Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Akal-akalan


__ADS_3

Seperti Maskur dan istrinya yang semangat


mendekatkan diri pada Alloh, dan keikhlasan itu bisa dilatih dari kebiasaan dan keseharian.


Hanya orang-orang yang mau meminum buah fadhilah yang akan mengecap manisnya buah fadhilah, dan anugerah Alloh itu hanya diberikan kepada orang-orang yang mau mendekatkan diri, tanda Alloh menginginkan kita itu menjadi kekasihnya adalah, Alloh menumbuhkan rasa di hati kita untuk mendekatkan diri, dan jika Alloh itu tak menghendaki kita itu dekat dengan-Nya,


sekalipun Nabi muhammad SAW itu ada di depan kita dan mengajak sampai menangis air mata,


maka tak sedikitpun kita akan tertarik, sebab hidayah itu milik Alloh.Tak bisa kita paksakan pada siapa pun juga.


Tidak ada kesusahan (bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah dan sesiapa yang beriman kepada Allah,


Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan


sabar) dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui


akan tiap-tiap sesuatu.


(Ayat 11 : Surah at- Taghaabun Tanda kebodohan seseorang itu adalah ketika telah merasa bahwa segala sesuatu itu bisa dikendalikan akal, dan bukan seorang yang pintar, jika telah merasa karena akal pikirannya telah bisa melakukan sesuatu yang orang lain tak bisa, padahal jelas jika ada orang mati itu sama sekali tak bisa akalnya bisa mengantarkannya ke kuburan, yang gotong mayatnya tetap saja tetangganya, maka semakin seseorang itu merasa dirinya bisa, dan merasa orang lain tak bisa seperti dirinya, maka jelas orang tersebut makin tak paham akan keberadaan siapa dirinya.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju Alloh s.w.t ada


sebahagian orang yang tertinggal di belakang


walaupun mereka sudah melakukan amal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang lain yang lebih maju.


Satu halangan yang menyekat golongan yang tertinggal itu adalah kebodohannya yang tidak mau tunduk kepada ketentuan Alloh s.w.t. Dia masih dipermainkan oleh nafsu dan akal yang menghijab hatinya daripada melihat Alloh s.w.t pada apa yang dilihat.


Pandangannya hanya tertuju kepada alam benda dan perkara lahir saja. Dia melihat kepada keberkesanan hukum sebab-musabab dan meletakkan pergantungan kepada amalnya. Dia yakin yang dia boleh mendapatkan apa yang dia ingini melalui usahanya. Sehingga atas apa yang


dilakukan adalah melulu ukurannya akal pikiran, bahkan karena akalnya itu, kemudian manusia itu terseret pada akal-akalan.


Mengakali diri dan mengakali orang lain, jika sakit sekalipun, maka akan diakali biar sembuh, dan tak dibaca kenapa aku sakit, sehingga Alloh berulang kali memberikan peringatan, itu dianggapnya karena sesuatu sebab yang menimpa, karena ketergantungan pada pikirannya pada hitung-hitungan akal, dan tak mau mengakui bahwa apapun di dunia ini nyata adalah ciptaan Alloh, dan entah besok, lusa, atau kapan pasti mati.


Ada seorang muridku yang bernama Suhandi,


masa lalu Suhandi amat gelap, dan suram yang dikejar adalah bisnis yang menyandarkan pada akalnya,


Memang kadang perhitungan akal itu kadang benar, tapi tak sedikit yang kemudian meleset, karena hal yang di luar perhitungan akal, di saat perhitungan akal itu berjaya, dan mendapat hasil yang maksimal dari jerih payah, maka akal akan cenderung merasa berkuasa, dan mempunyai power lebih, tapi ketika ternyata perhitungan salah, maka akal tak bisa berlari dari tubuh, keberadaannya tak bisa mencerna sesuatu yang tak bisa dilogika, dan logikanya tak mau percaya itu telah terjadi, lalu dia berusaha mencari solusi di luar akal karena akal sudah terlanjur percaya pada apa yang terlihat dan bisa diakal, maka dia pun akan mengutamakan mencari yang akan bisa menerima, paling tidak terlihat oleh kedua mata, sehingga akal akan merasa ditenangkan.

__ADS_1


Suhandi adalah pekerja yang ulet di masa mudanya, ulet dan tahan banting, juga akalnya penuh perhitungan matang, tapi sekalipun telah diperhitungkan dengan matang, apa yang diperhitungkan ternyata kemudian meleset, dan dalam waktu sekejab kebangkrutan pun mencengkeram perjalanan karir bisnisnya, lalu dia mencari solusi ke dukun, ya dalam akal pikirannya, dukun lebih jelas terlihat daripada Alloh yang tak terlihat, maka dukun itu dia jadikan meminta suatu penyelesaian atas masalah yang dia hadapi.


Dan pas saja, ternyata setiap solusi yang diberikan dukun itu selalu membawa kebangkitan atas bisnisnya yang ambruk, entahlah, setiap kejadian itu memang sudah dirancang oleh Alloh dengan perancangan yang rapi, agar kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran di dalamnya, dimana akan menjadikan kita lebih hati-hati mengambil kesimpulan dan tak tercebur dalam lubang, yang orang lain jelas-jelas kita tahu ceritanya.


Suhandi pun mulai menapaki lagi usahanya, dan setiap waktu dia ke dukun itu dan juga punya dukun cadangan, yang bisa dimintai saran, dan masukan agar rizqinya lancar, bahkan Suhandi telah diminta berhenti sholat pun dia lakukan, karena dia merasa apa yang diperolehnya dari limpahan materi sangat membuat hatinya senang, walau tidak bisa dikatakan hatinya tentram,


Oleh dukun itu, Suhandi ditunjukkan dengan cara melihat kedepan bagaimana bisnis Suhandi kedepannya, dan dukun itu memakai alat seperti lampu ublik, yang memakai sumbu, lalu lampu itu diletakkan di tengah air, dan secara sendirinya katanya si dukun itu kemudian tau akan apa yang akan dilewati Suhandi dalam mengurus bisnisnya, sehingga bisa memberikan solusi atas apa yang seharusnya dilakukan Suhandi.


Jika seorang dukun bisa melihat masa depan, ternyata dia meninggal di kamarnya sendiri dengan orang lain termasuk anak istrinya tak ada yang tau, karena dukunnya Suhandi itu punya kamar semedi sendiri, yang tak siapapun berani masuk, kalau si dukun sedang menjalani semedi, ee tahu-tahunya si Dukun sudah meninggal,


Karena keluarganya curiga setelah berhari-hari mencium bau busuk, setelah didobrak pintunya, maka ditemukan dukun itu telah menjadi mayat, bahkan sudah ada singgat(belatungnya) yang sebesar jari kelingking yang sedang memakani tubuh dukun itu.


Ditinggal si Dukun meninggal dunia, mungkin yang paling sedih adalah Suhandi, daripada istrinya dukun, bukan masalah sedih karena kasihan atau iba, tapi karena kemudian Suhandi tak ada lagi yang akan menunjukkan solusi masalahnya.


Itu artinya bisnisnya akan bangkrut lagi, padahal Suhandi telah terlanjur membuat produk banyak, karena memperhitungkan kalau si dukun akan berumur panjang, dan segala permasalahan dagangnya akan selalu ada yang memberi solusi atas apa yang dilakukannya,


Tapi kenyataannya dukun itu juga manusia, walau dibilang bisa melihat ke masa depan, la kok umurnya sendiri dia tak tau kapan masa kontraknya di dunia ini habis.


Orang-orang yang dekat dengan Alloh s.w.t, dan para ahli syurga gemar berdoa kepada-Nya karena doa itu adalah perhubungan kasih sayang di antara Tuhan dengan hamba-Nya. Alloh s.w.t. ‘memanjakan’ hamba-Nya dengan membuka pintu doa, tanda kecintaan Alloh pada hamba itu Alloh menggerakkan pada hati hamba agar berdo’a, lalu Alloh memberi karunia berupa terijabahnya do’a, dan jika Alloh itu menghendaki orang itu jauh dari-Nya maka Alloh menjadikan orang itu malas meminta dan berdo’a, dan menimbulkan syak wasangka kalau meminta itu menunjukkan ketamakan,

__ADS_1


Padahal Alloh itu tempat meminta, tanda kekuasaan-Nya adalah mampu mengabulkan semua permintaan bagaimanapun sulitnya, tapi hamba yang ingin Alloh jauhkan itu seakan tak percaya atau merasa dirinya kotor, atau alasan tertentu sehingga hamba itu di dalam pikirannya jauh untuk bergantung pada Alloh, jika lisan kita hati kita cenderung meminta pada Alloh, berarti Alloh itu tengah....


Bersambung...


__ADS_2