Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Mengislamkan semua raja jin di daerah Jawa


__ADS_3

Dengan keyakinan Allah akan menolongku, semingguan, serangan reda juga, ada yang menyerah dan masuk Islam, ada juga yang kembali. Memang harus aku yang menghadapi sendiri, aku seperti panglima yang sendirian maju ke medan laga, untuk memberi contoh, ini lo kalau jadi seorang panglima, harus bertanggung jawab. Padahal aku sama sekali tak punya kesaktian apa-apa, hanya modal pasrah saja pada Gusti Allah, bagiku, jika ajalku tiba nanti, tak akan ada yang mampu untuk memajukan atau memundurkannya. Serangan berhenti, tapi aku kembali dihadapkan masalah baru, soal jin yang sudah pada merasuk ke tubuh murid-muridku, ternyata banyak sekali


murid yang dirasuki, membuatku kelelahan


sendiri untuk mengeluarkannya, aku sangat


kelelahan dan terkuras habis tenagaku, kadang


sampai rasanya, ini nafas terakhirku, nafas

__ADS_1


sudah putus-putus, karena mengeluarkan banyak jin dari tubuh muridku dari segala penjuru, kadang dalam 1 orang bisa trilyunan jin, walau aku misal kuat mengeluarkan satu sampai sepuluh juta sekali tarik, tetap saja sangat menguras energiku.


Belum lagi yang dikeluarkan lantas masuk lagi, wah makin membuatku benar-benar kehabisan akal juga. Maka aku kemudian mencari solusi yang bisa diambil. Yaitu pergi menghadap pada guruku. Dan kyaiku memang lantas memberi solusi, tapi beliau sampai terkaget-kaget melihat jin yang ada di dalam 1 muridku, dan alhamdulillah setelah diberi solusi beliau, sedikit banyak permasalahan agar tercairkan. Rupanya yang di luar perhitunganku adalah, ternyata jin itu juga bisa saja mengambil ruh muridku, itu yang sama sekali tak aku ketahui. Solusi yang sangat aneh dari guruku itu apa, mungkin itu ilmu bagiku, dan bagi orang lain bisa saja menjadi musibah, kata guruku:


“Ikuti saja kata hatimu, kamu itu sudah dibimbing,”


Aku tenger-tenger, bengong dalam hati, tapi otakku lantas bekerja cepat, dan ilmu yang tak terhingga lantas ku dapat dari apa yang disampaikan oleh guruku.


mempunyai khodam malaikat, dan sudah terbuka mata batinnya, mereka pada ramai di sepanjang perjalanan, karena para jin di sepanjang perjalanan pada berbaris di tepi jalan, menghormat, seperti menyambut presiden yang datang di sepanjang perjalanan, ya di alas roban, ya di mana saja yang banyak jinnya, lalu mereka ada yang terbang, di atas mobil ada yang berlari, ada juga yang berbentuk raksasa pada mengikuti mobil yang ku naiki, dan ada jin yang mau masuk Islam, ada juga jin yang berusaha menyerang, ada juga yang ingin ikut. Sampai di Tuban, di rumah, langsung saja para jin yang ada di desaku dan sekitarnya pada berbondong-bondong datang ke rumah, ingin diIslamkan, sehingga lagi-lagi ribuan trilyun jin dari penjuru datang minta diIslamkan, belum lagi datang tamu dari manusia biasa yang sakit dan ingin diobati, aku benar-benar tak ada waktu istirahat, maka ku putuskan untuk selekasnya kembali ke Pekalongan melihat tak ada waktu untuk istirahat. Apalagi muridku sering mau ditarik nyawanya oleh jin fasik yang tak rela jin-jin pada masuk Islam.

__ADS_1


Alhamdulillah perjalanan kembali ke Pekalongan berjalan lancar, dan ilmuku seperti dituang dari langit, dan setiap detik bertambah dan bertambah. Segala sesuatu aku yakin ada maksud Allah di sebalik kejadian yang terjadi, dan maksud Allah itu pastilah baik, karena sifat Allah itu semua baik.


______________________________


Sepertinya akhir-akhir ini tulisanku kurang ada bumbu kata-kata indah, juga penggambaran alam, dan lingkungan kurang ku bahas, ya karena memang kesibukan kepada bermanja- manja kata memang sekarang sudah tak seperti dulu lagi, waktu sibuk sekali, dan seringnya tak ada waktu menulis. Dan kadang rasa ingin menulis itu makin berat, sebenarnya, butuh seorang penulis yang bisa menuangkan ke dalam nyata, kejadian yang tiap hari terjadi, cenderungnya, kalau ada kejadian lantas, tak segera dituang dalam tulisan itu akan hilang terhapus dari ingatan. Padahal kejadian- kejadian yang terjadi itu setiap hari terjadi, dan terjadi ya bukan kejadian yang kebanyakan terjadi, jadi aku karena sendiri, seringnya kejadian yang terjadi, momen-momen yang tak akan terjadi lagi itu yang amat penting itu begitu saja dilupakan dari ingatan.


Jadi aku terus terang sudah terlalu banyak yang harus aku ceritakan, lantas tak sempat ku ceritakan, lantas kisah itu hanya dilupakan begitu saja, padahal itu amat sarat pelajaran hidup di dalamnya. Mengislamkan semua raja jin di Jawa. Semua jin dari tanah Jawa berbondong-bondong menghadapku ingin diIslamkan, suasana tak mistis sama sekali, suasana biasa saja, hanya karena banyak sekali jin yang datang, maka agak serasa merinding, di antara jin yang datang, Di daerah Maospati yang datang bernama Durgo Neluh dan Raja Baurekso, di Blambangan ada Sang Bolo Batu, di Kedhiri ada Bhuto Locaya, di Giri Pura ada Prabu Jaksa, di Pacitan ada Sida Kare, di Kheduwang ada Klenthingmungil, di Magetan ada Endrayaksa, di Jenggala ada Tunjung Puri, di Prang Muka ada Surabanggi, dan di daerah Panggung ada Aburaduk. Selanjutnya, di daerah Jipang dikuasai Sapujagad, di Madiun ada Kalasekti, di Ponorogo ada Si Korep, di Majenang ada Trenggiling Wesi, di Grobogan ada Macan Guguh, di Singosari ada Kala Johar, di Srengat ada Baru Kuping, di Blitar ada Kalakathung, di daerah Rawa ada Bhuta Krodha, di Kalangbret ada Sekar Gambir, dan di Lamongan ada Caru Bawor. Kemudian, di Puspoloyo dikuasai Gurnita, di Kasur Putih ada Si Lengkur, di Blora ada Si Lancur, di Gambiran ada Kolodurgi, di Kedhunggede ada Ni jenggi, di Batang ada Si Klewer. Di Lassem ada Kala Prahara, di Sedayu ada Dhandang Murti, di Candhi ada Widalangking, di Semarang ada Barat Katiga, di Pekalongan ada Guntur Geni, dan di Pemalang ada Ki Sembung Yudha. Di wilayah Sokawati ada penguasa bernama Suwarda, di daerah Tandhes ada Nyi Ragil, di Suruh ada Jaya lelana, di Kendal ada Gunting Geni, di Kaliwungu ada Gutukapi, di Cincin ada Ki Somaita, di Brebes ada Dhadung Awuk, di Panjang ada Bhuto Salewah, di Mentawis ada Monda-Monda, di Plered ada rajeg Wesi, dan Kuthogede ada Nyai Theatre. Berikutnya, di daerah Kartosuro ada pemuka lelembut bernama Pragota, di Cirebon ada Setan Kabiri, di Tegalayung ada JuruTaman, di daerah Siluman ada Genowati, di Waringin Putih ada Kemandhang, di Pajajaran ada Si Kareteg, di Betawi ada Sapuregel, dan di Gunung Agung ada Wirasuli Waringin. Memasuki wilayah Ngawang-awang, anda akan mengenal Kalekah. Lalu di Gunung Merapi ada Parpala, di Tunjung Bang ada Ni Taluki, di Sendhang ada Setan Kowak, di Pamasuhan ada Sapu Angin, di Rangkudan ada Sonodpodo, di Tarisig ada Pandansari, di Wanagiri ada Ki Sadungan, di Pelabuhan ada Duduk Warih, di Pelayangan ada Butho Tukang, dan di Tawang ada Ni Raraamis.


Selanjutnya di wilayah gunung-gunung, antara lain di Gunung Tidar dikuasai Kala Sekti, di Gunung Sindoro ada Madu Retno, di Gunung Sumbing ada Jalalela, di Gunung Ngungrungan ada Sidomokti, di Gunung Merbabu ada Terapa, di Gunung Kombang ada Bangsan, di Gunung Kolir....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2