beserta Hadijah pun mohon diri.

__ADS_1


Pagi-pagi, orang yang kemarin datang minta air untuk mengobati yang kerasukan sudah datang.


“Bagaimana, sudah sembuh?” tanyaku.


“Belum mas, malah airnya tak ada efeknya sama sekali.” jawabnya.


“Lhoh kok aneh…?” kataku heran. “Ya ndak tau mas…” jawab mereka berdua.


“Ooo ini yang saudaranya kerasukan di pabrik, la sudah mengandung masih kerasukan, jadi ngeri.”


kata Kang Din yang kebetulan lewat.


“Lhoh memangnya yang kerasukan perempuan? La kok ndak bilang kalau perempuan, ku tanya bin nya siapa jawab saja,”


“Iya perempuan, malah sedang mengandung…” jawab Kang Din.


“Oalah, gimana to, ya jelas ndak ngefek, la wong airnya ku do’akan untuk mengobati lelaki yang bernama Romdona, wah khodamnya bingung itu pasti ubek-ubekan mencari mana lelaki yang bernama Romdona.”


“Lha saya ndak tau mas, kalau seperti itu ada


“Ya jelas beda, kan lelaki sudah jelas beda sama perempuan, bodi tubuhnya saja kelihatan kalau tak sama, udah nanti ku kasih air lagi, kalau minta obat itu yang jelas, jadi ndak kesalahan.”


“Ya maaf mas…” Maka ku kasihkan air isian lagi, dan dibawa pulang, dan Alhamdulillah, langsung sembuh ketika dikasih air.


Skip.....


Apa yang datang dari Alloh, entah peraturan, ilmu, cara hidup, dari yang terkecil, dari masalah sepele, sampai masalah yang besar, dari cara mencari pekerjaan, sampai cara beragama, apa yang diwariskan Nabi itu sudah cukup dan sempurna untuk diikuti, tanpa menambah atau mengurangi, kita hanya perlu tau semua apa yang diwariskan, jangan karena tau sedikit lalu membutakan mata pada pengetahuan yang lain, sebab apa yang diwariskan Nabi itu sudah kelengkapan yang tak terbantah, sekalipun karena kita lebih memenangkan nafsu, dan hati masih tertutup untuk menerima kebenaran, karena ketakutan hilangnya entah kenikmatan, kedudukan, nama besar, lalu kita mementahkan kebenaran, sama sekali Nabi itu tak menyembunyikan ilmu yang dimiliki, tapi adakalanya ilmu itu diperolah setelah menjalankan suatu amalan, seperti seorang yang bisa merasakan manisnya daging jeruk, setelah mengupas kulitnya.


Nabi memberikan jeruk, lalu kita tak pernah mau melakukan amaliyah mengupas kulitnya, maka sampai tua pun, daging jeruk yang manis, mustahil kita rasakan, apa itu salah Nabi? Jelas bukan, itu salah kita sendiri, karena maunya dikupaskan, padahal kita punya nyawa, punya hati, punya pikiran, punya urat yang menggerakkan tangan karena dapat sinyal perintah dari hati, dan pikiran membuat cara terbaik menyelesaikan tugas, agar hasil akhir


memuaskan dan banyak manfaat yang diperoleh.

__ADS_1


Skip...


Majlis dzikir secara resmi ku buka, pertama aku ragu, apa nantinya akan banyak yang akan ikut dzikir, dan keraguan itupun sirna.


Pertama kali Majlis dzikir ku buka, dan tak ada yang ku undang, artinya aku tak memakai kartu


undangan. Dan pertama kali yang datang hanya tetangga kanan kiri, dan itu pun tak semuanya ikut, karena kenyataan di dunia ini ada orang


yang anti dzikir, dan hanya anti saja, entah


kenapa mereka anti, jika ditanya juga mereka


tak akan mampu menjawab, sebab ilmu ke sana juga tak ada, yang jelas mereka anti, sekalipun Alloh memerintahkan wadzkurulloha katsiro, ingatlah Alloh sebanyak-banyaknya.


Dan yang jelas, orang yang anti dzikir itu pasti hatinya tak akan tenang, dzkir bagi hati itu seperti air bagi ikan, atau air bagi tanah, wa


anzalna minassama’i ma’an, fa akhya bihil ardho ba’da mautiha, lalu kemudian Alloh menurunkan hujan, maka hiduplah karena hujan itu bumi yang sebelumnya telah mati, sebagaimana tanah yang mati, tanah akan tandus, gersang, kering, panas, marah, suntuk, ya kayak kita ada di tengah- tengah padang pasir di panas yang terik, apa yang kita rasakan, kuat tidak kita bertahan di keringnya panas dan angin panas.


Begitulah hati yang mati, seperti tanah yang mati, di mana rumput tak mau hidup, dan manusia tak kerasan berada di dalam dirinya sendiri, selalu tak kerasan duduk dalam satu dudukan, karena rasa suntuk, panas hati, sumpek, mudah tersinggung dan marah, di manapun tak nyaman, karena hati sebagaimana tanah padang yang gersang ada di dalam tubuhnya, segala penyakit dan kesempitan pandangan hidup meraja, dan semakin parah lagi jika kemudian apa yang menjadi permasalahannya sendiri itu dia sendiri tak menyadari, kalau itu adalah dari dirinya sendiri, dari hatinya sendiri.


Kegersangan itu sebenarnya tak jauh dari apa


yang keluar dari perut bumi, jika yang keluar dari perut bumi itu limbah dan minyak, batu dan


kerikil, racun dan lumpur yang mengandung


bahan berbahaya, maka dengan sendirinya bumi akan kering, sebenarnya tak beda dengan hati kita, karena kita ini kenyataannya tercipta dari tanah, maka segala persifatan kita ini tak akan jauh beda dengan tanah.


Apa yang terjadi dan menimpanya sehingga


menjadi amat mengenaskan, sebenarnya bermula dari perut, dan apa yang menjadi isi perut itu bermula dari apa yang kita makan, dan apa yang kita makan itu bermula dari rizqi yang kita cari, jadi halal haram itu sangat berpengaruh pada hati.

__ADS_1


Ketika makanan yang kita peroleh dari rizqi yang haram, itu kita makan, dimakan keluarga kita, dimakan anak-anak kita, maka rizqi itu tertelan, lalu diproses oleh pencernaan, dasarnya rizqi yang tak halal, maka sarinya kemudian mengaliri darah, lalu saripatinya menjadi ****** dan....


Bersambung....


__ADS_2