Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Akademik


__ADS_3

“Dengan siapa ini?” tanyaku.


“Saya jin yang disuruh orang menyerang pada


ayahnya anak ini.”


“Lhoh kenapa kok masuk ke anak ini?”


“Karena ayahnya berisi, jadi saya tak bisa masuk ke ayahnya, jadi saya masuki raga anaknya.”


“Wah kok begitu?”


“Ya…”


“Sudah berapa tahun di dalam?”


“Saya sudah 20 tahun lebih..”


“Banyak tidak yang di dalam?”


“Tak ada, semua sudah pada keluar.”


“Benar?’


“Benar.”


“Kamu keluar ya, mau keluar sendiri, atau ku keluarkan?”


“Ya saya mau keluar, karena di dalam sudah tak ada teman ngobrol.”


“Lhoh memangnya di dalam juga nyangkruk ngobrol sama teman-teman?”


“Ya sekarang saya sudah tak ada temannya..” “Kalau begitu keluar.”


“Kamu siapa? Aku takut denganmu, jangan menatapku seperti itu, aku takut.”


“Kamu kan jin, masak penakut.”

__ADS_1


“Ya aku takut denganmu”


“Nah kalau takut keluar sana”


“Sebentar aku masih mau di dalam”


Ku tarik saja jinnya keluar karena pembicaraan ku anggap sudah tak ada manfaatnya.


Jin itu kebanyakan pembohong kelas berat, ketika dikatakan di dalam tak ada lagi, aku tak lantas percaya, dan ku suruh mbak Sun minum air isian lagi, dan benar saja, masih saja ada jin


di dalam. Sekalian ku suruh kang Slamet melatih ilmunya mengeluarkan jin dari tubuh istrinya, ketika jin dipegang, jin berontak, dan kang Slamet kuwalahan.


“Konsentrasi pada lafadz Allah kang..” kataku. Kang Slamet pun konsentrasi dan memegang istrinya, baru istrinya kuwalahan dan tak berdaya, lalu ditanya.


“Siapa ini?” tanya kang slamet.


“Aku jin muslim..”


“Jin muslim?” tanyaku.


“Ya..”


“Hafal…” lalu jin itu membaca fatekhah dengan lancar.


“Kenapa di dalam?”


“Saya dikirim orang, tapi saya lupa dikirim untuk


apa, saya di dalam sudah hampir 30 tahun..”


“Wah lama juga, tolong siapa saja orang yang


menonton ini, siapa saja yang ada jinnya, kamu


bisa menunjukkan?”


“Ya saya bisa”

__ADS_1


Lalu jin itu menunjukkan siapa saja orang yang hadir yang ada jinnya, dan juga menunjukkan siapa saja nama-nama keluarganya orang itu, apa kerjaannya dan lain-lain, heran juga jin bisa tau sedetail itu tiap orang, gak tau bagaimana cara dia mengetahui, apa dengan cara menanyakan jin yang ada di dalam tubuh orang itu atau bagaimana.


Setelah berdialog panjang lebar, akhirnya jin itu ku suruh keluar, dan setelah itu, ku suruh minum dan memegang fotoku tak ada reaksi apa apa, ku rasa jinnya sudah bersih.


Cerita soal jin ini masih panjang dan sekali lagi ini hanya pengalaman, sebenarnya siapa saja bisa mempunyai apa yang ku punyai bisa sepertiku jika mengamalkan sebagaimana yang ku amalkan, jadi bukan karena mengamalkan sebuah ilmu untuk mengeluarkan jin atau sejenisnya, cukup mendekatkan diri pada Allah, berusaha selalu istiqomah dalam menjalankan laku amaliyah, nanti akan Allah anugerahkan berbagai ilmu, ilmu dari sisi Allah, bukan ilmu yang dipelajari, bukan dengan khodam jin atau malaikat.


Sebab kita tak butuh jin juga tak butuh malaikat, para malaikat itu sudah sejak penciptaan Nabi Adam, malaikat tugasnya adalah melayani Nabi Adam, makanya diperintah sujud pada Adam, jadi tak perlu kita meminta, malaikat itu akan melayani kita, membagikan rizqi, membagikan hujan, mencatatkan amal perbuatan kita, tak usah kita repot-repot menyediakan berlembar -lembar kertas, dan berliter-liter tinta, malaikat sudah mencatatkan amal kita, juga kita mau mati saja malaikat itu akan dengan suka rela mencabutkan nyawa kita, kita tak usah repot- repot membetot nyawa sendiri, sudah ada malaikat yang akan mencabutkan nyawa kita, malah ndak usah kita bayar dengan nyicil atau kontan, mereka akan melakukannya.


Jadi yang kita butuhkan bukan khodam, yang kita butuhkan adalah penyesuaian penghambaan kita kepada Allah, meletakkan diri sesuai dengan kodrat kenapa kita diciptakan. Kejadian yang kita alami, adalah cara Allah menunjukkan keberadaannya dan agar kita bisa mengetahui keagungan dan kebesaranNya, seandaipun kita tak mengakui selamanya Allah itu Maha Agung dan Maha Kuasa, kekuasaan dan kebesaranNya tak tergantung atau bersandar pada apapun yang DIA ciptakan, Allah maha satu dan maha sendirian, tak bergantung pada tempat atau suasana.


Kita manusia hanya bisalah mengambil manfaat dari pelajaran yang Allah berikan dari kejadian setiap hari, itu seperti qur’an yang dijelaskan dengan kejadian nyata. Juga pengalaman yang ku alami, seperti menaklukkan jin, sama sekali bukan berarti aku


ini ahli dalam jin, atau dalam pengalaman yang ku alami soal aku ini mengobati santet, sama sekali lantas aku ini orang yang tau seluk beluk soal santet.


Kita kembalikan saja pada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, beliau itu bukan jebolan sekolah manapun, bukan jebolan universitas


ternama, juga bukan jebolan universitas Bonavit atau universitas Unggulan, tapi sampai sekarang Nabi kita itu dianut seluruh orang Islam di seluruh dunia, kurasa juga beliau tak pintar dan faham betul soal santet, atau ilmu sihir manapun, tapi beliau adalah sumber segala ilmu dari Allah karena wahyu melewati beliau, jadi bukan juga saya ini tau soal santet, atau soal jin, malah sama sekali saya tak tau, saya hanya menjalankan dan berusaha mengamalkan yang diwariskan nabi, bukan hanya mendialogkan atau membicarakan, tapi mengamalkan, karena saya yakin apa yang dibawa Nabi itu hal yang haq dan benar.


Lalu kok kemudian saya bisa mengeluarkan jin, sebenarnya juga tak saya ketahui sama sekali, kok bisa? saya tak mengambil pusing kenapa kok bisa atau tidak, dijalani saja yang seharusnya dijalani, sebagaimana Nabi itu bukan seorang yang pintar baca tulis dan pintar baca, kok bisa menyampaikan Al-qur’an dengan benar bahkan bahasanya yang sangat tinggi tak


satupun yang salah? dan bisa mengarahkan orang dari dulu sampai sekarang dengan petunjuk yang dibawanya, karena ada campur tangan Allah di dalamnya.


Pengalaman yang saya alami juga saya sendiri tak meributkan bagaimana saya kok bisa, ya menurut saya juga siapa yang mengamalkan seperti yang saya amalkan juga akan bisa, dan kenyataannya banyak murid saya juga yang bisa mengobati sembarang penyakit dan juga bisa mengeluarkan jin dari tubuh seseorang, kok bisa? ya kenyataannya bisa, jika mau membuktikan kenapa tak mengikuti apa yang saya amalkan, kan lebih mudah mencari buktinya, daripada hanya menyangka nyangka, dan kan bisa tau apa yang saya amalkan itu melenceng tidak dari agama? misal membaca qur’an itu apa melenceng dari agama menjalankan puasa sunnah itu apa melenceng dari agama? nah agar tau, kenapa tak mencari tau masuk dalam lingkunganku?


Kembali soal pengalaman, ini juga namanya pengalaman, kejadian yang sama sekali tanpa direncanakan, tak seperti sinetron atau film tv, jadi ending ceritanya kadang tak bisa ditebak, termasuk saya sebagai orang yang mengalami.


Habis isya’ ada tamu dari Tegal, biasanya jam delapan, ada dzikir harian di majlis, tapi karena ada tamu, masak ku tolak, kalau dzikir sudah


mulai ya ku biarkan saja tamu menunggu sampai dzikir selesai, karena dzikir belum mulai maka ku temui tamu.


“Ada apa?” tanyaku pada dua tamuku.


“Saya dari facebook mas.” jawabnya.


Lalu ku tanya Id nya dia, karena aku tak tau semua tamu yang datang, setelah menjelaskan


baru aku ingat paling tidak sedikit, sebab sehari pesan yang masuk ke inboxku ada 200an pesan kalau pesan terjawab lantas terjadi dialog, ya sehari sampai ada 300-400 pesan masuk, dan setiap pesan yang masuk, aku tak bisa....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2