Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Efek pengisian


__ADS_3

Dari berbagai macam orang yang datang dan


ingin menjadi muridku, banyak juga yang awalnya hanya ingin keluar dari masalah yang dihadapi atau ingin mencari kebahagiaan hidup, atau alasan alasan lain yang dibawa oleh masing-masing orang, juga banyak latar belakang kehidupan yang mereka lalui. Sehingga ketika bertemu denganku kemudian memunculkan berbagai cerita dan kisah, sebenarnya akan banyak jika ku tulis, dan akan memakan waktu yang sangat lama.


Akan ku tulis beberapa semoga ini bisa men- jadi pembelajaran juga bisa diambil hikmah di balik kejadian yang terjadi. Maaf jika nama nama mereka mungkin bukan yang sebenarnya, untuk menjaga rahasia masing-masing orang mungkin saja tak mau dipublikasi. Hari masih pagi, sebenarnya kalau pagi, waktuku tidur, kalau orang sekitar rumahku biasanya tak akan bertamu ke rumahku, karena tau waktu pagi aku pasti sedang tidur, karena semalam suntuk gak tidur, dan waktuku tidur adalah pagi, tapi pagi sudah ada tamu, istriku membisikiku, kalau saat ini ada tamu dari Semarang, mau ditemui atau nanti setelah sholat dzuhur, sebenarnya mata juga baru terpejam, jelas perih, ah mending ku temui dulu, mungkin setelah ku temui sebentar, baru aku bisa tidur dengan nyenyak.


“Dari mana?” tanyaku


“Semarang mas…, saya Ibeng mas… yang ada di Facebook.” jawab pemuda berpakaian rapi, ala pegawai negeri.


“Ada perlu apa?”


“Ya pertama silaturahmi, kedua saya ingin minta dibersihkan dari gangguan jin yang ada di tubuh saya.”


“Sudah mengamalkan dzikir pondasi dariku?” tanyaku, karena selama ini sepengalamanku, kalau orangnya belum menjalankan dzikir pondasi, pengeluaran jin, biasanya akan lebih menguras tenagaku, karena jin di dalam tubuh orang yang belum mengamalkan pondasi dariku biasanya di dalam masih kerasan karena di dalam tak panas sama sekali, jadi kalau mau


dikeluarkan harus menggunakan melulu tenaga -ku, dan kalau jinnya sampai 40 atau 50, aku cukup lelah.


“Alhamdulillah sudah mas…, tapi anehnya tiap mengamalkan amalan dzikir pondasi kayak ada yang berjalan di dalam tubuhku, kayak ular gitu, juga di punggungku kayak diglayuti sesuatu, jadi tubuh serasa berat..”


“Ooo begitu..”


Lalu Ku ambil air lalu ku tiup doa minta jin dikeluarkan dari tubuh orang itu, dan ku suruh menempelkan jari di fotoku, selang beberapa saat tubuhnya mulai mengejang dan meng- gereng-gereng seperti suara macan, ku biarkan saja, lalu ku dekati ku tempel tanganku di punggungnya, dia mulai mengeluh panas, panas dengan suara yang bukan lagi suara lelaki itu tapi sudah berubah suara berat, tanda jin dalam tubuhnya sudah menguasi sebagian kesadarannya.


Berulangkali ku tanya, jinnya menjawab dia tak tau kenapa dia sampai ada di dalam, karena tak ku dapat jawaban jelas, lantas saja ku tarik keluar, daripada kelamaan karena mataku juga lagi ngantuk-ngantuknya, setelah 3 jin ku keluarkan ku rasa sudah tak ada lagi.


“Dulu pernah mengikuti pengisian?” tanyaku pada Ibeng.


“Iya mas kyai…, tapi sudah lama sekali..”


“Pengisian pakai apa?”


“Saya disuruh menelan ***** oleh orang yang mengisiku, ya waktu itu lagi musim ada ninja ninja itu, jadi untuk jaga-jaga, saya diajak teman untuk mengikuti pengisian. “


“Oo begitu rupanya?’


“Iya mas, apa sekarang sudah bersih..?”


“Sepertinya sudah,”


“Rasanya bagaimana”

__ADS_1


“Ya rasanya sudah entengan mas kyai, juga rasa berat di punggung juga sudah tak ada.”


“Ya sudah, silahkan dipakai istirahat dulu, saya tinggal tidur, soalnya saya belum tidur.”


“Saya mau sekalian mohon diri saja mas kyai, maaf sudah mengganggu..”


“Lhoh gak istirahat dulu?” tanyaku. “Tidak mas, soalnya saya juga ada perlu lain..”


“Ooo ya sudah kalau begitu…, kalau kesini waktu habis dzuhur saja…, soalnya kalau pagi saya biasanya masih tidur.” kataku sambil


mengantarnya sampai pintu.


Sebaiknya memang orang apalagi yang dari internet, kalau ke rumahku harusnya konfirmasi dulu, karena banyak juga yang terlanjur datang, sedang saya sendiri tak ada di rumah, kan sayang sudah jauh-jauh datang, pernah juga orang sudah jauh-jauh datang dari Jakarta, naik pesawat, mungkin orang sibuk, sebab ada juga seorang ayah, karena anaknya berteman denganku di internet lantas meminta ayahnya yang datang ke rumah, pernah sudah jauh naik pesawat, sampai di Semarang baru konfirmasi, padahal aku sendiri sedang lelaku gak nemui orang dan puasa bisu, ya kan akhirnya balik lagi ke Jakarta, kasihan juga, tapi mau bagaimana lagi, saya juga masih tahap belajar, harus menjalankan banyak lelaku amaliyah men- dekatkan diri pada Allah.


Setelah sholat dzuhur ada tamu perempuan di- antar oleh dua lelaki, karena habis dzuhur aku sudah menebak, pasti orang Pekalongan saja, bukan orang jauh, memang orang Pekalongan sendiri.


“Ada keperluan apa?” tanyaku.


“Ini mas, saya mau mengantar adik saya yang selama ini merasakan keanehan.” jawab lelaki yang agak hitam.


“Keanehan apa?”


“Kok aneh, sejak kapan itu ?”


“Sudah ada 3 mingguan ini.”


“Apa tak ada yang dirasakan sakit?”


“Tidak mas…, hanya saya merasakan mudah marah, emosi tak terkontrol, dan suka malas kalau ibadah.” jawab perempuan.


“Ini begini mas ceritanya,” jelas salah satu lelaki yang tubuhnya agak hitam.


“Adik saya ini kan punya pacar, sudah sekitar dua tahun pacaran, nah pacarnya itu me- mutuskan untuk memutuskan hubungan, dan tak mau menikah dengan adikku ini, maka adikku akan dinikah oleh mas ini,”


jelasnya sambil menunjukkan lelaki yang satunya.


“Nah kok pacarnya yang sudah memutuskan


hubungan itu tak terima dengan rencana adikku


mau meikah itu, lantas dia mengancam tak akan membiarkan adikku ini menikah, dan akan

__ADS_1


mengganggunya, lantas kok kejadian kemudian di tempat tidur adikku ini tiap malam banyak sekali belatungnya, sudah dibersihkan juga ada ada terus, jadi saya kawatir ada apa-apa dengan adikku ini, jadi saya minta bantuan sama mas..”


“Oo jadi pacarnya mengancam?” tanyaku.


“Iya, padahal dia itu orang thoreqoh mas..”


“Hm… tharekat juga banyak yang gak bener kok, tharekat atau tidak kalau jahat dan berbuat dengan menggunakan santet juga tetap sama namanya juga sesat, karena bersekutu dengan jin dan setan.” jelasku.


“Iya mas, tolong dibantu bagaimana adik saya


ini..”


“Ya insaAllah..” jawabku sambil mengambil air, ku tiup dan ku suruh minum dan baru juga selesai minum, perempuan itu langsung pingsan.


“Siapa ini..?” tanyaku.


Jin dalam tubuh gadis itu diam saja, hanya


bersuara lirih…


“Kamu kiriman kok ada di dalam tubuh perempuan ini?” tanyaku lagi.


“Ya… aku kiriman,”


“Dikirim siapa?”


“Dikirim pacar gadis ini.”


“Dikirim makai dukun atau dikirim sendiri?”


“Dikirim sendiri…”


“Kamu keluar ya..”


“Tak mau,” jawab jin dalam tubuh si gadis.


“Hm, kamu berani denganku, kok ku suruh keluar gak mau?”


“Tak berani, saya panas, saya takut..”


“Kok gak mau keluar?”

__ADS_1


__ADS_2