Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Pedang gaib


__ADS_3

Ada juga yang melaksanakan sholat dulu lalu berusaha sekuat tenaga mengeluarkan jin, semua memakai cara-cara masing-masing, bahkan ada juga yang menyembah-nyembah ke arah utara, baru mengeluarkan jinnya, ya nama- nya juga bermacam orang yang mengeluarkan, jadi bermacam-macam juga cara yang dipakai. Tapi tak satupun membuahkan hasil.


Suasana jadi ramai, karena jinnya menjerit-jerit, yang kerasukan dipegangi orang banyak, aku bisa bercerita seperti ini dari cerita kang Slamet, yang memang rumahnya bersebelahan dengan kejadian, jadi aku tak tau sendiri, kang Slamet sendiri, karena rumahnya dekat dengan kejadian maka dia pun datang, melihat orang pada kerasukan, dia juga langsung mempraktek kan apa yang ku ajarkan, Alhamdulillah dua anak bisa dikelauarkan jinnya, yang kerasukan ada 5 anak, jadi masih 3, dukun yang melihat kang Slamet mengeluarkan dengan mudah, merasa gak enak mungkin, maka mereka melarang kang Slamet mengeluarkan jin yang masih di 3 siswa, ya kang Slamet segera mundur, karena si dukun ingin tampil mengeluarkan jinnya, kerasukan terjadi dari jam 9 pagi, dan sampai jam 10 malam, 3 siswa yang kerasukan masih belum juga bisa dikeluarkan, sudah dibanting, dipiting, digeleng- gelengkan kepalanya, dipencet jempolnya, dipencet hidungnya, dibolak balik, juga dikitik- kitik, tetap saja jin gak mau keluar dan tetap bertahan di dalam.


Akhirnya siswa dibawa pulang, dalam keadaan masih kerasukan. Besok-besoknya kerasukan makin parah saja, makin banyak lagi siswa yang kerasukan, sehingga sampai terjadi pembicaraan di pasar, di toko, di warung lesehan Megono, semua membicarakan kerasukan yang menimpa siswa MTS Wali Songo, ada guru yang bicara mau dibawa ke rumahku, tapi ku tunggu tak juga ada yang datang, sampai sekolah diliburkan, tiap hari hanya para dukun dan paranormal dari segala penjuru didatangkan untuk menyelesaikan kejadian kerasukan itu, tapi tak juga ada hasilnya apa-apa, malah masing-masing ingin manunjukkan kalau merekalah yang mampu, walau akhirnya sama sekali tak ada hasil apa-apa, yang ku dengar terakhir ada yang cerita sampai di telingaku, sebulan sudah berlalu, dan kerasukan masih juga tetap terjadi, dan yang terakhir ku dengar yang kerasukan ditangani dengan diulekkan bawang dan dikeceri perasan jeruk nipis, prihatin juga.


Tapi masak aku datang menawarkan diri menolong, kok rasanya kayak cari nama dan ketenaran saja. Sementara Yaya, yang ketika itu ku tinggal memimpin dzikir di Jepara, dia yang sudah sembuh dibawa pulang oleh mbaknya, ee ada kabar pas waktu aku di Jepara, kalau Yaya dikirim lagi, setelah ditanya katanya karena kyainya pergi ke Jepara, jadi dukunnya berani mengirim jin lagi, wah wah rupanya nyari peluang kepergianku, setelah aku pulang dari Jepara, malamnya ku suruh kerumahku, biar ku


bersihkan lagi.


Jadi ingat dengan MTS Wali Songo yang siswanya banyak yang kerasukan, maka ku tanya jin yang di dalam.


“Tau MTS Wali Songo?” tanyaku, “Yang sedang terjadi kerasukan masal.”


“Iya tau,” jawab jinnya.


“Itu jin dari kerajaan jin yang tinggal dijembatan, karena jembatannya diperbaiki, jadi jinnya pada marah dan merasuki anak-anak sekolah.”


“Ooo begitu rupanya..?”


“Ya..”


“Kalau kerajaan berarti ada raja dan ratunya?”


“Ya ada..”


“Bisa kamu memanggilkan raja dan ratunya.”


“Wah saya tak berani.”


“Ya kalau bisa rakyatnya, atau punggawanya..”


“Ya kalau itu saya berani, sebentar saya


panggilkan..”


“Ya..”


Sebentar jin yang ada di tubuhnya Yaya memejamkan mata… kemudian…


“Ada apa memanggil saya?”


“Kamu siapa?” tanyaku yang tak tau yang datang masuk ke tubuhnya Yaya ini siapa.


“Saya punggawa kerajaan.” jawab jin.


“Yang pada memasuki anak-anak sekolah itu?”


“Iya…”


“Kamu bisa memanggilkan ratumu ke sini?”


“Bisa… akan saya panggilkan…”


Sebentar Yaya memejamkan mata, tak sampai 2 menit ganti lagi suara.


“Siapa yang memanggil saya?”


“Saya..”


“Kamu siapa?”


“Saya orang biasa..” jawabku.


“Kenapa memanggilku?” tanyanya.


“Karena saya ingin tau masalahnya apa kok anak sekolah MTS Wali Songo pada kerasukan, apa itu ulah kalian?”

__ADS_1


“Iya itu ulah anak buahku.”


“Alasannya apa?”


“Karena kerajaanku yang ada di jembatan itu


dirusak.”


“Kan mereka hanya mau memperbaiki jembatan.”


“Tapi kenapa tak minta ijin?”


“Mau minta ijin pada siapa, kan mereka tak ada yang tau kalau di jembatan itu ada kerajaanmu.”


“Kan bisa dari para kyai minta ijin.”


“Wah kyai di sini juga gak ada yang tau alam gaib.”


“Kalau begitu, anak sekolah itu akan saya suruh rasuki terus oleh anak buahku.”


“Kamu muslimah?”


“Ya saya muslimah.”


“Kok begitu dengan muslim lain?”


“Ya karena kami diganggu…”


“Lah kalau saya yang mengatasi kerasukan massal itu apa akan kamu lawan?”


“Saya tak berani..” Tiba-tiba tubuh Yaya bergerak tidak beraturan,pertanda adanya jin yang masuk lagi, tubuhnya mengejang, lalu kemudian terdiam.


“Siapa yang memanggil-manggil istriku.”


“Saya…”


“Kamu siapa?”


“Ah ilmumu kecil, tak ada apa-apanya.” katanya meremehkan,


“Ya memang saya tak punya apa-apa.., apa kamu yang memerintah anak sekolah itu dirasuki?”


“Ya saya yang memerintah.”


“Bagaimana kalau kita adu kesaktian, biar kita saling kenal..” Seketika dia mulai menyerangku, namun berulang kali menyerang serangannya hanya mental akhirnya dia pergi keluar dari dalam tubuh Yaya.


“Suamiku sudah pergi..”


“Bagaimana..? dengan urusan sekolah itu keputusannya bagaimana?”


Sebentar Yaya diam dan mengejang, tanda kalau ada jin lain yang masuk.


“Siapa?”


“Aku, aku anaknya yang memimpin merasuki anak sekolah itu.”


“Lalu bagaimana, apa akan terus dirasuki?”


“Ya akan terus ku rasuki ku obrak abrik semua.”


“Bagaimana kalau kita adu kesaktian dulu?”


“Ya..!”


“Serang aku, kalau kamu merasa punya ilmu apapun, silahkan dikeluarkan semua.” Dia mulai menyerangku dari segala penjuru, tapi tak satupun serangannya bisa mengenaiku, malah secara batin membuatnya terlempar dan berulang kali terlempar lagi.


“Bagaimana, masih dilanjutkan?” tanyaku, melihatnya berhenti menyerangku. Dia mencoba menyerang lagi, tapi tetap saja tak berdaya melawanku,

__ADS_1


“Ya aku menyerah..”


“Lalu bagaimana, apa masih dilanjutkan merasuki anak sekolah?”


“Ya..”


“Kok iya, berarti mau melawanku?”


“Tidak berani.”


“Kalau saya yang mengurusi kerasukan itu, apa kamu mau melawanku?”


“Tidak..” lalu jin itu pun pergi…Yaya mengejang,


“Saya punggawanya..” dia menangis.


“Kenapa kamu menangis?”


“Ratu disiksa suaminya…”


“Lhoh kok begitu..?”


“Iya kasihan ratu..”


“Coba panggil suaminya kesini..” kataku.


“Ya.” dia terdiam, dan Yaya mengejang.


“Ada apa lagi memanggilku?”


“Apa benar kamu suka menyiksa istrimu?”


“Ya urusanku, mau menyiksa istriku, itu istriku sendiri.”


“Tidak bisa begitu.., aku yang melarang..”


“Apa urusanmu melarangku?”


“Karena kerajaanmu ada di wilayah kekuasaanku, aku penguasa Jawa Tengah, semua gaibnya, jadi urusanmu itu jadi urusanku.” Dia mendengus marah.


“Ayo kita adu ilmu lagi.”


“Tidak, aku tak bisa melawanmu,”


“Lalu apa kamu tetap akan menyiksa istrimu?”


“Ya aku akan tetap meyiksa.”


“Apa kamu Islam?”


“Tidak…, saya kafir.”


“Hm, pantas..” Kami terdiam.


“Jadi tak mau ku larang untuk tak menyiksa istrimu?”


“Ya aku akan tetap menyiksanya.”


“Apa kamu harus ku tebas dengan pedang.” aku malah terbawa emosi.


“Silahkan.”


Ku cabut pedang gaib, lalu ku tebaskan padanya, dan hasilnya seketika dia terjengkang…


“Ah pedangmu tak mempan padaku..” katanya.


Lalu pedang ku arahkan ke lehernya…

__ADS_1


__ADS_2