Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Kisah Azazil


__ADS_3

Ada tamu dari Bojonegoro, daerah Padangan. Jadi ingat Bengawan Solo… sering banjir… ku panggil jin penguasa Bengawan Solo menghadap.


“Assalamualaikum wr.wb…”


“Wah sudah Islam ya… ini jin penguasa Bengawan Solo?”


“Benar kyai… ada apa kyai memanggilku..”


“Mau kamu menjadi pengikutku?”


“Mau sekali kyai…”


“Ku lihat kok Bengawan Solo itu sering banjir Bagaimana itu?”


“Maaf kyai… beribu maaf, karena di sana sering diserang jin lain yang sering ingin menguasai sehingga aliran Bengawan kadang sampai berbalik…”


“Kok bisa begitu..?”


“Ya begitulah kyai….”


“Sekarang masuk Islam dahulu… nanti ku beri senjata untuk mempertahankan Bengawan Solo dari serangan..”


“Terimakasih kyai..”


Lalu dia masuk Islam menganut Islamku. Setelah ku ajari dua kalimat sahadat dan ku beri ilmu cara menjalankan ibadah yang benar lalu kami bicara lagi.


“Saya dulu juga menyebrangi Bengawan Solo yang di daerah Padangan, ingat?”


“Ingat kyai… itu kemaren kyai…”


“Kok kemaren?”


“Ya tahun 94 di jaman manusia itu di kami seperti kemaren saja…”


“Ooo begitu…”


“Ya kyai…”

__ADS_1


“Bisa tidak Bengawan Solo itu diperdalam, biar gak meluap, tanahnya di perdalam?”


“InsaAllah bisa kyai..”


“Nah lakukan itu…”


“Baik kyai, kami taat menjalankan perintah.” Lalu penguasa Bengawan Solo mau segera pergi untuk menjalankan apa yang ku perintahkan.


_______________________________


Yang ku lakukan itu bukan apa-apa, juga tak bernilai apa-apa, efektif atau tidaknya juga aku belum tau, semua masih belum bisa dipastikan apa hasilnya. Ada kabar dari gunung merapi. Semenjak penguasa gunung merapi ku lempar ke neraka, aku sampai lupa menempatkan penguasa baru sebagai ganti penguasa lama yang sudah tak ada… dan akhirnya timbul banyak perebutan kekuasaan di alam jin memperebutkan kekuasaan di gunung merapi, karena kesibukan, aku sampai lupa pada keadaan di gunung merapi, sampai ada orang yang dibawa ke rumahku oleh muridku yang mengalami dikuasai jin, dan tubuhnya sudah berubah menjadi seperti warna debu. Setelah dihadapkan padaku, maka aku mediumisasi jin yang ada di dalamnya.


“Maaf kyai…”


“Siapa ini?”


“Aku ki Joko..”


“Ki Joko dari mana kok di dalam tubuh anak ini?”


“Aku dari merapi kyai…”


“Ya kan dia rumahnya dekat merapi.”


“Maksudku kenapa ki Joko masuk ke dalam dia.”


“Ampun beribu ampun kyai, apa kyai tak tau..”


“Tau apa..?”


“Setelah kyai melempar ki Semar ke neraka, gunung merapi tak ada penguasanya, maka antara kami bangsa jin sering terjadi perebutan kekuasaan, kami sering berperang antara para jin sendiri, ingin menguasai tlatah merapi..”


“Wah ada yang kayak begitu..”


“Makanya saya masuk ke dalam tubuhnya anak ini, dan juga teman-teman saya, karena saya melarikan diri dari serangan, maaf kyai, saya juga takut mati, di merapi banyak sekali jin yang saling bunuh membunuh.”


“Wah kok bisa begitu…” aku tertegun memikirkan kejadian itu.

__ADS_1


“Ki Joko…”


“Dalem kyai..”


“Kamu saja yang jadi penguasa merapi, apa kamu mau?”


“Waduh kyai, la wong saya masih kecil kyai, saya lemah, yang lain saja….”


“Kamu menjadi besar..”


“Waduh kyai tubuhku membesar, bagaimana ini kyai.”


“Nah kamu sudah besar kan…?”


“Ya kyai… tapi… saya ndak punya ilmu apa-apa, bagaimana kalau saya diserang?”


“Kamu masuk Islam dulu, nanti ku beri senjata..”


“Wah terima kasih kyai… di negara kami, kyai terkenal sakti, pasti banyak sekali senjata.” Lalu ki Joko membaca dua kalimat sahadat, dan masuk Islam. Semoga dia bisa menjalankan amanah yang ku berikan.


Dunia gaib, mungkin hanya hayal atau bukan nyata di mata orang awam, tapi sebenarnya juga apa yang terjadi di dunia gaib itu mem- pengaruhi kejadian-kejaidan yang terjadi di dunia nyata.Sebenarnya kalau orang mau berpikiran logis dan jauh kedepan dan jauh ke belakang, maka akan mempunyai kesimpulan yang akurat tentang kejadian yang terjadi. Mungkin masih belum ngeh dengan maksud dari apa yang ku tulis. Begini, manusia itu di jaman diciptakan oleh Allah, ada kisah bernama iblis, Ibnu Katsier dan penafsir lainnya menulis bahwa Azazil nama asli iblis adalah seorang Malaikat yang rupawan dengan memiliki empat sayap, bahkan menjadi Sayyidul Malaaikat sebagai pemimpin malaikat KARUBIYYIN dan juga mendapat tugas sebagai Khoziin al- Jannah (Bendaharawan sorga) selama be- berapa puluh ribu tahun sebelum mem- bangkang kepada Allah (Hadist riwayat Ibnu Abbas dari Muhammad bin Ishaq, dari Kholad, dari Ibnu ‘Atho’, dari Thowus, dan dari beberapa hadist yang lain).


Namun kalau dihadapkan pada ayat: “Laa ya’shuunalloha maa amarohum wayaf’aluuna maa yu’marun ..” \= “.. dan para malaikat itu tidak akan mendurhakai Allah dan mereka akan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan … “. (At-Tahrim 6), maka IJAJIL ini mungkin hanya hidup dekat dengan para malaikat tapi ia sendiri BUKAN MALAIKAT, namun level ibadahnya setara dengan malaikat, seperti JIBRIL, Izrail, Isrofil, MIKAIL dll. Dan ini sesuai dengan pernyataan Iblis sendiri:


“Kholaqtanii min naar” \= “Engkau Ciptakan aku dari api …”, sedangkan kita tahu para malaikat itu diciptakan dari NUR, bukan dari api. Dalam ayat lain disebutkan: “Kaana minal Jinn” \= Iblis itu bagian dari bangsa Jin …” (Al-Kahfi 51). Demikian juga mereka berkeluarga dan punya anak turun temurun seperti IFRIT-Naml 39), sebagaimana disampaikan oleh Imam Mujahid dan Qotadah: “Innahum yatawalladuuna kama yatawalladu banuu Adam” – tidak sebagaimana malaikat yang tidak beranak tidak beristri. (Al-Khoziin / Al-Baghowi III-1/212 – 216 / Surat


Al-Kahfi 50).


Namanya berubah menjadi Iblis Ketika Allah menciptakan Adam AS sebagai calon kholifah di bumi dan memerintahkan seluruh malaikat untuk SUJUD HORMAT (bukan sujud untuk menyembah) kepada Nabi Adam yang telah diberikan beberapa kelebihan ilmu, maka seluruh malaikat pun bersujud, menghormat Adam, kecuali IJAJIL, karena dipengaruhi oleh karakter aslinya, yakni: DENGKI (hasad) dan SOMBONG (takabbur). Dia menolak karena Adam hanyalah makhluq yang diciptakan dari tanah, sedang dia diciptakan dari api. “Abaa wastakbaro wakaana minal kaafiriin \= Dia menolak dan menyombongkan diri, maka dia termasuk kedalam kelompok mereka-mereka yang kafir.” (Al-Baqoroh 34). Maka sejak pem- bangkangan dan kesombongannya itu mengakibatkan runtuhlah kemuliaan dan ketinggian namanya (Ibrani: Aza \= Izzah \= mulia , El \= Eli \= Allah \=\=>Azazil \= makhluk yang dimuliakan Allah).


Rupanya pun berubah buruk menakutkan dan sebutan panggilannya diganti oleh Allah menjadi IBLIS laknatullah, dari kalimat yang artinya adalah:


“terputus dari rahmat Allah”. Maka siapapun, bahkan termasuk makhluq yang pada awalnya mulia seperti Ijajil yang amaliyahnya setara atau bahkan mengungguli amaliyah para malaikat, ketika dia melakukan dua hal tersebut diatas, yakni:


1 – Abaa (membangkang), dan


2 – Istakbaro (pembangkangannya dilakukan karena kesombongan hatinya), maka akan jatuhlah ia pada kekafiran. Iblis, bapak segala setan, hidup sampai akhir zaman. Karena pem- bangkangannya, maka Allah pun melaknatinya dan mengancam siapapun yang ikut mem- bangkang bersama dia dengan firman Nya:

__ADS_1


“Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan segala orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka semuanya.” (Shood 85). Karena ia menganggap kemuliaannya runtuh gara-gara Adam, iapun mendendam dan bersumpah akan menggoda dan merayu Adam dan seluruh keturunannya, kecuali mereka-mereka yang hatinya bersih dan ikhlas. (Shod 83).


__ADS_2