
“Mereka sering meminta padaku yang tidak-
tidak, dan sikapnya hanya merusak samudra
saja.”
“Lhoh kok begitu..?”
“Ya.”
“Berarti kata gampangnya nyai tak mau ku Islamkan?”
“Ya..”
“Jadi kita adu kekuatan.”
“Ya….”
Kami pun adu kekuatan, dan berkali-kali kami saling serang, kadang aku keluarkan cambuk api, ku serang bertubi-tubi, awal serangan dia tergetar, tapi ke dua ke tiga dia sudah tak mempan, ku ganti dengan pedang, juga pertama kali dia mampu ku lukai, tapi kedua kali dan ketiga dia sudah kebal, berulang kali benturan energi, aku makin semangat, rasanya langka bisa bertarung dengan Ratu Kidul, sekalian nyoba ilmuku, yang sebenarnya aku juga gak tau, aku ini punya ilmu atau bukan, yang jelas keringetan juga, bertarung dengan berbagai ilmu ku ganti untuk menggempurnya, dan berulang kali dia jatuh terhantam pukulan- pukulanku, jadinya kayak latihan saja, soale Nyai Roro Kidul tak pernah sampai jika menyerangku, selalu saja dapat ku gempur
duluan, sampai dia bernafas ngos-ngosan, mungkin dipikirnya, kok ilmuku gak habis-habis, banyak banget koleksi ilmuku, padahal itu hanya khayalan ku saja, ilmu yang ku ciptakan di hayalku.
Dia terdiam, ngos-ngosan tak berdaya, lalu berusaha memperbaiki duduknya, dan menyembah padaku.
“Aku menyerah, dan takluk, dan siap mengabdi padamu.” katanya berubah lembut, tak seperti pertama kali datang.
“Aku ini tak butuh pengabdian, aku hanya ingin nyai masuk Islam, jadi mengabdi padaku mau, tapi kalau masuk Islam tak mau?”
“Ya, aku tak bisa masuk Islam.”
“Kalau tak mau masuk Islam, ya sudah kita bertarung lagi.”
“Tidak, aku menyerah kalah, kamu sangat sakti sekali.”
“Hehehe… aku tak sakti, aku biasa saja…”
“Tidak, selama ini tak ada satupun yang bisa mengalahkanku, hanya kamu yang bisa mengalahkanku.”
“Itu kebetulan saja, bagaimana ini, tak mau masuk Islam?”
“Tidak, sekali tidak ya tidak. Aku tak mau masuk Islam.”
“Kalau begitu kamu mati saja ya, dan ku masukkan ke neraka, apa kamu tak takut.”
“He.. he… he.. silahkan kalau bisa membunuhku dan memasukkanku ke neraka.”
“Baik kamu yang minta.”
Segera saja ku berdoa, dan ku minta pada Allah diberi kekutannya malaikat maut ke tanganku, di tanganku serasa mulai memberat, tanda kekuatan malaikat maut sudah terkumpul ditangan, rasanya udara juga serasa pekat, dan padat, sepertinya tanganku mengeluarkan cahaya hitam menggidikkan, segera saja ku arahkan energi menyerang ke kepalanya, ku tangkap ruhnya, dan ku cabut, ya hanya hayal saja, jangan dikira ini serius, tapi efeknya nyata, ruh Nyai Roro Kidul lepas, dan serasa ada di
tanganku, rasanya dingin, menggeliat, dan segera saja ku lempar ke neraka jahanam. Suasana sunyi, mediator sadar, tapi segera
kemasukan lagi.
“Siapa?”
“Aku suami Nyai Roro Kidul, dia telah kamu masukkan ke neraka,”
“Iya…”
__ADS_1
“Kamu harus mengadu nyawa denganku.”
Dia langsung menyerangku, tanpa pikir panjang karena kekuatan malaikat maut masih ada terpegang di tanganku, maka segera saja ku tarik nyawanya dan ku lempar ke neraka.
Kembali suasana tenang, tapi kembali, datang jin lain yang masuk.
“Siapa?”
“Aku orang tuanya Nyai Roro Kidul.”
“Lalu mau apa?”
“Kau telah melemparkan nyai Roro Kidul ke
neraka. Aku mau menuntut balas.”
“Silahkan…” kataku, dan siap-siap mencabut nyawanya, kalau dia menyerang, dan memang dia menyerang, aku tak mau banyak bahasan, juga bertarung dengan sia-sia, maka ku cabut nyawanya dan ku lempar ke neraka. Mediator kemasukan lagi.
“Kamu nakal, kenapa ayah ibuku, dimasukkan ke neraka?”
“Ooo kamu anaknya yang tadi?”
“Huuu… huuu,,, ya aku anaknya tadi…. huuu… aku sekarang sendirian, aku dengan siapa? Ayah ibu, kamu masukkan ke neraka, aku ikut.”
“Hah, kamu mau ikut? Mereka di sana disiksa..”
“Disiksa bagaimana?”
“Kamu ingin melihat?”
“Iya..”
“Bagaimana? Apa masih mau ikut?”
“Tidak…, tapi aku sendirian, aku tak punya ayah ibu.”
“Ya ayah ibumu akan dikeluarkan dari neraka, kalau mereka bertaubat, dan mau masuk agama Islam.”
“Kau jahat, orang Islam jahat.”
“Aku melakukan ini, agar ayah ibumu nanti bahagia, masuk surga, bagaimana kamu mengatakan aku jahat?”
“Pokoknya kamu jahat.”
“Bagaimana, kamu mau masuk Islam.”
“Tak mau, karena ayah ibuku mengatakan kalau orang Islam jahat.”
“He dengar, kamu masuk Islam, nanti berdoa pada Allah, agar ibumu, diberi hidayah sama Allah, agar mau masuk Islam, nanti beliau diambil dari neraka.”
“Apa bisa?”
“Ya bisa..”
“Kalau begitu saya mau masuk Islam.”
“Bener..”
Ku minta pada malaikat maut, melihat hatinya, jika hatinya mau masuk Islam, ku minta untuk tak dicabut nyawanya, tapi kalau tidak mau masuk Islam, ku pinta mencabut nyawanya. Dan malaikat maut pun mencabut nyawanya, tanda kalau dia hanya pura-pura masuk Islam. Setelah nyawa anak Nyai Roro Kidul dicabut dan dibawa ke neraka, maka silih berganti berdatangan prajurit Nyai Roro Kidul menyerangku. Aku sudah lelah, segala urusan ku serahkan pada malaikat maut yang melakukan perlawanan, sementara syaikh Abdul K**** di sebelah kananku dan kyai guruku di sebelah kiriku, dalam wujud sukma.
__ADS_1
Alhamdulillah semua lancar, walau anak buah Nyai Roro Kidul, masih banyak yang mau menyerang, dari pada aku digempur duluan, maka ku kirim malaikat untuk menggempur kerajaan samudra. Setelah sepersekian menit berlalu, aku kemudian berpikir, wah bisa jadi kerajaan sana tak ada pemimpinnya, bagaimana ini?.
“Aisyah…”
“Ya kyai.., Aisyah takut, karena pak kyai menyeramkan, galak sekali.”
“Aisyah tau tidak dengan nyai Ratu Pantai Selatan.”
“Tau pak kyai, kenapa pak kyai…”
“Dia Islam kan?”
“Iya dia Islam pak kyai.”
“Ku panggilnya ya..”
“Ya kyai… terserah bagaimana kyai saja lah..” Maka ku panggil nyai Ratu Pantai Selatan, dan tak sampai 1 menit dia sudah datang. Lagak lagunya sangat halus, dia menghormat padaku dengan menaruh tangan di dada, dan wajah menunduk, serta mengucap salam.
“Ada perlu apa, pak kyai memanggil saya?”
“Kenal siapa saya.”
“Ya saya tau, siapa pak kyai.”
“Sampean sudah Islam kan?”
“Alhamdulillah sudah pak kyai, kenapa?”
“Dulu yang mengislamkanmu siapa?”
“Itu pak kyai, yang mengislamkanku, wali songo.”
“Kanjeng Sunan Kali Jaga?”
“Iya pak kyai.”
“Ini begini nyai ratu…., sekarang samudra selatan, kan tak ada yang menjadi ratu… nah nyai ini saya serahi menjadi raja di sana mau tidak?”
“Saya siap menjalankan.”
“Apa tak ingin jadi muridku?”
“Mau kyai, kalau kyai sudi mengangkat hamba menjadi murid, hamba akan sangat senang.”
“Baiklah, kalau begitu, ini ku beri cambuk untuk menjaga, menjadi ratu di laut,” dia ku suruh menerima cambuk yang ku berikan.
“Kyai saya mau mohon diri dulu, sekali lagi terima kasih telah mengangkatku menjadi murid kyai.”
“Nanti belajar cara dzikirnya, nanti minta ajar pada mbakyunya Aisyah.”
“Iya kyai, saya mohon diri dulu.” Nyai ratu pun segera keluar.
Esoknya aku dikeroyok, semua dukunnya Sengkuni, dan anak buahnya Nyai Roro Kidul, pasukannya ada 1 juta jin. Bersama dengan ruh manusia yang menyembah Nyai Roro Kidul. Aku jadi harus menghadapi 3 kelompok, yang ketiganya ingin menggencetku dengan berbagai serangan, serasa merinding, tapi aku harus tabah dan kuat. Alhamdulillah, guru silsilah dari mulai syaikh Abdul Q****, sampai pada guruku, semua dalam keadaan siaga. Semua mendampingiku, 1juta jin anak buahnya Nyai Roro Kidul sekaligus datang, masuk semua ke dalam mediator. Mereka menatapku semua, dengan tatapan mata benci dan dendam yang membara.
“Dari pasukannya Nyai Roro Kidul?” tanyaku
simpel.
Bersambung....
__ADS_1