
“Lalu awalnya bagaimana kok bisa sampai seperti itu?” tanyaku.
“Awalnya, dia ini kan anak yatim kyai, jadi ayahnya sudah meninggal dan ayahnya punya istri dua, satu ibu aslinya dia dan satu lagi ibu tirinya, sekarang ini dia dirawat oleh ibu tirinya, dan di sekolahkan di daerahnya sana, nah ini dia baru sekolah di sekolah SMP baru, dan waktu mengalami ini, dia duduk di belakang sekolah, di belakang sekolah kan ada WC nya, ya semacam penampungan gitu, dia duduk di situ, menurut cerita guru sekolahnya, dia tidak masuk ke kelas, dan dicari-cari, sudah dalam keadaan bengong duduk di penampungan, sepiteng WC itu, dan disuruh masuk kelas tetep bengong, bahkan ketika digelandang tubuhnya kaku, lantas digotong ramai-ramai, dan berusaha disadarkan, tapi tetap saja ya seperti ini, waktu itu dipulangkan ke rumah ibu tirinya oleh gurunya juga dalam keadaan seperti ini.” jelas pak Sarip.
“Apa tidak berusaha diobatkan?” tanyaku.
“Ya sudah kyai, sama ibu tirinya sudah dibawa ke dokter, tapi dokter juga tak bisa apa-apa, bahkan itu kan giginya merapat terus, dokter juga tidak sanggup membukanya, giginya merapat terus seperti lengket dan dilem dengan lem super.”
“Apa tidak berusaha dibawa ke orang pinter, misal dukun?”
“Sudah kyai, tapi dukunnya juga tak bisa apa- apa, malah oleh ibunya sudah dibawa ke rumah beberapa dukun, tapi tetap saja tidak bisa apa-apa, bahkan memasukkan makanan dan air saja tidak bisa, makanya ini sudah 5 hari tidak makan, kami minta mas kyai tolong dia, kasihan dia, dia anak yatim,”
“Iya pak, saya cuma berusaha, soal bisa enggaknya saya sendiri juga tidak tau, semoga Alloh memberi kekuatan pada saya untuk bisa menolong dia, coba bawa ke sini.” kataku.
Beberapa orang segera memegangi anak itu, ada sekitar 5 orang, tapi semuanya kuwalahan, anak itu tak mau didekatkan denganku, dan 5 orang itu ditolak semua terpental, dan tak kuat menahan anak itu, kalau dinilai secara teori, 5 orang dewasa dikalahkan oleh tenaga anak kecil yang sudah 5 hari tak makan, memang sangat tidak wajar, tapi itulah kenyataannya, dan berusaha memegangi selalu dipentalkan.
Maka aku coba untuk mendekat pada anak itu, ketika ku pegang tangannya dan kedua tangannya di genggamanku, maka anak kecil itu lantas tak bertenaga, bahkan dia mau berontak seperti ada kekuatan maha dasyat menindihnya, ketika aku dalam hati berdoa, supaya dia jangan berontak, maka seketika tubuhnya tak bergerak, seperti ada puluhan orang yang memeganginya, maka aku hanya menyentuhnya dengan satu jari, ku tekan, maka anak kecil itu tubuhnya langsung terkapar, tanpa daya sama sekali, bahkan tak mampu untuk bangkit, terus terang secara logikaku, aku sendiri tak bisa berpikir, kenapa kok seperti itu, sebenarnya aku hanya ketika jariku ku arahkan ke tubuh anak itu lantas anak itu seperti ditekan suatu beban yang menindihnya, maka aku pun yakin di jariku ini ada kekuatannnya, jadi aku sendiri terus terang tak tau menahu soal kekuatan itu, aku hanya mengambil pelajaran dari efek kejadian yang ada di depan mata, kok ku tempeli jari, lantas anak itu tak berdaya, maka lantas ku yakin kalau jariku itu ada kekuatannya.
__ADS_1
Tak perlu aku melihat bentuk kekuatan itu bagaimana, yang jelas kekuatan itu dirasakan oleh anak yang ada di depanku, dan anehnya setiap jari ku tempelkan di manapun tubuh anak itu, anak itu seperti merasa kesakitan.
Setelah anak itu ku buat tak berdaya, lantas aku minta air di gelas, lalu ku isi dengan do’a, sementara tanganku masih menahan anak itu, sehingga anak itu sama sekali tak bisa bergerak dalam keadaan terlentang tiada daya dia juga sudah tidak berontak, mungkin jin yang ada dalam tubuhnya merasa jika berontak dia sudah memastikan tak mampu, maka dia memilih diam, dan pasrah, lantas seseorang ku mintakan meminumkan air dengan sendok, tapi memang giginya merapat, walau berusaha untuk membuka nya maka tak bisa membuka, lalu ku salurkan energi do’a lewat tanganku, yang isinya meminta pada Alloh agar mulut anak itu dibuka, dan aneh, seperti ada kekuatan yang maha dasyat, dan tak bisa dilawan oleh anak itu dan jin yang ada di dalamnya, yang membuat mulutnya terbuka.
Maka mulut anak itupun terbuka, dan satu dua sendok air pun lantas dimasukkan ke mulut anak itu, dan satu gelas pun akhirnya habis, ku lepaskan tanganku dari badannya, dan lantas anak itu mulai tenang, dan ku minta dibawa pulang, alhamdulillah setelah 3 kali ke rumahku, anak itu sudah beraktifitas seperti biasa, malah makin gemuk.
___________________________________
________________________
Masih di bulan romadhon, aku bermimpi merasa berjalan di suatu daerah, dan aku sampai di suatu pemakaman umum, lantas aku berjalan di jalan yang ada di tengah-tengah pemakaman, menyusuri jalan setapak di tengah pemakaman, lantas aku sampai di sebuah tempat wudhu yang ada di tengah pemakaman, aku merasa aneh juga, kenapa kok tempat wudhu ada di tengah pemakaman, selesai wudhu lantas aku berjalan lagi, sampai di pinggir pemakaman ada sebuah warung, di mana belakang warung itu pas pemakaman, aku bertemu dengan pemilik warung, dan anehnya pemilik warung itu seperti menunjukkan makam di belakang warung, salah satu makam itu milik orang yang jalannya ngesot, seorang laki-laki, lalu aku berkata (namanya juga mimpi, jadi jangan dinilai dengan logika).
Lalu pemilik warung itu pergi ke belakang warungnya, dan membangunkan orang yang ada di dalam kubur, seketika kubur pun terbuka, maka keluarlah seorang lelaki tua, yang ubanan, dan kemudian dia berjalan dengan ngesot ke arahku, sesampainya di depanku lantas ku tanya.
“Kamu itu siapa?” tanyaku dalam mimpiku itu.
“Aku ini hanya pembuat ketupat dari daun kelapa, dan juga sempritan daun kelapa,” jawab orang yang berjalan ngesot yang baru bangkit dari kuburnya.
__ADS_1
“Aku ini cuma diperintah seseorang untuk mengganggu keluarga ini.”
Aku sama sekali tak tau maksud dari pembicaraannya, tapi aku juga bukan orang yang selalu ingin mengerti urusan orang, karena tanda seseorang yang tak disukai oleh Alloh, ialah orang itu dibiarkan melakukan hal- hal yang sangat tidak ada manfaatnya, jadi sekalipun dalam mimpi, aku tak banyak bicara untuk tau permasalahan yang tidak ada manfaatnya bagiku.
“Aku ini dikirim orang, dan aku tak bisa apa- apa, jadi mohon jangan saya dimusuhi, dan ini dia yang mengirimku.” katanya lantas ada 4 orang yang datang ke tempat itu, tapi aku tak tau maksudnya.
“Ya sudah kalau begitu, sana kembali ke dalam kuburmu,” kataku, lantas dia berjalan ngesot kembali ke dalam kuburnya, dan kuburnya menutup kembali.
Beberapa hari kemudian, datang suami istri ke rumahku, dan keduanya sakit kakinya, ku tanya.
“Apa bapak ini yang tinggal di rumah, yang belakangnya ada pemakaman umumnya?” tanyaku, sekenanya aja.
“Iya benar, kami tinggal di rumah yang belakangnya ada pemakaman umum, kok mas Kyai tau, pasti diberitahu menantu saya ya?” Jawab lelakinya.
“Iya, tau sedikit…” jawabku.
“Lalu keperluannya apa ke sini?”
__ADS_1
“Ini mas yai, saya sama istri itu kok sakit di kaki, sudah bertahun-tahun, mungkin ada lima..
Bersambung....