Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Dipenjara


__ADS_3

"Baik tunggu sebentar.”


Kata kyai, lalu kyai masuk ke dalam kamar, dan sebentar kemudian keluar kamar, dengan memanggul berkaleng-kaleng sarden, masih hangat.


Semua heran dan bertanya.


“Wah banyak banget kyai, sarden dari mana?”


“Ini sarden dari pabriknya, ayo dimasak,” kata kyai, dan yang tugas masak pun segera memasak, sementara aku sama Mang Sanip yang bertugas.


“Mang Sanip, minumannya ini belum ya…?” tanya kyai.


“Iya kyai..” jawab Mang Sanip.


“Wah enakan kalau puasa itu minumnya pakai es kelapa.” kata kyai.


“Sana ambil kelapa di pohon.” perintah kyai sama mang Sanip.


“Wah tak enak kyai, kalau tidak ada sirupnya.”


jawab Mang Sanip.


“Enaknya pakai sirup apa?” tanya kyai.

__ADS_1


“Paling enak pakai sirup marjan kyai, yang rasa strawberri.” jawab mang Sanip mantap.


“Petruk…, coba ambilin lilin merah di pojokan


itu.” kata kyai memerintahku. Dan aku segera mengambil lilin besar berwarna merah yang ditaruh di pojokan ruangan yang biasanya untuk penerangan kalau lagi PLN mati.


Sama Kyai lilin merah yang ku berikan kemudian diserut dengan pisau, menyerupai botol, dan setelah menyerupai botol, lalu kyai berkata.


“Sini mang Sanip, udah jadi ini, coba dipegang


ini,” kata kyai, menyerahkan lilin yang menyerupai botol sirup, kepada mang Sanip, dan mang Sanip seperti orang bodoh saja mengikuti memegang apa yang diperintahkan Kyai.


“Nah sekarang mang Sanip tutup mata.” perintah kyai.


Mang Sanip pun menutup mata, dan tubuhnya yang sedang duduk bersila itu diputar sama kyai, dan aku sendiri memperhatikan, jadi heran karena lilin yang dipegang mang Sanip sudah berubah jadi sirup marjan yang rasa strawberri.


Mang Sanip lebih heran lagi, melihat apa yang dipegangnya, karena lilin telah berubah menjadi sirup dalam botol,


“Udah sana, kelapanya diambil, dibuat minuman,” kata kyai.


“Ah tak mau kyai, ini bukan sirup, ini lilin,” kata


mang Sanip benar-benar tak mau, sampai sudah dibuat sirup dan diminum sama yang lain, mang Sanip sama sekali tak mau meminumnya, karena dia yakin dia pegang kuat-kuat, kalau lilin itu bukan sirup, dan tak mungkin berubah menjadi sirup, walau kenyataannya berubah menjadi sirup.

__ADS_1


Begitulah cerita dari Petruk soal sang kyai, cerita itu masih banyak dan akan selalu ku tulis, tapi kyai selalu mengatakan, itu bukan karomah, itu adalah anugerah Alloh. Gusti Alloh selalu memberi anugerah kepada hamba yang diinginkannya, tak siapapun bisa menolaknya.


___________________________________


_________________


Setahun silam, tepatnya sebelum puasa, ada seorang yang membawa anaknya yang lumpuh anak umur 8 tahunan, dibawa ke rumahku untuk dimintakan supaya dido’akan supaya sembuh, alhamdulillah anaknya sembuh, di cerita ini sudah pernah ku tulis, dan ceritanya dia orang tuanya juga mengeluhkan kalau rizqinya susah, maka dia ku tawari untuk ikut dzikir berjama’ah di majlisku, tapi dia menjawab kalau dzikir dan duduk lama-lama dia suka semutan dan tak kuat duduk berlama-lama.


Makanya dia tak mau, setelah dia menjawab tak mau itu, lama dia tidak kelihatan datang ke qrumahku, sampai akhirnya istrinya datang minta air kepadaku untuk suaminya, istrinya menceritakan kalau suaminya tertangkap polisi, karena mengikuti judi TOGEL, dan dalam cerita istrinya dia akan dihukum 7-8 bulan, dan ternyata baru 4 bulan di penjara dia sudah bebas dari tahanan, dan cepat-cepat datang ke rumahku, dan menceritakan kisahnya.


Ceritanya dia: saya sebenarnya hanya membelikan nomer, karena dititipi untuk membelikan nomer togel, sehingga saya ditangkap, ketika pertama saya masuk penjara, saya bingung sekali, makanya ketika istri saya menjenguk saya menyuruh istri memintakan air ke mas, dan setelah minum air dari mas saya jadi tenang, kemudian saya mulai aktif dzikir, amalan yang mas berikan.


Saya hanya menghabiskan waktu di mushola penjara, dan anehnya kok semua orang ku rasakan sangat baik padaku, sampai semua orang memanggilku pak De, di penjara ada banyak macam orang, ada perampok, ada pembunuh, koruptor, pemerkosa, dll.


Suatu kali aku berkenalan dengan seorang pemuda yang dia masuk penjara karena merampok, dan anehnya ketika dia bersalaman denganku, dia begitu penurut padaku dan berniat bertaubat, dan ingin aku mengeluarkan semua ilmu hitam yang dimilikinya, dia merasa kalau bersamaku serasa semua tenaganya lemah, dan dia merasa kalau aku ini adalah seorang yang berilmu tinggi, pernah suatu hari di penjara terjadi ada yang kerasukan, karena memang penjara termasuk daerah yang angker, dan banyak orang yang melihat ada berbagai macam hantu menampakkan diri, tapi aku tak pernah melihat sekalipun.


Saat ada kerasukan itu, aku dimintai tolong, untuk menyembuhkan, aku bingung juga, karena mas tak pernah mengajariku bagaimana menolong kerasukan, tapi aku ingat selalu pesan mas, asal diri dimintai tolong konsentrasi, dan sebenarnya terjadinya orang minta tolong itu tak lepas dari kehendak Alloh, lalu aku konsentrasi saja, ku bacakan segelas air dengan dzikir yang mas berikan, dan ku suruh minumkan, dan Alhamdulillah yang kerasukan langsung sembuh.


Karena kejadian itu, aku makin disegani di penjara, tapi ada juga yang merasa punya ilmu tinggi ingin mencoba, ada seorang yang mempunyai ilmu macan putih, dia langsung menantangku duel, ya aku ndak menerimanya, dan dia menyerangku begitu saja, anehnya dia terpental sendiri, sambil mengaor-ngaor, bertingkah seperti macan, dan berusaha menerkamku tapi berulang kali dia berusaha menerkam, maka berulangkali juga dia terpental, tak bisa menyentuhku.


Padahal aku sendiri tak mengamalkan ilmu apa-apa selain dzikir dari mas Kyai, Maka setelah itu aku makin disegani saja di penjara, selalu menjadi imam mushola, malah banyak yang meminta amalan dan ilmu, tapi aku makin malu dengan mas, kenapa dulu ndak nurut, padahal ilmu yang mas berikan dengan tanpa imbalan apa-apa dan hanya untuk kepentinganku sendiri. Alhamdulillah setelah sidang yang sebelumnya aku akan di hukum 7-8 tahun, aku akhirnya hanya di hukum 4 bulan.


Ini sekelumit kisah dari tamuku hari ini, aku hanya merubahnya dalam bahasa indonesia. dan dia hanya mengamalkan ya latif dariku 6641.

__ADS_1


“Ya itulah Alloh membuat orang percaya, kadang harus dimasukkan ke penjara dulu baru percaya dan yakin, dan itu salah satu cara Alloh menyadarkan seseorang, mungkin jika tidak dimasukkan ke penjara, tapi tidak sadar juga kan mending dimasukkan ke penjara tapi kemudian mendapat hidayah dan tau kegunaan hidupnya, yang penting diri harus bisa mengambil hikmah dari semua kejadian, jangan kendor menjalankan amaliyah, baru bisa seperti itu jangan lantas menyombongkan diri, pakai untuk menolong orang lain, agar ilmu itu makin tajam dipakai,” jelasku.


“Iya mas, sekarang saya akan mengikuti apa saja yang mas sarankan, dan tak akan berani berani lagi membantah,” jawab pak De.


__ADS_2