
Maka semua jinnya mati, seharusnya seseorang itu mengaca diri, ee beberapa hari ke depan dia masih berusaha menyerang dengan mengambil jin dari beberapa tempat, awalnya ku biarkan paling jin yang berbentuk macan yang dia kirim ku tangkap dan ku remas menjadi tepung, tapi dia masih mengirim juga, maka ku cabut ilmunya, dan dia berhenti, kalau masih juga dengan ijin Allah, ku mintakan saja malaikat maut mencabut nyawanya, orang seperti itu tak akan kapok kalau tak masuk neraka. Aku selalu memberi tempo, tak asal serang dan hancurkan, sebab dukun santet sekalipun juga punya keluarga, jadi tak asal bunuh, selalu memberi tenggang, dan memberi waktu buat dia untuk berfikir jernih, tapi kadang orang yang sudah dipengaruhi setan, akan membabi buta.
Segala permasalahan harus sebijak mungkin menyelesaikan, dan aku juga manusia biasa kadang juga marah jika orang yang sudah sangat keterlaluan, melakukan kemungkaran sudah sangat terlalu, merusak banyak orang, ingat ini hanya cerita, jadi bacalah dengan santai. Jangan terlalu tegang terbawa alur ceritanya. Semoga saja permasalahan di sekolah MTS Walisongo segera selesai.
___________________________________
Ada kejadian lagi di sekolah Safi’i Akrom, karena sekolah sedang direnovasi, banyak ditambah ruangnya, sehingga banyak bangunan yang harus dibangun, untuk menambah ruang sekolah yang masih kekurangan karena semakin bertambahnya siswa. Sehingga dibutuhkan membuka lahan baru, dan harus memotong pohon, dan tanpa disadari di pohon itu ada sekerajaan jin. Tentu saja banyak siswa yang dirasuki. Jadi perlu diingat, kita ini berdampingan dengan jin, walau dengan dimensi dan alam berbeda, tapi kita ini berdampingan, jadi bisa saja siapa saja, akan bisa dirasuki jin tanpa diri sendiri merasa, bisa siapa saja, belum lagi karena belajar keilmuan yang melenceng kita akan mudah dirasuki jin, yang jelas jin itu kalau selalu di dalam tubuh manusia jelas akan mengganggu manusia, karena mereka tak seharusnya di dalam tubuh manusia.
Skip...
Anak perempuan yang dibawa ke rumahku ini juga kesehariannya biasa saja, tak ada yang aneh, juga secara tingkah laku juga tak aneh sama sekali, sama sebagaimana anak perempuan yang lain, namun ketika dibawa ke rumahku ternyata di dalam tubuhnya ada ribuan macan, yang pindahan dari sekolahnya. Semua macan mengamuk ketika akan ku keluarkan, dan berusaha menyerangku, lalu ku panggil pemimpinnya, yang datang malah ratunya, dan ketika adu kekuatan denganku dia menyerah dan mau masuk Islam, tapi rajanya dan anak buahnya tak mau masuk Islam, dan lebih memilih melawanku, maka aku dikeroyok ribuan macan, karena melayani mereka aku lelah sendiri, walau banyak jin yang mati, sempat juga aku kena cakar, akhirnya ku buat latihan muridku, dan menemukan metode- metode baru mengeluarkan untuk jin, sampai akhirnya ratunya sendiri yang datang, dan mengeluarkan satu persatu anak buahnya dari tubuh anak yang kerasukan, setidaknya itu membantu tugasku.
Malah berlanjut pada ratu mau mengobati orang-orang yang hadir di majlis, ya sedikit ada manfaatnya. Cuma sayang dia tak mau berkomunikasi, hanya diam saja. Sambil melakukan gerakan-gerakan mengobati orang. Aneh juga.
___________________________________
Setelah kerajaan Samudra laut selatan ku taklukkan, laut menjadi kosong, dan ku perintahkan Ratu pantai selatan memimpin, ku coba melihat Aisyah, aneh nyai Ratu pantai selatan tak ada di singgasana laut, maka ku panggil beliau. Sebentar sudah masuk ke tubuh mediator, dan mengucapkan salam, sambil tangannya ditaruh di dada menghormat.
“Ada apa kyai memanggil saya?”
“Nyai ratu, kok nyai tak terlihat duduk di singgasana samudra selatan, kenapa tetap di pantai selatan?”
“Ampun saya kyai, saya tak kuat duduk di singgasana laut selatan.”
“Kenapa?”
“Bagi saya amat berat kyai.”
“Ku beri kekuatan tambahan ya?”
__ADS_1
“Iya kyai…”
Lalu ku salurkan energi ke tubuh nyai Ratu laut selatan.
“Bagaimana sekarang? Apa siap?”
“InsaAllah kyai, doakan saya mampu menjaga amanah ini.”
“Silahkan nyai Ratu berangkat ke laut selatan." Nyai Ratu pantai selatan segera pergi setelah mengucapkan salam dengan menghormat sebagaimana biasanya.
Setelah dua hari menaklukkan laut selatan, kok gunung merapi meletus, dengan letusan intensitas ringan, dan tanpa terjadinya tanda- tanda sebelumnya. Aku tak perduli, dan tidak membaca berita kecuali setelah teman-teman memberitahu, aku juga tak menduga itu ada hubungannya dengan apa yang ku lakukan.
“Kyai…. ki Semar ayahnya Permono marah kyai…” kata Aisyah di waktu sore.
“Ki Semar siapa nduk?”
“Ki Semar itu ya ayahnya Permono, Permono itu penguasa gunung Merapi kyai, Permono itu yang menjadi kusir kereta kencananya nyai Roro Kidul
Wah baru tahu aku, memang aku sendiri tak perduli dengan siapa jadi penguasa mana, karena sama sekali tak ada urusannya.
“Ooo jadi gunung Merapi itu ada penguasanya to nduk?”
“Ya kyai… yang jadi penguasanya itu Permono, nah karena kyai melempar nyai Roro Kidul ke neraka, maka ki Semar marah, dan di bawah sekali di dalam kawah merapi dia menggerak- kan anak buahnya untuk membakar lahar dan meledakkan gunung merapi.”
“Wah kok ada kejadian seperti itu, berarti Merapi itu sebenarnya bisa dikendalikan ledakannya?”
“Iya lah kyai, kan di dalam ada para jin yang bekerja membakar lahar, panas itu kan tidak bisa menyala kalau tidak ada yang menaruh sesuatu yang bisa menyala mencampurnya menjadi lahar yang panas, dengan komposisi yang pas, kyai kan tau sendiri, masak nasi kalau kurang air, nasinya tak akan matang, nyalakan kompor tanpa bahan bakar juga tak akan nyala apinya.”
“Oooo ya.. ya… jadi di dalamnya ada kerajaan jinnya pada bekerja?”
__ADS_1
“Iya kyai… banyak jin yang bekerja..”
“Wah jadi meletusnya merapi kemaren itu juga ada yang melakukannya?”
“Ya begitulah kyai…., sebenarnya gunung- gunung juga semua begitu, jika tidak dibakar di bawah juga tak akan meledak, dan hanya akan menjadi gunung yang dijadikan Allah sebagai paku bumi.”
“Wah makin banyak pengetahuanku, rasanya makin banyak yang belum ku ketahui, trus nyai Blorong itu… tuaan mana dan sakti mana dengan nyai Roro Kidul?”
“Ya saktian nyai Blorong lah kyai, kan nyai Roro Kidul itu yang menjadikan ratu di samudra selatan adalah nyai Blorong.” jelas Aisyah.
“Lhoh kok dalam cerita yang sering ku baca, kalau nyai Blorong itu anak angkat nyai Roro Kidul..?”
“Ah ya gak lah kyai, kan nyai Blorong itu lebih tua dari nyai Roro Kidul, nyai Roro Kidul itu yang mengangkat jadi ratu samudera ya nyai Blorong.”
“Wah bingung aku soal gaib begini.. lalu..”
“Lalu apa pak kyai?”
“Lalu nyai Blorong itu Islam bukan?”
“Nyai Blorong itu bukan Islam, dulu pernah menjadi Islam, tapi murtad, lalu dia menjadi sumber segala ilmu hitam, dan juga yang dijadikan memberikan pesugihan.”
“Ooo begitu..”
“Ya kyai…”
“Bagaimana kalau ku hancurkan nyai Blorong? Apa ilmuku mampu.”
“Ya jelas nyai Blorong kalah kalau melawan kyai, tapi….”
__ADS_1
“Tapi kenapa?”