Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Pikiran positif


__ADS_3

Ironis memang ketika Raja sangat kasih sayang pada rakyatnya, korupsi hampir tidak ada, sekolah hampir semua gratis, orang miskin mendapat jatah bulanan, dan bahkan orang mau nikah juga dapat bagian, pemerintah berapa tahun sekali membagikan uang,


Malah menjadikan sebagian orang berfikir sempit dan malas sekolah, lha miskin saja mendapat jatah, untuk apa sekolah, biasanya orang sekolah kan punya alasan atau tujuan, agar mudah mendapat kerja, atau agar mudah mencari kehidupan, tapi kalau sudah kehidupan mudah, dan bukankah akan membuat orang


malas, untuk apa repot-repot menjadi pinter,


kalau bodoh, miskin, juga sudah bisa hidup


berlebih karena ada jatah dari pemerintah??,


maka jadinya negaranya jadi negara bodoh, .


Memang kadang kayak di Indonesia misal negara bisa memberi jatah kehidupan layak, orang miskin mendapat jatah tiap bulan dari


pemerintah, belum tentu akan baik kedepannya, karena terkadang orang jadi malas mengejar cita-cita, orang jadi lebih memilih hidup ongkang-ongkang kaki, wong tidur tiap hari sudah dapat jatah dari pemerintah, jadi kadang yang kelihatannya baik, belum tentu jika dipraktekkan akan menjadi baik pada akhirnya.


Juga orang Arab itu kebanyakan bisa membaca Qur’an bukan karena belajar membaca, tapi dari kaset/ rekaman yang diputar berulang-ulang, sehingga lama-lama mendengar beberapa kali maka akan hafal, soal tajwid atau tanda baca ya asal-asalan, namanya juga hafalan karena mendengar dari kaset, makanya jarang yang menjadi imam Masjidil Haram itu orang Arab asli,


Kebanyakan dari Mesir, jebolan Al Azhar, atau dari Pakistan, dan tak sedikit yang dari Indonesia, yang seumur-umur hidupnya menjadi imam Masjidil Haram, seperti Syaikh Sambas, Syaikh Karim, Syaikh


Nawawi, yang selama hidupnya menjadi imam Masjidil Haram.


Kalau yang ngimami orang Arab kebanyakan


bacaannya acak-acakan, ya maklum hafalan


qur’annya bukan dari belajar tapi dari


mendengar kaset diputar, sehingga kalau lupa ya ndak bisa melanjutkan.


Arab itu bagusnya mungkin kalau jama’ah sholat lima waktu, diwajibkan, sehingga pas waktu sholat berjama’ah, ada polisi yang patroli di jalan-jalan, jika ada orang pas waktu sholat


jama’ah kok terlihat berkeliaran di jalan, lalu


ditanya polisi, ternyata agamanya Islam, maka


akan ditangkap, dibawa ke kantor polisi, kayak


naik motor tak pakai helm, jadi ada razia sholat berjama’ah.


Tapi ada juga jadinya menjadi kekurangan, orang sholat jadinya karena takut kena razia, makanya kalau sholatnya jadi asal-asalan, misal kalau lagi sholat suka malah sibuk sendiri nyari upil di hidung, maklum di Arab kan berdebu, jangankan upil hidung, telinga saja kalau tak sering dibersihkan akan jadi budeg karena banyak debu yang masuk ke telinga.


Jadi kalo disini orang sholat pada sibuk mencongkeli upil itu amat biasa, atau bawa hp, kalau hpnya bunyi ya sempat-sempatnya hp diangkat.


Kalau sholat di samping orang Arab jadi was-


was, takutnya upilnya di oleskan ke kita,


hehehe…


Kelebihan orang Arab lagi, suka bicara kayak


perempuan, ngrumpi gak ada ujung pangkalnya, soalnya kan orang lelaki yang belanja, orang perempuan ngendon aja di rumah, karena yang tukang belanja, ya tak heran juga, jadinya suka ngerumpi.


--------------------------


Setelah mencari kesana-kesini ketemu juga

__ADS_1


kamar mas Sarno, aku ketuk pintunya dan dia segera membukakan, mas Sarno di Arab mungkin sudah 16 tahunan, di pabrik ini, tiap tahun karyawan naik gajinya, kalau gajinya sudah 16 tahun bisa dibayangkan berapa ribu dalam real Arab, dan otomatis kalau sudah lama gajinya mungkin di Indonesia sama dengan gaji DPRD, ya akibatnya kalau sudah lama bekerja di Arab, akan sangat berat meninggalkan Arab,


Karena gaji sudah besar, dan kalau di Indonesia juga mendapat gaji segitu juga belum tentu bisa, ujung-ujungnya di Arab sampai tua, jika ijin tinggal habis ya memperbaharuinya.


Semua barak, kamarnya sama, tempat tidur, dan kamar mandi ada di dalam,


“Ayo-ayo, silahkan duduk,” kata mas Sarno


sambil menuangkan minuman jus buah.


Di Pabrik semen yang ku tempati itu, semua


kebun ada, dari kebun pisang, jeruk, jambu,


mangga, dan buahnya juga lebat, karena ada


bagian perkebunan yang merawat, sebenarnya


Arab itu kalau penduduknya tak malas dan mau mengolah tanahnya, tanahnya juga tak tandus


amat, malah tak ada kisahnya kalau Arab itu


padang pasir, aku malah berpikiran kalau Arab


jarang ada pohon dan tandus itu bukan karena


asli tandus, tapi karena penduduk miskin yang


miskin sekalipun mendapat jatah dari


malas, ya jadinya tanah jadi tandus, karena tak


ada tumbuhan yang di tanam, hujan sekalipun tak ada serapan air, karena tak ada pohon.


Di manapun jika kita membawa kebeningan hati, maka orang lain akan merasa nyaman dan tenang di samping kita, kecuali orang yang takut bayangan buruknya terlihat di kebeningan air yang tenang.


Hati dan kebeningannya itu bisa melihat segala sesuatu dengan jelas, sejelas orang yang


berkaca di air yang jernih, dan air hati yang


jernih itu akan dikeruhkan oleh kemauan-


kemauan yang berlapis-lapis, keinginan yang


bertumpuk-tumpuk, seperti kopi, jahe, teh,


bakso, santan, itu seperti keinginan baik, yang


dimasukkan ke air yang jernih, dan oli, tinta,


comberan, dan segala kekotoran, yang


dicampurkan ke air jernih itu seperti air yang


kotor.


Kesederhanaan cara pandang itulah yang selalu ku pakai di manapun aku berada, dan berusaha ku lekatkan setiap gerak-gerik.

__ADS_1


Tapi ada yang kadangkala di luar perhitunganku yang amat dangkal, kadangkala karena suatu


kejadian membuat anugerah yang diberikan


Alloh padaku tercabut, juga kadangkala yang


telah jelas kita ikhlaskan melakukan, tapi


dijadikan orang lain mengambil kesempatan,


untuk mengambil keuntungan kesenangan


nafsunya, sehingga tak jarang membuatku yang berusaha mengalir seperti air jernih, malah masuk dalam ruang lingkup air comberan, dan suatu nilai air jernih yang bermanfaat pun hilang, itu menjadikanku semakin berhati-hati melangkah, segala sesuatu kadang harus matang dipertimbangkan, sebab yang menurut kita baik, belum tentu akan baik kita terapkan kepada orang lain.


Golok yang mungkin bagi kita sangat berguna


untuk memotong kambing, tapi ternyata


dipegang orang lain malah dipakai memotong


leher manusia.


Jadi tak cukup kita punya niat berbuat baik,


sebab baik menurut kita, belum tentu akan baik bagi orang lain, setiap hati itu beda, dan hati


yang kadang telah pernah dijadikan perang,


ditanami ranjau, dipagar kawat berduri, dan


banyak ditumbuhi pohon beracun, maka akan


mengalirkan perbuatan dan ucapan keji, juga niat keji yang tak segan-segan dibungkus dengan tingkah yang baik.


Tapi di dalam pepatah jawa ada istilah: becik


ketitik olo ketoro, perbuatan baik akan


tertandai, dan perbuatan buruk akan terlihat


walau disembunyikan.


Wamaiya’mal mitsqola dzarrotin khiro yaroh,


wamaiya’mal mitsqola dzarrotin sarroiyaroh.


Siapa yang melakukan perbuatan baik, walau


seberat semut pudak maka Alloh akan


melihatnya, dan barang siapa berbuat keburukan seberat semut pudak maka Alloh akan melihatnya.


Berbuat baik tak usah takut tak akan terbalas,


hanya keikhlasan kita yang menentukan kita ini menjalankan segala gerak tanpa beban, tenang....


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2