Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Kiriman lagi


__ADS_3

Begitu juga lelaki itu yang bernama Arifuddin, dia meminta amalan dariku lalu ku beri, sebagaimana biasa selesai meminta amalan, ku jelaskan cara menjalankan amalan dzikirnya, dan menjalankan lelakunya, entah sengaja atau tidak, pas lelaki itu meminta amalan aku mengatakan.


“Mungkin sebentar lagi dia akan mengalami kecelakaan, setelah mengamalkan amalan dariku, tapi insaAlloh tak apa-apa.” kataku.


Dan ternyata setelah menjalankan amaliyah, kejadiannya benar-benar terjadi, Arifuddin mengalami kecelakaan, pas di sebuah tikungan, sedang dia mengendarai motor, motornya ditabrak motor lain, pas di tengahnya, Arifuddin terpental ke aspal, dan anehnya dia sama sekali tak lecet sedikitpun, sedang yang


menabrak sampai luka sangat parah, malah selesai kecelakaan dia datang kerumahku, untuk menceritakan pengalamannya itu.


Tentu saja kejadian itu membuat Arifudin makin yakin dengan ikut dzikir aktif di majlisku, dan bukan itu saja Ibunya yang tinggal di lain kabupaten dengan majlisku, dimintanya juga ikut pengajian dzikir di majlisku. Kemantapan itupun dirasakan oleh ibunya, Ibunya Arifudin juga punya anak perempuan yang tinggal di Jakarta, dan di saat-saat terakhir, dia selalu mimpi buruk, dia mimpi anak perempuannya itu


diikat dengan rantai oleh seorang lelaki tua, sehingga anak perempuannya itu tak bisa apa-


apa, hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dia sangat kawatir dengan mimpinya itu, maka dia menghubungi anak perempuannya yang ada di Jakarta, jangan-jangan telah terjadi apa-apa yang tidak diinginkan.


Tapi anak perempuannya yang bernama Aisyah itu tak mau cerita tentang apa yang terjadi, sementara Aisyah sendiri sebenarnya selama setahun ini telah mengalami hal yang dia sendiri tak mengerti, dia jadi begitu malas menjalankan sholat, dia malas mengaji, dia malas menjalankan ibadah, bahkan dia merasa benci bila melihat suaminya, tapi Aisyah sendiri tak tau kenapa dia sampai menjadi seperti itu, sampai akhir-akhir ini dia muntah darah, dan cepat-cepat dia periksakan diri ke dokter, tapi setelah diperiksa, ternyata sama sekali tak ditemukan penyakit di dalam tubuhnya, sehingga membuat Aisyah dan suaminya bingung.


Seharusnya kalau sampai muntah darah pastilah ada penyakit di dalam tubuhnya, tapi ternyata menurut dokter Aisyah sehat-sehat saja Sampai ibunya menelponnya untuk mengikuti pengajian dzikir di majlisku.


“Cobalah Ais… kamu ikut pengajian di tempat yang kakakmu ikut pengajian, kakakmu saja setelah ikut pengajian di sana, kecelakaan saja dia tak lecet,” kata ibunya di telpon.


“Tapi aku kan juga punya kesibukan di Jakarta bu. Mana Pekalongan Jakarta jauh, dan aku tak bisa meninggalkan pekerjaan.” jawab Aisyah.


“Ya disempatkanlah Is, ya ikut sekali atau bagaimana, kamu kan masih muda, ibu sih sudah tua, kamu masih banyak perjalanan yang harus dilewati, jadi masih butuh banyak bekal.” kata Ibunya.


“Iya deh… nanti ku usahakan datang..” jawab


Aisyah setelah didesak ibunya. Sementara itu, sebelum Aisyah datang ke rumahku, malamnya aku mimpi, aku melihat perempuan, ya Aisyah itu datang ke rumahku, dan ku dapati banyak jin di tubuhnya, dan jin itu dikirim oleh seorang tua yang kerjanya di sawah.


Aku tak memperdulikan mimpiku itu, sampai besoknya, sore hari Aisyah datang ke rumahku untuk mengikuti pengajian rutin tiap minggu kliwon, aku heran karena Aisyah ini perempuan yang ada di dalam mimpiku, ketika bertemu denganku, Aisyah bercerita tentang muntah darahnya, dan apa yang dialami selama setahun belakangan ini.

__ADS_1


Ku pinta dia mengulurkan pergelangan tangannya, saat ku pegang, dan langsung saja dia merasa ingin muntah, pertanda interaksi jin yang ada di dalam tubuhnya kontak, cepat -cepat ku lepaskan tangannya, karena waktu sudah sore, karena ku perhitungkan tak akan banyak waktu untukku mengeluarkan jin di


dalam tubuhnya.


“Udah besok saja ku obati, sekarang dipakai istirahat saja.” kataku.


“Iya.” jawab Aisyah, yang kemudian pergi ke rumah kakaknya. Malamnya Aisyah mengkuti pengajian dan dzikir bersama, tapi dia merasa lemas di tengah-tengah dzikir, dan ku biarkan saja, sampai besoknya dia datang lagi dari rumah kakaknya, dan bertemu denganku, untuk minta ku obati, sekalian mau meminta amaliyah agar bisa dijalankan, segera aku ambilkan amaliyah dasar dzikir pondasi yang biasanya ku berikan pada orang yang meminta amalan kepadaku.


Ku katakan dzikir pondasi, sebab itu bagiku adalah dzikir permulaan sebelum seseorang


menjalankan dzikir tingkatan dalam thoreqoh,


dzikir itu tak bedanya membangun rumah,


diawali dengan pondasi, dan diusahakan pondasi itu kokoh dan kuat, makin kuat pondasi


seseorang maka jika rumah itu makin tinggi dan bertingkat, maka tidak akan ada bahaya bagi orang yang menjalankan dzikir, yang sering terjadi, seseorang itu menjalankan dzikir dan wirid selalu diambil pokoknya, tanpa pondasi lebih dulu, maka makin tinggi dzikir yang dijalankan, hampir bisa dipastikan kemudian akan terjadi masalah, kalau tidak orangnya yang tak kuat, kemudian menjadi gila, ya kebanyakan kemudian dikuasai jin, dan disesatkan.


“Eee kenapa tanganku ini tak bisa di kendalikan


…!” jerit Aisyah.


Aku sendiri heran, kenapa kok jadi seperti itu, tiba-tiba tubuhnya terjengkang dan dia mengalami kesurupan, lalu seketika suaranya


berubah.


“Hiihiiiihihihi… kau ingin mengeluarkanku rupanya? tidakbisa, aku tak mau keluar.” kata suara Aisyah yang menjadi suara nenek-nenek.


Wah dia kesurupan, pikirku. Lalu aku bertanya.

__ADS_1


“Siapa ini?” tanyaku.


“Aku yang menghuni tubuh ini,” jawab nenek tua yang ada di tubuh Aisyah.


“Lalu kamu siapa?” tanyaku lagi.


“Aku jin yang ada di tubuh ini…” jawabnya.


“Jin kiriman atau jin yang masuk sendiri?”


“Aku jin kiriman.”


“Siapa yang mengirim?”


“Mau tau saja…” Karena ku tanya tak mau menjawab, maka segera jin ku keluarkan, tapi baru saja jin ku keluarkan, sudah berganti dengan jin yang baru, wah banyak juga jin yang di dalam, pikirku.


Maka ku keluarkan lagi jin yang kedua, dan kembali lagi, ada jin lagi yang di dalam, sampai tiga kali ku keluarkan jin yang di dalam, ku lihat Aisyah lelah, maka ku suruh saja istirahat dan mandi di rumah kakaknya dulu, tapi baru saja dia pulang mandi di rumah kakaknya, aku dipanggil kakaknya, karena lagi-lagi Aisyah kerasukan, kali ini jin yang lain lagi.


Dan untuk lengkapnya pas jin ini merasuk dan saat ku keluarkan, sudah ada videonya, karena saat itu banyak yang melihat dan yang menonton, pas kebetulan ada yang bawa HP sehingga kejadian pas bisa direkam, dan untuk melihatnya bisa dibuka di channel youtube: **********""""" Setelah jin yang di video itu mencoba menyerangku, lalu tangan Aisyah ku tempelkan ke dadaku dan kepanasan, juga ilmunya musnah, maka sampai besoknya dia tak kerasukan lagi.


Sampai besoknya dia datang lagi ke rumahku, ingin ku cek masih ada tidak jin di dalam tubuhnya, maka ku arahkan tapak tanganku ke arah dadanya berjarak 15 cm, dan seketika yang ada di dalam tubuhnya kembali bereaksi. Kali ini bukan tertawa-tawa seperti suara nenek-nenek, tapi menggerung-gerung dengan suara lelaki.


“Tau juga lu di mana aku sembunyi..” kata suara Aisyah yang sudah berubah dengan suara laki-laki.


“Siapa ini?” tanyaku,


“Aku yang mengirim jin-jin masuk ke tubuh perempuan ini.” jawab lelaki di tubuh Aisyah. Aku heran juga, berarti ilmu orang ini lumayan tinggi, pasti dia memakai ilmu raga sukma, tapi aku tak perlu gentar, maka ku serang dia, dan juga videonya bisa disaksikan di youtube, bagaimana lelaki yang dalam tubuh Aisyah itu menyerah dan tak sanggup melawanku, sebenarnya juga bukan aku ini orang yang sakti, tapi karena bagiku orang yang bersandar pada Alloh, maka Alloh itu lebih sakti dari jin manapun, dan ilmu manapun, jika kita bersandar pada Alloh kurasa sejauh mana kita bersandar dan tawakal maka Alloh pasti akan memberikan pertolongan.


Bersambung....

__ADS_1


(Sengaja Linkny ane sembunyikan, Kalo ada yg pinisirin ya usaha,kalo mau berusaha pasty dapat 😁🙏)


__ADS_2