
“Dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.” (QS. Al Jin: 5)
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”(QS. Al Jin: 6). Semoga kita bisa mengislamkan jin yang kafir, dan bisa mentauladani nabi Muhammad SAW, bukannya malah menyembah mereka, tapi mengajak mereka untuk melakukan kebaikan beramal sholeh, tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk beribadah.
Jadi jin juga beribadah, sebagaimana manusia beribadah. Jin itu mendapat pahalanya sendiri, dan manusia itu mendapat pahalanya sendiri, tidak ada jin mencuri pahala manusia, atau sebaliknya, tak ada manusia mencuri pahala bangsa jin. Pahala itu akan hilang, dan diambil orang lain, kalau kita ghibah, membicarakan keburukan orang lain, keburukan itu boleh dibicarakan yang bukan ghibah, sebagaimana alqur’an memberi contoh, di dalamnya ada membicarakan Fir’aun, Namrud, orang munafik, orang kafir, orang bani isroil, dan alqur’an malah memberi contoh, boleh membicarakan mereka, karena keburukan mereka itu melampaui batas.
Kembali ke topik cerita, Di MTS Wali Songo, ada siswa yang kerasukan lagi, heran juga awalnya, karena yang awalnya mengganggu MTS adalah jin yang sekelompok dengan Aisyah, tapi kenapa kok sudah ku bersihkan masih saja ada yang kerasukan, setelah ku selidiki lewat ilmu terawangan yang ku transfer pada Aisyah, ternyata itu ulah dukunnya sendiri yang punya kepentingan dengan mengirimi siswa jin yang merasuk, nanti dia akan tampil mengobati, dengan harapan, banyak yang tau, jadi kalau ada apa-apa akan minta bantuan padanya, jadi kata gampangnya IKLAN, memang ada-ada saja hal seperti itu, ku biarkan saja berlalu, karena itu urusan sekolah, kalau mereka berjodoh dan ada kemauan mau datang ke tempatku ya ku tolong, kalau tidak, ya biarkan saja..
Ternyata gurunya datang juga walau tak mmembawa serta muridnya yang kerasukan, hanya ingin konsultasi, dan ku beri arahan, kalau ingin mengobatkan yang kerasukan sebaiknya dibawa saja menghadapku, dan diiyakan, tapi untuk meyakinkan, ku tarik jin yang ditaruh di sekolahan sebanyak 75 jin, yang semua diperintah dukun untuk merasuki siswa. Para jin ku tanya setelah ku tarik 1 jin pemimpinnya.
“Kenapa kamu merasuki siswa?” tanyaku setelah jin ku masukkan ke siswa. Dia diam saja. Cuma menunduk tak berani menatapku.
“Kenapa diam saja, apa mulutmu dikunci?” Dia manggut-manggut pertanda mulutnya dikunci agar tak buka suara. Lalu ku buka kunci yang mengunci mulut jin itu.
“Kenapa kamu merasuki siswa?” ku ulangi pertanyaanku.
“Saya disuruh..”
“Sama siapa?”
“Sama dukun yang memerintahkan kami..”
“Siapa?” Dia diam.
“Tak mau ngaku… takut?”
“Ya…”
“Takut mana denganku?” Dia mencoba untuk menatapku tapi tak berani.
“Apa mencoba melawanku dulu, biar tau kadar ilmu.”
Dia segera siaga, mau menyerangku. Aku langsung mencabut pedang gaib, dan ku arahkan ke lehernya, dia minta ampun.
“Ampuuun aku mau masuk Islam…”
“Benar mau masuk Islam?”
“Ya…..”
“Siapa dukun yang memerintahmu?”
__ADS_1
“Kami masing-masing diperintah sama dukun masing-masing, supaya merasuki siswa, ada yang karena dukunnya suka sama salah satu siswa, ada yang kepentingan agar praktek perdukunannya laku..”
“Siapa saja nama dukunnya?”
Lalu jin itu menyebut satu persatu nama dukun yang memerintah jin agar masuk ke siswa, guru yang hadir gak percaya dengan apa yang didengarnya karena menurut mereka, para dukun itu malah yang selalu menolong kerasukan.
“Ah apa mungkin pak kyai, la mereka yang selalu menolong kalau ada kerasukan di sekolah kok.” Kata bu guru yang bertubuh pendek gemuk.
“Ya percaya atau tidak itu urusan bu guru sendiri… saya hanya menunjukkan yang benar.”
“Ya setengah tak percaya lah pak, soalnya mereka baik semua.”
“Ada berapa temanmu?” tanyaku pada jin yang ada di dalam tubuh mediator.
“Ada seratus…”
“Seratus ribu?”
“Tidak hanya seratus saja.”
“Coba panggil kesini semua..” Dia diam dalam memanggil temannya.
“Kenapa…?”
“Ya tak mau datang..”
“Apa tak takut denganku?”
“Tidak.”
“Baik kalau begitu..”
Pedang di tanganku ku panjangkan sampai ke sekolah MTS yang berjarak 1 KM, dan ku tebas kepala jin yang ada.. tiba-tiba ada yang datang dan langsung masuk ke mediator.
“Siapa kau, kenapa menyerang semua temanku, kenapa menebas kepala mereka dengan pedang?”
“Aku orang biasa…”
“Hmmm heh..” dia langsung menyerangku, segera pedang ku tebaskan ke tubuhnya, sehingga badannya terbelah dan ku ulang-ulang.
“Ampun.. ampuun.”
__ADS_1
“Mau terus menyerangku?”
Dia berusaha menyerang lagi, dan ku tebas sampai puluhan kali. Berulang-ulang seperti itu,
maka sekalian ku bunuh. Kembali yang muncul jin yang pertama masuk,
“Sudah, Islamkan aku.” katanya.
“Ajak temanmu yang lain.”
“Ah perduli dengan temanku, yang penting aku selamat, aku cari selamat saja sendiri.”
“Ya kalau begitu kamu ku bunuh saja.”
“Ya… ya… aku akan memanggil temanku…” maka dia memanggil temannya.
“Bagaimana, apa ada yang mau melawanku?” tanyaku memastikan.
“Tidak, kami semua takluk dan minta diIslamkan.”
Lalu ku tuntun mereka semua masuk Islam, mengucapkan dua kalimat sahadat, setelah selesai, ku tanya.
“Ada berapa jin ini?”
“Ada 75 jin, jawab mereka..”
“Loh kok 75 jin? Yang 25 di mana, katanya ada 100 jin?”
“Yang 25 masih ada di dalam tubuhnya siswa, ikut pulang ke rumah siswa.”
“Ooo begitu… ya… ya.. sudah kalian keluar semua..”
“Baik kami mohon diri, dan kami minta maaf kalau kami mengganggu.”
“Ya sudah tak papa..” mereka segera keluar dari tubuh mediator.
Hari itu selesai dengan lancar, membereskan jin yang masuk pada siswa, semoga ini jadi pelajaran bagi siapa saja yang membaca kisah ini, jadi misal ada kerasukan masal itu bisa saja hanya permainan dukun, sebab hal seperti itu sangat mudah, tak perlu punya ilmu tinggi juga bisa melakukan, misal memakai batu akik yang punya power, atau memakai keris yang di dalamnya ada jinnya yang lebih kuat. Jadi memasukkan jin dalam pabrik atau sekolah, itu bisa direkayasa, dan amat mudah. Semoga ini bisa menjadi pelajaran. Beberapa hari setelah kejadian di rumahku, ternyata masih ada kerasukan lagi, tapi kali ini ku dengar kabar dibawa kerumah sakit, ya jelas tak sembuh, ku biarkan saja, mungkin sekolah punya aturan sendiri, sampai akhirnya, karena tak sembuh dibawa lagi ke rumahku, tapi dalam keadaan pingsan.
“Ini pak kyai ada kerasukan lagi.” kata mbak Sun yang kebagian memboncengkan siswi. Segera ku ambil semua, ternyata di dalam ada ratusan jin, untung dengan perkembangan waktu, metode yang ku miliki untuk mengambil jin dari
tubuh seseorang tak seperti dulu lagi, yang harus mengambilnya satu demi satu, sekarang sekali tarik 50, sampai 100 jin sekaligus juga bisa. Dan segera anaknya sadar. Lalu anak yang kedua dan ketiga. Pertama ku mediumisasi dan ketahuan dari kata jin yang masuk bahwa yang memasukkan masih dukun yang sama. Ketika pengobatan selesai, dukunnya ternyata mengirim jin, mungkin dianggepnya aku ini sekelasnya, sehingga dia begitu semangat menyerangku, sekali ku tarik kena semua jinnya yang dipakai menyerang, setelah 3 kali, maka semua jinnya yang dia simpan ku kirim malaikat maut, jinnya ada 600 ribu lebih, semua ku perintahkan malaikat maut mencabutnya dengan ijin Allah...
__ADS_1